logo       

Re: senang melihat bisa beda pendapat tapi tetap sabar [was: Masalah Agama,: msg#00077

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: senang melihat bisa beda pendapat tapi tetap sabar [was: Masalah Agama, Hukum, Politik ? (was: Mohon informasi dari teman-teman yang terbiasa ke Timur Tengah)]


Simfoni Beragama

Seorang tua yang tidak berpendidikan berniat mengunjungi suatu kota
besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan disebuah dusun
terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya dan sekarang menikmati
kunjungan pertamanya ke rumah anaknya yang modern.

Suatu hari, sewaktu berjalan-jalan seputar kota, si orang tua mendengar
suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang
begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sepi dan dia bersikeras
mencari sumber bunyi tersebut. Mengikuti arah suara yang menggangu itu
ke sumbernya, dia melihat sebuah ruangan di dalam sebuah rumah, di mana
terdapat seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.

"Ngiiiik! Ngoook!" berasal dari nada sumbang biola tersebut.

Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola",
dia berpikir bahwa dia tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang
mengerikan tersebut.

Hari berikutnya, di bagian lain kota tersebut, si orang tua ini kembali
mendengar sebuah suara yang mendayu-dayu membelai-belai telinga tuanya.
Dia tidak pernah mendengar melodi yang begitu indah di dusunnya, diapun
mencoba mencari sumber suara tersebut. Sampai ke sumbernya, dia melihat
sebuah ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang
maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.

Seketika, si orang tua ini menyadari kesalahannya. Suara tidak
mengenakkan telinga yang didengarnya dulu bukanlah merupakan kesalahan
dari sang biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar
seorang anak untuk bisa memainkan biolanya dengan baik.

Dari pemikirannya yang sederhana muncullah sebuah kebijaksanaan, si
orang tua mulai berpikir demikian pula halnya dengan agama. Sewaktu
menemukan seseorang religius yang "bersemangat" (baca: fanatik) terhadap
kepercayaannya, tidaklah benar untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah
proses belajar sang pemula untuk bisa "memainkan" agamanya dengan baik.
Sewaktu kita bertemu dengan seorang suci, seorang maestro agamanya,
merupakan sebuah penemuan indah yang memberi inspirasi kepada kita untuk
bertahun-tahun, apapun agama mereka.

Namun ini bukanlah akhir dari cerita. Hari ketiga, di bagian lain dari
kota tersebut, si orang tua mendengar sebuah suara lain yang bahkan
melebihi keindahan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut
anda, suara apakah itu? Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan,
melebihi indahnya suara angin di musim gugur di sebuah hutan, melebihi
suara burung-burung pegunungan yang bernyanyi setelah hujan lebat.
Bahkan melebihi keindahan keheningan pegunungan yang damai di musim
salju pada malam hari. Suara apakah yang telah menggerakkan hati si
orang tua melebihi apapun itu?

Itulah suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.

Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah,
pertama, seluruh anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya
masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk
bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.

"Mungkin ini sama dengan agama," si orang tua berpikir. "Marilah kita
semua belajar dari pelajaran-pelajaran kehidupan dalam inti kesejukkan
kepercayaan kita masing-masing. Marilah kita semua menjadi maestro dalam
cinta kasih di dalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari
agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain
seperti halnya anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan agama lain,
dalam sebuah harmoni!"

Itulah suara yang paling indah.

Sumber: Disadur dari buku "Opening the Door of Your Heart" oleh Ajahn
Brahm



--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.120.000000872.001

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise