|
|
Pengawasan Produk Makanan: msg#00208
org.region.indonesia.bandung.itb-77
|
Subject: |
Pengawasan Produk Makanan |
Masih ingat tragedi biskuit beracun dulu ?
Tragedi seperti itu sangat mungkin terulang kembali bila pengawasan produk makanan di Indonesia tetap seperti sekarang ini .. yg pasti <tanpa disadari> banyak diantara kita dan anak-anak kita telah mengkonsumsi makanan yg membahayakan kesehatan seperti berikut ini ..
Tahukah anda bahwa:
1. Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. Namun ternyata para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan menambahkan pupuk ZA * yang sebenarnya tidak layak untuk food production.Perusahaan besar seperti Sari Coco, dlsb. yang dijual di pasar grosir,mengumpulkan produk dari pembuat nata de coc rumah tangga dan lalu mengemasnya menjadi menarik.
2. Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar Vit. C dalam berbagai buah dan juga produk jadi berlabel "Vitamin C". Tes dilakukan dengan endophenol yang dari biru akan berubah putih jika ditetesi Vit. C alias asam karboksilat. Penemuan menunjukkan bahwa jeruk i
mpor lebih banyak Vit C dibandingkan jeruk lokal.Beberapa produk komersial seperti
minuman kotak, botol dlsb ternyata memakai "sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C samasekali. Produk bubuk "N....Sari" yang sangat terkenal, sedikit lebih canggih.Mereka menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai kataalis. C.Artinya memang akhirnya ada vit C tapi bukan asli Vit.C. Jadi Vit C. aspal.
3. Es mambo. Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang hijau santan pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula samasekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual. Saya lupa namanya, nama kasarnya biang gula.
4. Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya untuk tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik yang kuat dan hebatnya murah meriah. Tampaknya buk
an ini saja, banyak pembuat limun, sirup, permen, sosis,dan bahkan kemungkinan
masakan kerang di warteg, juga merah mengandung zat ini.
5. Hampir Semua produk mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin. Ini juga sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dlsb. Poin 4 dan 5 saya ambil dari artikel KOMPAS.
6. Hampir semua pedagang goreng-gorengan ( tempe, tahu, bakwan, pisang, dlsb ) menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat ganda. Kupikir paling aman beli di pagi hari karena mungkin mereka baru menggorengnya. Ternyata ada yang menyimpan kembali minyak kemaren sore dan menggunakannya di pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan dan meyakinkan benar bahwa setiap pagi selalu minyak baru.
Catatan (*): Saya sempat cross-check pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de Coco bahwa betul di
pakainya bahan campuran pupuk ZA ( Zink Amonia ) untuk mempercepat proses fermentasi,
dengan takaran : 90 litre air @ 250 ml pupuk ZA
Nah jika anda ingin tahu produk-produk lain dan bisnis online kunjungi < <http://mq-net.com/?id=1AC3000> http://mq-net.com/?id=1AC3000> <http://mq-net.com/?id=1AC3000> http://mq-net.com?id=1AC3000 Demikian Semoga bermanfaat
Do you Yahoo!? Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70/year
|
|