logo       

Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: msg#00141

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!

Widya Çastrena Dharmasiddha !

Kalau untuk hal seperti ini, saya mencoba taat azas (consistent), mulai dari
hal yang paling 'remeh', yang justru dinilai sejumlah orang sebagai hal yang
bodoh, kaku serta ungkapan lain yang senada atau dianggap masih berhubungan
'keluarga' dengan kata-kata itu. Yang saya bicarakan adalah membuat KTP dan SIM.

Pernah, masing-masing selama 1 bulan dan 3 bulan, saya tidak memiliki KTP
dan SIM, karena tidak mau membayar pungli. Untuk hal KTP, saya dipungli oleh
petugas di kelurahan sebesar Rp. 7.000. Hal ini saya adukan pada Walikota,
dengan akibat uang tersebut dikembalikan -plus KTP- melalui Ketua RT.

Sehubungan dengan SIM, saya tida bisa mendapatkan surat pengantar dari
Satlantas Poltabes Palembang kepada bagian terkait di Dit Lantas Polda
Sumsel, karena saya tidak bersedia membayar uang semir. Surat ini
diperlukan, karena saya memiliki SIM A Umum. Setelah surat masuk kepada
Kapolda, saya dilayani layaknya VIP, diuji seorang diri dan boleh mengulang
ujian ketika saya merasa tidak puas dengan hasil C. Bayangkan, apa jadinya
nasib saya jika berkepala batu seperti itu, sementara misalnya saya adalah
pengemudi angkot yang sangat membutuhkan keberadaan SIM tersebut.

Baru-baru ini, saya mengetahui -berdasarkan penerangan orang yang biasa
mengurus masalah ini- bahwa pengurusan izin pemasangan spanduk komersial
ternyata tidak jelas dalam hal jumlah uang yang harus dibayarkan kepada
Dinas Tata Kota. Saya memang berparuh waktu sebagai "property agent" dan
sedang -bersama seorang mitra- menyiapkan sebuah proyek kecil memasarkan
komplek perumahan.

Tentu saja, ada sanggahan masuk akal terhadap hal tersebut di atas, yaitu
seharusnya saya mencari penerangan seperlunya sebelum berhubungan dengan
aparat pemerintah. Namun ketika saya mencoba hal serupa sehubungan dengan
rencana mendirikan badan usaha, belum apa-apa si aparat sudah mencoba untuk
'mengambil alih' pengurusan keperluan saya. Ia pun tidak menjelaskan dengan
benar bagaimana jika saya memilih mengurus sendiri. Sampai saat ini, saya
masih mennunda pengurusan izin usaha tersebut.

Kembali pada pengurusan izin spanduk, yang memberikan penerangan tersebut
adalah pihak pembuat spanduk, yang perusahannya cukup terkenal di Palembang.
Tampaknya dia pun tutup mata dengan segala hal yang -setidaknya bagi saya
dan keimanan- haram tersebut, sebagai dalih agar usaha mereka tetap berjalan.

Mitra saya seorang pemilik toko, yang walau seiman dengan saya -demikian
pula pengusaha periklanan tersebut- namun merasa tidak ada ruginya bagi
negara ketika saya menanyakan apakah ia membayar pajak. Saya sudah
menyampaikan pemahaman saya mengenai pajak, bahwa itu bukan sekadar
kewajiban pada negara, melainkan juga secara kebangsaan, yaitu untuk
membantu saudara sebangsa ketika terjadi bencana. Uang pajak antara lain
-seharusnya- digunakan untuk hal itu. Ketika pada kenyataannya ada yang
menyalahgunakan hal itu, biarkan mereka -pada saatnya- berurusan dengan Yang
Mahakuasa.

Saat ini, ketika saya bercerita mengenai mitra saya tersebut, tidak ada
keinginan menjadi hakim. Namun saya merasa alangkah beratnya pilihan saya
menjadi manusia 'berkepala batu', ketika dia yang saya nilai cukup taat
dalam beriman, ternyata kurang pas -setidaknya bagi saya- ketika menerapkan
itu dalam usaha (duniawi).

Kami berbeda pendapat, ketika saya menyatakan pendapat bahwa sesuai dengan
aturan kita -sebagai agen pemasar komplek tersebut- musti membayar pajak
pemsangan spanduk. Akhirnya saya -ya, SAYA, yang akhirnya ia sepakati-
mengusulkan agar kami bisa mengusahakan agar si pengembang (developer)
sendiri yang mengusahakan spanduk tersebut, sekaligus segala masalah yang
menyertainya.

Selesaikah ? Memang, si pengembang menyetujui, tapi hati saya -bukan hati
kecil, tapi segenap hati- menyatakan bahwa saya bakal memakan uang haram.

Jadi, bagaimana ceritanya sehubungan dengan subyek kita ? Itulah pilihan
saya dalam menyikapinya. Untuk hal-hal seperti ini, saya terilhami oleh
mendiang Yulius Bilyarta Mangunwijaya.


Sharif Dayan
Eks 90 67 060 1560
--
-== (Defense site) http://www.ksatrian.or.id ==-
-== (Defense forum) hankam-subscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx ==-
-== (Archive) http://groups.yahoo.com/group/hankam/messages/ ==-
-== (Main Depo) http://groups.yahoo.com/group/hankam/files/ ==-
-== (Depo 2) http://groups.yahoo.com/group/hankam2/files/ ==-
-== (Question) - <pemelihara-iU05GAKk/IyzH9sTlDxO3g@xxxxxxxxxxxxxxxx> ==-



--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise