logo       

Tokoh Masyarakat Serukan Penghapusan Kolom "Agama" dalam KTP: msg#00305

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Tokoh Masyarakat Serukan Penghapusan Kolom "Agama" dalam KTP

Tokoh Masyarakat Serukan Penghapusan Kolom "Agama" dalam KTP

Antara

Permadi bisa mengusulkan agar FPDI-P mengusung tema dan seruan ini ke
DPR untuk dihapuskan. Sebagai sebuah langkah kecil namun penting
bangsa ini kearah keadaban abad 21! Tokoh Masyarakat Serukan
Penghapusan Kolom "Agama" dalam KTP Jakarta, (Analisa) Jumat, 2 Maret
2007 Sejumlah tokoh masyarakat dan anggota LSM Gerakan Integrasi
Nasional di Jakarta menyerukan penghapusan kolom "agama" dari kartu
tanda penduduk (KTP) karena dinilai dapat menimbulkan praktik
diskriminasi dan berpotensi menimbulkan perpecahan. "Kolom agama
dalam KTP adalah senjata bagi orang-orang tidak bertanggung jawab,
bahkan bisa membuat orang saling bunuh," kata Spiritualis Lintas
Agama Anand Krishna, di Jakarta, Kamis. Anand mengungkapkan banyak
perselisihan dan pertikaian terjadi di Indonesia (di antaranya
kerusuhan Poso) salah satunya karena masalah agama yang dilihat dari
KTP seseorang, bahkan agama seseorang yang tertera pada KTP membuat
seseorang terdiskriminasi ketika pekerjaan.
Tokoh Muhammdiyah, Dawam Rahardjo mengatakan penghapusan kolom agama
dari KTP tidak akan menghapus identitas seseorang, sebab dalam KTP
tetap tercantum nama, alamat, tempat dan tanggal lahir
seseorang. "Apa gunanya mencantumkan kolom agama dalam KTP, itu hanya
untuk kebutuhan statistik saja," ujarnya. Dawam mengungkapkan
diskriminasi di bidang pekerjaan itu memang telah terjadi sejak lama.
Menurut dia, ada beberapa perusahaan lebih memilih karyawan yang
seagama dibandingkan yang berebeda agama. Sementara itu tokoh PDIP
yang juga anggota DPR RI di Komisi I, Permadi mengatakan pencantuman
kolom agama akan berpengaruh pada banyak hal dan berpeluang
dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Acara yang dikemas dalam
dialog "Sebuah Seruan demi Keselamatan Anak Bangsa" ini di gelar oleh
LSM "Gerakan Integrasi Nasional". LSM ini memiliki 24 perwakilan di
kabupaten di Indonesia dan empat perwakilan di luar negeri, yakni
Australia, Lebanon, Singapura, dan Belanda. Ketua Gerakan
Integrasi Nasional, Maya Safira Muchtar mengatakan penghapusan kolom
agama dalam KTP adalah hal penting yang harus dilakukan pemerintah
untuk mencegah terjadinya bencana sosial akibat konflik antaragama.
Menurut dia, di seluruh dunia kecuali Arab dan Indonesia, dalam kartu
identitas tidak terdapat lagi kolom KTP. "Karena itu kami mendorong
pemerintah agar menghapuskan kolom agama sehingga menghilangkan
diskriminasi dan pada akhirnya dapat menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa," ujar Mira.
http://groups.yahoo.com/group/SANTRI_KIRI/join



Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/


<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise