logo       

Re: aku bingung: msg#00046

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: aku bingung

Delima, Witarto,

Sistem nilai dan budaya manusia itu berkembang sesuai dengan lokalitasnya. Tidak semua orang punya kemewahan (waktu, duit, dan otak) untuk kontemplasi atau berpikir serius dan tinggi seperti Witarto Adi atau Syafril Hermansyah (kemana aja lo, Fril?). Di negeri kita ini kan masih banyak yang berada pada tingkat besok apa makan, bukan besok makan apa.
Di banyak tempat tumbuh sistem nilai baru berdasarkan keadaan kepepet, sehingga pertimbangan benar atau salah, boleh atau tidak, tidak dijadikan acuan.
Yang dipakai adalah bisa atau tidak.
Kalau bisa, kerjain aja, demi keberlangsungan hidup (kerennya: survival). Ini tata nilai baru yang sama sekali tidak menggunakan nilai-nilai ideal (agama, etika, filsafat). Dasarnya adalah naluri untuk kelangsungan hidup (kerennya: survival instinct).

Tapi di kalangan yang punya duit dan otak, ada juga yang perilakunya seperti alinea diatas. Yang ini bukan naluri untuk kelangsungan hidup, tapi naluri untuk hidup lebih mewah (bahasa sundanya: greed). Penyebabnya karena otak dan hatinya kosong dari nilai ideal, kali. Tapi kalau dipikir-pikir, kayaknya sikap seperti ini yang bikin ekonomi dan teknologi jadi maju.

Bisa dibilang, tata nilai kita kena penyakit. Dan keberadaan penyakit adalah hal yang tak terhindari, berhubung tingkat organisme dan kebudayaan kita sudah tinggi (coba lihat cacing, mereka gak kenal penyakit. Atau atom, paling-paling jadi isotop). Penyakit juga merupakan lahan penghidupan para penyembuh (dokter, tabib, dukun, shinshe).

Delima gak tahan ya ngeliat penduduk liar? Tabahkan hatimu. Aku sih kejam. Dan pusing sendiri, nih. Moga-moga aku akan seperti Witarto (nice and considerate) dan Syafril (frank).

Taufik

On Tue, 29 Mar 2005 20:49:58 +0700
"delima kiswanti" <d5kiswanti-5yyXoIbLzqqsTnJN9+BGXg@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
saya setuju banget, penjarahan dalam bentuk apapun harus dicegah.
persoalannya hal ini sudah terjadi.
waktu itu penjarahnya didukung yang sedang berkuasa, yang punya lahan cuma
bisa urut dada.

sekarang yang punya lahan sudah putus asa, tidak bisa mendapat haknya
kembali.
penduduk mengakui bahwa itu bukan hak dia, bersedia beli sesuai tawaran tapi
tak tahu bagaimana caranya mengumpulkan uang 5 juta untuk beli rumah.

kantorku hanya perantara saja supaya dua kebutuhan ini terjembatani,
sekalian melatih orang-orang ini untuk mengatur keuangannya.

ternyata kalau ada macam-macam kepentingan, milih antara yang benar dan yang
salah itu susah sekali ya.
kalau bingung terus bisa-bisa kita tidak melakukan apa-apa.

salam,
kis



========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN
(467826)
========================================================================================

-- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise