|
Re: Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja: msg#00051org.region.indonesia.bandung.itb-77
Tulisan yang bagus banget tuh. Menurut saya yang ideal tentunya kalau kedua intelegensia tersebut bisa diraih. Kecerdasan emosional baik, ditambah dengan kecerdasan scholastic yang juga baik. Sayangnya sistem pendidikan kita memang lebih condong mengabaikan intelegensia emosional tadi, sehingga yang jadi ukuran pendidikan selalu intelegensia scholastik. Tampaknya memang lebih sulit untuk mengajarkan kecerdasan emosional dibandingkan dengan mengajarkan kecerdasan scholastic. Untuk dapat mengajarkan kecerdasan emosional pastilah diperlukan pengajar (baik guru di sekolah ataupun orang tua di rumah) yang juga memiliki kecerdasan emosional yang baik juga. Karena mengajarkan kecerdasan emosional haruslah dengan contoh dan keteladanan yang baik pula. -- Mustafa Umar, M05, T07, TI77 Phone : 022 6031798 HP : 0816 62 4557 Fax : 022 6013818 ---------- Original Message ----------- From: Syafril Hermansyah <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@xxxxxxxxxxxxxxxx> To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx, itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Sent: Thu, 31 Mar 2005 09:00:22 +0700 Subject: [itb77] Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja > Cara pandang yg baik. > > --[Begin forwarded message]-- > > Date: Mon, 21 Mar 2005 00:31:27 -0800 (PST) > From: heryatmita sisdjiatmo > <heryatmita-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> > To: aseanamarsini-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx, > p_adriani-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx, > tyana_asri-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx, > cocacola1080-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx, > bestbritish-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, > kebalen-OWdeXufdmv1BDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx, > Iriawan Kamal Thalib <kamal-smUJKQvsQ9y8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx> > Subject: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja > > From: "Heryatmita Sisdidjatmo" > <heryatmita.s-cj8wnINMOlVdtzx+TpIdMQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> > To: <heryatmita-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> > Subject: FW: Aku biasa-biasa saja > Date: Mon, 21 Mar 2005 11:36:20 +0700 > > -----Original Message----- > From: Sierra Dewiyanthi > Sent: Monday, March 21, 2005 11:35 AM > Subject: Aku biasa-biasa saja > > aku biasa-biasa saja > > Mon, 28 Feb 2005 00:08:49 -0800 > > Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? > Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa, > menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik). > > Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan > moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasa interpersonal? > > Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti > uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada > pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian > kuantitatif. > > Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 > tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak > bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul > dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik saat > ia bercerita tentang teman-temannya. > > "Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, > Menggambar....pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga > pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hfalannya > banyaaak... sekali!" > > Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika > mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak > Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya," > > Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja". > > Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya > tertegun, karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk > ukuran prestasi scholastic. > > Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta > bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan > tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar. > > Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 > tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! > sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?" > Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...1Jujur itu disayang Allah..! > Sekarang salaman ya... saling memaafkan". > > Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah > komentarnya! > > "Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku > dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah > punya rezeki, aku > minta dibelikan ..." > > Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu > sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan > emosional. > > Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena > betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan > emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, > yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional > walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA. > > Kadang kita merasa rendah diri manakal anak kita tidak mencapai ranking > sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri > manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, > sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul. > > Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu > ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak > sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, > diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan > memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita > adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana > kita > menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi > penyejuk mata dan hati. > > Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan > emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini > juga. > > --[End of forwarded message]-- > > -- > syafril > ------- > Syafril Hermansyah > > -- > Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 > Yayasan ITB 77 > Yayasan Bhakti Ganesha > Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet > Rekg No.025.01.23831.00.8 > > BCA KCP - Tebet > Rekg No.092.3000850 > > BNI Cabang Tebet > Rekg No.1175 9942 > > Webnews & Online archive: > http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id ------- End of Original Message ------- -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77 Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja: 00051, Syafril Hermansyah |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Bagi yang suka musik kontemporer: 00051, Nanang Untung |
| Previous by Thread: | Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa sajai: 00051, Syafril Hermansyah |
| Next by Thread: | Re: Bagi yang suka musik kontemporer: 00051, Nanang Untung |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |