logo       

Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?: msg#00272

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Budaya Melayani, bisakah diterapkan di Indonesia ?

Pitit,
Kalau pakai tanda L dimobil berarti sang suami harus selalu disertai
instruktur lho. Otherwise pelanggaran.
Memang menyalakan headlamp sesaat di Inggris berarti memberi jalan.
Sangat bertolak belakang dengan kebiasaan di Indonesia. Kalau kita
menyalakan lampu berarti "melotot" awas lho aku duluan !
Saya jadi ingat cerita teman dari FI ITB yang sellau menyalakan lampu
besar bila ingin mendahului mobil di motorway Inggris. Jadi aja yang
didahului geleng-geleng kepala :-)
Saya pikir berlalulintas di Inggris memang salah satu yang paling sopan
di dunia, paling nggak dibanding beberapa negara lain yang pernah saya
kunjungi.
Dalam ujian untuk mendapatkan driving licence di Inggris yang sangat
diperhatikan oleh pengujinya adalah sikap menyetir. Sedang kemmapuan
praktis tidak banyak diuji. Makanya bagi yang udah bulukan nyetir di
Indonesia susah sekali lolos ujian SIM disana.


salam,

eniman,
yang dapet SIM Inggris setalah ujian kedua kalinya :-)


On Sun, 30 May 2004, Kristina Tambunan wrote:

> Ikut nimbrung nih .... Saya punya pengalaman yg sama d
> Inggris. Suami yg nyetir kasih lampu besar minta jalan
> duluan, ternyata di Inggris artinya sebaliknya ....
> Akibatnya hampir tabrakan, belum lagi di omel2 in
> orang .... Sejak itu suamiku masang huruf L (Learning
> ?) di mobilnya, walau pun udah ber puluh2 tahun nyetir
> di Ind. Takut ada aturan2 yang nggak sama dgn
> kebiasaan kita .... Jadi, soal lampu ini, kayaknya
> memang kita yg beda ..... (seperti juga banyak hal2
> lain yang "khas" Indonesia ... hehehe ...)
>
> Pitit
>
> --- bp-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote:
> > Boss, rasanya bukan hanya di Jepang deh, waktu di
> > Swedia aku perhatikan juga seperti itu tuh
> > aturannya. Jadi menurut aku itu hanya suatu
> > perjanjian umum saja, kalau kasih lampu besar
> > artinya silahkan jalan, sedangkan kalau kasih lampu
> > besar di Indonesia artinya minta jalan.
> >
> > Kalau budaya melayani sebenarnya di kita juga sudah
> > ada sejak dulu, makanya sempat dijajah sampai lebih
> > dari 3,5 abad..... hahahaha
> > Problemanya buat aku mungkin adalah kesabaran untuk
> > mengikuti proses, itu yang kurang di kita, semuanya
> > keinginannya adalah model instant, makanya yang
> > banyak di kita adalah management by result, bulan
> > management by proses.
> >
> > salam,
> > bp
>
>
>
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger.
> http://messenger.yahoo.com/
>
>
> --
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>


--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise