|
Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh P: msg#00151org.region.indonesia.mahawarman
> >Dulu saat BUMN dibawah departemen teknis memang begitu, misalkan Depparpostel >beli barang yg membayar adalah Perumtel atau PerumPos (gantian diantara BUMN >dibawah deparpostel). Krn skr semua BUMN dibawah Meneg BUMN apa masih bisa >dilakukan spt itu ? > Rasanya kok masih ya. Walaupun tidak seluruhnya bisa disalahkan BMUN-nya. Dukungan kebijakannya pun terasa masih belum konsisten sejak 1970-an dulu, sehingga mereka (boleh jadi lho ?) tidak bisa membuat perencanaan jangka menengah (5 tahunan) apalagi jangka panjang (10 - 15 tahunan). > >Ya ada satuhal yg saya nggak ngerti, kenapa semua penghasilan BUMN harus setor >langsung ke kas negara bukan hanya devidennya saja yg disetor kesana. Saya >mengerti bhw cara ini dimaksudkan utk mengurangi kebocoran di BUMN, tp mestinya >diimbangi dg prosedur anggaran yg berbeda dg pengajuan anggaran central >goverment. > Saya juga nggak ngerti. Ada Undang-undang tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak yang memang mewajibkan hal itu yang sampai sekarang belum dihapus dan malah diperkuat dengan UU yang baru itu. Ada pro dan kontra dalam penerapan PNBP itu. Mekanisme yang terjadi adalah: uang disetor ke negara, dan perusahaan bisa saja minta brigding fund yang nanti diperhitungkan. Prosedur itu melalui KPN. Nah, disini repotnya. Untuk mengambil di KPN ........ ????? Anda tahulah ! Jadi ndak sepenuhnya benar juga bahwa mekanisme PNBP mengurangi KKN. Yang pro, bisa "mengikuti" ya jalan. Yang kontra ya melakukan dengan double account, biasa kan ??! > > >Masak sih setiap fungsi dibagi sama rata besarnya anggaran ? > Ndak juga, tetapi secara konservatif anggaran toh tidak akan naik secara drastis di setiap departemen. Tetapi itu pun mestinya dilengkapi dengan kebijakan pemerintah. Namun, kawan-kawan di Bappenas sering pukul rata aja. Kalau sektor (=fungsi) ya lebih besar dari sub-sektornya (=sub-fungsi), kan ?!! > > >Kalau baca sejarah, tidak cukup dg pemimpun yg visioner perlu dibantu oleh >pimpinan lain yg ahli management, y.i. yg mampu menangkap visi sang pemimpin dan >mengimplementasikannya, spt Hayam Wuruk dg Gajah Mada; Ratu Elizabeth I dg >Perdana Menterinya. > > Lha kalo semua menganggap dirinya mampu menjadi presiden ??? Dalam kupas tuntas rasanya yang menonjol statemanshipnya (kenegarawanannya), njawabnya teges dan menjaga etika ndak banyak. > > >Apa ukurannya kalau kerjaannya administratif atau jadi office boy (misalkan) ? > Di dalam sdm dan kepegawaian, setiap kali kita disodori job analysis dan deskripsi yang jelas keterukurannya. Ada kerja rutin, ada yang project base. Cuman ketika praktek ??? Ada proyek yang hampir 25 tahun ini masih aja proyek yang rutin dikerja (in!). > > Salam ya. AES --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Lantas, apa yang anda lakukan?Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00151, waycibi-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Lantas, apa yang anda lakukan?Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00151, ANDI EKA SAKYA |
| Previous by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!i: 00151, ANDI EKA SAKYA |
| Next by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00151, Syafril Hermansyah |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |