logo       

Re: Minyak jarak untuk biodiesel - kok beda harganya ?: msg#00074

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Minyak jarak untuk biodiesel - kok beda harganya ?

Dear Hengki,

Bravo utk teman 77,  ok saya ikutan dong utk dapat sedikit share msl BBM

 

Salam, Irfan MS 77

 

-----Original Message-----
From: Triharyo soesilo [mailto:triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: 21 Agustus 2005 10:34
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [itb77] Re: Minyak jarak untuk biodiesel - kok beda harganya ?

 

Rekans

 

Bagi yang berminat untuk memasuki bisnis ini, kami akan jelaskan secara rinci tanggal Jumat, 9 September 05 di Kantor PT Rekayasa industri Jalan Kalibata timur I no:36 jam 17:00

 

Triharyo Soesilo (Hengki)

PT Rekayasa Industri

Phone : 062-21-7988700 ext 1100,  Mobile : +62811141046

Fax office : +622179180912, Fax home : +62213926028

-----Original Message-----
From: Firman Carol [mailto:firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: 20 Agustus 2005 8:09
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [itb77] Re: Minyak jarak untuk biodiesel - Perhitungan Ayong & risetnya Iman

Dear Hengki,

 

Dari daftar paket hemat, saya lihat investasi dng menggunakan paket kecil lebih murah daripada menggunakan paket yg lebih besar, maksudnya menggunakan 5 paket @ 100 liter per hari (total Rp. 250 jt) lebih murah daripada menggunakan 1 paket 500 lt/hari (Rp. 300 jt).

 

Apa bisa dijelaskan latar belakang dari penetapan skema harga paket tersebut ? Akan sangat bagus kalau pemerintah berkenan mengalihkan sebagian kecil subsidi BBM unt menekan biaya investasi pabrik ini, setidaknya selama tahap pengembangan & sosialisasi industri biodiesel ini ...

 

salam



Triharyo soesilo <triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

Ayong & rekans

 

Perhitungan Ayong sangat tajam & tepat. Saya akan tambahkan untuk melengkapi pertimbangan dengan menggunakan referensi data yang sama & juga beberapa hasil penelitian team Biodiesel ITB & PT Rekayasa industri:

 

1. Sebagaimana referensi dibawah = 5000 Ha menghasilkan 15.000.000 liter Solar per tahun

2. Harga minyak jarak                  = Rp  1.136 (sesuai perhitungan Ayong dengan harga Rp. 500 per kg buah jarak)

3. Harga proses pembuatan Solar = Rp  1.300 per liter (Hasil penelitian Iman-MS 77 & sudah proven di pabrik Tanjung priok)

4. Harga jual solar minyak jarak   = Rp  2.436 per liter (Rp. 1.136 + Rp. 1.300)

5. Solar ini bisa dijual ke Industri  = Rp. 5.000 per liter (Saat ini harga Solar biodiesel dibeli dengan harga Rp. 6.600/liter)

6. Keuntungan per liter                = Rp. 2.564 per liter

7. Keuntungan per tahun untuk 5000 Ha = 15.000.000 liter x Rp. 2.564 = Rp. 38.460.000.000

8. Harga pabrik untuk 15.000.000 liter Biodesel per tahun = Rp. 60.000.000.000 (....Rekayasa sdh untung besar)

7. Artinya dalam 2 tahun investasi bisa kembali

 

Rekayasa tidak hanya mengarah pada industri besar saja, tapi juga menyiapkan PAHE (Paket hemat). Kami menawarkan beberapa opsi design disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan keterbatasan dana (lihat berita di Media Indonesia terlampir) :

 

1. Paket mini 100 liter/hari (33.000 liter/tahun) seharga Rp. 50 juta. Lahan yang diperlukan 10 Ha

2. Paket kecil 500 liter/hari (165.000 liter/tahun) seharga Rp. 300 juta. Lahan yang diperlukan 50 Ha

3. Paket sedang 1000 liter/hari (330.000 liter/tahun) seharga Rp. 800 juta. Lahan yang diperlukan 100 Ha 

 

Sebagaimana analisa Ayong, sangat disarankan kepada petani pohon jarak untuk memiliki unit pengolahan Biodiesel agar bisa maximize profit. Berbeda dengan pabrik pengolahan kelapa sawit, yang baru ekonomis jika skalanya diatas 30 ton/jam karena perlunya steam boiler, maka pabrik Biodiesel bisa dibuat dengan skala yang sangat kecil tapi masih tetap ekonomis. Seluruh perhitungan keekonomian Rekayasa, menunjukan bahwa investment return maximum 3 tahun. Semakin naik harga crude oil, semakin cepat return ini.

 

Apakah rekan-rekan ITB 77 ada yang berminat ?. PT Rekayasa Industri akan mulai menanam sekitar 500.000 (sekitar 250 Ha) stek pohon jarak di bulan September 05 ini. Kami sudah membeli stek dari perkebunan hasil penelitiannya team ITB & Rekayasa di NTT. Siapa yang mau gabung ?. Bagaimana kalau Yayasan Bhakti Ganesha investasi ?.

 

Silahkan e-mail ini diforward ke milis2 lainya

 

Triharyo Soesilo (Hengki)

PT Rekayasa Industri

Phone : 062-21-7988700 ext 1100,  Mobile : +62811141046

Fax office : +622179180912, Fax home : +62213926028

-----Original Message-----
From: Firman Carol [mailto:firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: 19 Agustus 2005 11:51
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx; m-77-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [itb77] minyak jarak untuk biodiesel

Dari artikel dibawah saya dapat menjawab pertanyaan saya sendiri [mudah-mudahan benar menghitungnya] ..  :-)

- tanaman jarak baru dapat dipanen sekitar 2 - 3 tahun dari bibit
- satu pohon jarak dapat menghasilkan rata-rata sekitar 3,5 kg biji per tahun
- tiap hektar dapat ditanam sekitar 2.200 pohon jarak produktif
- jadi produksi biji jarak tiap hektarnya sekitar 7.700 kg per tahun
- jika harga biji Rp. 500 /kg, tiap hektar menghasilkan Rp. 3,85 jt per tahun
- dengan asumsi oil yields 40%, tiap ton biji akan menghasilkan sekitar 440 liter biodiesel
- jadi harga biodiesel per liter diluar ongkos produksi = Rp. 1.136

Sepertinya tanaman ini memang harus ditanam di lahan kritis, karena di lahan subur petani akan lebih memilih tanaman lain yang lebih menguntungkan. Bila tiap hektar butuh 1 tenaga kerja, maka penghasilan pekerja itu hanya Rp. 320.000 /bulan [belum dipotong ongkos bibit, pupuk, dsb]

Untuk keberhasilan proyek ini, pemerintah harus berperan aktif dan memberi insentif seperti penyediaan lahan garapan & bibit, subsidi pupuk, pos-pos penampungan, dsb

salam


-----------------------------------------
Jatropha Plantation Model - Ten Million Trees

It takes two to three years for jatropha trees to reach maturity and generate typical economic yields of 3.5kg of seeds per tree. These seeds can then be crushed to produce crude jatropha oil (CJO) that can be refined into biodiesel. Once mature, jatropha has a productive lifespan in excess of thirty years.

Middle EastD1 estimates that a 5,000 hectare plantation, set in waste or marginalized land, will support a minimum of 2,200 productive trees per hectare. With each 5,000 hectare plantation on average supporting 10 million productive trees, and each tree yielding approximately 3.5kg of seeds per annum, the total harvest will be 35,000 tonnes of seeds. Assuming an oil yield of 40%, when crushed this will produce about 14,000 tonnes of CJO. We estimate that each tonne of jatropha oil will produce 1,100 litres of biodiesel. A mature plantation can produce 15 million litres of biodiesel per year.

Each 5,000 hectare plantation should create a minimum of 2,500 new jobs.

 

Pertamina Imbau Warga Tanam Jarak, Bahan Biodiesel

Penulis: Sidik Sukandar

JAKARTA--MIOL: Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Widya Purnama meminta masyarakat petani untuk melakukan budidaya tanaman jarak pagar (Jatapho) sebagai bahan dasar bahan bakar solar biodiesel.

Dengan budidaya ini diharapkan akan mampu mengurangi impor solar minimal 100 ribu barel per hari.

"Pertamina siap membeli buah jarak petani berapapun jumlahnya dengan harga Rp500 per kilogram. Harga ini lebih tinggi dibanding petani menanam singkong yang per kilonya hanya Rp300," katanya di sela acara penandatangan MoU dengan Institut Teknogi Bandung dan PT Rekayasa Industri di Jakarta, Kamis.

Widya mengatakan, melalui MoU tersebut, ketiga belah pihak akan mengembangkan solar biodiesel sebagai energi alternatif.

Saat ini, katanya, Indonesia pengimpor 100 persen solar dari luar dengan kebutuhan 400 ribu barel per hari.

Dengan mengembangkan energi alternatif biodiesel dengan bahan baku buah jarak, Indonesia akan mampu menghemat dan mengurangi impor solar dari luar negeri, dengan memproduksi sendiri solar dari buah jarak.

Menurut data BPS, ada sekitar 13 juta lahan kritis yang tidak ditanami. Kalau dari jumlah itu sekitar 3 juta ditanami jarak, maka dalam satu hari Indonesia akan mampu menghasilkan minyak solar sebanyak 100 ribu barel per hari, katanya.

Untuk diketahui, produksi minyak dunia makin menurun dengan harga yang cenderung meningkat. Situasi ini mengakibatkan keuangan negara menjadi sulit.

Dengan adanya energi alternatif biodiesel ini diharapkan dapat menjadi solusi krisis energi dan keuangan negara, ujarnya.

Lagi pula, sambungnya, solar dari buah jarak ini mutunya jauh lebih baik dibandingkan dengan solar dari minyak bumi.

Menurut Direktur Utama PT Rekayasa Industri Triharyo Henki Soesilo mengatakan, solar dari buah jarak ini lebih ramah lingkungan, dan memiliki daya bakar (cethan) yang lebih tinggi dari solar minyak bumi.

Selain itu harga solar biodiesel juga lebih murah. Biodiesel ini dijual pada harga Rp2.500 per liter, atau lebih murah dibanding harga solar dari minyak bumi.

Ia menjelaskan, per satu biji buah jarak mengandung 40 persen minyak. Untuk membuat satu liter solar diperlukan sekitar 2,5 kilogram buah jarak.

Pemrosesan untuk pembuatan biodiesel ini tidak terlalu sulit. Karena bisa dilakukan di industri rumah tangga dengan modal awal sekitar Rp50 juta untuk mesin pemrosesan. Mesin ini mampu menghasilkan biodiesel sebanyak 100 liter per hari.

(Sdk/OL-03)

 

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise