|
Re: Indonesia vs Malaysia: msg#00029org.region.indonesia.bandung.itb-77
Temans, jarang sekali belakangan ini saya sempat mengikuti milis, tapi kali ini ada waktu dan sangat tertarik dengan diskusi yang berkembang. Dari ungkapan DD yang terakhir di bawah ini saya teringat diskusi kecil, diskusi warung kopi yang nggak pernah akan didengar siapa2. Saya selalu punya keyakinan bahwa mengikis habis korupsi ataupun mengikis sedikit demi sedikit, dapat dimulai dari dinaikkannya kesejahteraan pegawai negeri pelayan publik. Tentu dengan meningkatkan dan menyeleksi juga lebih ketat siapa yang pantas duduk sebagai pelayan publik tersebut. Adalah tidak adil kalau mereka yang melayani publik dibiarkan dgn perjuangannya sendiri memenuhi kebutuhan hidupnya yang selalu kekurangan dari gaji yang diterimanya. Sementara di pihak swasta yang menjadi publik yang dilayani mempunyai kesejahteraan yang jauh di atasnya. Semua orang tidak dapat disamakan, tidak bisa orang yang lebih senang menjadi pegawai lalu dipaksakan utk menjadi wirausaha supaya sukses dan makmur. Dan tidak adil juga kalau lantas kita katakan bahwa pilihan seseorang menjadi pegawai negeri pelayan publik utk menjadi miskin dan melarat. Yg selalu dipertanyakan utk ide menaikkan gaji ini adalah apakah menjamin tidak akan ada lagi korupsi? Lalu pertanyaan berikutnya dari mana uangnya? Saya jawab bahwa memang tidak langsung menjamin hilang lenyapnya korupsi tapi paling tidak para pelayan yang memang pingin hidup hanya dari penghasilan tanpa korupsi menjadi tenang bekerja. Di lain pihak, publik yang dilayani pun akan lebih berani menolak sogok karena akan berani mengingatkan pelayan tsb bahwa sekarang 'kan gajinya sudah dinaikkan. Lalu dari mana uang utk menaikkan kesejahteraan? Uang itu ada sebetulnya di sekitar kita. Buktinya yang ditilep nggak kurang2 banyaknya. Jadi uang itu ada, hanya tertumpuk pada segelintir orang, pada swasta dan/atau pada pegawai yang disogoknya. Swasta yang nilep atau nyogok nggak alang kepalang sebetulnya punya uang segunung mungkin hasil penggelapan pajak. Nah kalau pajaknya dibayarkan penuh, tentu uang kas negara jadi bejibun jumlahnya. Hal lain yang mendorong korupsi adalah lingkungan. Kalau di sekitar tempat kita tinggal atau famili kita ada seorang Lurah aja, pasti lingkungan sekitar menganggap dia punya banyak duit. Belum kalau jabatannya lebih tinggi, atau kalau dia seorang anggota DPR. Lantas selalu dimintai sumbangan ini itu, di depan umum lagi biasanya mintanya. Nah, si ybs pasti akan cari akal putar otak bagaimana supaya duit yang ada di kantongnya menunjang atau sejalan dengan image posisi yang disandangnya. Karena gaji sebetulnya tidak cukup, dicarilah penghasilan lain2, yang notabene bisa jauh berlipat melebihi gajinya. Jadi kita yang kebetulan anggota lingkungan juga punya andil terjadi penyelewengan tadi. Yang sekarang disuburkan di kalangan pejabat baik yang tinggi sampai yang rendah adalah memberi peluang sebesar-besarnya pada bawahannya utk mencari jalannya sendiri dengan 'kreativitasnya' masing2 utk bisa survive karena memaklumi bahwa gaji dari pemerintah kecil. Yang penting jangan lupa upeti ke atas. Saya mendengar di lingkungan saya ada seorang Kepala Kejaksaan Negeri di propinsi dekat2 DKI, jendernya perempuan, harus kreatif memeras para penjudi yang sedang kasus atau yang 'dilindungi' utk mendapatkan dana tambahan bila ada kunjungan pejabat dari Pusat. Karena para pejabat tsb harus bersih uang SPJ-nya tanpa terpakai, plus harus dibelikan oleh2 dan disangoni amplop sekalian (mentahnya iya, matengnya juga). So...? Salam, wp At 01:33 PM 3/18/05 +0700, you wrote: Kalau apa yang dibayangkan Kiswanti terjadi dengan baik, yaitu anggaran -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77 Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Riset LPEM UI. was : Re: Re: Indonesia vs Malaysia: 00029, direktur-kMm2Kz2lvcbBIjEfJda/CA |
|---|---|
| Next by Date: | BAMBANG BASUNO!!: 00029, purnomo |
| Previous by Thread: | Re: aku bingungi: 00029, oku-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA |
| Next by Thread: | Re: Indonesia vs Malaysia: 00029, GTS |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |