|
|
Subject: Re: Proyek Operasi peduli Aceh - Sumbangan ITB - msg#00152
List: org.region.indonesia.bandung.itb-77
Rekan-rekan ITB 77,
Di kantor kami ada lowongan pekerjaan. Barangkali
ada teman atau family yang berminat bisa mengirimkan surat lamaran kekantor kami
dengan alamat sebagai berikut:
Country Manager
Fresenius Medical Care
Graha Irama Lt 7, Unit 7A
Jl. HR. RAsuna Said blok X1, Kav 1-2
Jakarta 12950
Tel: 5261393;Fax: 5261401
Email: fmc.indo-hoc7GRP3cAFWk0Htik3J/w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Web: www.fmc-asia.com
Terima kasih atas perhatiannya.
Salam,
Andreas Japar
----- Original Message -----
From:
Triharyo (Hengki) Soesilo
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
Sent: Tuesday, December 28, 2004 10:52
AM
Subject: [itb77] Proyek Operasi peduli
Aceh - Sumbangan ITB
Setelah melakukan
koordinasi dengan
berbagai pihak (dari pak Sofyan djalil via pak Kuki, Pak Moh Ichsan-Dirut LPEM
yang ikut rombongan pak Yusuf kalla, & team pengamanan proyek PIM-2 yang
ada di Banda aceh), kami mendapat informasi bahwa saat ini yang paling
diperlukan oleh korban bencana di Aceh adalah barang-barang
berikut:
Selimut atau
sarung
Pakaian (baru atau
bekas)
Makanan ? mie
instant
Obat-obatan
Saat ini diperlukan
koordinasi dan action yang cepat untuk
bisa mengirimkan barang2 ini ke korban bencana di
Aceh. Mengingat PT
Rekayasa Industri mempunyai kemampuan & ?know-how? procurement untuk ini,
maka rekan2 di Rekayasa pagi ini telah melaksanakan rapat
koordinasi & mengambil inisiatif untuk
melaksanakan pengumpulan & pengiriman bantuan ini ke
Aceh. Kami menerima
berbagai sumbangan untuk dikirimkan ke Aceh dari seluruh rekan-rekan ITB
77.
Adapun rinciannya adalah sbb :
KAMPANYE
PENGUMPULAN SUMBANGAN
Mulai hari ini akan dikampanyekan melalui sms untuk mengumpulkan barang2
bantuan di rumah masing2. Mohon sumbangan uang dikonversikan
ke barang-barang diatas. Jika ingin menyumbang uang,
silahkan ke nomor2 rekening yang disediakan di stasiun2 televisi. Harap
sms atau e-mail ini diteruskan ke rekan-rekan
lainnya.
KOORDINASI
PENGUMPULAN
Pengumpulan akan dilaksanakan melalui titik-titik simpul perumahan,
misal di Bintaro, perumahan Nusa Indah, di Bojong, di Depok, di Narogong, di
Kemang pratama dll. Kami mohon sukarelawan/sukarelawati yang ingin membantu
dan menjadi pengumpul di kompleks2 perumahan masing-masing
PENGAMBILAN
BARANG & PENGEPAKAN
Setelah
barang terkumpul & siap untuk diambil, kami mohon untuk meng-sms ke
panitia di Rekayasa (nomor2 hp dibawah) untuk diambil oleh mobil2 Rekayasa.
Kami juga menerima barang-barang sumbangan dari penghuni di sekitar kompleks
lainnya. Koordinasi
pengambilan ini akan dilakukan oleh pak Gede. Barang-barang ini akan dibawa ke
gedung baru Rekayasa untuk dilakukan pengepakan (makanan, baju, obat2an
dll).
PENGIRIMAN
BARANG
Pengiriman
barang akan dilaksanakan melalui 2 jalur berikut
:
Jalur
divisi pengadaan Rekayasa
Kami sudah
menyiapkan armada forwarder yang bisa segera berangkat ke Aceh untuk membawa
barang-barang tersebut. Tujuan pertama adalah Lhoseumawe. Bila masih ada
barang akan dikirimkan juga ke Banda aceh.
Jalur
TNI.
Saat ini
tersedia beberapa angkutan TNI yang telah ditugaskan untuk mengangkat bantuan
masyarakat, antara lain KRI teluk Sabang yang akan berlayar 29 Desember besok,
juga kapal2 TNI-AL lainnya dan Hercules TNI-AU yang diberangkatkan setiap
hari. Koordinasi ini akan dilakukan oleh dr. Bambang (no-hp
dibawah).
DISTRIBUSI
DI ACEH
Distribusi
di Aceh akan dilakukan sbb :
a.
Team
pengamanan proyek Rekayasa yang saat ini berada di Medan & Banda Aceh akan
menjadi kontak untuk pengamanan pengiriman barang dari Medan ke Lhokseumawe
ataupun Banda aceh. Team ini dibawah koordinasi dr
bambang.
b.
Team
Rekayasa yang saat ini ada di Lhokseumawe akan menjadi
koordinator lokal
di Lhokseumawe. Team ini dibawah koordinasi pak
Djaenudin
c.
Selain itu,
REK akan menugaskan team khusus untuk berangkat ke Aceh mendampingi setiap
pengiriman. Kami membuka kesempatan kepada relawan/relawati yang bersedia
untuk bergabung (via udara) di Medan atau di Lhokseumawe untuk melaksanakan
distribusi barang-barang diatas. Kami mohon kesediaan rekan2 yang siap untuk
hidup dalam kondisi darurat (sering camping) untuk menangani distribusi
ini.
Demikian
rencana pelaksanaan Proyek Operasi peduli Aceh. Sedang team proyek ini adalah
sbb :
Project
manager
: Sudjono (0811917615)
Pengumpulan
sumbangan
: Aidil (081114795)
Majelis
taklim (pengumpulan) : Ahmad
Sugandi (081315908043)
Pengambilan
sumbangan
: Gede (0811940095)
Pengepakan
: Pahmi (0811957706
Pengiriman
: Suyatni
08160838681 & Wartono
Distribusi
: dr. Bambang (0816971725) & Djaenudin
(
Kami mohon
kerelaan & kesediaan seluruh jajaran untuk meringankan penderitaan
masyarakat Aceh. Perusahaan juga akan terus membantu secara langsung. Mohon
e-mail ini diforward ke milis2 lainnya.
Triharyo
Soesilo (Hengki)
Phone
: 062-21-7988707 ext 300
Mobile
: +62811141046
Job Description1.doc
Description: MS-Word document
Was this page helpful?
Thread at a glance:
Previous Message by Date:
click to view message preview
Re: Sosial 77 - pakaian 15000 potong, kotak makanan 2000 & obat 30 ton
Heng,
Apa boleh sumbangan uang untuk ke Aceh dikirim ke rekening YBG di BCA?
Salam
Eddy Entum
----- Original Message -----
From: "Triharyo (Hengki) Soesilo" <triharyo-hRsb6vzxD5YEKECqDok/ig@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Wednesday, December 29, 2004 2:09 PM
Subject: [itb77] Sosial 77 - pakaian 15000 potong, kotak makanan 2000 & obat
30 ton
Rekans 77
Dalam waktu kurang dari 24 jam, ribuan kepala keluarga & juga berbagai
organisasi sosial telah menyumbangkan berbagai sumbangan untuk Aceh
melalui PT Rekayasa Industri (REK). Berikut ini perkiraan jumlah
sumbangan sampai dengan Rabu 29 Desember 04, siang hari ini :
1. Pakaian - lebih dari 15.000 potong
2. Makanan (Super mie, biskuit dll) - lebih dari 2.000 kotak
3. Obat-obatan - diperkirakan sekitar 30 ton
Saat ini sumbangan pakaian sudah dirapikan serta dipisah-pisah, di-pak,
di-katalog & akan dikirimkan informasinya ke posko2 di Aceh. Sehingga
sewaktu barang datang, dapat langsung dibagikan sesuai dengan kebutuhan
di masing-masing lokasi. Pengiriman barang-barang ini akan dimulai pada
Rabu sore hari ini ke lokasi proyek kami di Lhokseumawe yang akan
menjadi "HUB" kami. Menurut rencana pengiriman akan dilakukan dalam
berbagai gelombang setiap 3 hari, yaitu 29 Desember 04, 2 Januari 05, 5
Januari 05 dst.
Barang-barang ini akan dikirim melalui Medan untuk mendapatkan
pengawalan team security REK. Team Relawan REK, yang siap untuk hidup
survival, akan mulai bergabung di Medan untuk membantu distribusi barang
ke lokasi2 dari "hub" ke lokasi-lokasi pengungsi & daerah bencana.
Pengelolaan logistik ini merupakan tantangan yang menarik bagi team
procurement (pengadaan) REK . Reaksi cepat team REK ini dapat dilakukan,
karena kami sudah terbiasa menangani pengiriman barang & peralatan dalam
jumlah puluhan ribu ton dari seluruh dunia ke berbagai lokasi & area2
yang terpelosok. Kemampuan Logistic management inilah yang saat ini
diuji & sangat ditunggu oleh para korban di Aceh.
Kami masih terus menerima sumbangan dari mana saja. Bila bapak & Ibu
mempunyai sumbangan harap kirim sms ke nomor hp berikut untuk diambil :
1. Project manager : Sudjono (0811917615)
2. Pengumpulan sumbangan : Aidil (081114795)
3. Majelis taklim (pengumpulan): Ahmad Sugandi (081315908043)
4. Pengambilan sumbangan : Gede (0811940095)
5. Pengepakan : Pahmi (0811957706
6. Pengiriman : Suyatni 08160838681 & Wartono
7. Distribusi : dr. Bambang (0816971725)
Mohon e-mail ini diteruskan ke milis2 lainnya. PT Rekayasa Industri akan
menampung & mengirimkan sumbangan bapak & ibu sekalian langsung ke
lokasi2 di Aceh melalui jalur logistik proyek yang saat ini kami miliki.
Mari kita bantu masyarakat Aceh.
Triharyo soesilo (Hengki)
0811141046
PT Rekayasa Industri
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
Next Message by Date:
click to view message preview
Re: Sosial 77 - pakaian 15000 potong, kotak makanan 2000 & obat 30 ton
Bung Eddy
Seperti pendapat teman-teman lain, saya kira akan lebih baik kalau
sumbangan bukan berupa uang, tetapi obat-obatan, makanan, pakaian, dll
dan langsung dikirim ke REKIN yang telah mempunyai jalur logistik dan
langsung dikoordinasikan oleh Pak Dirut.
Namun bila anda (atau siapa saja) diluar kota/luar negeri dan sudah
terlanjur atau merasa lebih mudah kirim uang ke YBG, tolong bilang saja
ke saya (08159257379), nanti saya keluarkan uang tersebut dari rekening
YBG, untuk kemudian saya belanjakan ke bentuk-bentuk natura yang
diperlukan dan akan saya kirim ke REKIN.
Begitu saya kira ...
Teman-teman jangan jadikan masalah teknis menghambat niat baik anda ...
segera saja lakukan! jangan tunda niat baik !
Salam
DD
-----Original Message-----
From: "Eddy HP Entum" <eddyen-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Thu, 30 Dec 2004 11:15:25 +0700
Subject: [itb77] Re: Sosial 77 - pakaian 15000 potong, kotak makanan 2000
& obat 30 ton
> Heng,
> Apa boleh sumbangan uang untuk ke Aceh dikirim ke rekening YBG di BCA?
>
> Salam
> Eddy Entum
>
> ----- Original Message -----
> From: "Triharyo (Hengki) Soesilo"
> <triharyo-hRsb6vzxD5YEKECqDok/ig@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> Sent: Wednesday, December 29, 2004 2:09 PM
> Subject: [itb77] Sosial 77 - pakaian 15000 potong, kotak makanan 2000 &
> obat
> 30 ton
>
>
> > Rekans 77
> >
> > Dalam waktu kurang dari 24 jam, ribuan kepala keluarga & juga
> berbagai
> > organisasi sosial telah menyumbangkan berbagai sumbangan untuk Aceh
> > melalui PT Rekayasa Industri (REK). Berikut ini perkiraan jumlah
> > sumbangan sampai dengan Rabu 29 Desember 04, siang hari ini :
> >
> > 1. Pakaian - lebih dari 15.000 potong
> > 2. Makanan (Super mie, biskuit dll) - lebih dari 2.000 kotak
> > 3. Obat-obatan - diperkirakan sekitar 30 ton
> >
> > Saat ini sumbangan pakaian sudah dirapikan serta dipisah-pisah,
> di-pak,
> > di-katalog & akan dikirimkan informasinya ke posko2 di Aceh. Sehingga
> > sewaktu barang datang, dapat langsung dibagikan sesuai dengan
> kebutuhan
> > di masing-masing lokasi. Pengiriman barang-barang ini akan dimulai
> pada
> > Rabu sore hari ini ke lokasi proyek kami di Lhokseumawe yang akan
> > menjadi "HUB" kami. Menurut rencana pengiriman akan dilakukan dalam
> > berbagai gelombang setiap 3 hari, yaitu 29 Desember 04, 2 Januari 05,
> 5
> > Januari 05 dst.
> >
> > Barang-barang ini akan dikirim melalui Medan untuk mendapatkan
> > pengawalan team security REK. Team Relawan REK, yang siap untuk hidup
> > survival, akan mulai bergabung di Medan untuk membantu distribusi
> barang
> > ke lokasi2 dari "hub" ke lokasi-lokasi pengungsi & daerah bencana.
> >
> > Pengelolaan logistik ini merupakan tantangan yang menarik bagi team
> > procurement (pengadaan) REK . Reaksi cepat team REK ini dapat
> dilakukan,
> > karena kami sudah terbiasa menangani pengiriman barang & peralatan
> dalam
> > jumlah puluhan ribu ton dari seluruh dunia ke berbagai lokasi & area2
> > yang terpelosok. Kemampuan Logistic management inilah yang saat ini
> > diuji & sangat ditunggu oleh para korban di Aceh.
> >
> > Kami masih terus menerima sumbangan dari mana saja. Bila bapak & Ibu
> > mempunyai sumbangan harap kirim sms ke nomor hp berikut untuk diambil
> :
> >
> > 1. Project manager : Sudjono (0811917615)
> > 2. Pengumpulan sumbangan : Aidil (081114795)
> > 3. Majelis taklim (pengumpulan): Ahmad Sugandi (081315908043)
> > 4. Pengambilan sumbangan : Gede (0811940095)
> > 5. Pengepakan : Pahmi (0811957706
> > 6. Pengiriman : Suyatni 08160838681 & Wartono
> > 7. Distribusi : dr. Bambang (0816971725)
> >
> > Mohon e-mail ini diteruskan ke milis2 lainnya. PT Rekayasa Industri
> akan
> > menampung & mengirimkan sumbangan bapak & ibu sekalian langsung ke
> > lokasi2 di Aceh melalui jalur logistik proyek yang saat ini kami
> miliki.
> >
> > Mari kita bantu masyarakat Aceh.
> >
> > Triharyo soesilo (Hengki)
> > 0811141046
> > PT Rekayasa Industri
> >
> >
> >
> >
> > --
> > Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> > Yayasan ITB 77
> > Yayasan Bhakti Ganesha
> > Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> > Rekg No.025.01.23831.00.8
> >
> > BCA KCP - Tebet
> > Rekg No.092.3000850
> >
> > BNI Cabang Tebet
> > Rekg No.1175 9942
> >
> > Webnews & Online archive:
> > http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
> >
> >
>
>
>
> --
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> Yayasan ITB 77
> Yayasan Bhakti Ganesha
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> BCA KCP - Tebet
> Rekg No.092.3000850
>
> BNI Cabang Tebet
> Rekg No.1175 9942
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
Previous Message by Thread:
click to view message preview
Proyek Operasi peduli Aceh - Sumbangan ITB
Setelah melakukan koordinasi dengan
berbagai pihak (dari pak Sofyan djalil via pak Kuki, Pak Moh Ichsan-Dirut LPEM
yang ikut rombongan pak Yusuf kalla, & team pengamanan proyek PIM-2 yang
ada di Banda aceh), kami mendapat informasi bahwa saat ini yang paling
diperlukan oleh korban bencana di Aceh adalah barang-barang berikut:
Selimut
atau sarung
Pakaian
(baru atau bekas)
Makanan
– mie instant
Obat-obatan
Saat ini diperlukan koordinasi dan
action yang cepat untuk bisa mengirimkan barang2 ini ke korban bencana di Aceh. Mengingat PT Rekayasa Industri mempunyai kemampuan &
“know-how” procurement untuk ini, maka rekan2 di Rekayasa pagi ini
telah melaksanakan rapat koordinasi &
mengambil inisiatif untuk melaksanakan pengumpulan & pengiriman bantuan ini
ke Aceh. Kami menerima berbagai sumbangan untuk dikirimkan ke Aceh dari
seluruh rekan-rekan ITB 77.
Adapun rinciannya adalah sbb :
KAMPANYE
PENGUMPULAN SUMBANGAN
Mulai hari ini akan
dikampanyekan melalui sms untuk mengumpulkan barang2 bantuan di rumah masing2. Mohon sumbangan uang dikonversikan ke barang-barang diatas. Jika ingin menyumbang uang, silahkan ke nomor2 rekening yang
disediakan di stasiun2 televisi. Harap sms atau e-mail ini diteruskan ke
rekan-rekan lainnya.
KOORDINASI
PENGUMPULAN
Pengumpulan akan
dilaksanakan melalui titik-titik simpul perumahan, misal di Bintaro, perumahan
Nusa Indah, di Bojong, di Depok, di Narogong, di Kemang pratama dll. Kami mohon
sukarelawan/sukarelawati yang ingin membantu dan menjadi pengumpul di kompleks2
perumahan masing-masing
PENGAMBILAN BARANG & PENGEPAKAN
Setelah
barang terkumpul & siap untuk diambil, kami mohon untuk meng-sms ke panitia
di Rekayasa (nomor2 hp dibawah) untuk diambil oleh mobil2 Rekayasa. Kami juga
menerima barang-barang sumbangan dari penghuni di sekitar kompleks lainnya.
Koordinasi pengambilan ini akan dilakukan oleh pak Gede.
Barang-barang ini akan dibawa ke gedung baru Rekayasa untuk dilakukan pengepakan
(makanan, baju, obat2an dll).
PENGIRIMAN BARANG
Pengiriman
barang akan dilaksanakan melalui 2 jalur berikut :
Jalur divisi pengadaan Rekayasa
Kami
sudah menyiapkan armada forwarder yang bisa segera berangkat ke Aceh untuk
membawa barang-barang tersebut. Tujuan pertama adalah Lhoseumawe. Bila masih
ada barang akan dikirimkan juga ke Banda aceh.
Jalur TNI.
Saat
ini tersedia beberapa angkutan TNI yang telah ditugaskan untuk mengangkat
bantuan masyarakat, antara lain KRI teluk Sabang yang akan berlayar 29 Desember
besok, juga kapal2 TNI-AL lainnya dan Hercules TNI-AU yang diberangkatkan
setiap hari. Koordinasi ini akan dilakukan oleh dr. Bambang (no-hp dibawah).
DISTRIBUSI DI ACEH
Distribusi
di Aceh akan dilakukan sbb :
a.
Team
pengamanan proyek Rekayasa yang saat ini berada di Medan & Banda Aceh akan
menjadi kontak untuk pengamanan pengiriman barang dari Medan ke Lhokseumawe
ataupun Banda aceh. Team ini dibawah koordinasi dr bambang.
b.
Team Rekayasa
yang saat ini ada di Lhokseumawe akan menjadi koordinator lokal di Lhokseumawe. Team ini dibawah koordinasi pak Djaenudin
c.
Selain
itu, REK akan menugaskan team khusus untuk berangkat ke Aceh mendampingi setiap
pengiriman. Kami membuka kesempatan kepada relawan/relawati yang bersedia untuk
bergabung (via udara) di Medan atau di Lhokseumawe untuk melaksanakan
distribusi barang-barang diatas. Kami mohon kesediaan rekan2 yang siap untuk
hidup dalam kondisi darurat (sering camping) untuk menangani distribusi ini.
Demikian rencana pelaksanaan Proyek
Operasi peduli Aceh. Sedang team proyek ini adalah sbb :
Project manager :
Sudjono (0811917615)
Pengumpulan sumbangan : Aidil
(081114795)
Majelis taklim (pengumpulan) : Ahmad Sugandi (081315908043)
Pengambilan sumbangan :
Gede (0811940095)
Pengepakan :
Pahmi (0811957706
Pengiriman :
Suyatni 08160838681 & Wartono
Distribusi :
dr. Bambang (0816971725) &
Djaenudin (
Kami mohon kerelaan & kesediaan
seluruh jajaran untuk meringankan penderitaan masyarakat Aceh. Perusahaan juga
akan terus membantu secara langsung. Mohon e-mail ini diforward ke milis2
lainnya.
Triharyo Soesilo
(Hengki)
Phone : 062-21-7988707
ext 300
Mobile : +62811141046
Next Message by Thread:
click to view message preview
Re: [itb76] RISET ADALAH MIXED between COST AND PROFIT
Pendapat anak AR'76, yg kalau nggak salah kerja di FEUI (bener kan Heng?)
----- Original Message -----
From: Nining Soesilo
To: itb76-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Sent: Tuesday, December 28, 2004 7:47 AM
Subject: Re: [itb76] RISET ADALAH MIXED between COST AND PROFIT
CENTER -BHMN
Saya kira yang mengesankan di FEUI untuk melakukan cross subsidi
adalah upaya membentuk lembaga penelitian yang guyup. JAdi pada saat riset
yang merupakan big hit (in terms of profit), you save it, untuk jaga2 in terms
of paceklik atau untuk saat perlu untuk kegiatan non profit. Mekanisme saving
and then spend for non profit purposes ini yang saya tidak lihat di ITB.
Di FEUI kalau ada penelitian bisa digarap rame2 dalam diskusi yang bisa
bersinergis, sehingga quality control paling tidak akan lebih mudah
dijalankan.
Lembaga penelitian di ITB terlalu terkotak2 ada '"suhu=pendekar jagi
kate" yang mirip feodalisme di ITB. Kurang memberi kesempatan yang muda untuk
diikutkan dalam penelitian, ikut usul, boro2 ikut memberi masukan, itu mah
pamali!! Regenerasi kurang lancar. Ilmu jatuhnya tersendat, kurang komunikatif,
kurang berkembang. Saya pernah bersama ITB, UI, GAMA dalam suatu
konsorsium penelitian. Peneliti ITB sangat bossy terhadap anak buahnya, sudah
begitu bicaranya sangat tidak elegan, berikut ucapannya: "Kita ini seperti orang
jualan martabak, kalau mau martabak spesial pakai telor bayarnya sekian, kalau
mau yang tidak spesial bayar sekian" Menurut saya ini sangat memalukan
(karena biarpun saya wakil UI toh saya alumni ITB), tidak ada idealisme sama
sekali dalam penelitian, dan yang lebih menyedihkan kualitas penelitiannya pun
sangat buruk, tapi herannya si client mau pakai terus,karena semata-mata
mengembangkan KKN dengan client dengan kick back besar, tapi bukan
profesionalisme. Manajemennya yang dikembangkan adalah manajemen warung
martabak. Pengalaman dengan lembaga penelitian di ITB yang lain juga
memalukan, yang saya sebut dalam kasus calo di tulisan sebelumnya sebagai
kegiatan yang didominasi suasana calo, sehingga penelitiannya sendiri cuma
berjalan dengan anggaran yang kecil. Tidak ada Quality Control.
Saya kira lembaga penelitian di ITB mungkin akan menjadi lebih baik kalau
dievaluasi oleh konsultan ISO kita, bung Kuswidiyono dkk, mungkin tidak lebih
bagus dari Universitas Swasta yang nyaris tak terdengar.
Kalau dilihat dari para alumni ITB76, coba tanya jujur, pasti banyak dari
mereka yang mau memberikan dana riset kerjasama dg ITB, tapi kalau
profesionalisme di ITB sendiri tidak bagus, ya sorry, client anda meninggalkan
anda. Jangan bertepuk dada deh, bangga dengan ITB, saya udah lama pengin curhat
ini, kasihan ITB.
Dilain pihak, para peneliti yang jago, dosen yang jago justru banyak
yang keluar karena merasa di ITB ngga diterima, usulannya ditolak, ITB terlalu
rigid dengan paradigma lamanya, tidak berkembang. Coba lihat pak Ari Mochtar
Pedju dulu di AR keluar, Onno Purbo, pakar komputer, keluar, WHAT IS WRONG WITH
ITB??? Kebanggaan saya dengan ITB amat sangat terkikis. I need help to make
myself proud of ITB.
NIS
Edwin Utama wrote:
NIS,
Kapan-kapan kita ke ITB dan bicara disana sekalian support DJP,
bagaimana mekanisme dan
seperti apa yang pernah dilakukan FE UI
sehingga bisa menjadi mixed antara cost and profit centre.
Sekali-kali ITB belajarlah, biar nggak ngakak ngaku jagoan, tetapi cari
duit tetap aja UI jagoannya........
Saya sudah punya pengalaman jelek dgn almamater, alasan yang kurang
rasional, terbentur pada peraturan? Apakah di FE UI begitu juga?
Salam,
EU
----- Original Message ----- From: denyjp
To: itb76-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx Subject: Re:
[itb76] RISET ADALAH MIXED between COST AND PROFIT CENTER -BHMN Date: Mon,
27 Dec 2004 06:17:36 +0700 > > Rekan ITB-76, >
> Saya sangat sependapat dengan ulasan Ning,bagaimana riset bisa
mempunyai > dua karakter dilihat dari sisi pendanaan yaitu bisa
membutuhkan > dana(investasi dari internal perguruan tinggi)dan bisa
menghasilkan dana > melalui karyanya termasuk patent,royalty
dll(menghasilkan dana).Jadi dalam > konsep memimpin perguruan tinggi
janganlah uang menjadi tujuan,tetapi uang > hendaknya sebagai
dampak.Pemikiran ini saya telah paparkan di ITB baik di > rapat Senat
Akademik maupun di hadapan warga ITB(tgl 23 dan 24 Desember >
2004).Selamat menyimak dan perhatikan arah panah yang berkaitan. >
> Bu Ning,saya berpendapat kondisi ideal yang diharapkan riset yg
menghasilkan > manfaat yang besar bagi terselenggaranya riset dan juga
pelaksanaan > pendidikan hanya akan bisa terwujud bila: > (i)
Perguruan tinggi tsb dipercaya(ada TRUST & SHARE) masyarakat.Perguruan
> tinggi tsb mempunyai kemandirian,keunggulan akademik dan memiliki
budaya > kondusif > (ii)Perguruan tinggi tersebut harus
bermartabat agar bisa menghasilkan > Trust&Share dengan
sempurna.Untuk dapat bermartabat,perguruan tinggi > tersebut harus
menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya >
I2L(Inventions,Innovations,dan Leadership)yang berkualitas dan >
akuntabel. Dengan demikian di masa depan,RISET sebagai jantungnya untuk
> berkembangnya I2L di Institut Teknologi Bandung. > >
lah maka ITB yang diproyeksikan sebagai salah > satu research
university di Indonesia akan terwujud dan dana akan bisa > diperoleh
dengan elegan,sehingga pelaksanaan pendidikan,riset,dan pengabdian >
masyarakat akan berjalan dengan baik dan sesuai tuntutan berbagai >
pihak(dipersilahkan mengkaji gambar terlampir). > > > ----- Original Message ----- > From:
"Susila L. Lusiaga" > To:
; > Sent: Sunday,
December 26, 2004 11:36 AM > Subject: Re: [itb76] RISET ADALAH MIXED
between COST AND PROFIT CENTER -BHMN >
> > Bu Nining, > > > > Waduh bu, suatu kiritk
yang bagus sekali dan sangat positive. Ayo dong ITB > > kalau memang
kita bisa menconntoh yang sudah lebih ter-organisir dengan > > baik
kenapa tidak? Telusuri dan dikaji lebih mendalam dulu apa yang jadi >
> kritik ini, kalau memang kritik bu Nining benar ya ada baiknya utk
belajar > > dari UI atau cari management yg lebih baik lagi?
> > > > > > salam, > > susila >
> > > At 06:37 PM 12/25/2004 -0800, Nining Soesilo wrote:
> > >Untuk bung Trisno, juga buat Deny Carek, di FEUI tempat saya
bekerja, > > >riset bukan hanya Cost Center tetapi juga Profit
Center, Musti ada > subsidi silang antara keduanya. And both of
them the getting along very > > >well. Yang jelas Lembaga2 Riset
di UI harus memasok kebutuhan UI untuk > > >menghidupi
Universitas ini dari bayarin Listrik sampai bayarin pejabat di FEUI
> > >Saya lihat tempat saya bekerja di LPEM-FEUI yang dibuat pak
Soemitro > > >Joyohadikusumo tahun 1953, bisa menghimpun aneka
pakar untuk bekerja > untuk profit maupun non profit oriented.
Saya lihat "in terms of management" > > >dari riset, ITB musti
banyak belajar dari UI (terutama FEUI). Karena di > > >ITB tempat
berkumpulnya orang2 ber IQ tinggi, sayang lembaga risetnya > >
>sering lebih memposisikan diri jadi calo ( maaf mungkin karena EQ dan
> > >ESQnya rendah). Jadi di ITB, yang mengerjakan riset
sesungguhnya (the real pakar), karena dapat porsinya yang dipotong
calo, akhirnya memberikan > > >kajian yang kualitasnya buruk atau
yang mengerjakan adalah orang yang > > >setara dengan besarnya Rp
yang dihabiskan in "real" untuk riset. Banyak > > >pemberi proyek
yang ingin memberi kegiatan riset di ITB tapi akhirnya > >
>kecewa. Jadi masalah riset bukan masalah COST atau COST Center tetapi
> > >bagaimana me manage dana secara baik dan bertanggung jawab.
Jadi sekali > > >lagi yang menjadi masalah di ITB adalah
management sekali lagi management. > > >Mudah2an rektor baru
bisa me manage dengan baik, beretika baik, punya > > >etika
bisnis, tapi juga etika riset yang baik. Kalau tidak nama ITB yang >
> >baik akan makin luntur, dan image sebagai universitas terbaik
cuma tinggal > > >kenangan seperti spanduk yang dipasang
waktu kita masuk ITB 76 saja yang > > >makin luntur diterpa hujan
angin. > > > > > >NIS
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:http://groups.yahoo.com/group/g789/
To unsubscribe from this group, send an email to:g789-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
|
|