logo       

Re: Iklan Capres itu mahal: msg#00210

org.region.indonesia.bandung.itb-77

Subject: Re: Iklan Capres itu mahal

Dear Kang Yayak,

Susah nih kalau gua sendiri yang disuruh jawab, padahal soal cara kampanye
dan dananya bukan urusan ane. Tapi baiklah aku coba menjelaskan secara
obyektif.

Opsi selain iklan di media massa adalah :
1. Direct Marketing / Relationship Marketing. Materi program langsung
di kirim ke konstituen. Kendala:
biaya lebih besar untuk menghubungi minimal 120 jt orang serta belum ada
data base terintegrasi dan memadai.

2. Personal Selling. Kampanye langsung ke key and decisive areas . Cara
begini selain mahal juga , kendala utama adalah waktu.

Jadi, kalau dilihat dari opsi ini, kampanye lewat media massa lebih
feasible.

Soal content lain lagi. Gua terus terang khawatir dgn cara2 kampanye
wapres/cawapres yang pada memanfaatkan celah sebelum Juni. Bisa jadi
bumerang, neh! Sejatinya aku udah malas juga coba urun rembug ke Team
Sukses, bahwa ini kampanye tentang Manusia, nggak bisa di pakai metode
kampanye produk semata-mata. Tapi kita lihat saja nanti bulan Juni... Ada
kejutan manis, gak. Kalo gak ada ya golput aja, gitu aja koq repot....:-)

Amrie


----- Original Message -----
From: "Yayak Yatmaka" <ismaya-hi6Y0CQ0nG0@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Friday, May 21, 2004 7:43 PM
Subject: [itb77] Iklan Capres itu mahal


>
> Boss Amrie dan kawan2,
>
> Nanya nih,-berdasar dongeng di bawah- apakah cara pengiklanan lewat koran
> atau media elektronik,
> untuk hanya beberapa hari/saat dan dengan biaya semahal itu efektif untuk
> mendulang dukungan? Seberapa jauh? Barang daganganMu terbukti tertinggi
> merogoh kocek dan memancing calon yang lain untuk ikutan beradu cara yang
> sama. Siapa berani dan mau menghitung akan bisa dipakai mendidik berapa
> mahasiswa ITB sampai selesai kuliah atau berapa tahun ngedidik ribuan anak
> SD atau seberapa jalan program tawaran para ahli (ITB 77) dengan duit
> sebanyak itu? Iklan A/S bahkan dipakai untuk nyari sumbangan yang nantinya
> akan habis juga untuk beriklan2an itu lagi. Gatoloco....
>
> Ingat berapa ongkos yang sempat diambur-ambur oleh para peserta konvensi
> tempo hari? Apa hasilnya (mis: Capres Prabowo)?
>
> Adakah alternatif cara kampanye lain yang langsung berguna dan lebih
> mendidik serta lebih langgeng, kreatif dan produktif? Kampanye resmi belum
> mulai. Berapa lagi yang nantinya dicadangkan untuk nanti? HH/AG butuh
> minimal 160 M saja. Walah,walah...
>
> Bisakah agak sedikit buka2 ilmu di dapur, Bung Amrie?
>
>
> Terus maju danm merdeka,
> YK
>
> -----------------------
> SBY-Kalla Paling Banyak Keluarkan Ongkos Iklan Capres
> Reporter: Astrid Felicia Lim
>
>
> detikcom - Jakarta, Iklan para capres di koran diam-diam diamati dan
> dihitung ongkosnya oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Hasilnya,
pasangan
> SBY-Kalla mendominasi dan mengeluarkan dana iklan paling besar di antara
> pesaingnya.
>
> ICW menyatakan, pihaknya telah melakukan rekapitulasi iklan
capres-cawapres
> periode 26 April sampai 17 Mei 2004 di tiga koran nasional yaitu Koran
> Tempo, Kompas dan Media Indonesia dan satu harian daerah yaitu Kaltim
Post.
>
> Berdasarkan rekapitulasi tersebut, pasangan SBY-Jusuf Kalla memiliki
> pengeluaran terbesar yaitu Rp 1.078.605.000 (Rp 1 miliar lebih). Biaya ini
> dihitung berdasarkan harga aktual tiap media dan jumlah pemasangan tiap
> iklan.
>
> Demikian disampaikan ICW dalam keterangan pers di kantornya, Jl.Kalibata
> Timur, Jaksel, Jumat (21/5/2004). Sedangkan capres-cawapres lain yang juga
> sudah memasang iklan di koran-koran tersebut adalah Wiranto (tampol
> sendirian) Rp 257.350.500. Megawati (tampil sendirian) Rp 124.740.000.
> Terakhir adalah pasangan Amien Rais-Siswono mengeluarkan Rp 115.830.000.
>
> Menurut Wakil Koordinator ICW Luky Djani, ICW hari ini akan
menindaklanjuti
> hasil rekap rekapitulasi ke KPU. Tujuannya, supaya KPU mengeluarkan
> peraturan mengenai kampanye Pemilu Presiden. Ini termasuk soal kapan para
> calon boleh mulai memasang iklan, batasan dana yang dikeluarkan dan
rekening
> yang boleh dibuka oleh para calon.
>
> "Karena sekarang ini banyak calon yang sudah mulai memasang iklan dan
> membuka rekening sumbangan," kata Luky.
> (nrl)
>
>
>
>
>
>
> --
> NEU : GMX Internet.FreeDSL
> Ab sofort DSL-Tarif ohne Grundgebühr: http://www.gmx.net/dsl
>
>
>
> --
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>
>




--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise