logo       

Re: Penanggulangan Bencana Aceh: msg#00146

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Penanggulangan Bencana Aceh


Bung DD, Pungky dkk, tolong diinformasikan bagaimana
sebenarnya pengorganisasian penanggulangan bencana
yang menelelan begitu banyak korban dan mencakup
daerah yang luas dan tersebar; gimana pula pelaporan
progress dlsb. Kemana, misalnya, mesti lapor bila
kelompok LSM atau organisasi ingin terjun membantu.
terimakasih
salam, Quraisy


--- Djasli Djamarus <dd01449-p039PKDZXssOR/NpuP8sUA@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

> Rekans ITB 77
>
> Tadi malam saya mengikuti pertemuan yang
> diselenggarakan oleh Yayasan
> Mandiri (YM, bossnya bernama D. Agus Poernomo - ada
> di milist ini juga),
> yang membahas apa yang dapat dilakukan oleh YM.
>
> Kalau saya tidak salah mengerti YM berpendapat bahwa
> dalam penanggulangan
> bencana yang seperti ini perlu dilakukan beberapa
> tindakan seperti yang
> dituliskan oleh Gegep (Hendra Setiawan - KI 76),
> yang saya bocorkan
> dibawah ini.
>
> Selanjutnya juga terungkap pada umumnya bantuan yang
> bersifat sangat
> darurat akan datang berbondong-bondong diawal
> bencana, seperti yang kita
> lihat saat ini. Pada saat ini sebetulnya yang sangat
> diperlukan adalah
> manajemen pengaturan agar bantuan betul-betul sampai
> ke pihak yang
> memerlukan (berdasarkan pengalaman sering yang dapat
> makanan adalah
> mereka yang ngantri, pada hal mereka yang sangat
> membutuhkan tidak lagi
> sanggup ngantri). Jadi perlu pemetaan daerah mana
> perlu apa.
>
> Selanjutnya apabila masa ini telah berlalu
> diperlukan tindakan pasca
> bencana yang bersifat teknis, yaitu diperlukan air
> bersih, sanitasi,
> perumahan darurat bagi para korban. Pada saat ini
> seringkali
> bantuan/perhatian sudah mengendur.
>
> Jadi karena hal tersebut saya kira warga ITB
> (terutama bapak/ibu yang
> belum selesai sekolahnya) mestinya kita bisa
> berperan lebih banyak. Pada
> saat ini seringkali diperlukan peralatan tukang
> seperti cangkul, drum,
> dan juga rancangan mck/bangunan sederhana.
>
> Setelah itu akan ada masalah sosial, yaitu akan
> banyak anak-anak yatim
> piatu yang perlu disantuni dan dibantu
> keberlangsungan sekolahnya, jadi
> diperlukan semacam program foster parent.
>
> Nah teman-teman ... jadi jalan saudara-saudara kita
> di ACEH/SUMUT masih
> panjang ... jadi tolong bantu mereka ...
>
> Salam
> DD
>
> ===
> Menindak-lanjuti pertemuan tadi malam di Kemang.
> Berdasarkan pengalaman sewaktu di Satgas
> Penanggulangan Penanggulangan
> Bencana Alam (DM/KM ITB 1977-1979), berikut ini
> hal-hal (operasi
> penanggulangan) yang mungkin relevan dan dapat
> menjadi masukan untuk
> rencana aksi penanggungan bencana gempa dan tsunami
> di wilayah Sumatera
> bagian utara.
> Berdasarkan daftar operasi ini, dapat dibuat tabel
> untuk identifikasi
> macam bantuan yang diperlukan untuk tiap langkah
> operasi (pada kolom
> kedua), dengan cara prediksi dan/atau inventarisasi
> di lapangan.
>
> Operasi Penanggulangan :
>
> 1. Pencarian dan penyelamatan korban, termasuk
> evakuasi korban (yang
> hidup dan juga yang meninggal).
> o Untuk operasionalnya mengikuti SOP (standard
> operation procedure)
> yang telah ada dalam rangka SAR
> o Tahap operasi ini dilakukan pada periode awal
> bencana sampai
> seminggu setelah bencana, mungkin lebih dari
> seminggu tergantung situasi
> lapangan.
>
> 2.Pertolongan pertama korban hidup
> (sakit/luka/cedera)
> o Untuk operasionalnya mengikuti SOP yang telah ada,
> baik dalam
> rangka SAR maupun P3K (antara lain ada di PMI,
> DEPKES, Rumah Sakit,
> Pramuka)
> o Pencatatan data korban
> o Pemindahan korban ke Rumah Sakit ? Rumah Sakit
> yang memiliki
> kapasitas yang lebih memadai. Hal ini mengingat pada
> hari-hari awal
> setelah bencana, sering korban ditangani pada ?RS?
> darurat dan atau
> Puskemas. Untuk ini, perlu konsolidasi/mobilisasi
> RS-RS di kota-kota
> sekitar daerah bencana. Untuk persiapan/
> pelaksanaannya perlu koordinasi
> dengan DEPKES.
> o Untuk evakuasi korban perlu mobilisasi kendaraan
> ambulan dan
> kendaraan yang dimodifikasi untuk berfungsi sbg
> ambulan.
> o Tahap operasi ini dilakukan pada periode awal
> (bersamaan dengan
> operasi SAR) sampai beberapa minggu, tergantung
> situasi bencana dan
> situasi korban.
>
> 3.Penanganan jenazah korban meninggal
> o Untuk operasionalnya mengikuti SOP yang telah ada,
> termasuk
> pencatatan data identifikasi jenazah.
> o Pelayanan informasi kepada keluarga almarhum.
> o Pengurusan jenazah mengikuti tatacara agama dan
> adat (pengurusan
> jenazah pada keadaan darurat), dan pelayanan kepada
> pihak keluarga yang
> akan mengurus jenazah (jika akan diurus sendiri oleh
> keluarga masing-
> masing)
> o Pencatatan data identifikasi jenazah
>
> 4.Konsolidasi manajemen penanggulangan bencana
> o Pengendalian operasi
> o Koordinasi personil, baik dari unit-unit
> birokrasi, polisi,
> militer, maupun para sukarelawan dan penduduk
> setempat
> o Koordinasi data dan informasi serta pengelolaan
> komunikasi
> o Koordinasi pengumpulan bantuan, penerimaan
> bantuan, penampungan
> (gudang), dan distribusi bantuan. Termasuk
> penyampaian informasi mengenai
> daftar jenis bantuan yang diperlukan.
>
> 5.Penetapan kawasan bahaya (jika diperkirakan akan
> terjadi bencana
> susulan dan atau bencana sekunder)
>
> 6.Penanganan pengungsi dan pengadaan kebutuhan dasar
> hidup.
> o Evakuasi pengungsi yang selamat
> o Penetapan tempat-tempat pengungsian
> o Penyiapan tempat pengungsian
> a.Tempat tinggal sementara : mobilisasi
> gedung/rumah, tenda darurat.
> b.Pengaturan pembagian dan penempatan pengungsi,
> termasuk
> pendataan/pencatatan dan pengangkutan para
> pengungsi.
> c.Penyediaan air minum. Sering sulit untuk memasak
> air dalam jumlah
> besar, sehingga perlu diadakan alat penyaring air
> dan/atau kaporit. Juga
> sering sulit untuk mendapatkan tempat penyimpan stok
> air minum dalam
> jumlah besar (tanki air, jeringen, drum, dsb), dan
> tempat air minum untuk
> disimpan oleh masing-masing pengungsi (jeringen,
> botol air minum, termos,
> dsb). Jika dimungkinkan perlu dibuat sumur-sumur
> baru (sebaiknya sumur
> pantek).
> d.Penyediaan makanan. Pada situasi yang sulit untuk
> memasak (terbatasnya
> kompor dan BBM serta tempat untuk dijadikan dapur),
> maka perlu disediakan
> makanan yang siap makan dan berkalori tinggi
> (misalnya biscuit, roti, kue
> kering, korma, dsb), terutama pada periode minggu
> pertama setelah bencana
> dan/atau pada situasi yg tidak memungkinkan untuk
> mengadakan dapur umum.
> e.Penyediaan obat2an dan tenaga medis (dokter
> dan/atau para medis). Untuk
> ini perlu mengacu pada prediksi jenis-jenis penyakit
> dan gangguan
> kesehatan yang potensial terjangkit pada suatu
> bencana, termasuk
> pencegahan timbulnya wabah (mengacu pada PMI dan
> DEPKES).
> f.Penyediaan kakus, termasuk air bersih. Pada
> situasi yang jumlah
> pengungsi cukup besar, apalagi jika akan tinggal
> cukup lama di tempat
> penampungan pengungsi, perlu diantisipasi bahwa
> kakus yang ada tidak
>
=== message truncated ===





__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
http://promotions.yahoo.com/new_mail


--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise