|
Lulusan perguruan tinggi Indonesia di Malaysia: msg#00146org.region.indonesia.bandung.itb-77
Saya punya data yang lain. Teman-teman S2 saya banyak yang terpakai, dan langsung menduduki posisi kunci di perguruan tinggi di Malaysia. Salah satunya baru saja diangkat jadi Pembantu Dekan di sana, setelah sekitar tiga tahun jadi Kajur. Yang lain, ada yang diminta mengelola jurusan baru. Mereka katanya masih banyak membutuhkan lulusan ITB. Apalagi yang pernah kerja di PT DI atau IPTN. Kenapa mereka nggak mesan ke UKM atau USM saja ? Di pertengahan Juli 2005 kemarin, sebenarnya saya juga ditawari ke sana. Namun karena full-time, sayanya yang udah nggak minat lagi. Enakan jadi free-lance di negeri sendiri. Salah satu ketertarikan mereka kepada kuli seperti saya, adalah pengalaman lapangan saya. Dosen merangkap "proyektor" itu langka di sana. Mereka sangat membutuhkan tenaga seperti itu. :D)) Di UNPAD, dari kemaren hingga saat ini, Fakultas Kedokterannya masih kebanjiran mahasiswa dan mahasiswi dari Malaysia. Padahal kita tahu, UI, UGM dan UNAIR kualitas lulusan Fakultas Kedokterannya masih di atas UNPAD. Jadi, bagaimana dari satu symptom Anda lalu berkesimpulan demikian ? Pola perguruan tinggi mereka masih seperti pola perguruan di Indonesia, di jaman kita kuliah dulu. University sebutan untuk universitas negeri, seperti ITB, UGM atau UNAIR, masih jadi rujukan perguruan tinggi lain di Malaysia. Kalau ada kata Kolej, itu artinya sebutan untuk perguruan tinggi swasta, dan belum percaya diri, walau fasilitasnya sudah lumayan lengkap. Kalau Kolej University artinya Universitas swasta. Biasanya ada warganegara yang menyumbangkan tanah wakaf untuk Kolej atau Kolej University itu. Karena itu nama penyumbang wakaf itu biasanya digunakan sebagai nama lembaga Kolej atau Kolej University itu. Dan biasanya karena ada kata University, artinya masih banyak mendapat fasilitas dari pemerintah, walau swasta. Di Indonesia sudah ada BAN, Badan Akreditasi untuk mengevaluasi perguruan tinggi. Walau perguruan tinggi terkemuka di Indonesia pada ogah-ogahan ikut BAN, namun pengaruhnya cukup terasa di mata masyarakat. Dan universitas swasta semacam tempatnya Djasli [Trisakti], Tarumanegara, atau UNPAR, Satyawacana kemudian belakangan Maranatha dan Itenas, kehadirannya sudah punya pengaruh tersendiri di masyarakat kita bahkan untuk kawasan regional. Padahal BAN itu baru mengurusi masalah administrasi dari suatu perguruan tinggi, belum kualitas karyanya. Menurut saya, perankingan itu tergantung sponsornya. Bukan karena kita dikalahkan, tapi pesan sponsornya itu tentu ada "sedikit" maunya. Biasalah, orang dagang... penginnya sumberdaya dari negeri lain, yang rankingnya "direndahkan" akan dibayar semurah mungkin... walau lebih berkualitas... Dan jangan salah, kebanyakan warga negara Malaysia yang maju adalah warga keturunan [India, Chinese]. Itu kata Pak Kambri [jurusan Astronomi angkatan di atas kita], yang baru saja menyelesaikan kontrak mengajar di sana. Orang Melayu aslinya, dan ini mayoritas, sami mawon malesnya..... dengan kita.... Swear, beliau berkata begitu ketika saya ketemu di Gambar setahun yang lalu, ketika beliau mudik lebaran. Jadi, kalau mau ngukur kualitas suatu perguruan tinggi, jangan hanya dilihat fasilitasnya saja, tapi bisa merujuk pada kriteria Havard atau Stanford, yaitu berapa besar gaji yang diterima oleh suatu fresh graduate dari perguruan tinggi itu... Atau bisa juga merujuk level jabatan yang diterima oleh alumninya. ITB [Soekarno, Habibie], UNPAD [Megawati], pesantren [Gus Dur] dan IPB [SBY] sudah menyumbang alumni untuk jadi presiden suatu negeri dengan lebih dari 200 juta penduduk.... Nah, pertanyaannya, apakah alumni UKM atau USM sudah ada yang jadi presiden Indonesia ??? :D salam, witarto --- oku-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote: > >Bung Wit, > Beberapa tahun lalu (1 dekade an) orang Malaysia > kalau ikut ujian > sertifikasi drilling banyak yang ngedet. Tapi > sekarang mereka banyak yang > ranking atas, orang kita banyak yang ngedet. Saya > sendiri yang alami ikut > sertifikasi bersama mrk. Dulu mrk tak banyak omong > tapi saat ini mrk > sangat percaya diri dan sangat go internasional. > Jadi perguruan tinggi > kita kwalitasnya sudah bergeser kebawah. Thanks. > Aristo. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Ranking ITB di Asia: 00146, Noor S.D.K Devi |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Ranking ITB di Asia Re: Himbauan witarto & Panggah promosi jadi direktur industri maritim: 00146, Daniel_Sabirin-98Suic//QEs |
| Previous by Thread: | Re: ranking ITB di Asiai: 00146, oku-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA |
| Next by Thread: | Re: ranking ITB di Asia: 00146, M Syahril BK |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |