logo       

Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: msg#00123

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!

Abdullah Sodik wrote:
>
> Memang hebat Negara kita ini yah.
> Kalau saja kita sebagai rakyat Indonesia ini diperlakukan seperti rakyat di
> negara maju (banyak hal diurus dan ditanggung negara), mungkin hutang
> Indonesia tidak sebanyak sekarang (sekitar Rp2000 triliun), atau justru
> sebaliknya?.
> Au' aah gelappp....
>
> Salam
> Asodik
>
> -----Original Message-----
>
> Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!
>
> Rasanya hampir semua hal dalam kehidupan, kita urus dan atur sendiri.
>
> Kita mulai dari hal-hal disekitar rumah. Bila jalan didepan rumah rusak
> atau belum diaspal, bersama tetangga kita bergotong-royong saling
> menyumbang uang atau material untuk memperbaiki atau mengaspalnya.
> Beruntung (ini amat jarang), bila pemerintah berinisiatif untuk mengaspal.
>
> Membuang sampah juga kita urus sendiri dengan membayar tukang sampah.
> Keamanan di sekitar rumah kita atasi sendiri dengan menggaji satpam,
> hansip, atau melakukan ronda bersama warga sekitar rumah. Saat ke kantor,
> kuliah, atau kemana saja, kita perlu membayar cepek kepada pak ogah agar
> bisa berjalan lancar ditikungan. Sopir bis kota, metro mini, dan angkutan
> umum lainnya juga mengurus sendiri, dimana saja dan kapan saja mereka mau
> berhenti entah untuk menaikkan penumpang bahkan untuk istirahat.
>
> Di jalan tol, bila terburu-buru, kita atur sendiri mau lewat sebelah mana.
> Mau melambung dari sebelah kiri boleh, mau menerobos bahu jalan bisa, mau
> tiba-tiba memotong kendaraan lain juga tidak apa-apa. Sebaliknya bila
> sedang ingin santai di jalan tol bisa juga berkendaraan pelan-pelan
> dibawah 60 kilo meter per-jam dan ambil jalur paling kanan. Pengendara
> sepeda motor boleh mengantur sendiri arah motornya. Bila dia melihat tempat
> yang ditujunya lebih dekat dicapai dengan melawan arus kendaraan, dia boleh
> melawan arus dengan bebas merdeka . Di malam hari, para pengendara motor
> boleh mengatur sendiri apakah akan mematikan atau menyalakan lampu
> motornya. Penarik gerobak barang bekas juga bebas melawan arus kendaraan.
> Tukang parkir bisa menarik ongkos parkir semaunya. Kendaraan yang diparkir
> di halaman toko dan mal pun bayar ongkos parkir.
>
> Anda sedang membuat dan merenovasi rumah? Anda bebas meletakkan timbunan
> batu, pasir, dan material lain dipinggir jalan meski hal itu mengganggu
> kendaraan lain yang lewat. Tidak akan ada mantri kontroler yang menegur
> apalagi memberi sanksi. Anda pusing memikirkan sekolah anak-anak? Anda
> harus berupaya sendiri untuk mencari sekolah, mencari biayanya meski
> penghasilan anda tidak mencukupi. Kita merasa gaji tidak cukup? Ya kita
> harus urus sendiri, supaya cukup atau cari sendiri cara lain untuk mencari
> penghasilan tambahan.
>
> Begitu pula urus sendirilah jika kita atau anggota keluarga sakit meski
> kita termasuk golongan miskin. Mau periksa dokter, kita bayar sendiri.
> Perlu ambulan kita urus sendiri. Mau dirawat dirumah sakit bersiap
> membayar sendiri jika mau diobati. Meninggal pun kita urus sendiri semua
> hal, mulai dari surat RT sampai mengurus kuburan, dan jangan lupa untuk
> membayar sewa kuburan. Beruntunglah karena kita punya banyak tetangga yang
> senasib sehingga saling membantu.
>
> Saya pernah kuliah diluar negeri. Rasanya banyak hal yang tidak perlu saya
> urus sendiri. Sampah tinggal dimasukkan kedalam tas plastik yang diberikan
> gratis, diletakkan di depan pintu rumah lalu esok harinya sampah itu sudah
> raib tanpa saya harus iuran dengan tetangga untuk membayar tukang sampah.
>
> Mengendarai mobil rasanya aman karena tertib, teratur dan merasa polisi
> dimana-mana sehingga tidak berani melakukan pelanggaran lalu lintas, tidak
> ada pak ogah, tidak ada yang menerobos lampu merah, dan tidak ada
> kendaraan yang melawan arus. Ongkos parkir hanya dikenakan bila kita
> parkir di tepi jalan, sedangkan di halaman toko, di halaman hotel dan mal
> umumnya gratis.
>
> Bila jalan aspal didepan rumah berlubang, tinggal telepon pemerintah kota,
> lalu tidak lama kemudian jalan sudah di aspal. Bahkan, kadang belum sempat
> menelepon, jalan sudah diperbaiki. Listrik dibayar tiap tiga bulan saking
> rendahnya tarif listrik.
>
> Air mandi dan air minum tidak perlu mengebor sendiri, karena sudah
> disediakan oleh perusahaan air minum, dan airnya bisa langsung diminum
> tanpa dimasak dan disediakan gratis. Karena status saya mahasiswa, maka
> istri saya bebas dari biaya melahirkan dan disantuni sampai anak saya
> cukup besar. Ketika sakit, saya tidak merasa risau karena mahasiswa dan
> kaum miskin mendapat perawatan gratis di rumah sakit yang bagus dan
> bersih. Anak saya sekolah juga tanpa bayar.
>
> Pasti akan ada yang mengatakan, banyak hal itu diberikan gratis karena
> warga negara membayar pajak. Tetapi rasanya kita membayar pajak dengan
> taat. PBB kita bayar, merokok dan makan direstoran kita bayar pajak. Masuk
> ketoilet umum, kita bayar pajak. Bahkan, setiap hari kita juga bayar pajak
> tak resmi kepada pak ogah, kepada satpam yang baru tersenyum kalau diberi
> tip, kepada penjaga toilet di mal yang tiba-tiba menyodorkan tissue,
> kepada pegawai urusan KTP, dan seterusnya
> .
> Karena itu, rasanya pemerintah tidak ada. Pemerintah baru terasa ada bila
> mahasiswa dan buruh ditangkapi atau dipukuli karena berdemo minta harga
> -harga diturunkan.
>
> Pemerintah baru ada jika sedang naik haji atau berkunjung ke luar negeri
> dengan rombongan besar dengan pelayanan negara. Tetapi pemerintah
> menghilang bila berkaitan dengan urusan kesejahteraan dan keamanan rakyat.
>
> Apabila kita mengurus sendiri masalah ketertiban, keamanan, kesehatan,
> pendidikan, kesejahteraan dan banyak hal lainnya, sedangkan pemerintah
> baru hadir ketika mahasiswa dan buruh digebuki, lalu untuk apa pemerintah.
> Apakah kita masih memerlukan pemerintah?!
>
> ditulis oleh : Amir Santosa
> Dosen ilmu politik di FISIP UI
>
> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
> Arsip : <http://news.mahawarman.net>
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> Other Info : <http://www.mahawarman.net>
>
Sdr Abdullah Sodik !!!!


Apakah Anda sudah atau sedang frustasi ??????
Mbok coba hitung biaya membuat jalan toll , membeli truk sampah ,
menyewa polisi dsb dsb , kalau mau ngurus sendiri !!!! Atau urunan gaya
kita di RT/TW , apakah mungkin?????

Saya tidak katakan pemerintah kita good - good - good , akan tetapi
pertanyaan itu koq bisa keluar dari seseorang se pinter Anda ?

YRS/III


--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise