|
Re: e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID: msg#00138org.region.indonesia.bandung.itb-77
Rekan-rekan,
Kebetulan saya terlahir sebagai putra Aceh, sekalipun tak pernah tinggal
permanen disana.
Saya
tiga kali ke Aceh tahun lalu dan dua kali ke Aceh dalam bulan ini dan akan ke
Aceh lagi Minggu depan.
Saya
haturkan terima kasih atas bantuan dan dedikasi kawan-kawan semuanya.
Semoga
Allah memberi rahmad dan rezeki yang lebih pada kita semua dan pahala yang
layak.
Bagi
yang pernah kesana sebelum dan sesudah tsunami, kepedihannya mungkin tak
tepermanai.
Namun,
itulah takdir Ilahi, dan kita yang selamat harus kembali membangun
Aceh.
Sungguh, saya menangis atas kenyataan betapa besarnya perhatian bangsa
kita dan bangsa asing atas bencana ini.
Kebersamaan ini, akan jauh lebih bermanfaat bila kita juga dapat
menyadarkan saudara-saudara kita GAM/TNI/POLRI untuk duduk
bersama.
Adalah
mustahil menghindarkan orang berbeda pendapat. Sama mustahilnya untuk memaksakan
kehendak.
Oleh
karena itu, kebersamaan kita ini, apa yang telah ditunjukkan bangsa ini terhadap
saudaranya yang tertimpa musibah di Aceh, adalah modal yang kuat untuk mendorong
perdamaian di NAD. Masalah Aceh, solusinya ada di Jakarta, bukan di Aceh,
bukan juga di Swedia. Oleh karena itu, doronglah semua pihak menuju kedamaian.
Tidakkah damai itu indah?
Concerning Hengki note, saya mengusulkan, bila memungkinkan, agar dana
yang cukup besar itu dapat dijadikan sesuatu yang bersifat strategis. Bukan lagi
relief program. Katakanlah sebuah Taman Kanak-kanak yang baik. Atau SD yang
terpadu. Disalah satu daerah yang terkena bencana berat disekitar Banda Aceh
atau Meulaboh. Ini akan long term sifatnya. Dan membangun SDM. Saya akan bantu
pelaksanaannya bila diperlukan.
Saya
juga diminta bantu kawan-kawan professional dari Inggris, kumpulan
pribadi-pribadi, untuk menyalurkan bantuan, disamping perusahaan dan masyarakat
disekitar kami. Sungguh mengharukan.
Kawan,
modal kebersamaan kita ini, dapat menjadi energi yang kuat, mendorong perdamaian
di Aceh.
FUDDIN.
-----Original Message-----
From: Triharyo soesilo [mailto:triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx] Sent: Thursday, January 27, 2005 11:26 PM To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx Subject: [itb77] e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID Rekans 77
Masih seputar Aceh, saya mau sedikit sharing
sebuah pengalaman & juga cari masukan rekan-rekan lain yang mungkin
mempunyai informasi atau pengalaman dalam kegiatan tindak lanjut ("follow-up")
setelah "emergency relief operation".
Pada tanggal 1 Januari 2005 lalu,
karena rasa sedih dengan kehilangan karyawan
(juga keluarga karyawan) di Aceh,
saya menyempatkan diri untuk mengirim e-mail pribadi ke sahabat2 saya di seluruh
dunia (termasuk beberapa CEO). Saya ceritakan apa yang terjadi pada
sebuah perusahaan Indonesia akibat gempa & Tsunami di Aceh. Cerita tersebut
antara lain tentang sumbangan yang sangat diluar dugaan, karyawan yg tidak
merayakan tahun baru karena sibuk
mengepak sumbangan, kisah tentang karyawan yang kehilangan seluruh desanya karena hilang tersapu ombak,
laporan evakuasi mayat yang sulit sekali
oleh team Rekayasa, & juga
informasi tentang pengeboran air oleh team dari perusahaan kami
dll.
........e-mail saya sifatnya hanya
curhat kesedihan & meminta doa
dari para sahabat di seluruh dunia.
Saya sama sekali tidak meminta sumbangan kepada mereka. Tujuan e-mail saya hanya untuk mengurangi kepedihan
hati saja.
Namun,
saya tidak menyangka ternyata e-mail tersebut dibaca & mendapat tanggapan dari para
sahabat dari seluruh pelosok dunia seperti dari Afrika selatan,
Amerika serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, Jepang (respon terbanyak) dll. Banyak
sekali e-mail2 pribadi yang saya terima
dengan isi yang diluar dugaan saya . E-mail saya juga ternyata diforward ke para pimpinan di
perusahaan2 mereka. Sehingga ada beberapa CEO yang langsung menginstruksikan untuk menyumbang melalui red cross & organisasi2
sosial. Ada sahabat yang
mengorganize pengumpulan sumbangan, ada yang mengirim dokter, ada yang mencoba membantu membantu moratorium hutang, ada yang
ingin mengirim alat penjernih air dll.
Salah satu
follow-up yang menarik adalah tindakan dari CEO shaw group USA namanya Abraham
(panggilannya Abe). Abe langsung menyumbangkan uang US $ 300.000 dalam bentuk
asistensi team untuk membangun kembali Aceh bekerja sama dengan PT Rekayasa
Industri. Shaw group adalah kontraktor terbesar dari US Army corps of engineers
(pasukan Zeni-nya Amerika). Seluruh bantuan US AID selalu disalurkan melalui US
Army corps of engineers. Jadi sekarang tiba-tiba di kantor kami ada 5 orang
engineers dari USA yang ahli dalam rekonstruksi sebuah kota yang hancur akibat
terkena typhoon atau bencana raksasa. Tiba-tiba kami harus menyelesaikan
rekomendasi dalam 90 hari kepada US AID di American embassy untuk segera dikirim
ke President Bush dalam rangka pencairan dana US $ 350 juta bantuan
Amerika untuk Aceh.
.......adakah kawan-kawan yang pernah
pengalaman dalam pekerjaan seperti ini ?. adakah yang bisa memberikan masukan
kira-kira proyek apa yang menjadi priority ?. Mungkin Uwo, Pungki, Karlina atau
rekan2 lain bisa membantu. Thanks
Triharyo Soesilo
(Hengki)
PT Rekayasa Industri
Phone : 062-21-7988700 ext 100
Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912
Fax home : +62213926028 Triharyo Soesilo
|
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Info rekan MA-77: 00138, Abdullah, Syaifuddin (fuddin) |
|---|---|
| Next by Date: | Re: e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID: 00138, Roos Akbar |
| Previous by Thread: | Re: Operasi peduli Aceh & USAIDi: 00138, apurnomo-LRM9Hsy41cImAdca1mUmwA |
| Next by Thread: | Re: e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID: 00138, Noor S.D.K. Devi |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |