|
Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Peme: msg#00139org.region.indonesia.mahawarman
KATA UNDUR2 :"EMANGNYA GUA SALAH MUNDUR? KALO ELO MAJU JUGA.......EMANG GUA PIKIRIN". -----Original Message----- From: hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx [mailto:hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx] Sent: Monday, April 26, 2004 7:33 PM To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx Subject: [yonsatu] Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?! Apakah pandangan seperti tertuang dalam artikel dibawah ini masuk kategori 'mengeluh melulu' juga?, atau ini wujud keputus asaan? Orang putus asa perlu pertolongan. Maka orang2 yang berani bertindak, yang barangkali juga 'sedikit bekerja banyak bicara, eh...sedikit bicara banyak bekerja', diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk menyelamatkan orang yang putus asa itu. Mari kita tunggu para 'pemberani' itu berbuat sesuatu (atau lebih baik lagi, sama2 kita lakukan). Bagi yang belum membaca cerita keputus asaan ini, selamat membaca. Salam hangat, HermanSyah XIV. ASAL USUL S u k a H a r d j a n a UNDUR-undur itu binatang laut. Tetapi dibilang begitu sebenarnya kurang tepat juga. Sebab hidup mereka hanya ada di pantai saja, bukan di laut. Tepatnya ada di daerah pesisir pantai yang berpasir kering. Mereka juga sering dijumpai di pinggiran sungai yang berpasir. Binatang ini kecil saja ukuranya, tak lebih besar dari sebiji kacang tanah. Warnanya bintik-bintik hitam-putih atau kelabu, tergantung habitatnya. Di pesisir pantai binatang ini sering jadi mainan anak-anak kecil, karena keadaannya yang lemah, sederhana, tak berbahaya dan cinta damai. Makhluk lemah ini dibilang undur-undur?arti harfiahnya mundur-mundur? karena memang suka berjalan mundur. Bagi mereka, jalan mundur itu artinya maju. Ibarat berjalan membelakangi arah, datang tampak punggung. Undur-undur juga punya sifat "kosok- balèn" (kontroversial) yang aneh. Ngeyelnya minta ampun. Bila ditarik mundur mereka akan bergerak maju?sebaliknya bila didorong maju mereka malah akan bergerak mundur. Diarahkan ke kiri mereka akan menyamping ke kanan, disuruh menyamping ke kanan mereka akan bergerak ke kiri. Bila laju geraknya distop? Mereka akan membalikkan badan-mentelentangkan diri dan berputar-putar tak keruan. Pendek kata, ngeyel! Kecuali dipaksa, binatang lemah yang sederhana ini tak pernah mau tunduk pada perintah dan aturan orang. Hidup dan bergerak menurut maunya sendiri. Apakah kita juga punya tabiat seperti undur-undur? Susah dibikin maju? Lha, gerak kita ini kan mundur melulu, tapi dibilang maju-seperti gerakan undur-undur. Apanya yang maju?Fisiknya, mungkin. Secara mental, mundur terus. Contohnya banyak. Jalan-jalan dibangun di mana-mana. Dari jalan kampung sampai jalan tol, jalan layang, jalan udara, dan jalan antarpulau. Lihatlah cara kita berlalu-lalang. Seperti bangsa barbar yang tak kenal hukum untuk saling menghormati layaknya suatu komunitas sosial yang memiliki aturan bersama. Tak usah jauh-jauh, tetangga-tetangga kita orang Australia, Singapura, dan Malaysia pun geleng-geleng kepala melihat keprimitifan kita berlalu-lalang di jalan umum. Dan, kita tak pernah merasa malu bahwa hal itu adalah sebuah set back. Kemunduran. Kita hanya bangga bisa membeli banyak mobil baru yang tumpah ruah di jalanan tanpa ukuran dan proporsi (traffic proportion), tapi dalam kenyataan operasi publiknya ditindaki?bukan dikelola(!)? secara primitif dan gila-gilaan. Jalan-jalan di Jakarta kecipratan hujan sejam pun langsung lumpuh dan macet total. Makin hari makin parah. Primitifnya minta ampun. Maju? Kok seperti undur-undur saja. Mundur, dibilang maju. Undur-undur juga suka melawan yang seharusnya, kecuali dipaksa. Tengoklah. Puluhan tahun lamanya media massa mengkritik adanya kemunduran solidaritas sosial di kalangan masyarakat, terutama masyarakat perkotaan. Apa yang terjadi? Semangat "apa lu apa gue ? siapa lu, siapa gue" semakin menjadi-jadi dalam bentuk ungkapan "emangnya gue pikirin?" yang mengalahkan solidaritas gotong-royong dalam semangat Pancasila yang semakin hari semakin dilupakan orang. Di negeri miskin yang sebagian besar masyarakatnya masih terbelakang dan belum mampu menikmati hidup layak, ada sementara orang yang menikmati kemewahan berlebih seperti layaknya hidup di surga dunia. Padahal korupsi, manipulasi, dan premanisme kekuasaan hedonisme ekonomi yang tidak halal telah lama diserukan sebagai cara hidup haram yang dinajiskan? Begitulah hidup "kosok-balèn" itu ditekuni. Artinya, terus-menerus semakin seru mempraktikkan hal yang dilarang dan melawan hal yang dianjurkan. Korupsi semakin seru, manipulasi semakin seru, tindak kekerasan semakin seru, tindak ketidakadilan semakin seru, kebohongan semakin seru, kebodohan semakin seru, yang saru-saru yang membuat kita tak tahu malu semakin seru ?. Betapa tidak? Kita dikenal sebagai negeri koruptor kelas satu, negeri pembajak kelas satu, negeri asal pencucian duit kotor kelas satu, negeri dengan penduduk yang susah dipegang kata-katanya, negeri yang orang-orangnya dikenal lemah dalam komitmen, tapi punya sistem birokrasi bergulung-gulung yang menjamin semua orang bisa dibikin bingung, negeri orang-orang pandai berdalih yang sangat mengesankan dalam hal mistik dan ilmu klenik, negeri yang kinerja kebersihan dan tata tertibnya amburadul, tapi bisa disulap sebaliknya bila ada tamu yang dimau, negeri yang anggaran pendidikannya termasuk paling kecil di dunia sehingga sistem pendidikannya ditakar mandul dan tidak kompetitif bahkan di Asia Tenggara sekali pun (banyak caleg, bupati, mungkin juga gubernur, calon presiden dan calon wakil presiden berijazah palsu lho)? Undur-undur bergerak mundur dibilang maju. Itulah kritik orang terhadap negeri ini. Tak usah marah dan tersinggung, karena undur-undur itu makhluk lemah, sederhana dan tak berbahaya. Artinya cinta damai. Ah, masak ?? Sumber: Kompas Cyber Media, 25 April 2004. --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Lantas, apa yang anda lakukan?Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00139, hermansyah-qiVc+BLglCs |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00139, Abas F Soeriawidjaja |
| Previous by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!i: 00139, Syafril Hermansyah |
| Next by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00139, Abas F Soeriawidjaja |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |