logo       

Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: msg#00124

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!


coba aja pak Amir Santosa jadi presiden RI...bisa nggak dia ngatur ?

berangkat dulu jadi Pak RT di kampung....rapat RW untuk menentukan
kenaikan biaya kebersihan dan satpam aja bisa semaleman nggak kelar he he
he

pak Amir nggak cerita nggak enaknya saat kuliah.......coba kalau tinggal
ditempat/daerah yang masih rasist......ditempat kami belajar terbang
karena berambut item (apalagi tampang Pak Adnan mirip Xicano) ..tiap kali
masuk perpustakaan buka-buka buku selalu dilirik dengan penuh
curiga...jangan-jangan mau curi buku...... Pak Amir disana pasti
rutenya : tempat tingal-kampus-mall-downtown-disneyland he he he coba
ngrasain tinggal di ghetto........


-----Original Message-----
From: "Yanto R. Sumantri" <yrsnki-4DLADJoJZZS8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx
Date: Mon, 26 Apr 2004 09:05:48 +0700
Subject: [yonsatu] Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!

> Abdullah Sodik wrote:
> >
> > Memang hebat Negara kita ini yah.
> > Kalau saja kita sebagai rakyat Indonesia ini diperlakukan seperti
> rakyat di
> > negara maju (banyak hal diurus dan ditanggung negara), mungkin hutang
> > Indonesia tidak sebanyak sekarang (sekitar Rp2000 triliun), atau
> justru
> > sebaliknya?.
> > Au' aah gelappp....
> >
> > Salam
> > Asodik
> >
> > -----Original Message-----
> >
> > Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!
> >
> > Rasanya hampir semua hal dalam kehidupan, kita urus dan atur
> sendiri.
> >
> > Kita mulai dari hal-hal disekitar rumah. Bila jalan didepan rumah
> rusak
> > atau belum diaspal, bersama tetangga kita bergotong-royong saling
> > menyumbang uang atau material untuk memperbaiki atau mengaspalnya.
> > Beruntung (ini amat jarang), bila pemerintah berinisiatif untuk
> mengaspal.
> >
> > Membuang sampah juga kita urus sendiri dengan membayar tukang
> sampah.
> > Keamanan di sekitar rumah kita atasi sendiri dengan menggaji satpam,
> > hansip, atau melakukan ronda bersama warga sekitar rumah. Saat ke
> kantor,
> > kuliah, atau kemana saja, kita perlu membayar cepek kepada pak ogah
> agar
> > bisa berjalan lancar ditikungan. Sopir bis kota, metro mini, dan
> angkutan
> > umum lainnya juga mengurus sendiri, dimana saja dan kapan saja
> mereka mau
> > berhenti entah untuk menaikkan penumpang bahkan untuk istirahat.
> >
> > Di jalan tol, bila terburu-buru, kita atur sendiri mau lewat sebelah
> mana.
> > Mau melambung dari sebelah kiri boleh, mau menerobos bahu jalan
> bisa, mau
> > tiba-tiba memotong kendaraan lain juga tidak apa-apa. Sebaliknya
> bila
> > sedang ingin santai di jalan tol bisa juga berkendaraan pelan-pelan
> > dibawah 60 kilo meter per-jam dan ambil jalur paling kanan.
> Pengendara
> > sepeda motor boleh mengantur sendiri arah motornya. Bila dia melihat
> tempat
> > yang ditujunya lebih dekat dicapai dengan melawan arus kendaraan, dia
> boleh
> > melawan arus dengan bebas merdeka . Di malam hari, para pengendara
> motor
> > boleh mengatur sendiri apakah akan mematikan atau menyalakan lampu
> > motornya. Penarik gerobak barang bekas juga bebas melawan arus
> kendaraan.
> > Tukang parkir bisa menarik ongkos parkir semaunya. Kendaraan yang
> diparkir
> > di halaman toko dan mal pun bayar ongkos parkir.
> >
> > Anda sedang membuat dan merenovasi rumah? Anda bebas meletakkan
> timbunan
> > batu, pasir, dan material lain dipinggir jalan meski hal itu
> mengganggu
> > kendaraan lain yang lewat. Tidak akan ada mantri kontroler yang
> menegur
> > apalagi memberi sanksi. Anda pusing memikirkan sekolah anak-anak?
> Anda
> > harus berupaya sendiri untuk mencari sekolah, mencari biayanya meski
> > penghasilan anda tidak mencukupi. Kita merasa gaji tidak cukup? Ya
> kita
> > harus urus sendiri, supaya cukup atau cari sendiri cara lain untuk
> mencari
> > penghasilan tambahan.
> >
> > Begitu pula urus sendirilah jika kita atau anggota keluarga sakit
> meski
> > kita termasuk golongan miskin. Mau periksa dokter, kita bayar
> sendiri.
> > Perlu ambulan kita urus sendiri. Mau dirawat dirumah sakit bersiap
> > membayar sendiri jika mau diobati. Meninggal pun kita urus sendiri
> semua
> > hal, mulai dari surat RT sampai mengurus kuburan, dan jangan lupa
> untuk
> > membayar sewa kuburan. Beruntunglah karena kita punya banyak
> tetangga yang
> > senasib sehingga saling membantu.
> >
> > Saya pernah kuliah diluar negeri. Rasanya banyak hal yang tidak
> perlu saya
> > urus sendiri. Sampah tinggal dimasukkan kedalam tas plastik yang
> diberikan
> > gratis, diletakkan di depan pintu rumah lalu esok harinya sampah itu
> sudah
> > raib tanpa saya harus iuran dengan tetangga untuk membayar tukang
> sampah.
> >
> > Mengendarai mobil rasanya aman karena tertib, teratur dan merasa
> polisi
> > dimana-mana sehingga tidak berani melakukan pelanggaran lalu lintas,
> tidak
> > ada pak ogah, tidak ada yang menerobos lampu merah, dan tidak ada
> > kendaraan yang melawan arus. Ongkos parkir hanya dikenakan bila kita
> > parkir di tepi jalan, sedangkan di halaman toko, di halaman hotel
> dan mal
> > umumnya gratis.
> >
> > Bila jalan aspal didepan rumah berlubang, tinggal telepon pemerintah
> kota,
> > lalu tidak lama kemudian jalan sudah di aspal. Bahkan, kadang belum
> sempat
> > menelepon, jalan sudah diperbaiki. Listrik dibayar tiap tiga bulan
> saking
> > rendahnya tarif listrik.
> >
> > Air mandi dan air minum tidak perlu mengebor sendiri, karena sudah
> > disediakan oleh perusahaan air minum, dan airnya bisa langsung
> diminum
> > tanpa dimasak dan disediakan gratis. Karena status saya mahasiswa,
> maka
> > istri saya bebas dari biaya melahirkan dan disantuni sampai anak
> saya
> > cukup besar. Ketika sakit, saya tidak merasa risau karena mahasiswa
> dan
> > kaum miskin mendapat perawatan gratis di rumah sakit yang bagus dan
> > bersih. Anak saya sekolah juga tanpa bayar.
> >
> > Pasti akan ada yang mengatakan, banyak hal itu diberikan gratis
> karena
> > warga negara membayar pajak. Tetapi rasanya kita membayar pajak
> dengan
> > taat. PBB kita bayar, merokok dan makan direstoran kita bayar pajak.
> Masuk
> > ketoilet umum, kita bayar pajak. Bahkan, setiap hari kita juga bayar
> pajak
> > tak resmi kepada pak ogah, kepada satpam yang baru tersenyum kalau
> diberi
> > tip, kepada penjaga toilet di mal yang tiba-tiba menyodorkan tissue,
> > kepada pegawai urusan KTP, dan seterusnya
> > .
> > Karena itu, rasanya pemerintah tidak ada. Pemerintah baru terasa ada
> bila
> > mahasiswa dan buruh ditangkapi atau dipukuli karena berdemo minta
> harga
> > -harga diturunkan.
> >
> > Pemerintah baru ada jika sedang naik haji atau berkunjung ke luar
> negeri
> > dengan rombongan besar dengan pelayanan negara. Tetapi pemerintah
> > menghilang bila berkaitan dengan urusan kesejahteraan dan keamanan
> rakyat.
> >
> > Apabila kita mengurus sendiri masalah ketertiban, keamanan,
> kesehatan,
> > pendidikan, kesejahteraan dan banyak hal lainnya, sedangkan
> pemerintah
> > baru hadir ketika mahasiswa dan buruh digebuki, lalu untuk apa
> pemerintah.
> > Apakah kita masih memerlukan pemerintah?!
> >
> > ditulis oleh : Amir Santosa
> > Dosen ilmu politik di FISIP UI
> >
> > --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
> > Arsip : <http://news.mahawarman.net>
> > News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> > Other Info : <http://www.mahawarman.net>
> >
> Sdr Abdullah Sodik !!!!
>
>
> Apakah Anda sudah atau sedang frustasi ??????
> Mbok coba hitung biaya membuat jalan toll , membeli truk sampah ,
> menyewa polisi dsb dsb , kalau mau ngurus sendiri !!!! Atau urunan
> gaya
> kita di RT/TW , apakah mungkin?????
>
> Saya tidak katakan pemerintah kita good - good - good , akan tetapi
> pertanyaan itu koq bisa keluar dari seseorang se pinter Anda ?
>
> YRS/III
>
>
> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
> Arsip : <http://news.mahawarman.net>
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> Other Info : <http://www.mahawarman.net>
>




--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise