|
| <prev next> |
Apakah Yesus itu manusia ataukah Allah ?: msg#00307culture.religion.healer.mayapada
Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya. Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa mengasihi Putera-Nya, bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib. Ia menderita sakit, berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia. Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah ?! Saya mencoba mencari persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat. Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh sebab itulah Ia harus menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini. Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Allah Bapa perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus adanya. Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: “Kenapa Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia berada di kayu salib. Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan sebagian dari Trinitas, tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Allah Bapa. Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku…(Yohanes 11-43) jadi wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama Sabakhtani“ Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang sebelumnya. Maranatha Mang Ucup – The Drunken Priest Email: mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx Homepage: www.mangucup.org -- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006 13:45 Mayapada Prana Quotes: "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God" - Sathya Sai Baba Mayapada Prana Links: <*> Indonesian Lesbian Forum http://www.voy.com/6346/ <*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship http://groups.yahoo.com/group/gibf <*> Bike To Work Indonesia http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia <*> Food Combining Indonesia http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | * A Letter from God *: 00307, Mayapada Prana |
|---|---|
| Previous by Thread: | * A Letter from God *i: 00307, Mayapada Prana |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |