logo       

Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: msg#00136

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!

On Mon, 26 Apr 2004 18:22:46 +0700
"Oetomo Tri Winarno" <tomo-/npS1JhB0yy8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

> Pak Sodik, Sabtu kemarin kita ketemu di lapangan Saraga. Saya merasa simpati
> pada pak Sodik, karena sering "dikuyo-kuyo" setiap melempar isu di milis
> ini.

Bukan soal di kuyo-2x, akan tetapi begitulah kalau posting di Milis yg membernya
kritis-2x.
Kalau tidak dikritik nanti dibilang, membiarkan pendapat yg salah menyesatkan
orang lain.

Ingat postingnya Sodik bukan pendapat Sodik sendiri melainkan pendapat orang
lain yg di forward, dpl meneruskan pendapat orang. Yg dikritik juga isinyakan,
bukan fisik ?
Tinggal tergantung ybs menanggapi kritik itu bagaimana, kalau kata AA Gym
kemarin di TV, kritik itu justru membangun diri; orang yg tidak mau terima
kritik akan sulit membangun diri (pendapat senada dari penyanyi Ii yg jadi juri
di Akademi Fantasi 2 sabtu malam kemarin <g>).

Pak Djoni dari dulu sudah mengingatkan utk dibaca dulu tulisan/pendapat orang
lain sebelum diforward, baca sampai selesai agar tidak salah mengartikannya.
Saya bbr kali mengingatkan juga, bhw jangan melempar topik ke milis jika kita
tidak siap untuk diskusi; memforward tulisan orang lain ke Milis dg catatan "
... ini ada issue menarik, silakan diskusi ..." adalah tindakan yg tidak sopan.

Mungkin kebiasaan jelek itu susah diberantas, tp mestinya ybs menyadari "yes, I
have problem ... fine, means I have a change to build myself more better
then). Jangan takut dg problem, problem make us stronger, tanpa problem kita
tidak terpacu untuk menjadi lebih baik.

> Saya setuju, bahwa akar segala permasalahan adalah KKN. Semua pranata tidak
> jalan sebagaimana mestinya karena KKN. Kenapa Indonesia jadi begini, kenapa
> hukum jadi begini, kenapa pendidikan jadi begini, dst. dst., karena KKN.
>
> Saya yakin semua orang setuju dengan pemberantasan KKN. Tapi bagaimana
> caranya? Hampir semua orang terlibat dalam KKN (baik aktif atau pasif). Apa
> yang pak Doedoeng alami juga saya alami, dan mungkin semua kita yang ada di
> milis ini juga pernah alami.


Kan sudah disampaikan "buat ongkos utk ber KKN jadi mahal" (baca thread "Dari
KPU ke Aji Mumpung").
Kalau seseorang melakukan korupsi dan ongkos (hukumannya) murah, semua orang
berani saja melakukan korupsi. Misalkan saja, jika seseorang membobol Bank 100
M, dihitung-2x biaya nyogok spy bisa kabur ke LN sebesar 15 M saja, ya berani
donk ... wong murah kok cuma 15% ongkosnya.

Memberantas KKN tidak cukup/bisa dilakukan oleh Lembaga resmi yg dibentuk utk
itu, tenaga mereka terbatas, mata mereka masing-2x cuma 2 demikian pula
telinganya. Perlu ada orang lain yg "merasa memiliki negara ini" untuk kasih
tahu ada KKN dilingkungannya masing-2x. Buang itu budaya "EGP, asal bukan gue
ajah ...", buang prilaku ewuh pakewuh kalau menyangkut soal KKN.
Agar bisa membuang EGP dls itu, perlu dibangkitkan rasa memiliki yg kuat, negara
ini milik kita semua bung!
Kalau negara ini bangkrut maka kita semua akan mengalaminya, KKN membuat kita
bangkrut bukan jadi tambah kaya.

--
syafril
-------
Syafril Hermansyah



--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise