|
|
Re: Renungan Jum'at: msg#00025
org.region.indonesia.bandung.itb-77
|
Subject: |
Re: Renungan Jum'at |
Mbak
Lies,
Ass
WW,
Kalau kedua orang
tuanya meninggal sewaktu si anak masih kecil, kemudian setelah dewasa si
anak menjadi penjahat, tentu saja orang tuanya tidak akan dituntut
pertanggung jawaban atas "menjadi jahatnya" anaknya...sepanjang
selagi 'mereka' masih hidup, 'mereka' telah melaksanakan kewajibannya
"memelihara" anaknya dengan baik sesuai dengan amanah Allah. Mereka telah
menafkahi, mendidik, mengajari, dan membimbing si anak sesuai dengan ajaran
agama. Kalau ini sudah dilaksanakan, maka setelah orang tuanya meninggal,
maka "lingkungan" (lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan, dsb) dan
"dirinya sendiri" lah yang akan berperan terhadap jalan hidup si anak
sampai dewasa. Oleh karena itu, menjadi kewajiban keluarga terdekat
(paman/tante, kakek/nenek, saudara) untuk meneruskan bimbingan kepada si anak
ini, agar tetap menjadi "anak yang sholeh" yang akan mendo'akan kedua orang
tuanya.
Wassalam,
NHA
Mas Wahyoe, saya kira tidak ada satupun orang tua yang mau anaknya celaka
baik di dunia ini apalagi di akherat kelak. Oleh karena itu, selayaknyalah
kita berhati-hati di dalam membimbing anak, jangan sampai sikap/tindakan kita
justru akan menjerumuskan si anak.dan kalau sampai ini terjadi. kita sebagai
orang tua akan "sangat menyesal" dan "dituntut tanggung jawabnya" dihadapan
Allah SWT, sementara bagi si anak."alangkah kasihannya" dia, sampai harus
celaka gara-gara sikap/tindakan orang tuanya yang salah!!
Bagaimana kalau ketika si anak masih kecil (belum
baligh) lalu kedua orang tuanya meninggal, kemudian setelah dewasa sianak
menjadi rampok atau orang jahat..apakah orang tuanya juga dituntut pertanggung
jawaban?
Salam,
Lies
Nurhasan Achmad-QSG2781
<QSG2781@xxxxxxxxxxxx> wrote:
Mas
Wahyoe,
Ass WW,
Saya juga masih belajar koq mas (belum mampu
jadi guru).belajar memahami hakekat hidup yang sebenarnya.
Mas
Wahyoe, anak kita memang lahir bukan atas kehendaknya sendiri.tapi atas
kehendak Allah SWT. (dan saya kira juga atas keinginan kita untuk memperoleh
anak/keturunan). Hal ini bisa kita lihat dengan jelas di dalam Q.S. Ali
Imran: 6;
"Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana
dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang behak disembah) melainkan Dia, Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
Seorang anak adalah amanah Allah
di tangan kedua orang tuanya. Maka kita sebagai orang tua wajib
memeliharanya lahir dan batin agar selamat di dunia dan akherat, sebagaimana
firman Allah dalam Q.S. At-Tahrim: 6; "Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
"Memelihara"
disini tentu me! mpunyai arti yang sangat luas, termasuk didalamnya; memberi
nafkah, mendidik, mengajari, membimbing, menumbuhkan akhlak mulia, dsb, yang
muaranya adalah menjadikan dia "anak yang sholeh" yang taat kepada Allah dan
Rasul-Nya, dan berbakti kepada kedua orang tuanya, yang dengan itu
insyaallah ia akan selamat di dunia dan akherat kelak.
Rasulullah SAW
bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih dan suci),
maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani ataupun
Majusi".
Mengenai 'cara' atau 'gaya' yang dipakai oleh orang tua
untuk "memelihara" anak bisa berbeda-beda, tentunya disesuaikan dengan
situasi dan kondisi lingkungan keluarga masing-masing. Ada yang efektif
dengan cara tegas, disiplin ketat yang cenderung keras, ada pula yang
efektif dengan gaya yang lembut, persuasif, dan akomodatif, sesuai dengan
karakter dan kondisi psikologis anak dan kedua orang tuanya.
Bagi
saya, yang penting "tujuan akhirnya tercapai" yaitu bagai! mana anak kita
menjadi "anak yang sholeh", yang akan selamat di dunia maupun di akherat.
Mas Wahyoe, saya kira tidak ada satupun orang tua yang mau anaknya
celaka baik di dunia ini apalagi di akherat kelak. Oleh karena itu,
selayaknyalah kita berhati-hati di dalam membimbing anak, jangan sampai
sikap/tindakan kita justru akan menjerumuskan si anak.dan kalau sampai ini
terjadi. kita sebagai orang tua akan "sangat menyesal" dan "dituntut
tanggung jawabnya" dihadapan Allah SWT, sementara bagi si anak."alangkah
kasihannya" dia, sampai harus celaka gara-gara sikap/tindakan orang tuanya
yang salah!!
Hanya ini yang bisa saya sampaikan mas, dan mohon maaf
kalau hal ini kurang memuaskan Mas Wahyoe, maklum pengetahuan saya memang
masih sangat cetek. Semoga Allah SWT selalu membimbing
kita..Amien.
Wassalam WW, NHA
-----Original
Message----- From: Wahyoe Prawoto
[mailto:wprawoto@xxxxxxxxxxxxxx] Sent: Friday, June 03, 2005 6:03
PM To: itb77@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx Subject: [itb77] Re: Renungan
Jum'at
Pak Guru NHA, soal anak dan orang tua ini sampai saat
ini selalu masih terbersit dalam hati saya bahwa sebetulnya anak itu
lahir bukan atas kehendaknya sendiri. Dia nggak lahir pur bagi dia nggak
ada soal. Tapi setelah lahir kita bimbing (kalau nggak boleh kita sebut
'atur') dia sampai kadang2 setengah memaksa sampai maksa. Dari sisi ini
kayaknya kog nggak fair juga yang orang2 tua ini.
Kalau sudah
sampai pada pikiran ini hati saya selalu gundah sehingga seringkali saya
memilih 'lembek' kepada anak, suka membiarkan dan banyak
ngalah.
Bagaimana cara menjelaskan duduk soal ini ya Pak
Guru?
Salam, wp
At 04:55 PM 6/3/05
+0700, you wrote: >Sahabat-2 ku seiman, > >Ass
WW, >Di hari Jum'at yang baik ini, marilah kita merenung sejenak...
Dan dengan >renungan ini, mudah-mudahan dibukakan mata hati! kita,
untuk lebih berbakti >dengan penuh kasih sayang kepada kedua orang
tua kita. Amien... >Wassalam WW. > >Salam, >Nur
Hasan Achmad > > <> >
------ Milis Internal alumni
ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN
KE itb77-moderators@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Yayasan Bhakti Ganesha
(Yayasan ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg
No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet Rekg
No.092.3000850
BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942
Webnews
& Online
archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
------
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE
LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE
itb77-moderators@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan
ITB-77) Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850
BNI Cabang
Tebet Rekg No.1175 9942
Webnews & Online
archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
__________________________________________________ Do You
Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
|
|