|
Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada : msg#00188org.region.indonesia.bandung.itb-77
> Bung Wit, Kalau di pikir2 emas kita lebih banyak tambangnya. Di Jateng, Jatim paling banyak. Thanks. Aristo. Urusan nilai tukar kalau mau berfikir jernih, > sebenarnya berkaitan dengan nilai export import. > > Jika dollar menjadi lebih mahal dibanding rupiah, yah, > sebaiknya kita sedikit mengerem nafsu import kita. > Kecuali kalau setiap tarikan nafas kita harus > mengkonsumsi barang import semua dan terus menerus > tanpa putus.... Yah, gimana lagi ? Mungkin bikin > barang substitusi bukan pilihan menarik bagi > orang-orang trader yang seperti itu. > > BBM naik ? USA beli terus ? Enak yah, USA mencetak > uang terus untuk ditukar dengan minyak.... Mereka bisa > mencetak uang terus, karena punya emas, karena sudah > menjarah emas di seluruh dunia, termasuk tambang di > negeri kita. Dan USA, melalui perangkat WTO, IMF dan > World Bank, bikin aturannya seperti itu. > > Sementara kita nggak bisa sembarangan mencetak uang, > karena semua tambang emas kita sudah kita serahkan > kepada orang asing. Jika demikian, apakah rupiah kita > suatu saat nanti masih akan laku ditukar dengan BBM ? > > Jadi kenapa kita harus mengemis kepada USA, supaya > jangan melakukan pembelian [menukar kertas dollar > dengan] BBM, kalau tambang-tambang kita sudah dengan > suka rela kita kuasakan kepada mereka ? > > salam krisis-2005, > > witarto, > [halo Aristo, bagaimana menurut hukum firaun ?... :D > ...] > > --- Firman Carol <firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > >> >> >> Harga Minyak Tak Wajar >> Pemerintah AS dan Spekulan Berperan Besar >> >> > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/ln/2015471.htm >> >> >> >> >> Sydney, Selasa - Harga minyak yang terus-menerus >> mencapai rekor baru secara nominal merupakan bukti >> dari keberadaan peran spekulan. Harga dibuat >> melambung sangat tinggi yang dalam 12 bulan ke depan >> akan anjlok. Bagai balon yang terlalu menggelembung, >> harga minyak akan kempis dalam waktu cepat. >> >> Hal seperti itu pernah terjadi pada perusahaan yang >> bergerak di bidang teknologi informasi. Saham-saham >> perusahaan terus meroket dalam waktu cepat. Lalu >> pada tahun 2000, saham-saham perusahaan itu tak >> ubahnya seperti kertas toilet, tak ada harga. >> >> Prediksi soal kejatuhan harga minyak itu diutarakan >> di Sydney, Selasa (30/8), oleh Steve Forbes, >> penerbit majalah bisnis Forbes. >> >> Pada perdagangan Senin lalu harga minyak mentah di >> New York sempat mencapai level 70,80 dollar per >> barrel. Hal itu didorong oleh ketakutan saat Badai >> Katrina menuju Teluk Meksiko di wilayah AS, salah >> satu lokasi produksi, penyulingan, dan terminal >> impor minyak AS. >> >> Di Singapura, harga minyak mentah kemarin bertengger >> pada angka 68 dollar AS per barrel. Tetap tinggi >> atau lewat dua kali lipat dari harga minyak yang >> tercatat pada Desember 2003, senilai 33 dollar AS >> per barrel. >> >> Menurut Steve Forbes, dilihat dari segi apa pun, >> harga minyak sekarang ini tidak mencerminkan >> realitas. Sebelumnya dikatakan, permintaan minyak >> dari India dan China cukup besar dan berperan >> menaikkan harga. Namun, Forbes mengatakan faktor itu >> terlalu kecil untuk mendongkrak harga minyak dari >> 25-30 dollar AS per barrel menjadi 70 dollar AS per >> barrel hanya dalam tempo dua setengah tahun. >> >> ?Kenaikan harga minyak adalah akibat spekulasi di >> pasar komoditas,? kata Forbes yang berada di Sydney >> untuk meluncurkan konferensi bisnis. ?Jujur saja, >> hampir semua perusahaan Amerika Utara yang bergerak >> di bidang perdagangan berjangka (hedging fund), >> melakukan bisnis spekulatif atas harga minyak. Atas >> kenyataan itu saya mempunyai perkiraan... dalam 12 >> bulan ke depan harga-harga minyak akan jatuh ke >> level 35-40 dollar AS per barrel. Ada bubble >> (penggelembungan) yang dahsyat. Akan tetapi, Anda >> tidak bisa selamanya lari terlalu jauh dari faktor >> fundamental.? >> >> Hedge Fund akan selalu berusaha mendorong kenaikan >> harga untuk membuat klien untung. >> >> Forbes mengatakan, semakin tinggi harga minyak, >> tingkat kejatuhan juga semakin tinggi serta >> menghunjam. ?Saya kira harga minyak tidak akan >> mencapai 100 dollar AS, tetapi jika tercapai juga >> maka kejatuhan akan lebih spektakuler,? kata Forbes. >> >> Berhentilah membeli >> >> Ia juga mendesak Pemerintah AS untuk berhenti >> menambah cadangan minyak strategis (Strategic >> Petroleum Reserve/ SPR) yang sebesar 700 juta >> barrel, yang hanya bisa dipakai dalam keadaan >> darurat. ?Para spekulan kini sudah sadar bahwa pada >> harga berapa pun Paman Sam terus-menerus melakukan >> pembelian minyak, bahkan hampir setiap hari. >> Lemparlah ke pasar terbuka sebagian cadangan itu, >> maka harga akan turun,? demikian pesan Forbes pada >> Pemerintah AS, yang didominasi tokoh-tokoh yang >> terlibat bisnis minyak, seperti Wapres Dick Cheney, >> Menlu Condoleezza Rice, dan Presiden George W Bush >> sendiri. >> >> Tidak jelas, mengapa Pemerintah AS tidak mau >> mengeluarkan sebagian cadangan dan terus-menerus >> membeli. Yang jelas, penjabat Sekjen OPEC Adnan >> Shihab-Eldin juga mengatakan kenaikan harga minyak >> melebihi kewajaran, di luar jangkauan permintaan dan >> pasokan minyak. >> >> Dari sekian banyak pernyataan soal kenaikan harga >> minyak, pernyataan Forbes tergolong yang paling >> masuk akal. Masalahnya, pihak OPEC sudah sering kali >> menyatakan bahwa pasokan bukan masalah dan OPEC >> sudah berkali-kali menaikkan kuota dengan produksi >> minyak mentah sekitar 28 juta barrel per hari. >> >> Tetapi, terus saja harga minyak melejit. Lalu >> akhir-akhir ini ditiupkan isu permintaan minyak >> India dan China serta langkanya perusahaan >> penyulingan minyak. Dua faktor ini juga dinyatakan >> tidak cukup kuat mendongkrak harga minyak. >> (AP/AFP/MON) >> >> >> >> >> --------------------------------- >> Start your day with Yahoo! - make it your home page > > > > > > ____________________________________________________ > Start your day with Yahoo! - make it your home page > http://www.yahoo.com/r/hs > > > ------ > Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 > POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE > itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx > > Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77) > Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet > Rekg No.025.01.23831.00.8 > > BCA KCP - Tebet > Rekg No.092.3000850 > > BNI Cabang Tebet > Rekg No.1175 9942 > > Webnews & Online archive: > http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id > ------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan: 00188, witarto adi |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan: 00188, witarto adi |
| Previous by Thread: | Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulani: 00188, witarto adi |
| Next by Thread: | Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan: 00188, witarto adi |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |