|
Re: [mandirifound] Gerakan Anak Mandiri di Aceh: msg#00112org.region.indonesia.bandung.itb-77
Yayak yang baik dan konsisten dengan tetap kurus dan berambut - hebat euy, usulan menanam phon-mu akan saya bawa ke MenLH dan staf intinya. Kebetulan sekali minggu depan ini, tanggal 27 atau 28 Januari, MenLH (kang Rachmat Witoelar) akan ke Aceh. Tadinya ingin datang dan pergi dalam satu hari, tapi sudah terbujuk untuk tinggal satu malam entah di Banda Aceh atau di Meulaboh. Detail kegiatan dia masih akan dibuat. Saya juga me-copy email ini ke beberapa teman yang punya akses ke program-program pembibitan dan penanaman lahan kritis serta beberapa kegiatan kehutanan kemasyarakatan, supaya bisa nyambung dan saling memperkaya gagasan untuk membantu masyarakat korban tsunami di Aceh. Yang namanya di-dor yak, kalau di Aceh adalah bagian dari resiko. Bisa dianggap besar dan bisa juga dianggap kecil. Kalau para bule, dalam tiga minggu terakhir sibuk membesar-besarkan resiko ini, yang juga disebabkan oleh tentara kita yang hobby-nya masih sama sejak tiga puluh tahun yang lalu yaitu nakut-nakutin orang, nggak cuma orang Aceh tapi juga orang asing. Perkiraan saya, kemungkinan di dor di Aceh lebih kecil daripada kemungkinan ditabrak mobil di Jakarta, kalau kamu sibuk keliling-keliling kota dengan berjalan kaki atau naik motor. Yang men-dor bisa GAM (yang punya kantor cabang di Swedia, bukan Gerakan "Anak Merdeka" mu), bisa TNI dan bisa juga korban tsunami yang lapar karena nggak kebagian jatah sumbangan makanan dan kebetulan punya senjata rakitan atau warisan TNI/GAM. Mari-lah kita mengambil langkah-langkah awal, betatapun kecilnya untuk membantu rakyat Aceh menjadi rakyat yang Mandiri, tidak tergantung sumbangan bule atau mengharapkan pendapatan sebagai sopir dan juru masak kantor-kantor organisasi internasional. Contoh orang lokal yang hanya jadi sopir dan koki banyak ditemukan di Timor Timur dan Myanmar dan negara-negara Afrika yang terlanjur bergantung pada ekonomi bantuan asing. Dalam konteks Yayasan Mandiri kita, bermitra dengan orang Aceh, selain Mochtar Abbas - yang lebih lama hidup di Jawa daripada di Aceh, adalah syarat kegiatan yang pertama-tama dan harus dipenuhi. Tujuannya tetap sama yaitu membangun masyarakat yang mandiri, bukan kelompok-kelompok masyarakat yang bergantung pada Yayasan Mandiri. Lokasi untuk pewujudan gagasan-gagasan kamu ada banyak dan bisa langsung diplih kalau tim yang akan kerja di lapangan siap diberangkatkan. Btw, kemarin hubungan darat Medan ke Banda Aceh sempat terputus karena banjir. Untuk kegiatan-kegiatan yang lain masih perlu perencanaan yang lebih baik dan harus terus diawasi dan diluruskan. Jalan membantu masyarakat Aceh ada banyak dan bisa berkelok-kelok. Salah-salah kita membantu tukang dor atau kontraktor asing yang mendapat imbalan besar atas nama rekonstruksi Aceh dan yang secara langsung dan tidak langsung melestariakn penderitaan masyarakat Aceh. Merdeka !! Salam, Pungki > > Pungki dkk. nan pada perkasa dan baik nian, > > Siap, Pung! Dari awal aku sudah serukan untuk bergerak. Dengan kawan2 > Medan > (KKSP)-yang selama ini bergerak terus di soal pendidikan anak merdeka- dan > kawan2 Aceh Muda lain malah pembicaraannya sudah sampai ke tahap susun2 > aksi bernama *Aceh Baru*, untuk rencana 3-5 tahun mendatang. Diantaranya, > mereka tergugah/terilhami hasil laporanMu kemaren, yang aku teruskan > kepada > mereka tanpa sepengetahuanMu (maaf,yk). > > Kalau kau perhatikan di surat2ku terdahulu, aku sudah minta bagian > perhatian > agar soal pendidikan anak2 di masa darurat segera ditangani. Cara/model > *pendidikan anak merdeka* memang kami yakini bisa membantu. > Sangat membantu. Gerakan didik selain langkah pertama (gambar, menyanyi, > menuliskan cerita2 pengalaman, jalan2 berceritera, main teater <bukan > nontoni Kak Seto> dst. seperti yang sudah dilakukan oleh banyak pihak- aku > baca di koran atau di tv eropa) yang mestinya bisa diusulkan kepada pihak > terkait adalah aksi permainan *pembuatan bibit pohon* dan *olah tanah* > bagi > anak2 dan remaja. Belajar sambil bermain. Aksi ini sebaiknya > dilakukan/dijalankan dari semenjak sekarang. Itulah inti suratku kepada > Gegep/Sentanu dan diriMu, yang kemudian disambar tanggap oleh Bang > Anshori > sangking sensitifnya dia, kerna tahu bahwa perwujudan HutanseTaman ( > sebagai > salah satu metode (pendidikan) alternatif olah tanah) adalah memang betul > manjur sebagai bagian terapi sosial (termasuk anak2) atas banyak masalah. > > Coba untuk sementara ini minta kementrian LH agar nyukongi para peserta > didik agar bisa mendapatkan misalnya masing2 orang atau kelompok anak > sebutir kelapa tua untuk dibibitkan, di tempat2 pendidikan darurat atau di > sekolah2. Puluhan ribu cikal tentu akan siap ditancapkan serentak (2-3 > bulan > mendatang) mengawali pembangunan *Aceh Kota Ideal* seperti mimpi Bang > Rahmat > tempo hari. Itu baru kelapa, Pung. Padahal kita sama tahu, ada ribuan > jenis > pohon buah akar kuat yang lain, yang tentu bisa ditawarkan dan dibuat. > Nah, > itu dulu dicoba, Pung. Supaya juga gagasanMu langsung real. Sembari > merangsang bibit2 bertumbuhan akar dan daunnya, kita sama nunggu kawan2 > lain untuk juga siap bergabung dalam gerakan *Anak Merdeka* ini. Bagus > lagi, > sekarang musim hujan dan Pupuk Vietnam gampang dibikin. > > Tolong nanti aku *dikasih arahan* sebegitu aku tiba. Aku baru bisa gabung > mulai awal April/Mei. Untuk kerjaan panjang dan besar ini, kukira tidak > terlalu lambat untuk nyusul dan bergabung secara fisik saat itu. Kawan2 di > Medan juga lagi nyiapin (dengan training pendamping, pembibitan, > pengumpulan > dana dst.) atau bahkan sudah memulai banyak kegiatan *pendidikan anak > merdeka* tahap awal di beberapa tempat di lokasi pengungsian. Mereka yang > di > Medan bahkan sudah siap buka pintu > nyambut kedatanganku kapanpun. Sementara ini aku lagi kumpul2 bahan dan > bekal untuk jalan. Maklumi, Pung. Setengah tahun ini cuman gambar2 kecilku > terjual. Masih bingung aku nanti: ke Jawa dulu atau langsung Medan? > > Ada satu lagu yang bersama anak2 merdeka Medan (1988) sama2 kita bikin, > kukira relevan sepanjang jaman dan sikon, gini: > TANAM BIJI/BIBIT > > Ambil bibit K'lapa > Kita tanam sama-sama > Ambil biji Duku > Kita tanam sama-sama > > Kalau sudah besar > Kita panjat sama-sama > Kalau sudah besar > Kita panen/makan sama-sama > > (Buah bisa diganti2, dst. sampai semua anak dapat bagian menyebut satu > jenis) > > Gitu. Melodinya sederhana, ritmusnya lambat ke cepat. Suasana: Gembira. > Kurang dari 3 Menit, kalau anaknya Sentanu sudah bisa ngomong lantas > diajari, pasti sudah akan menyanyi sambil menari. Sangking gampangnya. > Lantas, tanam biji. Atau, lagu TANAM BAYAM, lebih mudah lagi: Kutanam > bayam merah/Di halaman rumah/ Reff: Bila kumakan dia / Tubuhku jadi sehat > dan kuat. > > Anak Aceh tentu akan lebih sehat dan kuat lagi bila tak cuma menyanyi > tapi juga tanam2 atau sebar bayam itu. > > Ya, gagasanMu bisa sejalan nantinya dengan gagasan lain untuk membangun > Sekolah Pertukangan (TTG) dan Pertanian/Perkebunan bagi kawan2 muda > Aceh,Pung. Seperti yang kuusulkan pada Bang Anshori dan Mokhtar Abbas. > Jadi, > kalau sudah ada kawan lain yang sedia dan siap bergerak dari mulai > sekarang > melaksanakan *Pendidikan Anak Merdeka*, selamat jalan dan selamat berjuang > lah. Aku nanti tetap siap berangkat membantu, sebagai tenaga susulan dan > pengganti. Tak kan lari Aceh dikejar. > Hanya, kalau aku nanti ngajarin teriak Merdeka setiap kali usai > aksi/kegiatan, apa nggak dibedil serdadu RI, Pung? Semoga, saat aku tiba > sudah pada damai ya. Jadi, nggak usah harus masuk Kompas karena ada peluru > di dada. Nggak lucu, ah. Nggak bisa nyantrik ke Bang Anshori juga dong > kalau > > mampus karena itu. Dor... > > Setua gini, rambutku masih ada dan terus kurus tuh, Pung. Api, memang > terus > dan tetap menyala di dasar jiwa. > > Maju terus dan merdeka, > YK > > > > >> >> Rekan-rekan sekalian, khususnya Yayak yang baik, >> >> sebagai seorang yang bukan ahli kejiwaan (malah mungkin sakitnya belum >> sembuh betul) dan bukan aktifis pendidikan alternatif, saya punya >> gagasan >> kerja nyata untuk Yayak dan teman-teman lain di Aceh. >> >> Dalam periode tiga minggu setelah tsunami terjadi, ada beberapa >> inisiatif >> untuk membantu proses pemulihan dari trauma diantara korban tsunami di >> Aceh dengan melakukan kegiatan bersama anak-anak di lokasi tenda korban. >> >> Kak Seto sudah berkunjung ke Aceh, meskipun sepertinya dia tidak membawa >> SIKOMO. Tentara AS membawa teater boneka dan tampil didepan anak-anak >> korban tsunami dengan peliputan berita internasional yang gede-gedean. >> Yayasan Pulih, RPUK dan beberapa organisasi lain juga sudah melakukan >> perjalanan di Aceh, mengawali pembicaraan dan perencanaan kegiatan untuk >> konseling bagi korban tsunami. Psikolog muda pendiri Pulih, Livia, >> adalah >> salah satu anggota rombongan yang bersama-sama Hendra, Derry dan Jaslie >> berada di Aceh pada minggu kedua setelah tsunami. Livia, masuk di >> Kompas >> halaman terakhir, profil hampir setengah halaman, kemarin. >> >> PMI (Red Cross atau Red Crescent) juga membawa pakar-pakar psikologi >> korban bencana ke Aceh dan mulai membuat rencana kerja untuk membantu >> proses pemulihan korban tsunami dari trauma. Rafli, seniman dongeng >> Aceh >> yang lagu-lagunya dibajak Metro (ditayangkan gratisan) dalam berbagai >> liputan drama tsunami, sudah melakukan kegiatan bercerita dan >> berkeliling >> di banyak tenda korban tsnumai dengan lagu-lagu (cerita) baru yang >> dibuatnya dengan tema tsunami. Rafli hari ini dikirim ke Metro untuk >> diwawancara, dan tetap saja lagunya dimanfaatkan untuk kebutuhan >> komersial >> Metro tanpa sesenpun bantuan untuk kegiatan bung Rafli yang berkeliling >> ke >> berbagai tenda korban tsunami di Aceh. Minggu depan, insya Allah Rafli >> akan ditampilkan di kolom Kompas yang serupa dengan Livia. >> >> Untuk teman-teman yang tidak mengikuti kiprah Yayak, selain hobi melukis >> dan membuat kalender yang membuatnya mengungsi ke Jerman, sekitar 20 >> tahun >> yang lalu Yayak, Susiawan, Retno, Agus Burhan dan beberapa teman lain >> menjadi motor dari sebuah kegiatan menggambar bagi anak-anak usia >> Sekolah >> Dasar yang diberi judul "Anak Merdeka". Gerakan tersebut tidak hanya >> melatih ekspresi seni dari anak-anak miskin perkotaan di Bandung, akan >> tetapi juga melatih kepekaan sosial dan membuka wawasan mereka terhadap >> berbagai hal disekitarnya. Kegiatan "Anak Merdeka" berkembang luas di >> kota-kota lain di Indonesia, termasuk di Jakarta, pada pertengahan >> 1980an. >> >> Rafli, Livia, Seto dan Yayak adalah tokoh yang sudah membuktikan karya >> mereka yang saat ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak korban tsnumai di >> Aceh. Pertanyaan saya sekarang, bisa kah Yayak atau teman-teman yang >> lain >> membantu mengawali atau mendukung Gerakan serupa "Anak Merdeka" di Aceh. >> >> Saya melihat adanya kebutuhan kakak-kakak yang dapat menemani adik-adik >> usia Sekolah Dasar korban tsunami untuk mengambar, membuat topeng dari >> bubuk kertas koran, melukis dinding-dinding kampung, berdarmawisata naik >> angkutan umum, mementaskan drama, membaca, bercerita dan tertawa >> bersama. >> Senyum dan tawa anak-anak itu akan menambah semangat dan mempercepat >> pulihanya korban tsunami yang dewasa dan orang tua mereka. >> >> Selain Yayak, barangkali Agus Burhan, Retno, Yayang dan teman-teman yang >> kemarin sempat membantu Anak Merdeka nya Yayak dan Susiawan tertarik >> untuk >> membantu memfasilitasi kegiatan serupa. >> >> Common guys, old soldiers never die ..... they are perhaps loosing hair >> and accumulating fat, but still have some fires in their belly. >> >> Salam, Pungki >> >> >> >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> >> >> > > -- > GMX im TV ... Die Gedanken sind frei ... Schon gesehen? > Jetzt Spot online ansehen: http://www.gmx.net/de/go/tv-spot > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> > Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research > Hospital's > 'Thanks & Giving.' > http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/0VPplB/TM > --------------------------------------------------------------------~-> > > > Yahoo! Groups Links > > <*> To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/mandirifound/ > > <*> To unsubscribe from this group, send an email to: > mandirifound-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > > <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: > http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > > > -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77 Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Gerakan: 00112, apurnomo-LRM9Hsy41cImAdca1mUmwA |
|---|---|
| Next by Date: | Re: [mandirifound] Fwd: FW: Petai, si Bau yang berkhasiat: 00112, Djasli Djamarus |
| Previous by Thread: | Gerakani: 00112, apurnomo-LRM9Hsy41cImAdca1mUmwA |
| Next by Thread: | Re: [mandirifound] Fwd: FW: Petai, si Bau yang berkhasiat: 00112, Djasli Djamarus |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |