|
Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?: msg#00273org.region.indonesia.bandung.itb-77
Memang gampang jadi emosi atau apatis menyaksikan kesemrawutan tentang segala hal di negara kita ini, dari soal kepemimpinan sampai topik hangat minggu ini yaitu etika lalu lintas. Gue pernah nyoba seminggu ngalah terus, memang perasaan agak sedikit enak gitu karena banyak lihat ekspresi kaget dari orang yang saya kasi jalan. Dalam otaknya jelas ada ekspresi "' Tumben ???". Tapi sering2, elo kasi jalan 1-2 orang, yang dibelakangnya langsung mepet, and you end up waiting for another 20 cars, baru kita bisa beringsut maju. Terutama kalau pagi hari dari area warga Alibin. Alamak...kalau nggak dibikin besar hati ini bisa kena lever gua, frustrasi, sedih dll, soalnya yang sering kasi jalan malah taksi , bukan mercy atau bmw... Tapi, jangan dihubungkan ke masalah ras deh, mas. Kalau kita apatis, memang timbul juga pikiran : " jangan2,bangsa melayu kulit berwarna ini secara genetika, memang sudah di plot bakal begini terus, nggak disiplin, suka potong kompas, tukang bakar pencuri kepepet, pemaaf sama koruptor, doyan diinjak2 harga dirinya dll". Tapi kita lihat Thailand dan Malaysia, koq mereka bisa? Jadi sebenarnya masih ada harapan bagi kulit coklat kaya kita2 ini. Cara paling ampuh, kita mulai dari diri sendiri, lalu kita ajari orang2 terdekat kita: istri,anak2, staff di kantor untuk juga melakukannya. Pasti akan ada efek positif walaupun nggak overnight. Yakin deh aku... Allah SWT bikin kita dengan kulit coklat pasti dengan seperangkat kelebihan2 lain yang complementing dengan warna2 kulit lain.. Firaun ? Omongan Firaun kok didengar! Anda Tahu nggak, bahwa seluruh umat manusia ini semuanya berasal dari Benua Afrika ( periksa Anthropologi ). Item semua neh nenek moyang kita dulunya, jadi macam2 karena evolusi aja adaptasi sama kondisi tempat migrasinya yang baru... Sebagai penutup " omelan " ini saya mau kasi joke ya. Seorang murid SD di Papua tanya gurunya : Bu, kenapa matahari hanya ada satu ?. Si Guru nggak bisa jawab secara ilmiah , terus ngomong: Lha, matahari satu aja kamu udah gosong gitu. Gimana kalau dua? " Salam, Amrie ----- Original Message ----- From: "Syafril Hermansyah" <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@xxxxxxxxxxxxxxxx> To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx> Sent: Monday, May 31, 2004 2:27 PM Subject: [itb77] Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ? > On Mon, 31 May 2004 14:19:12 +0700 > amrie <amrie-J6gWe9ToME9fdKPCbzOlWryscVyMRj84@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > > > Soal traffic, masak sampai ke soal warna kulit, seh??? > > Kata Aristo itu Hukum Firaun atau bisa juga dibilang "kutukan firaun", nah > tinggal percaya atau tidak dg omongan Firaun ^_o > > > -- > syafril > ------- > Syafril Hermansyah > > > > -- > Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 > Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha > Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet > Rekg No.025.01.23831.00.8 > > Webnews & Online archive: > http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id > > -- Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8 Webnews & Online archive: http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?: 00273, Eniman Y. Syamsuddin |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?: 00273, Eniman Y. Syamsuddin |
| Previous by Thread: | Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?i: 00273, Syafril Hermansyah |
| Next by Thread: | Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?: 00273, Firman Carol |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |