logo       

Re: Operasi peduli Aceh & USAID: msg#00159

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Operasi peduli Aceh & USAID

Hengki, Uwo dan teman-teman yang baik,

saya baru pulang dari perjalanan singkat ke Aceh, berangkat bersama
Menteri LH tapi pulang belakangan, sehingga terlambat merespon email
Hengki dan Uwo berikut ini, sorry.

Sekedar update singkat, situasi fisik di Banda Aceh sudah mulai membaik,
pembersihan kawasan bencana sudah menunjukkan hasil yang nyata. Akses
distribusi logistik untuk korban dari Banda Aceh sampai ke pantai barat
(Meulaboh dan Calang) sudah berhasil dibuat. Tenda-tenda pos bantuan
internasional dapat terlihat di Calang dan Meulaboh seperti film science
fiction, ada hampara luas kawasan bencana yang rata dengan tanah dan
disana-sani digenangi air, sementara di beberapa tempat yang kering dan
agak tinggi terlihat puluhan tenda-tenda cantik berwarna (ada yang putih,
beberapa yang biru dan ada yang hitam) yang berjajar tersusun rapi.
Sebagian supply logistik dilakukan lewat laut dan udara karena ada puluhan
jembatan yang masih perlu dibangun, sedangkan untuk Meulaboh supply sudah
bisa lewat darat.

Permasalahan tenda-tenda penampungan korban tsunami di Banda Aceh masih
terus berlanjut karena tempat penampungan sementara (barak) yang sedang
dibangun diperkirakan baru siap digunakan dalam dua minggu mendatang.
Permasalahan pemindahan penduduk ke barak-barak ini mungkin akan menjadi
headline dalam beberapa minggu mendatang, karena kemungkinan terjadinya
pemaksaan untuk pindah ke barak-barak tersebut. Kita doakan saja agar
pemaksaan tersebut tidak terjadi sehingga tidak ada korban tambahan. (Uwo
perlu bantu dengan membuat kebijakan dari Bappenas agar tidak terjadi
pemaksaan dalam pengisian barak-barak tersebut).

Mobil dan truk import baik yang berlogo organisasi sipil maupun tentara
asing terlihat di banyak tempat di Banda Aceh, selain truk-truk pemulung
yang datang dari medan, mengumpulkan besi dari sisa rumah, kapal, mobil,
sepeda motor bahkan mesin giling yang rusak berat. Perkiraan saya,
kehadiran kendaraan dan personil asing di Banda Aceh akan terus bertambah
sejalan dengan proses dimulainya rekonstruksi.

Disini saya melihat peran yang sangat strategis dari Hengki dan
teman-teman Rekin lainnya. Kita harus lebih aktif untuk menjadi tuan
rumah di negara sendiri dan perlu bersungguh-sungguh menciptakan peran
yang maksimal kepada masyarakat Aceh dalam tahapan rehabilitasi dan
rekonstruksi Aceh. Pengalaman di Timor Timur, Myanmar, Dacca, Rwanda dan
tempat-tempat lain yang mengalami bantuan internasional dalam skala besar,
penduduk lokalnya hanya jadi sopir dan koki (juru masak).

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, saya bertemu dengan teman-teman dari
PU yang menjadi motor dari PokJa Tata Ruang dibawah koordinasi Bappenas.
Mereka punya gagasan-gagasan menarik, yang keluar dari pemikiran text-book
konvensional Tata Ruang 101, yang akan dipersiapkan untuk dibahas dalam
Rapat hari Rabu dan Kamis minggu ini. Kehadiran Revisi Tata Ruang Aceh
dan Banda Aceh akan menjadi kerangka kerja rehabilitasi dan rekonstruksi
yang sudah sangat dibutuhkan, karena proses pembersihan debris, sampah,
lumpur, dan termasuk sisa-sisa jenazah yang belum terevakuasi, sudah
berjalan dengan skala yang besar tanpa ada pedoman kemana dan dimana
'sampah' tersebut harus dibuang. Di tempat-tempat yang tadinya sawah dan
rumah, seluas puluhan hektar, sudah dijadikan tempat pembuangan 'sampah'
yang mirip dengan Bantar Gebang, termasuk dengan kehadiran pemulungnya.

Pembangunan sekolah, rumah sakit, kawasan pemukiman alternatif, jalan dan
jembatan di pantai barat, adalah beberapa judul besar kegiatan
rekonstruksi yang bisa kita perdalam dalam pertemuan khusus untuk itu.
Kalau Hengki, Uwo atau Jasli bisa mengusulkan waktu dan tempat untuk
ngobrol dengan agenda rekonstruksi yang spesifik, sore atau malam hari di
minggu ini (kecuali rabu) saya akan mengusahakan hadir. Semakin cepat
semakin baik, karena setiap kali kita berdiskusi tentang sesuatu yang
perlu dikerjakan di Aceh, dalam dua atau tiga hari sesudahnya ada orang
lain yang sudah melakukannya, dan sebagian diantaranya justru membuktikan
kekhawatiran kita.

Apa yang dilakukan Hengki dan teman-teman di Rekin sudah membuktikan bahwa
'kecepatan bertindak' menjadi faktor penentu ketepatan bantuan kita.

Salam, Pungki

> MessageRekan2, khususnya Hengki,
>
> Saya salut atas concern Anda.
> Menghadapi rekonstruksi Aceh, saya yakin belum ada 'ahli' yang punya
> pengalaman memadai. Kompleksitasnya mungkin lebih berat dari Hiroshima
> 1945.
> Soal program rekonstruksi (Tata Ruang) dewasa ini Bappenas dan PU sedang
> mengerjakannya (akan dibantu Unsyiah juga nantinya). Sekarang masih tahap
> awal. Mudah2an pertengahan Maret sudah terlihat bentuknya. Saya kebetulan
> menjadi bagian dari tugas itu.
>
> Pendekatannya: akan dibuat beberapa opsi tata ruang (dari yg mirip
> existing Aceh sampai Aceh Baru), kemudian dikonsultasipublikkan berulang
> kali, di Jakarta maupun di Aceh sana. Maksudnya biar masyarakat Aceh
> sendiri yang memilih mana yang paling sesuai. Pemerintah hanya ambil
> inisiatif awal dan jadi fasilitator saja. Berbagai masukan dari pihak
> lain (NGO, akademia, pakar, UN system, Bi-Multilateral Org) juga banyak
> kita terima. Pungki ada di bagian ini!
>
> Persoalan terbesar bukan dari segi ilmiah-teknis, tetapi dari segi
> sosio-kulturnya.
> Pertanyaan2 seperti: apakah rakyat akan kembali ke tempat asal? berapa
> banyak, bagaimana dengan yang tidak ingin kembali? bagaimana dengan
> konflik hak atas tanah? dsb, harus terjawab dulu. Intinya kita ingin tahu
> "Masyarakat Aceh sendiri maunya bagaimana?" Tapi justru itu yang belum
> katahuan arah jawabannya. Jadi kita masih coba-coba. Idealnya,
> masyarakat Aceh sendirilah (tentunya yang selamat dan peduli) yang harus
> menolong dan menentukan masa depannya sendiri. Saya tahu persis ini
> sulit. Pokoknya pusing lah!
> Kesulitan teknis ada juga, yaitu ketiadaan data teknis (kondisi
> sebelumnya) dan peta2 yang akurat (1:5000 atau 1:10.000). Kita sedang
> usaha cari/buat/interpret.
> Jadi, kalau networknya Hengki bisa dimobilisasi untuk penyediaan peta2
> itu, pasti memudahkan pekerjaan kami.
>
> Rencana selanjutnya, kalau 'reconstruction program' itu sudah tersusun
> maka akan dijadikan 'blue-print' untuk membangun Aceh kembali oleh BOK
> nanti (sampai sekarang belum jelas bagaimana binatangnya, baru keputusan
> politik).
>
> Info lebih lanjut bisa diikuti di www.acehreconstruction.bappenas.go.id
> (tapi maaf kalau masih banyak yang underconstruction).
>
> Sementara segitu dulu. Salam
>
> Uwo (AR'77)
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Triharyo soesilo
> To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Sent: Thursday, January 27, 2005 11:26 PM
> Subject: [itb77] e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh &
> USAID
>
>
> Rekans 77
>
> Masih seputar Aceh, saya mau sedikit sharing sebuah pengalaman & juga
> cari masukan rekan-rekan lain yang mungkin mempunyai informasi atau
> pengalaman dalam kegiatan tindak lanjut ("follow-up") setelah "emergency
> relief operation".
>
> Pada tanggal 1 Januari 2005 lalu, karena rasa sedih dengan kehilangan
> karyawan (juga keluarga karyawan) di Aceh, saya menyempatkan diri untuk
> mengirim e-mail pribadi ke sahabat2 saya di seluruh dunia (termasuk
> beberapa CEO). Saya ceritakan apa yang terjadi pada sebuah perusahaan
> Indonesia akibat gempa & Tsunami di Aceh. Cerita tersebut antara lain
> tentang sumbangan yang sangat diluar dugaan, karyawan yg tidak merayakan
> tahun baru karena sibuk mengepak sumbangan, kisah tentang karyawan yang
> kehilangan seluruh desanya karena hilang tersapu ombak, laporan evakuasi
> mayat yang sulit sekali oleh team Rekayasa, & juga informasi tentang
> pengeboran air oleh team dari perusahaan kami dll.
>
> ........e-mail saya sifatnya hanya curhat kesedihan & meminta doa dari
> para sahabat di seluruh dunia. Saya sama sekali tidak meminta sumbangan
> kepada mereka. Tujuan e-mail saya hanya untuk mengurangi kepedihan hati
> saja.
>
> Namun, saya tidak menyangka ternyata e-mail tersebut dibaca & mendapat
> tanggapan dari para sahabat dari seluruh pelosok dunia seperti dari
> Afrika selatan, Amerika serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, Jepang
> (respon terbanyak) dll. Banyak sekali e-mail2 pribadi yang saya terima
> dengan isi yang diluar dugaan saya . E-mail saya juga ternyata diforward
> ke para pimpinan di perusahaan2 mereka. Sehingga ada beberapa CEO yang
> langsung menginstruksikan untuk menyumbang melalui red cross &
> organisasi2 sosial. Ada sahabat yang mengorganize pengumpulan sumbangan,
> ada yang mengirim dokter, ada yang mencoba membantu membantu moratorium
> hutang, ada yang ingin mengirim alat penjernih air dll.
>
> Salah satu follow-up yang menarik adalah tindakan dari CEO shaw group
> USA namanya Abraham (panggilannya Abe). Abe langsung menyumbangkan uang
> US $ 300.000 dalam bentuk asistensi team untuk membangun kembali Aceh
> bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri. Shaw group adalah kontraktor
> terbesar dari US Army corps of engineers (pasukan Zeni-nya Amerika).
> Seluruh bantuan US AID selalu disalurkan melalui US Army corps of
> engineers. Jadi sekarang tiba-tiba di kantor kami ada 5 orang engineers
> dari USA yang ahli dalam rekonstruksi sebuah kota yang hancur akibat
> terkena typhoon atau bencana raksasa. Tiba-tiba kami harus menyelesaikan
> rekomendasi dalam 90 hari kepada US AID di American embassy untuk segera
> dikirim ke President Bush dalam rangka pencairan dana US $ 350 juta
> bantuan Amerika untuk Aceh.
>
> .......adakah kawan-kawan yang pernah pengalaman dalam pekerjaan seperti
> ini ?. adakah yang bisa memberikan masukan kira-kira proyek apa yang
> menjadi priority ?. Mungkin Uwo, Pungki, Karlina atau rekan2 lain bisa
> membantu. Thanks
>
> Triharyo Soesilo (Hengki)
> PT Rekayasa Industri
> Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
> Fax office : +622179180912 Fax home : +62213926028
> Triharyo Soesilo
>



--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise