|
Re: Indonesia vs Malaysia: msg#00013org.region.indonesia.bandung.itb-77
Djasli, Yah kan nanti siklus berubah. Dulu Malaysia belum berjaya mereka belajar dari Indonesia sekarang berjaya dan Indonesia belajar ke Malaysia. Nanti saatnya tiba Malaysia juga belajar dari Indonesia lagi lah. NRD ----- Original Message ----- From: Djasli Djamarus <djasli-p039PKDZXssOR/NpuP8sUA@xxxxxxxxxxxxxxxx> To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx> Sent: Wednesday, March 16, 2005 5:56 PM Subject: [itb77] Indonesia vs Malaysia > Kebetulan ketika ramai-ramainya kasus Ambalat saya lagi disuruh ke Malaysia > untuk melihat-lihat pendidikan di sana. Ketika Jakarta ribut-ribut ramai > bendera Malaysia, saya perhatikan mereka tenang-tenag aja tuh. Secara > pribadi saya gondok dengan Malaysia yang mau ngambil harta karun NKRI, dan > jelas berpihak kepada NKRI untuk mempertahankan wilayah tersebut. Selain > harus terus ngotot (waktunya TNI unjuk gigi !!), tentunya agar bisa hidup > berbangsa kita harus patuh dengan aturan/hukum-hukum yang berlaku, dan ini > hanya bisa dilakukan oleh bangsa yang berpendidikan. > > Terlampir adalah tulisan rekan saya diskusi yang membandingkan Indonesia > dengan Malaysia, saya rasa pesan yang ada pada tulisan ini bermanfaat buat > kita angkatan 77. Enjoy .... > > Salam > DD > > > === > > Makin hari rasanya ogut makin merasa bego aja. > Th 70-an, mhs malayasia antri belajar di Universitas2 > di Indonesia, mereka bangga bisa kuliah dan lulus dari > ITB, UNPAD, UI, IAIN dsb.. Lalu kemudian, dosen-dosen > kita banyak dipinjam Universitas di Malayasia. Kini?, > kuliah di itb/unpad/iu dsb, dibayarpun kalo utk kuliah > betulan, ogah!, kecuali utk program pertukaran atau > kuliah piknik/rekreasi. Khabarnya hanya satu saja yg > masih banyak mhsnya di Ind yaitu di IAIN. Saat ini > Universitas2 di Malayasia jauh lebih bermutu ketimbang > di Indonesia. > > Mulai thn 70-an pula guru2 SMA dari Ind "dipinjam" > M'sia, tentu guru pilihan, sebagian malah keterusan > dan tinggal disana, jadi Guru di M'sia secara > permanent. > Saat ini Sekolah-sekolah di M'sia, tak satupun ada > sekolah favorit gila-gilaan, karena hamper merata dan > jauh lebih bermutu dari Indonesia, Namun katanya,.. > Bakat alam anak Indonesia masih bisa bersaing! > > Anda yang muda2 mesti tahu nih, mahasiswa M'sia yg > belajar di Indonesia termasuk mahasiswa yang dijadikan > andalan, karena itu mereka sangat dicukupi segala > kebutuhan kuliah dan hidupnya selama di Indonesia. > Tapi yg namanya sangat dicukupi, jauh lebih rendah > ketimbang yang sangat dicukupi utk ukuran Mhs > Indonesia. Kalo sekarang ogut berani bilang, mereka > saat itu katagori "Prihatin". > > Angkatan 70-an di Malayasia itulah, sebagai > pionir-pionir Pengembang SDM Malayasia. Tentunya > mereka sdh melahirkan murid2nya, .. kira2 angkatan > 80-an. Nah angkatan 80-an itulah yang sekarang lagi > hot2 nya dan sdg dominan di Malayasia. (Angkatan 70-an > sedang berada di puncak dan segera parkir). > > Angkatan 80-an di Malayasia jauh lebih disiapkan > dibandingkan angkatan 70-an, karena kondisi negaranya > memang lebih memungkinkan. Jadi dlm 10 thn, SDM mereka > jauh lbh membaik, komo mun dibandingkeun jeung > Indonesia mah. (ini tanpa maksud merendahkan ya). > > Entah benar atau ngga, katanya banyak juga > konsep-konsep pengelolaan yang lahir di Indonesia tapi > tewas dinegri sendiri, malah berkembang di negri jiran > itu. Sebut saja konsep PIR (Perkebunan Inti Rakyat), > Perusahaan Negara Strategis, Pertamina adalah Gurunya > Petronas, tapi saat ini Pertamina sdh semakin kacau > balau dan sampai hari ini masih saja ada kasus kasus > yang merugikan Negara yang bikin otak kita berfikir > habis, sementara Petronas yang bikin gedung dengan > menara tertinggi itu, memiliki saham diberbagai > perusahan di berbagai negri. > > Dongeng itu belum cukup. Bahkan Tentara Malayasia yang > baru saja lepas konfrontasi dengan Indonesia, pada > belajar dan berlatih sbg pasukan elit di Indonesia, > khabarnya mereka waktu itu terhitung tentara lembek > manja, maklum memang karena kalo berantem dng Negara > lain, akan dibantu Inggris. > > > Sebelum krismon melabrak dan menggulung, Indonesia > masuk kandidat macan asia. Saat mengalami Booming > minyak, Indonesia juga mengalaminya (padahal waktu itu > harga minyak tak setinggi sekarang). Sayangnya, kita > terus saja berhutang untuk mengejar "kemakmuran" > sehingga kita jadi kecanduan, maksudnya sebagian kita > yang makmur. > Apa yang dilakukan di Malayasia?. Saat menikmati > "booming" minyak, mereka mempersiapkan petronas > menjadi perusahaan minyak kelas dunia dan berkiprah > dimana-mana. Berhutang? Sy krg tahu, tapi nampaknya > Malayasia sangat hati2 soal hutang walaupun tak anti > spt India. > > Sektor Perbankan, di Malayasia sangat berperan sebagai > jantung yang memompakan darah keseluruh tubuh > perekonomian. Bahkan mereka mampu membeli Bank di > Indonesia yang rawat inap di BPPN (ntah cerdik apa > ketipu?). Di Indonesia, pada saat puncak pertumbuhan > ekonomi dan meriahnya perbankan, ternyata menjadi > tempat korupsi rame-rame, sbg alat pompa darah tetapi > hanya utk "sebagian tubuh" yaitu perusahaan2 kakap > bahkan diantaranya utk grupnya sendiri. Atau dengan > kerjasama yang luar biasa, nilai jaminan di-markup, > shg mendapat pinjaman jauh diatas nilai jaminan yang > sebenarnya. Disini lapangan korupsi sangat meriah, > kalangan swasta kakap dengan para pejabat bank (tentu > dari mulai BI sampai operator Bank yg melayani dunia > usaha).Hasilnya?. Utang-utang mereka disaat krismon, > saat ini jadi utang Negara. Kok bisa?. Karena uang > yang dipinjamkan oleh bank, berasal dari BI yang > berasal dari Pinjaman luar negri. Jadi wal hasil > bukannya alat pompa darah tetapi penyedot darah!. > Siapa yang menyedot darah itu?, sebagian sampai saat > ini masih sangat makmur dan makin berkibar bahkan > dalam skala dunia. Sebagian, tadinya akan dilacak > dinegri singa. Tapi SBY terlalu naif, dia fikir negri > singa adalah sahabat. Padahal, sang tetangga memang > sengaja mencari keuntungan dari situasi korup dirumah > kita, dengan mengatakan: "Urus aja rumah tangga anda", > jangan mikir ekstradisi segala (itu kan sumber > kantung darah gue). Duit hasil nyolong dinegri singa > sangat haram, akan menjadi halal kalau nyolongnya di > Indonesia, dibawa kesana. > > Jumlah Hutang Indonesia dan bunganya, saat ini sangat > disumbang oleh kasus-kasus gila tadi, sangat membebani > anggaran belanja. Sehingga sejak beberapa tahun lalu > pontang pantinglah mencari cara untuk mengurangi beban > atau menambah pendapatan.Diantaranya, hapuskan > subsidi!. Khabarnya, menaikan BBM sebetulnya bukan > mengurangi subsidi tapi menambah penghasilan, entah > mana yang benar. Tapi yang lebih penting, kita jangan > pernah lupa bahwa beban negara saat ini akibat > gila-gilaan tadi. Tapi saat ini nampaknya kita sudah > lupa dengan para penghisap darah yang sangat makmur > itu. Koruptor baru harus diberantas, tapi jangan lupa > koruptor yang jelas-jelas sdh membebani. Mustinya kita > teriak: "Uber terus para penghisap itu!". Tapi suara > itu tak pernah kita dengar!, kita cuma debat harga BBM > naik bisa dimaklumi, lawan membebani rakyat, itu sih > Cuma ngomongin dilema. > > Ogut sih menilai bahwa kita masih saja bisa dikibulin, > digiring lalu lupa dan cape kelelahan. Kualitas > pemerintahan itu takan jauh dari kualitas Masyarakat. > Kalau kita ingin Pemerintah bersih cerdas, > .............. yah masyarakatnya harus bersih cerdas!, > memangnya pemerintah itu berasal dari mana?. Kan bukan > dari India. > Kenapa Malayasia berani amat ngusik soal kedaulatan?, > waktu Sipadan dan Ligitan dicoret dari peta rumah > kita, rasanya empuk betul itu prosesnya, maju ke > mahkamah Internasional lalu kalah, lalu geus we kitu, > tak ada ada reaksi yang memadai baik pemerintah maupun > rakyatnya (ogut juga Cuma manggut2 baca koran, oh > kalah!). Kalau kita berfikir kotor bisa juga:"Jangan > jangan ada yang main mata-duitan dng Sipadan-Ligitan". > Mungkin M'sia coba-coba lagi dengan gudang minyak > ambalat, siapa tahu bisa di-"SIPADAN-LIGITAN"-kan. > Kalau kita urut cerita dari awal tulisan ini, memang > kita serba ketinggalan, kalau ketinggalan dalam banyak > hal, bisa diasumsikan lebih Lemah!. makanya dalam > banyak hal Singapore dan Malayasia begitu berani > melecehkan kita. Soal ambalat, masyarakat & pemerintah > sekarang sih reaksinya terhitung lumayan (walaupun > hasil akhirnya kayak apa? Blm ketahuan). > > Ilegal Logging yang sangat merusak lingkungan dan > kantong duit eh Cukongnya dari Tetangga + Tim Lokal > yang kuat. TKI ga digajih juragannya diuber-uber. Mau > nguber Pengemplang Utang Negara dirumah tetangga, eh > dikatain:"Urus aja rumah anda dulu". Naikin harga BBM > ditolak dimana-mana, Ga Naikin BBM dari mana lagi cari > duit. Kalau harga bensin dibawah harga dunia, eh malah > diangkutin keluar, bikin perut tambah buncit aja kayak > mobil tangki. Korupsi ga mereda juga. Mitra ngurusin > negara malah berantem kayak Preman aja. Tapi yang > paling asyik, semua merasa paling pinter!, he....he. > Entah Isu mana dikuatkan dan dilemahkan karena > semuanya kelas berat! Tapi yang penting..... > ------ JANGAN LUPAKAN PENGHISAP DARAH YANG JELAS-JELAS > SUDAH BIKIN SENGSARA -----------, nasihat > terakhir, mau lebih maju?: "Berbarislah yang rapih dan > jangan bego!". Kejar masyarakat negri tetangga! > > Salam > DD > > > > > > -- > Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 > Yayasan ITB 77 > Yayasan Bhakti Ganesha > Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet > Rekg No.025.01.23831.00.8 > > BCA KCP - Tebet > Rekg No.092.3000850 > > BNI Cabang Tebet > Rekg No.1175 9942 > > Webnews & Online archive: > http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id > -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77 Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Fw: Indonesia vs Malaysia: 00013, guzghul-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Indonesia vs Malaysia: 00013, witarto adi |
| Previous by Thread: | Indonesia vs Malaysiai: 00013, Djasli Djamarus |
| Next by Thread: | Re: Indonesia vs Malaysia: 00013, witarto adi |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |