|
Re: Kisah dari Banda Aceh: msg#00088org.region.indonesia.bandung.itb-77
Teman-teman sekalian, menyambung email dari Djasli yang memuat potongan laporan pengamatan lapangan dalam bahasa Inggris yang saya tulis seminggu yang lalu, berikut ini saya kirimkan laporan yang ditulis oleh anggota rombongan kami, Derry Pancadarma. Laporan Assessment di Banda Aceh Umum : Tim independen terdiri atas psikolog, dokter, ahli teknik, peg.swasta dan mahasiswa mewakili Yayasan Pulih Psikologi UI, Pelangi, Aceh Kita, Universitas Trisakti dan Yayasan Mandiri (KLH,BPPT,swasta). Berangkat tanggal 1 Januari 2005 malam dengan penerbangan gratis Adam Air dan tiba di Banda Aceh jam 11.45 malam. Yang dilakukan antara lain; membantu IOM (International Organization of Migration) untuk distribusi logistik ke 10 lokasi pengungsi di Banda Aceh ( kota) dan Aceh Besar (Lhok Nga), mendukung operasi evakuasi dan unloading di Bandara Blang Bintang, pengamatan tipologi camp pengungsi (kondisi, kebutuhan dasar), identifikasi kebutuhan jangka menengah, identifikasi simpul-simpul lokal dan merajut simpul-simpul relawan yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya. Tim kembali ke Jakarta tanggal 5/6 Januari 2005 sebagiannya via Medan secara mandiri didukung oleh network Wanadri dan Mandiri sementara tim Pulih tinggal lebih lama. Pengamatan : Kondisi pengungsi : · Lokasi pengungsian umumnya di gedung pemerintahan ( DPRD, TVRI, Sosial) , Masjid dan alternatif terakhir adalah lapangan/kebun terbuka ( Posko 85) · Ditampung di tenda yang bervariasi dari yang baik sampai dengan seadanya, untuk yang tidak memiliki kesulitan akses, makanan instan relatif cukup. Beberapa memasak sendiri ataupun kolektif karena tidak terbiasa dengan makanan instan yang terus menerus. Pendirian tenda relatif baik walaupun lokasinya tidak beraturan, Disamping kamp pengungsi, cukup banyak yang ditampung di rumah-rumah warga baik kerabat ataupun kenalan. Masalah utama adalah sanitasi dan air bersih. · Dari 10 lokasi hanya satu yang memiliki cara pendataan yang cukup baik (nama, umur, kelamin, asal desa, anggota keluarga yang ada) yaitu di Masjid Baitussalam Ulee Kareng Banda Aceh dengan pengolompokan menurut balai/tenda penanmpungan. Kebutuhan saat ini : · Pendampingan dalam pengelolaan data pengungsi · Pembuatan sistem pencarian orang hilang. · Penyediaan air bersih · Sistem sanitasi ( MCK dan pembuangan limbah/sampah) sederhana yang memadai. · Penataan lokasi pengungsi yang lebih layak (lokasi tenda fungsional, limpasan air%2 -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77 Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 BCA KCP - Tebet Rekg No.092.3000850 BNI Cabang Tebet Rekg No.1175 9942 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: SItus untuk mencari orang hilang di Aceh: 00088, Nanang Untung |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Kisah dari Banda Aceh: 00088, apurnomo-LRM9Hsy41cImAdca1mUmwA |
| Previous by Thread: | Re: Sosial 77 - Kisah rekan Djasli dari Banda Acehi: 00088, Djasli Djamarus |
| Next by Thread: | Re: Kisah dari Banda Aceh: 00088, apurnomo-LRM9Hsy41cImAdca1mUmwA |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |