|
Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pem: msg#00147org.region.indonesia.mahawarman
On Tue, 27 Apr 2004 07:33:23 +0700 ANDI EKA SAKYA <sakya-CHtJu7EPyiNdtzx+TpIdMQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > >1. Berkonsentrasi pada APBN untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. > >Saat ini secara garis besar 60% APBN adalah untuk Biaya Rutin > >Pemerintah, 30% untuk membayar hutang dan hanya 10% untuk Pembangunan. > >Inilah sebabnya Pemerintah kesulitan menciptakan pertumbuhan ekonomi > >lebih dari 3-4%. > > > Saya kira kita mahfum bahwa semua departemen "hidup" dari anggaran > pembangunan. Departemen (central goverment) iya, tp BUMN kan tidak toh ? > UU 17/2003 akan menjadikan kedua anggaran (rutin dan pembangunan) menjadi > satu. Sektor diganti menjadi fungsi dan sub-fungsi. > Saat ini Dep Keu sedang mengupayakan "contekan pleg IMF" GFS (General > Financial Statistic) menjadi PP-nya UU No. 17/2003 tentaang Keuangan Negara. > Nanti, sektor-sektor yang ada (19 atau 20-an ?) diganti menjadi fungsi (10 - > 11 Agama). Kesepuluh fungsi tersebut pembagiannya berdasarkan fungsi umum > pemerintahan. Walaupun Dep Keu ngotot (Tim RPP) bahwa itu tidak menjadi > dasar alokai APBN, tetapi kenyataannya BAPPENAS pun mengikutinya (takut > kalau dibubarkan!). Apakah negara ini akan maju ? Entahlah, karena sektor > Iptek misalnya, akan menjadi sub-fungsi pelayanan umum seperti halnya > sub-fungsi pengumpulan sampah dan pemakaman. Jadi ? Saya belum nangkep, apa sih untung ruginya pergantian sektor menjadi fungsi ? Apa implikasinya thd anggaran ? > >2. Menteri2 yang diangkat dalam Kabinet harus non-partisan, artinya > >boleh tetap menjadi anggauta Partai, tetapi harus melepaskan jabatan > >fungsionarisnya ( anggaouta biasa saja) > >Agar yang bersangkutan tidak terganggu oleh " kebijakan Partai " yang > >konotasinya menjadi KKN, atau menjadi sumber pembiayaan Partai. > > > Setuju saja, tapi emang kita bisa memberi masukan ke presiden agar tidak > memilih orang-orang yang non-partisan ? Bahwa pengurus partai harus > melepaskan jabatannya setuju juga untuk mengurangi KKN. Tetapi apakah > jaminannya bahwa "anggota" partai yang menjadi kabinet tidak akan > "dikerumuni" oleh "rekan-rekan, sahabat-sahabat" tercintanya, sehingga saat > ini beredar "SUSU GADIS" atau "SUSU PERAWAN" yang uenak > tenaaannn................n: SUmbangan SUkarela GAra-gara DISposisi atau > SUmbangan SUkarela PEngganti RAsa setia kaWAN. Proyek-proyek (DIP) pun > akhirnya "terpaksa" direorientasikan untuk para "kerumunan" tadi ! Kontrak sosial/politik bisa nggak diterapkan ? > >4. Rasionalisasi Pegawai2 Departemen, dengan "golden shakehand" ( jangan > >ada penerimaan pegawai baru dan pegawai lama yang berumur 40 tahun > >keatas di "pensiunkan dini" dengan imbalan yang sangat menarik ) > >mudah2an, usaha mengurangi pembayaran hutang luar negeri bisa dipakai > >untuk membiayai rasionalisasi ini. > >Tenaga2 muda mendapatkan pendidikan (upgrade ) dengan sepenuhnya biaya > >Pemerintah. > >Menutup Kanwil2 didaerah sejalan dengan otonomi daerah (OTDA). > >Target Biaya rutin menjadi 40% APBN. > >Problem para Menteri terutama adalah kelemahan dukungan aparatnya yang > >lemah di dalam Departemen ybs,karena terlalu banyak pegawai shg tanggung > >jawab tumpang tindih, mismanagement dsb,dsb. Yang ujung2nya adalah > >"integrated KKN" dari bawah hingga keatas, bahkan kadang2 menjadi "built > >in KKN" dalam struktur Departemen. > > > Saya setuju pla dengan gagasan ini. Pertanyaan yang menggantung di dalam > kepala saya adalah: mengapa DIP yang sekarang ini sudah jauh lebih besar di > setiap lembaga pemerintah tidak bisa digulirkan ke anggaran rutin untuk > menambahi gaji para pegawai negeri ? Misalnya jumlah PNS yang 4.5 juta itu > jadi sepertiganya, dan kita naikkan gaji mereka 2.85 kalinya, sementara > peraturan diketatkan untuk meredam korupsi. Apakah kalau gaji naik maka korupsi turun ? Atau kalau dikaitkan dg konteks no. 4 diatas, apakah kalau gaji naik maka produktifitas/kualitas PNS akan naik ? -- syafril ------- Syafril Hermansyah --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00147, Syafril Hermansyah |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00147, ANDI EKA SAKYA |
| Previous by Thread: | Mandiri [Re: Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!]i: 00147, Syafril Hermansyah |
| Next by Thread: | Re: Mandiri [Re: Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!]: 00147, ANDI EKA SAKYA |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |