logo       

Re: Numpang tanya alamat: msg#00103

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Numpang tanya alamat

Kalau   MA-77  dan  Eks Gelatik Dalam   nggak  ada  yang  namanya Agus Purnomo. Yang  ada adalah Eddy Purnomo,  bung Hartoyo.  Gimana khabar Prapto SI 76 ?
EP
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, December 21, 2004 5:50 PM
Subject: [itb77] Re: Numpang tanya alamat

Numpang nanya alamat witarto adi (EL-77) dan agus purnomo (MA-77) eks gelatik dalam.
 
Terimakasih,
 
Sri Hartoyo(SI-77)
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, December 07, 2004 5:49 PM
Subject: [itb77] Re: Fw: [Telematika] Email Berita : Infrastruktur, 'Lokomotif' yang Terbengkalai

Teman kita yg di PT. KAI masih mngikuti milis ini ?

--[Begin forwarded message]--

Date: Mon, 6 Dec 2004 10:00:42 +0700
From:
To: ,
Subject: [Telematika] Email Berita : Infrastruktur, 'Lokomotif' yang
Terbengkalai


Berikut kiriman berita dari teman Anda yang beralamat di:
rusdiah-4DLADJoJZZS8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx
----------------------------------------
Pesan Pengirim :
tahun 1939 zaman Belanda ada 6,811 km bentangan rel kereta api dengan
1314 unit lokomotif, sedangkan saat ini tahun 2000 hanya sisa 4,030 km
dan 530 loko motif.. bener ngak sih... kalau begini bagaimana mimpi
membangun mimpi serat optik dan lain sebagainya, karena mempertahankan
yang ada saja sulit ? salam, rr
----------------------------------------


Senin, 06 Desember 2004 00:00 WIB

Infrastruktur, 'Lokomotif' yang Terbengkalai

PERSOALAN infrastruktur, setelah terpendam selama beberapa tahun
terakhir, kini kembali muncul ke permukaan. Pemerintahan SBY mengangkat
lagi isu ini sebagai prioritas pembangunan. Akankah proyek ini berhasil?

Akhir November lalu, di perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di
Vientiene, Laos, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara
terang-terangan mencanangkan fokus pembangunan Indonesia lima tahun
mendatang pada sektor infrastruktur.

Sektor yang sejak terjadi krisis ekonomi di Indonesia sempat
terbengkalai, sehingga saat ini sektor infrastruktur pula cenderung
menjadi penghambat kegiatan perekonomian saat kita hendak bangkit.

[...]

Contoh Thailand

Terlepas dari kendala tersebut Yuke E Susiloputro, arsitek lulusan
Southern California Institute yang juga Presiden Direktur PT Lippo
Cikarang Tbk, pengelola kawasan industri di Cikarang berpendapat,
pembangunan infrastruktur saat ini sebaiknya diawali pada pembangunan
jalan.

Yuke menilai pembangunan telekomunikasi dan teknologi di Indonesia saat
ini sudah cukup pesat dibanding pembangunan jalan. Sehingga akan lebih
baik bila alokasi dana pembangunan infrastruktur dialokasikan pada
pembangunan jalan, untuk memperlancar kegiatan ekspor dan impor.

Pasalnya, saat ini meski di beberapa lokasi di Indonesia sudah ada
kawasan industri dengan fasilitas yang memilik standar internasional,
tetap kalah bersaing dengan negara tetangga hanya karena akses ke
pelabuhan sangat buruk. Selain secara fisik kondisinya semakin tidak
memadai, kemacetan juga merupakan hambatan tersendiri.

Saya dulu ada kenalan karyawan PT KAI, yang tugasnya membangun rel Citayam-Cibinong. Kata beliau, pendanaan untuk menambah panjang jalan kereta api, sulit. Berbeda dengan pendanaan untuk menambah panjang jalan aspal untuk mobil/motor. Karena, kata beliau, biasanya terkait dengan produk yang nanti akan berjalan di jalan tersebut.

Mestinya, para pabrikan dan importir mobil/motor harus ikut "invest" untuk menambah panjang jalan raya, agar produknya bukannya menambah kemacetan jalan Tol, seperti sekarang ini.

Di sisi lain kalau dihitung-hitung, duit yang terkumpul dari dana STNK itu banyak, loh. Kalau sehari SAMSAT Bandung melayani +/- 1500 perpanjangan STNK, @ 500.000,-, sebulan berapa ? Mestinya jalan-jalan di kota Bandung mulus-mulus. Nggak tahu kalau dana itu disubsidi silangkan ke sektor lain.

Pak Habibie dulu pernah punya rencana mau mengupgrade banyak bandar udara di daerah-daerah agar pesawat produk PT DI bisa dioperasikan untuk mendukung sarana perhubungan. Nggak tahu sekarang, gimana kelanjutannya.

Apakah kita masih ngimport lokomotif untuk kereta api ? Jika ya, harusnya negeri yang punya pabrik lokomotif itu harusnya bisa mbantu pendanaan penambahan jalan kereta. Jadi kayak Indosat/Telkom, mau jualan HP, ya harus pasang tower dulu.

salam,


--


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise