|
| <prev next> |
Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di ta: msg#00193org.region.indonesia.bandung.itb-77
Perimbangan yang fair mungkin begini: Pajak mereka progresif (saya dengar penumpang subway di NY ada yang masuk di 35% tax bracket), penerimaan pajak dari perusahaan orang2 pintar macam Microsoft, Dell, kompleks silicon valley mestinya tinggi, tingkat korupsi rendah, duitnya untuk menumpuk cadangan strategis BBM, (selain digunakan untuk mencetak lebih banyak orang2 pintar...) Pajak terbesar kita dari sektor ekstraksi sumberdaya alam (bukan dari kekayaan intelektual), korupsi tinggi, dana bagi pengembangan universitas tinggal tetesan, daya saing intelektual terus menurun dibanding para tetangga ?. (Di sisi lain teman alumni TA bilang: tembaga punya opportunity window yang harus diekploitasi max selagi terbuka, harus berlomba dengan waktu, karena di AS seorang pemenang Nobel kimia melalui riset nanoteknologi sudah berhasil menemukan konduktor yang lebih unggul dari tembaga dalam conductivity, lebih ringan dan tentunya lebih ramah lingkungan (tanpa tailings!), perkiraan produksi skala industri 10-15 tahun lagi - saat itu harga copper kira2 $0 ?). Salam, /ds -----Original Message----- From: witarto adi [mailto:witart2001-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx] Sent: Wednesday, August 31, 2005 11:07 PM To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Subject: [itb77] Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan Urusan nilai tukar kalau mau berfikir jernih, sebenarnya berkaitan dengan nilai export import. Jika dollar menjadi lebih mahal dibanding rupiah, yah, sebaiknya kita sedikit mengerem nafsu import kita. Kecuali kalau setiap tarikan nafas kita harus mengkonsumsi barang import semua dan terus menerus tanpa putus.... Yah, gimana lagi ? Mungkin bikin barang substitusi bukan pilihan menarik bagi orang-orang trader yang seperti itu. BBM naik ? USA beli terus ? Enak yah, USA mencetak uang terus untuk ditukar dengan minyak.... Mereka bisa mencetak uang terus, karena punya emas, karena sudah menjarah emas di seluruh dunia, termasuk tambang di negeri kita. Dan USA, melalui perangkat WTO, IMF dan World Bank, bikin aturannya seperti itu. Sementara kita nggak bisa sembarangan mencetak uang, karena semua tambang emas kita sudah kita serahkan kepada orang asing. Jika demikian, apakah rupiah kita suatu saat nanti masih akan laku ditukar dengan BBM ? Jadi kenapa kita harus mengemis kepada USA, supaya jangan melakukan pembelian [menukar kertas dollar dengan] BBM, kalau tambang-tambang kita sudah dengan suka rela kita kuasakan kepada mereka ? salam krisis-2005, witarto, [halo Aristo, bagaimana menurut hukum firaun ?... :D ...] --- Firman Carol <firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > > > Harga Minyak Tak Wajar > Pemerintah AS dan Spekulan Berperan Besar > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/ln/2015471.htm > > > > > Sydney, Selasa - Harga minyak yang terus-menerus > mencapai rekor baru secara nominal merupakan bukti > dari keberadaan peran spekulan. Harga dibuat > melambung sangat tinggi yang dalam 12 bulan ke depan > akan anjlok. Bagai balon yang terlalu menggelembung, > harga minyak akan kempis dalam waktu cepat. > > Hal seperti itu pernah terjadi pada perusahaan yang > bergerak di bidang teknologi informasi. Saham-saham > perusahaan terus meroket dalam waktu cepat. Lalu > pada tahun 2000, saham-saham perusahaan itu tak > ubahnya seperti kertas toilet, tak ada harga. > > Prediksi soal kejatuhan harga minyak itu diutarakan > di Sydney, Selasa (30/8), oleh Steve Forbes, > penerbit majalah bisnis Forbes. > > Pada perdagangan Senin lalu harga minyak mentah di > New York sempat mencapai level 70,80 dollar per > barrel. Hal itu didorong oleh ketakutan saat Badai > Katrina menuju Teluk Meksiko di wilayah AS, salah > satu lokasi produksi, penyulingan, dan terminal > impor minyak AS. > > Di Singapura, harga minyak mentah kemarin bertengger > pada angka 68 dollar AS per barrel. Tetap tinggi > atau lewat dua kali lipat dari harga minyak yang > tercatat pada Desember 2003, senilai 33 dollar AS > per barrel. > > Menurut Steve Forbes, dilihat dari segi apa pun, > harga minyak sekarang ini tidak mencerminkan > realitas. Sebelumnya dikatakan, permintaan minyak > dari India dan China cukup besar dan berperan > menaikkan harga. Namun, Forbes mengatakan faktor itu > terlalu kecil untuk mendongkrak harga minyak dari > 25-30 dollar AS per barrel menjadi 70 dollar AS per > barrel hanya dalam tempo dua setengah tahun. > > "Kenaikan harga minyak adalah akibat spekulasi di > pasar komoditas," kata Forbes yang berada di Sydney > untuk meluncurkan konferensi bisnis. "Jujur saja, > hampir semua perusahaan Amerika Utara yang bergerak > di bidang perdagangan berjangka (hedging fund), > melakukan bisnis spekulatif atas harga minyak. Atas > kenyataan itu saya mempunyai perkiraan... dalam 12 > bulan ke depan harga-harga minyak akan jatuh ke > level 35-40 dollar AS per barrel. Ada bubble > (penggelembungan) yang dahsyat. Akan tetapi, Anda > tidak bisa selamanya lari terlalu jauh dari faktor > fundamental." > > Hedge Fund akan selalu berusaha mendorong kenaikan > harga untuk membuat klien untung. > > Forbes mengatakan, semakin tinggi harga minyak, > tingkat kejatuhan juga semakin tinggi serta > menghunjam. "Saya kira harga minyak tidak akan > mencapai 100 dollar AS, tetapi jika tercapai juga > maka kejatuhan akan lebih spektakuler," kata Forbes. > > Berhentilah membeli > > Ia juga mendesak Pemerintah AS untuk berhenti > menambah cadangan minyak strategis (Strategic > Petroleum Reserve/ SPR) yang sebesar 700 juta > barrel, yang hanya bisa dipakai dalam keadaan > darurat. "Para spekulan kini sudah sadar bahwa pada > harga berapa pun Paman Sam terus-menerus melakukan > pembelian minyak, bahkan hampir setiap hari. > Lemparlah ke pasar terbuka sebagian cadangan itu, > maka harga akan turun," demikian pesan Forbes pada > Pemerintah AS, yang didominasi tokoh-tokoh yang > terlibat bisnis minyak, seperti Wapres Dick Cheney, > Menlu Condoleezza Rice, dan Presiden George W Bush > sendiri. > > Tidak jelas, mengapa Pemerintah AS tidak mau > mengeluarkan sebagian cadangan dan terus-menerus > membeli. Yang jelas, penjabat Sekjen OPEC Adnan > Shihab-Eldin juga mengatakan kenaikan harga minyak > melebihi kewajaran, di luar jangkauan permintaan dan > pasokan minyak. > > Dari sekian banyak pernyataan soal kenaikan harga > minyak, pernyataan Forbes tergolong yang paling > masuk akal. Masalahnya, pihak OPEC sudah sering kali > menyatakan bahwa pasokan bukan masalah dan OPEC > sudah berkali-kali menaikkan kuota dengan produksi > minyak mentah sekitar 28 juta barrel per hari. > > Tetapi, terus saja harga minyak melejit. Lalu > akhir-akhir ini ditiupkan isu permintaan minyak > India dan China serta langkanya perusahaan > penyulingan minyak. Dua faktor ini juga dinyatakan > tidak cukup kuat mendongkrak harga minyak. > (AP/AFP/MON) > > > > > --------------------------------- > Start your day with Yahoo! - make it your home page ____________________________________________________ Start your day with Yahoo! - make it your home page http://www.yahoo.com/r/hs ------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id ------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Hukum fir'aun was, Re: Re: PENDIDIKAN DI NEGERIKU !: 00193, Daniel_Sabirin-98Suic//QEs |
|---|---|
| Previous by Thread: | Re: Hukum fir'aun was, Re: Re: PENDIDIKAN DI NEGERIKU !i: 00193, Daniel_Sabirin-98Suic//QEs |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |