logo       

Re: Indonesia vs Malaysia: msg#00015

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Indonesia vs Malaysia

> Dituntut menertibkan aparatnya, juga takut. Eh, malah
> minta tambahan duit lagi ke rakyat yang memilihnya
> ...... melalui BBM :(
>

saya yang ga ngerti politik ini kok ga terlalu keberatan dengan kenaikan BBM
ya.....

IMHO yang paling terkena dampak kenaikan BBM justru kelompok menengah yang
mobil pribadinya minum bensin 1:3 seperti tuan-tuan anggota DPR yang
terhormat itu. buat orang kecil seperti saya yang naik motor dengan konsumsi
bensin 1 liter per 60 kilo atau angkot yang 1 liter 20 kilo buat 12 orang,
konsumsi BBM kita ga banyak kok.

yang membuat hidup tambah berat adalah kenaikan harga yang tidak
proporsional terhadap kenaikan biaya akibat BBM. kalau BBM naik 30 % lalu
ongkos angkot naik 50 - 100 %, beratnya kenaikan anggaran rumah tangga kan
tak bisa dibebankan pada keputusan menaikkan harga BBM tapi pada keputusan
menaikkan ongkos angkot.

argumen yang agak lebih "pinter" juga ada:
yang saya dengar, dengan harga bensin dan solar kita yang murah, banyak
kapal di tengah laut dagang minyak ke negara tetangga. jadi dana APBN yang
masuk ke solar sebagian dinikmatinya oleh rakyat negara tetangga kan.
sebagiannya lagi memang dikonsumsi di dalam negeri. siapa yang mengkonsumsi
paling banyak? alumni ITB 77 yang mobilnya bagus-bagus itu kan. satu orang
jakarta yang punya jip mersi minum bensin 20 liter sehari. pengendara motor
butuh 1 liter sehari. orang kecil yang cuma bisa naik angkot konsumsinya ga
sampai setengah gelas......

sekarang pemerintah mengalihkan anggaran yang tadinya masuk ke solar dan
bensin ke pendidikan dan kesehatan orang miskin. kalaupun sebagian bocor,
masih cukup banyak yang tersalurkan ke orang kecil. pasti lebih banyak dari
subsidi untuk setengah gelas bensin per hari. tugas kita juga untuk memberi
masukan cara monitor penyaluran dana ini dan membantu mengawasi
pelaksanaannya di sekitar kita.

tentang ongkos angkot yang naiknya ga masuk akal, ya sudahlah rejeki supir
angkot. toh rejekinya dia pakai makan pecel di warung orang kecil juga jadi
dananya muter disitu-situ juga. ga jalan-jalan ke singapur dan timor timur.

ya ini suara orang kampung yang ga ngerti perhitungan susah-susah di kabinet
dan parlemen. sebagai orang kecil saya sih apapun jadinya saya jalan aja lah
.........

salam,
kis




--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise