logo       

Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja: msg#00050

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Fw: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja

Cara pandang yg baik.


--[Begin forwarded message]--

Date: Mon, 21 Mar 2005 00:31:27 -0800 (PST)
From: heryatmita sisdjiatmo <heryatmita-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: aseanamarsini-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx,
p_adriani-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx,
tyana_asri-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx,
cocacola1080-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx,
bestbritish-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
kebalen-OWdeXufdmv1BDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx,
Iriawan Kamal Thalib <kamal-smUJKQvsQ9y8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Subject: Fwd: FW: Aku biasa-biasa saja

From: "Heryatmita Sisdidjatmo"
<heryatmita.s-cj8wnINMOlVdtzx+TpIdMQ@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <heryatmita-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Subject: FW: Aku biasa-biasa saja
Date: Mon, 21 Mar 2005 11:36:20 +0700


-----Original Message-----
From: Sierra Dewiyanthi
Sent: Monday, March 21, 2005 11:35 AM
Subject: Aku biasa-biasa saja


aku biasa-biasa saja


Mon, 28 Feb 2005 00:08:49 -0800

Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya?
Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa,
menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).

Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan
moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasa interpersonal?

Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti
uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada
pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian
kuantitatif.

Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5
tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak
bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul
dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik saat
ia bercerita tentang teman-temannya.

"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia,
Menggambar....pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga
pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hfalannya
banyaaak... sekali!"

Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika
mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak
Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"

Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".

Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya
tertegun, karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk
ukuran prestasi scholastic.

Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta
bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan
tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.

Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5
tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek!
sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?"
Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...1Jujur itu disayang Allah..!
Sekarang salaman ya... saling memaafkan".

Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah
komentarnya!

"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku
dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah
punya rezeki, aku
minta dibelikan ..."

Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu
sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan
emosional.

Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena
betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan
emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai,
yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional
walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.

Kadang kita merasa rendah diri manakal anak kita tidak mencapai ranking
sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri
manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri,
sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.

Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu
ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak
sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani,
diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan
memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah
amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita
menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk
mata dan hati.

Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan
emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini
juga.



--[End of forwarded message]--


--
syafril
-------
Syafril Hermansyah




--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id>

Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh
Bank : BCA KCU Dago, Bandung
Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise