logo       

Re: Renungan Jum'at: msg#00025

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Renungan Jum'at

Mbak Lies,
 
Ass WW,
 
Kalau kedua orang tuanya meninggal sewaktu si anak masih kecil, kemudian setelah dewasa si anak menjadi penjahat, tentu saja orang tuanya tidak akan dituntut pertanggung jawaban atas "menjadi jahatnya" anaknya...sepanjang selagi 'mereka' masih hidup, 'mereka' telah melaksanakan kewajibannya "memelihara" anaknya dengan baik sesuai dengan amanah Allah. Mereka telah menafkahi, mendidik, mengajari, dan membimbing si anak sesuai dengan ajaran agama. Kalau ini sudah dilaksanakan, maka setelah orang tuanya meninggal, maka "lingkungan" (lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan, dsb) dan "dirinya sendiri" lah yang akan berperan terhadap jalan hidup si anak sampai dewasa. Oleh karena itu, menjadi kewajiban keluarga terdekat (paman/tante, kakek/nenek, saudara) untuk meneruskan bimbingan kepada si anak ini, agar tetap menjadi "anak yang sholeh" yang akan mendo'akan kedua orang tuanya.
 
Wassalam,
NHA       
 
-----Original Message-----
From: Liestyawati [mailto:liesaja@xxxxxxxxx]
Sent: Saturday, June 04, 2005 10:17 PM
To: itb77@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [itb77] Re: Renungan Jum'at

Mas Wahyoe, saya kira tidak ada satupun orang tua yang mau anaknya celaka baik di dunia ini apalagi di akherat kelak. Oleh karena itu, selayaknyalah kita berhati-hati di dalam membimbing anak, jangan sampai sikap/tindakan kita justru akan menjerumuskan si anak.dan kalau sampai ini terjadi. kita sebagai orang tua akan "sangat menyesal" dan "dituntut tanggung jawabnya" dihadapan Allah SWT, sementara bagi si anak."alangkah kasihannya" dia, sampai harus celaka gara-gara sikap/tindakan orang tuanya yang salah!!
Bagaimana kalau ketika si anak masih kecil (belum baligh) lalu kedua orang tuanya meninggal, kemudian setelah dewasa sianak menjadi rampok atau orang jahat..apakah orang tuanya juga dituntut pertanggung jawaban?

Salam,

Lies



Nurhasan Achmad-QSG2781 <QSG2781@xxxxxxxxxxxx> wrote:
Mas Wahyoe,

Ass WW,

Saya juga masih belajar koq mas (belum mampu jadi guru).belajar memahami hakekat hidup yang sebenarnya.

Mas Wahyoe, anak kita memang lahir bukan atas kehendaknya sendiri.tapi atas kehendak Allah SWT. (dan saya kira juga atas keinginan kita untuk memperoleh anak/keturunan). Hal ini bisa kita lihat dengan jelas di dalam Q.S. Ali Imran: 6;

"Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang behak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Seorang anak adalah amanah Allah di tangan kedua orang tuanya. Maka kita sebagai orang tua wajib memeliharanya lahir dan batin agar selamat di dunia dan akherat, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. At-Tahrim: 6; "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

"Memelihara" disini tentu me! mpunyai arti yang sangat luas, termasuk didalamnya; memberi nafkah, mendidik, mengajari, membimbing, menumbuhkan akhlak mulia, dsb, yang muaranya adalah menjadikan dia "anak yang sholeh" yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berbakti kepada kedua orang tuanya, yang dengan itu insyaallah ia akan selamat di dunia dan akherat kelak.

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih dan suci), maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi".

Mengenai 'cara' atau 'gaya' yang dipakai oleh orang tua untuk "memelihara" anak bisa berbeda-beda, tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan keluarga masing-masing. Ada yang efektif dengan cara tegas, disiplin ketat yang cenderung keras, ada pula yang efektif dengan gaya yang lembut, persuasif, dan akomodatif, sesuai dengan karakter dan kondisi psikologis anak dan kedua orang tuanya.

Bagi saya, yang penting "tujuan akhirnya tercapai" yaitu bagai! mana anak kita menjadi "anak yang sholeh", yang akan selamat di dunia maupun di akherat.

Mas Wahyoe, saya kira tidak ada satupun orang tua yang mau anaknya celaka baik di dunia ini apalagi di akherat kelak. Oleh karena itu, selayaknyalah kita berhati-hati di dalam membimbing anak, jangan sampai sikap/tindakan kita justru akan menjerumuskan si anak.dan kalau sampai ini terjadi. kita sebagai orang tua akan "sangat menyesal" dan "dituntut tanggung jawabnya" dihadapan Allah SWT, sementara bagi si anak."alangkah kasihannya" dia, sampai harus celaka gara-gara sikap/tindakan orang tuanya yang salah!!

Hanya ini yang bisa saya sampaikan mas, dan mohon maaf kalau hal ini kurang memuaskan Mas Wahyoe, maklum pengetahuan saya memang masih sangat cetek. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita..Amien.

Wassalam WW,
NHA

-----Original Message-----
From: Wahyoe Prawoto [mailto:wprawoto@xxxxxxxxxxxxxx]
Sent: Friday, June 03, 2005 6:03 PM
To: itb77@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [itb77] Re: Renungan Jum'at


Pak Guru NHA,
soal anak dan orang tua ini sampai saat ini selalu masih terbersit dalam
hati saya bahwa sebetulnya anak itu lahir bukan atas kehendaknya sendiri.
Dia nggak lahir pur bagi dia nggak ada soal. Tapi setelah lahir kita
bimbing (kalau nggak boleh kita sebut 'atur') dia sampai kadang2 setengah
memaksa sampai maksa. Dari sisi ini kayaknya kog nggak fair juga yang
orang2 tua ini.

Kalau sudah sampai pada pikiran ini hati saya selalu gundah sehingga
seringkali saya memilih 'lembek' kepada anak, suka membiarkan dan banyak
ngalah.

Bagaimana cara menjelaskan duduk soal ini ya Pak Guru?

Salam,
wp






At 04:55 PM 6/3/05 +0700, you wrote:
>Sahabat-2 ku seiman,
>
>Ass WW,
>Di hari Jum'at yang baik ini, marilah kita merenung sejenak... Dan dengan
>renungan ini, mudah-mudahan dibukakan mata hati! kita, untuk lebih berbakti
>dengan penuh kasih sayang kepada kedua orang tua kita. Amien...
>Wassalam WW.
>
>Salam,
>Nur Hasan Achmad
>
> <>
>



------
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id


------
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id



 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise