logo       

Kenapa Isa Al Masih Tidak Di Shalawat, apakah karena Dia Mampu menghapus d: msg#00296

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Kenapa Isa Al Masih Tidak Di Shalawat, apakah karena Dia Mampu menghapus dan Mengampuni Dosa Manusia ?

Dear all :)))

Shalawat Nabi :
Dasar Hukumnya adalah Al Qur'an  33: 56
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat- Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
~~~
Umat Islam (Muslimin&Muslimah) WAJIB mendoakan Nabi Muhammad SAW supaya boleh diizinkan masuk sorga (Supaya Selamat) !!!
Kenapa  umat Islam harus mendoakan atau bershalawat Nabi ?
Disisi lainnya istilah Sholawat sebagaimana yang terdapat didalam surah al-Ahzab 33:56 bisa juga dimaknai sebagai sebuah cara atau metode dalam memegang ataupun mensugesti diri terhadap prinsip ajaran Allah melalui Nabi.

Doanya sbb. :

Dasar Doa diambil dari : Hadits Sahih Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah. sbb. :

 Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad. (Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad).

 Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).
 
Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
&n bsp;Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad. (Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad).

 Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).
 
Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).

~~~~~~~~~~~

Doa ini sebenarnya juga seharusnya mendoakan nabi Ibrahim dan nabi2 lainnyakecuali nabi Isa Al Masih, Kenapa ???

Karena nabi Isa AS adalah nabi satu-satunya yang tidak berdosa dan  paling suci didunia, dan J ustru Nabi Isa AS mampu menghapus  dan mengampuni dosa manusia dan berkuasa membawa manusia naik Kesorga !!!!

~~~~~
Apakah ada buktinya bahwa Isa Al Masih itu Orang Yang Tidak Berdosa ?
 

Isa Al Masih, Orang yang Tidak Berdosa
 
Salah satu sifat yang unik dari Isa Al Masih adalah ia tidak berdosa, sementara manusia lainnya bahkan nabi-nabi sekalipun, di suatu saat sadar atau tidak sadar pernah bersalah dalam pikiran atau perbuatannya.  Hanya Isa Al Masihlah yang tetap suci.
            Di dalam Al-Qur?an banyak bukti-bukti yang menunjukkan Adam, Musa dan Muhammad semuanya pernah berdosa.  Ibrahim sendiri menemukan dirinya perlu bertaubat, meskipun hubungannya dengan Allah dekat dan Al-Qur?an sendiri mengungkapkannya dalam suatu soal jawab dengan Allah suatu waktu, ayat itu berbunyi seperti berikut:
 
Setelah Ibrahim merasa rasa takutnya  hilang bahkan mendapat berita gembira, mulailah dia berbincang-bincang dengan Kami tentang kaum Luth.[5]
 
                Meskipun Ibrahim sangat dekat dengan Allah, ia masih mengungkapkan perlunya meminta pengampunan kehadirat Allah:
 
?Yang menciptakan aku, dan Dia-lah yang menunjuki aku.  Dan yang memberi makan dan minum-ku.  Jika aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku. Dia yang mematikanku, kemudian Dia pula yang menghidupkanku kembali di akhirat.  Dia-lah yang sangat kuharapkan sudi mengampuni kesalahanku pada Hari Pembalasan?. [6]
 
            Musa yang dikasihi Allah di mana Dia langsung berbicara dengannya, [7] juga menemukan dia perlu meminta pengampunan setelah ia menyerang dan membunuh seorang warga Mesir, dan mengatakan:
Musa berdoa: ?Ya Tuhanku!  Bahwasanya aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri, karena itu ampunilah aku?.  Lalu Allah mengampuninya.  Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Penyayang. [8]
 
            Begitupun Daud meminta pengampunan Tuhannya sambil menjatuhkan dirinya ke tanah, bersuj ud dan meminta ampunan. [9]
            Jadi ketiga Nabi tersebut: Ibrahim, Musa dan Daud menyadari perlunya pengampunan dari Allah.
            Nabi Muhammad juga menemukan dosa-dosanya, sebelum ia diangkat sebagai nabi, di mana ia merasa berat
menanggungnya.  Hal ini dibenarkan dalam Al-Qur?an:
 
?B ukankah Kami telah melapangkan dadamu?  Dan Kami telah menurunkan bebanmu yang telah memberati punggungmu?? [10]
 
            Beban yang dipikul Nabi Muhammad di punggungnya bukan berupa beban fizikal, tetapi beban rohaniah .  Kata (Wezr) yang diterjemahkan sebagai ?beban? dalam ayat tersebut di atas merupakan kata  khusus yang bererti dosa dalam bahasa Al-Qur?an.  Contoh dalam Al-Qur?an 16:25 yang menyatakan: ?Kami takdirkan mereka berucap demikian, supaya mereka memikul dosanya (awzar, jamak kepad a wezr) sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, berikut dengan seBahagian dosa dari orang-orang yang mereka sesatkan karena tidak mengetahui.  Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul.? (Lihat juga pada Al-Qur?an 6:31, 6:164, 17:15, 20:100, 35:18).
            Sementara Al-Qur?an menyatakan dosa-dosa yang terdahulu dalam fakta kehidupan Nabi Muhammad, dikatakan juga tentang dosa-dosa ?kemudian?:
 
Supaya Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan memimpinmu ke jalan yang lurus. [11]
 
            Ini juga disahkan oleh Hadis yang mengatakan Nabi Muhammad dahulu terbiasa  ?memohon pengampunan dan menghadap Allah bertaubat lebih dari tujuh puluh kali sehari? [12] Bukhari mencatat doa Muhammad meminta pengampunan sebagai berikut:
 
Ya, Allah! Ampunilah kesalahan-kesalahan ku dan kelalaiank u yang melampaui batas kebenaran dalam perbuatan-perbuatan ku; dan ampunilah apa saja yang Engkau paling ketahui daripadaku sendiri. Ya Allah! Ampunilah kesalahan-kesalahan ku yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, yang tidak disadari sebagai olok-olok atau yang lebih berat, dan semua yang ada dalam diriku [13]
 
            Memang benar ia terus meminta pengampunan sampai nafasnya yang penghabisan. [14]
            Dosa-dosa seluruh umat manusia dibenarkan lebih jauh lagi oleh Hadis yang mengatakan: ?Syetan selalu bercokol dalam pikiran manusia seperti darah mengalir dalam tubuhnya.? [15]
            Kecuali seorang manusia yang oleh Al-Qur?an ataupun Hadis dianggap suci dari dosa adalah Isa Al Masih.  Ia tidak pernah berbuat dosa, tidak berbuat kesalahan dan tidak pernah melewati batas-batas yang telah ditetapkan All ah secara sengaja atau karena berbuat bodoh, secara olok-olok atau secara serius, secara sengaja ataupun tidak sengaja.  Isa Al Masih digambarkan dalam Al-Qur?an 19:19 sebagai ?seorang putera yang suci (zakeyia)? [16] , bahkan sebelum dilahirkan.  Baidawi menjelaskan bahwa ?seorang anak yang suci berarti suci dari dosa-dosa?.  Di dalam seluruh ayat-ayat Al-Qur?an, tidak ada lagi yang digambarkan sebagai yang suci kecuali Isa Al Masih. [17]
 
            Hadis juga menyatakan bahwa Isa Al Masih sebagai orang yang tidak berdosa. Bukhari, contohnya mengaitkannya dengan Hadis berikut:
 
Ketika setiap orang dilahirkan (tersurat: semua anak Adam begitu semasa mereka dilahirkan), Syetan menyentuh (tersurat: menggosok) kedua belah badannya dari kanan dan dari kiri dengan kedua jarinya, kecuali Isa anak Maryam, meskipun ia juga dicoba tapi tidak berhasil. [18]
 
            Baidawi menerangkan arti dari ?sentuhan atau gosokan? Syetan sebagai ?upaya menggoda setiap bayi yang baru lahir sehingga anak tersebut bisa dipengaruhinya? . [19]   Syetan, musuh berbuyutan Allah dengan demikian berjuang dengan cara yang tidak adil.  Ia mencari jalan menggoda orang dari saat pertama mereka mulai hidup, dan hanya seorang manusia yang bisa menguasai Syetan dalam babak pertama ini.  Ia adalah Isa Al Masih. Suyuti mengutip Ibni ?Abbas, yang mengatakan:
& nbsp;
Di antara mereka yang dilahirkan, hanya Isa anak Maryam yang tidak disentuh oleh Syetan dan tidak bisa ditaklukkan olehnya. [20]
 
            Mengapa Isa tidak bisa tertandingi dan berbeda? Beberapa orang mengatakan bahwa karena ia diurapi:
 
Ia dinamakan Al Masih karena ia diurapinya sehingga membuat dia jadi suci dari dosa-dosa, atau karena ia diurapi oleh sayap Malaikat J ibril dan dijaga dari sentuhan Syetan, atau Al Masih berarti orang yang salih. [21]
 
            Ada orang-orang yang membedakannya dari sifatnya yang batiniah secara rohaniah  Isa Al Masih itu sendiri.  Razi mengatakan:
 
Rohnya (Isa Al Masih) adalah suci, tinggi derajatnya, syurgawi; terang benderang dengan cahaya kemulyiaan dan sangat dekat dengan roh-roh para malaikat. [22]
 
            Jadi Isa Al Masih seperti malaikat-malaikat yang tidak perlu memohon pengampunan untuk diri mereka.  Ia tidak berdosa.
            Gelar Isa yang menyandang ?Roh Allah? juga membuktikan kesucian.  Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa ia disebut ?Roh Allah? karena:
 
Adal ah menjadi kebiasaan orang yang menggambarkan sesuatu yang benar-benar suci dan bersih , mereka menyebutnya sebagai roh.. [23]
 
            Ukuran tentang sampai di mana sucinya kenyataan Isa adalah seperti berikut: Allah, Yang Maha Tinggi, Dia sendiri menyebut Isa adalah ?Roh dari Allah?.  Sementara setiap umat manusia telah ingkar dari kesetiaannya kepada Allah dan tidak lagi takut kepada Allah di suatu ketika dalam sejarah hidupnya tetapi Isa Al Masih tetap suci bersih, tidak disentuh oleh Syetan.
            Rasa takut kepada Allah merupakan suatu tolok ukur keimanan seseorang di mata Allah, sebagaimana ayat Al-Qur?an menyatakan:
 
Hai manusia! Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.  Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.  Yang teramat mulia di antaramu di sisi Allah, ialah orang yang lebih bertakwa.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal. [24] .
 
            Adalah semata-mata ketaqwaan atau kesalihan, dan bukannya tanda-tanda keindahan duniawi, kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang sebagai status di hadapan Allah. Nabi-nabi dan para malaikat juga ditentukan statusnya oleh ketaqwaan mereka.  Tetapi malaikat lebih tinggi derajatnya daripada nabi-nabi karena:
 
Mereka para malaikat yang memangku Singgasana dan yang berada di sekitarnya menyuarakan puji kepada Tuhannya, beriman kepada-Nya dan meminta ampun untuk orang-orang beriman... (Al-Qur?an 40:7-9)
 
            Razi mengulas:
 
Banyak ilmuwan menafsirkan ayat-ayat ini [25] sebagai suatu kesimpulan bahwa para malaikat lebih tinggi derajatnya daripada manusia.  Mereka mengatakan bahwa para malaikat tidak perlu memohon pengampunan bagi dirinya, karena bila mereka perlu pengampunan, mereka semestinya meminta pengampunan buat diri mereka sendiri terlebih dahulu, seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad: ?Mulailah bertaubat untuk diri sendiri?.  Juga Allah&nb sp; mengatakan kepada Nabi Muhammad: ?... Maka ketahuilah (ya Muhammad) bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan minta ampunlah (kepada-Nya) untuk dosa engkau dan untuk (dosa) orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan.  Allah mengetahui tempat mencari penghidupanmu dan tempat diammu? (Al-Qur?an 47:19).  Jadi Allah memerintahkan Muhammad untuk memohon pengampunan terlebih dahulu buat dirinya baru kemudian untuk orang lain ... Dan karena Allah tidak menyebutkan bahwa para malaikat tidak meminta pengampunan buat mereka sendiri, kita bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak perlu meminta pengampunan.  Para nabi perlu pengampunan dari Allah dan ini sangat jelas dari firman Allah kepada Muhammad.  Kalau memang ini dipegang teguh maka semakin jelaslah bahwa para malaikat lebih tinggi daripada manusia. [26]
 
            Dengan tidak perlunya pengampunan bagi para malaikat, nampaknya mereka lebih sempurna dalam kepatuhannya dan rasa takutnya kepada Allah, jadi mereka lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya daripada manusia.  Tidak seperti halnya dengan manusia, para malaikat tidak perlu meminta pengampunan karena mereka terbebas dari dosa.  Isa Al Masih bisa disejajarkan dengan malaikat dan oleh karena itu, ia adalah sama-sama suci.
 



sethiadi <sethiadi@cbn. net.id> wrote:

Terima kasih banyak atas jawaban Anda yang sangat lengkap dan terperinci. Saya kagum atas pengetahuan Anda. Semoga tulisan Anda jadi berkat bagi para pemillis di debat-alkitab ini dan dimillis lain. Semoga juga orang Indonesia menyimaknya dengan teliti untuk pengertian yang lebih dalam mengenai keadaan di-Timur Tengah dan Indonesia.
 
Ada satu pertanyaan lagi yang ingin sekali saya terima jawabannya dari Anda. Dari sebuah doa shalawat orang Islam menurut  yang saya baca, kalau tidak salah dari Yusuf Ronni, ada sebuah doa yang mendoakan agar Muhammad diterima disisi Allah. Ada orang Islam yang mengakui hal ini, tetapi ada yang membantahnya. Sebetulnya ada doa seperti itu ada atau tidak? Katanya doa itu dikumandangkan sa mpai sekarang. Betulkah ini? Kalau memang ada, tolong sebutkan doanya dalam bahasa Indonesia dan kalau bisa dalam bahasa Arab.
 
Salam. Stanley Sethiadi.
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, March 29, 2007 12:07 AM
Subject: To Stanley Re: [debat-alkitab] Head Line News : Kaum Fundamentalis Islam di Indonesia, bacalah..... ..Penting. ......... ...!!!

Hamas dan Al-Fattah merupakan organisasi Islam di Palestina, keduanya memperjuangkan Hak Tanah Palestina dari Israel, yang tadinya juga memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Keduanya termasuk aliran keras,  Islam fundamentalis, berjihad dan perlawanan dengan senjata lah yang dapat menuju kekemenangan.
Hamas singkatan dari harakah al muqawamah al islamiyyah yg dikenal dgn gerakan perlawanan islam adl organisasi anti pendudukan Israel di Palestina yg sgt dikenal dikalangan masyarakat palestina di jalur Gaza. Organisasi sayap militernya Brigade Izzuddin Al-Qossam, berjuang dengan perlawanan senjata. Jadi tujuan merebut kembali tanah Palestina di Israel dg doktrin jihadnya melawan Israel.
Al-Fattah yang mengandung arti Maha Membukakan. Allah SWT membuka benda yang tertutup, kemudian ia berkembang, dan hasilnya ialah kemenangan/kejayaan . Allah SWT buka dan bebaskan sesuatu daripada segala halangan.
Pernyataan Haniyah dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang juga pimpinan Al-Fattah, tetap berbeda mengenai masa depan perjuan gannya untuk melawan Israel.

Haniyah tetap berpandangan, kunci untuk merdeka dan berdaulat adalah menghabisi Israel yang menjajah serta menginjak-injak hak bangsa Palestina dan merampas tanah negeri tersebut.

Sebaliknya, Abbas, meski juga berpandangan bahwa Israel adalah koloni yang menghabisi hak dan tanah bangsa Palestina, dalam perjuangan untuk menjadikan Palestina berdaulat, dia memilih memberi tempat untuk berdamai dengan Israel.

Dari sisi itu saja, nampaknya, sangat sulit dan patut pesimistis bahwa pemerintahan baru tersebut bisa kukuh dan bertahan dalam jangka sangat lama.

Justru, yang dilihat banyak analis Timur Tengah, tekanan regional dan internasional lebih banyak mendorong terciptanya pemerintahan koalisi tersebut.

Negara-negara Timur Tengah pemberi sokongan dana besar terhadap perjuangan Palestina seperti Arab Saudi selama dua tahun terakhir ini sejak H amas memenangi pemilu Desember 2005 terus menekan pemerintahan Haniyah agar mengurangi jalan kekerasan, ekstrem, konservatif, dan ekslusif untuk melawan Israel.

Bahkan, cara-cara kekerasan dan konservatif itu memicu konflik internal yang kian buruk di internal faksi-faksi perjuangan Palestina. Hamas dan Al-Fattah sekadar â??berperangâ?? melawan Israel, tapi justru ini yang memalukan bertempur sendiri untuk menunjukkan kekuatannya di dalam negeri.

Terciptanya koalisi tersebut juga disebabkan adanya tekanan Barat berupa boikot terhadap bantuan yang disalurkan ke Palestina jika Hamas tidak melepaskan tentara Israel, Gilad Shalid, yang diculik militan Palestina pada Juni 2006.

Karena itu, setelah menyodorkan kabinet baru hasil koalisinya ke Parlemen dan Presiden Mahmoud Abbas untuk meminta persetujuan, Haniyah mengeluarkan pernyataan moderat. Yakni, akan berunding dengan penculik Shalid agar melepaskan dia.

Dalam waktu singkat ini, ujian pertama pemerintahan koalisi pimpinan Haniyah adalah meneguhkan soliditas. Jika ujian kebersamaan dan persatuan tersebut bisa dilalui dengan baik serta bertahan dengan kukuh, perjuangan melawan Israel optimistis lebih berhasil.

Dengan kata lain, ujian sesungguhnya pemerintahan koalisi (baru) Palestina adalah melawan diri sendiri. Bukankah semua orang tahu bahwa perjuangan bangsa Palestina selama ini dirusak oleh anak kandungnya sendiri? Oleh pertikaian abadi para perjuang Palestina yang merasa paling benar.

Potret Palestina juga menggambarkan dunia Islam, dimana masing-masing kelompok merasa paling benar, maka sering kedua kelompok tersebut saling berebut kekuasaan untuk mempertahankan kebenaran itu..
Baru2 ini mereka telah sepakat berkoalisi dan telah diadakan perundingan, sehingga Hamas dan Fattah  (dua kelompok di Palestina) tersebut telah berhasil membentuk pemerintahan nasional bersatu," .Kita lihat saja akan bertahan berapa lama, karena keadaan mulai menegang kembali dengan Israel akibat di-issue-kannya pembuatan terowongan melalui mesjid Al-Aqsa, tapi issue2 itu telah disangkal oleh Israel.
~~~~~
Pada garis besar Shyi'ah percaya imam mahdi, contoh di Iran ada wakil Imam Mahdi, sebagai imam Mahdi Negara yi Imam Khameini dianggap sbg waki Imam Mahdi.
Sedangkan Sunni, imam Mahdi  belum lahir,  Syi'ah sudah lahir yaitu  Imam Mahdi yakni putra Imam ke-11 (Hasan Al-Asykari), tetapi sekarang sedang dalam ghaib kubra, berada di tempat yang hanya Allah ya ng tahuâ?¦
Menurut Syiah, Imam Mahdi bernama Muhamad bin Hasan, sedang kebanyakan Suni berpendapat bernama Muhammad bin Abdullahâ?¦
 
Bacalah buka wb ini :
 
 
Mungkinkah Syi'ah dan Sunnah bersatu ?
22 February, 2007
â?? Tingkat pembahasan: Lanjutan
Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasul termulia, keluarga dan seluruh sahabatnya. Wa Baâ??du.

Seruan kepada taqriib (pendekatan) antara agama S yiâ??ah Imamiyyah Itsna â??Asyariyah dengan selain mereka dari kalangan Ahlusunnah, Zaidiyyah dan Ibadiyyah yang gencar di kumandangkan pada tahun-tahun terakhir ini telah menarik perhatian banyak orang untuk mengkaji permasalahan ini secara ilmiah. Dan shohibul fadhilah, penulis besar Islam Sayyid Muhibbuddin Al Khathiib telah melakukan pengkajian ini melalui buku-buku utama sekte Syiâ??ah guna mencari sarana taqriib ini dalam buku-buku tersebut. Dan terbukti bagi beliau bahwa terwujudnya taqriib adalah suatu hal yang mustahil. Hal ini dikarenakan para penggagas agama Syiâ??ah tidak menyisakan satu sarana pun untuk terjadinya taqriib tersebut. Mereka telah menegakkan agama Syiâ??ah di atas pilar-pilar yang bertentangan dengan syariâ??at Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam dan yang diserukan oleh para sahabat beliau, serta agama terang benderang nan bercahaya yang beliau wariskan, sehingga tiada orang yang menyeleweng darinya melainkan orang yang ben ar-benar binasa.
Karena berbagai nukilan yang disebutkan dalam karya tulis ini langsung diambil dari buku-buku utama sekte Imamiyyah Itsna â??Asyariyah, dengan disertai nomor halaman, serta penjelasan tentang edisi penerbitannya, sehingga tidak mungkin ada orang yang dapat mengingkarinya, maka kami merasa perlu untuk mempersembahkannya kepada seluruh manusia. Agar hidup orang yang hidup di atas penjelasan dan binasa orang yang binasa di atas penjelasan, dan hanya Allah lah yang menjadi pembela bagi orang-orang yang telah mendapat petunjuk.
Prinsip-prinsip Dasar Ajaran Sekte Syiâ??ah Al Imamiyyah Mustahil Terjadi Pendekatan Antaranya Dengan Prinsip-prinsip Islam Dengan Berbagai Aliran dan Kelompoknya
Mendekatkan pemikiran, kepercayaan, metodologi dan tekad umat Islam merupakan salah satu tujuan syariat Islam, dan termasuk salah satu sarana bagi terwujudnya kekuatan, kebangkitan dan perbaikan mere ka. Sebagaimana hal itu merupakan kebaikan bagi tatanan masyarakat dan persatuan umat Islam di setiap masa dan negara. Setiap seruan kepada pendekatan semacam ini -bila benar-benar bersih dari berbagai kepentingan, dan pada perinciannya tidak berdampak buruk yang lebih besar dibanding kemaslahatan yang diharapkan- maka wajib hukumnya atas setiap muslim untuk memenuhinya, serta bahu membahu bersama seluruh komponen umat Islam guna mewujudkannya.

Beberapa tahun terakhir, seruan semacam ini ramai dibicarakan orang. Kemudian berkembang hingga sebagian mereka terpengaruh dengannya, hingga pengaruhnya sampai ke Universitas Al Azhar -suatu lembaga pendidikan agama Islam paling terkenal dan terbesar yang dimiliki oleh Ahlis Sunnah, yang menisbatkan dirinya kepada empat Mazhab Fikih (yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafiâ??i dan Hambali). Oleh karenanya Al Azhar mengemban misi â??pendekatanâ?? tersebut dalam lingkup yang lebih luas daripada misi yang ia emban dengan tak kenal lelah sejak masa Sholahuddin Al Ayyubi hingga sekarang ini. Oleh karenanya Universitas Al Azhar keluar dari lingkup tersebut kepada upaya mengenal berbagai Mazhab lainnya, terutama Mazhab â??Syiâ??ah Al Imamiyyah Al Itsna â??Asyariyahâ??. Dalam hal ini, Al Azhar masih berada di awal perjalanan. Oleh karenanya, permasalahan penting ini amatlah perlu untuk dikaji, dipelajari, dipaparkan oleh setiap muslim yang memiliki pengetahuan tentangnya, dan digali segala hal yang berkaitan dengannya serta segala dampak dan risiko yang mungkin terjadi.
Dikarenakan berbagai permasalahan dalam agama amatlah rumit, maka penyelesaiannya pun haruslah dengan cara yang bijak, cerdas dan tepat. Dan hendaknya orang yang mengkajinya pun benar-benar menguasai segala aspeknya, menguasai ilmu agama, bersifat obyektif dalam setiap pengkajian dan kesimpulan, agar solusi yang ditempuh -dengan izin Allah- benar-benar membuahkan hasil yang diinginkan dan mendatangkan berbagai dampak positif. Hal pertama yang menjadi catatan kami pada perkara ini -juga dalam setiap perkara yang berkaitan dengan berbagai pihak- ialah: bahwa salah satu faktor terkuat bagi keberhasilannya ialah adanya interaksi dari kedua belah pihak atau seluruh pihak terkait.
Kita contohkan dengan perkara pendekatan antara Ahlusunnah dengan Syiâ??ah, telah dicatat bahwa guna merealisasikan seruan kepada pendekatan antara kedua paham ini didirikanlah suatu lembaga di Mesir, yang didanai oleh anggaran belanja negara yang berpaham Syiâ??ah. Negara dengan paham Syiâ??ah ini telah memberikan bantuan resmi tersebut hanya kepada kita, padahal mereka tidak pernah memberikan hal tersebut kepada bangsa dan penganut pahamnya sendiri. Mereka tidak pernah memberikan bantuan ini guna mendirikan â??Lembaga Pendekatanâ?? di kota Teheran, atau Kum, atau Najef atau Jabal â??Amil, atau tempat-tempat lain yang merupakan pusat pengajaran dan penyebaran paham Syiâ??ah(*).
(*) Bantuan sem acam ini sepanjang sejarah telah mereka lakukan berulang kali, dan berkat para daâ??i yang mereka utus dengan misi inilah, selatan Irak berubah dari negeri Sunni yang terdapat padanya minoritas Syiâ??ah menjadi negeri Syiâ??ah yang padanya terdapat minoritas kaum Sunni. Dan pada masa Jalaluddin As Suyuthi, ada seorang daâ??i Syiâ??ah yang datang dari Iran ke Mesir, dan orang inilah yang diisyaratkan oleh As Suyuthi dalam kitabnya yang berjudul â??Al Hawi Lil Fatawiâ??, cet Percetakan Al Muniriyyah jilid 1 Hal. 330. Disebabkan oleh daâ??i asal Iran tersebutlah As Suyuthi menuliskan karyanya yang berjudul â??Miftahul Jannah Fil Iâ??itisham Bissunnah.â??
Dan dari berbagai pusat pengajaran dan penyebaran paham Syiâ??ah tersebut -pada beberapa tahun terakhir ini- beredar berbagai buku yang meruntuhkan gagasan solidaritas dan pendekatan, sampai-sampai menjadikan bulu roma berdiri. Di antara buku-buku tersebut adalah buku (Az Zahra) dalam tiga jilid, yang diedarkan oleh ulamaâ?? kota Najef. Pada buku tersebut, mereka mengisahkan bahwa Amirul Mukminin Umar bin Al Khatthab radhiallahu â??anhu ditimpa suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan selain dengan air mani kaum laki-laki!!? Buku tersebut berhasil didapatkan oleh Ustadz Al Basyir Al Ibrahimi, ketua ulamaâ?? Al Jazair pada kunjungan pertamanya ke Irak. Kebutuhan jiwa najis yang telah mencetuskan kekejian mazhab semacam ini kepada â??Seruan Pendekatanâ?? lebih mendesak dibanding kebutuhan kita sebagai Ahlusunnah kepada seruan semacam ini.
Bila perbedaan paling mendasar antara kita dengan mereka berkisar seputar dakwaan mereka bahwa mereka lebih loyal kepada Ahlul Bait (Ahlul Bait ialah karib kerabat nabi Muhammad shallallahu â??alaihi wa sallam -pent) dibanding kita, dan tentang anggapan bahwa mereka menyembunyikan -bahkan-menampakkan - kebencian dan permusuhan kepada para sahabat Rasulullah shallallahu â??alaihi wa sallam yang di atas pundak merekalah agama Islam tegak. Sampai-sampai mereka berani mengucapkan perkataan kotor semacam ini tentang Amirul Mukminin Umar bin Al Khatthab radhiallahu â??anhu. Maka obyektivitas sikap mengharuskan agar mereka lebih dahulu mengurangi kebencian dan permusuhan mereka kepada para imam generasi pertama umat Islam dan agar mereka bersyukur kepada Ahlusunnah atas sikap terpuji mereka kepada para Ahlul Bait, dan atas sikap mereka yang tidak pernah lalai dari menunaikan kewajiban menghormati dan memuliakan mereka (Ahlul Bait), kecuali kelalaian kita dari penghormatan kepada Ahlul Bait yang berupa menjadikan mereka sebagai sesembahan yang diibadahi bersama Allah, sebagaimana yang dapat kita saksikan pada berbagai kuburan mereka yang berada di tengah-tengah penganut paham Syiâ??ah yang hendak diadakan pendekatan antara kita dan mereka.
Interaksi haruslah dilakukan oleh kedua belah pihak yang hendak dibangun toleransi dan pendekatan antara ke duanya. Tidaklah ada interaksi melainkan bila antara positif dan negatif (pro dan kontra) dapat dipertemukan, dan bila berbagai gerak dakwah dan upaya pewujudannya tidak hanya terfokus pada satu pihak semata, sebagaimana yang terjadi sekarang ini.
Kritikan kami tentang keberadaan lembaga pendekatan tunggal yang berpusatkan di ibu kota negeri Ahlusunnah, yaitu Mesir ini, dan yang tidak diiringi oleh pusat-pusat kota negeri Mazhab Syiâ??ah, padahal berbagai pusat penyebaran paham Syiâ??ah gencar mengajarkannya, dan memusuhi paham lain, berlaku pula pada upaya memasukkan permasalahan ini sebagai mata kuliah di Universitas Al Azhar, selama hal yang sama tidak dilakukan di berbagai perguruan Syiâ??ah.
Adapun bila upaya ini -sebagaimana yang sekarang terjadi- hanya dilakukan pada satu pihak dari kedua belah pihak atau berbagai pihak terkait, maka tidak akan pernah berhasil, dan tidak menutup kemungkinan malah menimbulkan interaksi balik yang tidak t erpuji.
Termasuk cara paling sederhana dalam mengadakan pengenalan ialah dimulai dari permasalahan furuâ?? sebelum membahas berbagai permasalahan ushul (prinsip)!. Ilmu Fikih Ahlusunnah dan Ilmu Fikih Syiâ??ah tidaklah bersumberkan dari dalil-dalil yang disepakati antara kedua kelompok. Syariat fikih menurut empat Imam Mazhab Ahlusunnah tegak di atas dasar-dasar yang berbeda dengan dasar-dasar syariat fikih menurut Syiâ??ah. Dan selama tidak terjadi penyatuan dasar-dasar hukum ini sebelum menyibukkan diri dengan berbagai permasalahan furuâ??, dan selama tidak ada interaktif antara kedua belah pihak dalam hal ini, pada lembaga-lembaga pendidikan agama yang mereka miliki, maka tidak ada gunanya kita menyia-nyiakan waktu dalam permasalahan furuâ?? sebelum terjadi kesepakatan dalam permasalahan ushul. Yang kita maksudkan bukan hanya ilmu ushul fikih, akan tetapi ushul/dasar- dasar agama kedua belah pihak dari akar permasalahannya yang paling mendasar.
Permasalahan Taqiyyah
Penghalang pertama bagi terwujudnya solidaritas yang benar lagi tulus antara kita dan mereka ialah apa yang mereka sebut dengan At Taqiyyah(*). Taqiyyah adalah suatu keyakinan dalam agama yang membolehkan bagi mereka untuk berpenampilan di hadapan kita dengan penampilan yang menyelisihi hati nurani mereka. Dengan demikian orang yang lugu dari kalangan kita (Ahlusunnah) akan tertipu dengan penampilan mereka yang mengesankan ingin mengadakan solidaritas dan pendekatan, padahal sebenarnya mereka tidaklah menginginkan, juga tidak rela, dan tidak akan menerapkan hal itu, kecuali bila hal itu hanya dilakukan oleh satu pihak saja (yaitu pihak Ahlusunnah), sedangkan pihak lain tetap berada dalam kenyelenehannya tidak bergeser sedikit pun walau hanya satu rambut (yaitu Syiah). Walaupun para pelaku peran â??Taqiyyahâ?? dari mereka berhasil meyakinkan kita bahwa merek a telah maju beberapa langkah mendekat dengan kita, maka sesungguhnya masyarakat Syiâ??ah seluruhnya; pemuka mereka dan masyarakat awamnya akan tetap terpisah dari para pemeran sandiwara ini, dan tidak akan pernah menerima apapun apa yang dikatakan oleh para perwakilan yang telah memerankan peranan mereka.

(*) At Taqiyyah ialah seseorang menampakkan sikap yang tidak sesuai dengan isi batinnya. Mereka dalam hal ini berdalilkan dengan beberapa hadits, di antaranya hadits yang mereka sebut-sebut dari Ali bin Abi Tholib radhiallahu â??anhu yang pada hadits ini -menurut anggapan mereka- beliau berkata: â??At Taqiyyah termasuk amalan seorang mukmin yang paling utama, dengannya ia menjaga diri dan saudaranya dari tindakan orang-orang jahat.â?? (Baca: Tafsir Al Askari, hal: 162 Pustaka Jaâ??fary, India).
Di antaranya hadits yang mereka yakini bahwa Imam kelima mereka, yaitu Muhammad Al Baqir meriwayatkan suatu hadits yang di ant ara bunyinya: â??At Taqiyyah ialah kebiasaanku dan kebiasaan bapak-bapakku, dan tidak beriman orang yang tidak bertaqiyyah.â?? (Al Ushul Minal Kafi, bab: At Taqiyyah jilid: 2 hal: 219).
Syaikh ahli hadits mereka Muhammad bin Ali bin Al Hasan bin Babuyah Al Kummi telah menyebutkan dalam sebuah risalahnya yang berjudul Al Iâ??tiqadaat: â??Bertaqiyyah wajib hukumnya, barang siapa yang meninggalkannya, maka ia bagaikan orang yang meninggalkan sholat.â?? Ia juga berkata: â??Bertaqiyyah wajib hukumnya, dan tidak boleh dihapuskan hingga datang sang penegak keadilan (imam mahdi -pent), dan barang siapa yang meninggalkannya sebelum ia datang, maka ia telah keluar dari agama Allah Taâ??ala, dan dari agama Al Imamiyyah, serta menentang Allah, Rasul-Nya dan para Imam.â?? (Baca risalah Al Iâ??tiqadaat, pasal At Taqiyyah, terbitan Iran tahun: 1374 H).
 
Al Khunisari berkata â??Seusai menukilkan ungkapan di atas, sayyid Niâ??matullah Al Musawi berkata: â??Dan penjelasannya sebagai berikut: Seluruh kelompok bersepakat bahwa dua kalimat syahadat adalah sumber keselamatan (dari neraka -pent), dengan dasar sabda Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam:
(Ù?Ù? Ù?اÙ? Ù?ا Ø¥Ù?Ù? Ø¥Ù?ا اÙ?Ù?Ù? دخÙ? اÙ?جÙ?Ø©)
â??Barang siapa yang bersaksi bahwa â??tiada sesembahan yang layak untuk disembah selain Allahâ?? niscaya ia akan masuk surga.â??

Adapun kelompok Imamiyyah, mereka sepakat bahwa keselamatan tidak akan terwujud selain dengan sikap loyal kepada Ahlul Bait hingga imam kedua belas, dan berlepas diri dari seluruh musuh-musuh mereka (maksudnya Abu Bakar, Umar hingga manusia terakhir yang beragama Islam selain dari sekte Syiâ??ah, baik penguasa atau rakyat biasa), sehingga kelompok ini menyelisihi seluruh kelompok lain dalam hal ideologi ini yang merupakan sumber keselamatan.â??
Sungguh At Thusi, Al Musawi dan Al Khunisari telah benar!! Dan dalam waktu yang bersamaan telah berdusta!!
Mereka benar bahwa seluruh kelompok memiliki kedekatan dalam hal prinsip dan berselisih dalam hal sekunder, oleh karena itu amat dimungkinkan untuk terjadinya solidaritas dan pendekatan antara berbagai kelompok yang dasar ideologinya saling berdekatan. Sedangkan pendekatan ini mustahil untuk terjadi bersama sekte Syiâ??ah Al Imamiyyah, karena mereka menyelisihi seluruh umat Islam dalam hal prinsip, dan mereka tiada pernah rela dari umat Islam hingga mereka semua mengutuk (Al Jibtu & At Thoghut) Abu Bakar dan Umar radhiallahu â??anhuma serta setiap muslim selain mereka hingga hari ini. Dan hingga mereka berlepas diri dari setiap orang selain Syiâ??ah sampai pun putri-putri Rasulullah shallallahu â??alaihi wa sallam yang dinikahkan dengan Dzu An Nurain Utsman bin Affan dan tokoh bani U mayyah sang pemberani nan mulia yaitu Al â??Ash bin Ar Rabiâ?? yang telah disanjung oleh Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam dari atas mimbar Masjid An Nabawi As Syarif dan di hadapan khalayak umat Islam kala itu, yaitu tatkala sahabat Ali radhiallahu â??anhu hendak menikahi putri Abu Jahl, dan menjadikannya sebagai madu bagi putri pamannya Fathimah radhiallahu â??anha (Setiap wanita anak saudara ayah seseorang yang manapun disebut juga sebagai anak paman, oleh karena itu penulis menyebut bahwa Fatimah radhiallahu â??anha adalah sepupu sahabat Ali radhiallahu â??anhu, karena ia adalah putri saudara sepupunya) kemudian Fatimah mengadukannya kepada ayahnya. Dan juga (Syiâ??ah tidak akan pernah rela -ed muslim) hingga umat islam berlepas diri dari Imam Zaid bin Ali Zainal â??Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abi Tholib, dan seluruh Ahlul Bait yang tidak sudi untuk tunduk di bawah bendera Rafidhoh (Syiâ??ah Imamiyyah) dalam setiap id eologi mereka yang berkelok-kelok, yang di antaranya ialah meyakini bahwa Al Quran telah diselewengkan.
Dan sungguh mereka telah meyakini ideologi ini sepanjang masa dan pada setiap generasi mereka, sebagaimana yang dinukilkan dan dicatatkan oleh cendekiawan cemerlang sekaligus tokoh pujaan mereka, yaitu Haji Mirza Husain bin Muhammad Taqi An Nuri At Thobarsi dalam bukunya â??Fashlul Khithaab Fi Itsbaat Tahrif Kitaab Rabbil Arbaabâ??. Seorang tokoh yang telah melakukan tindak kekejian dengan menuliskan setiap baris dari buku ini di sisi kuburan seorang sahabat mulia pemimpin kota Kufah Al Mughirah bin Syuâ??bah radhiallahu â??anhu, yang dianggap oleh sekte Syiâ??ah sebagai kuburan sahabat Ali bin Abi Tholib radhiallahu â??anhu.
Sesungguhnya sekte Syiâ??ah mensyaratkan kepada kita agar terwujud toleransi dengan mereka dan agar mereka ridha dengan pendekatan kita kepada mereka: hendaknya kita ikut serta bersama mereka mengutu k para sahabat Rasulullah shallallahu â??alaihi wa sallam, dan berlepas diri dari setiap orang selain anggota sekte mereka, sampai pun putri-putri Rasulullah shallallahu â??alaihi wa sallam dan anak cucu beliau, dan sebagai baris terdepan dari mereka ialah Zaid bin Zainal â??Abidin, dan setiap orang yang sejalan dengan beliau dalam mengingkari perilaku mungkar sekte Rafidhah (Syiâ??ah Imamiyyah). Inilah sisi jujur dari teks yang dinukil dari An Nushair At Thusi, dan yang disetujui oleh Sayyid Niâ??matullah Al Musawi dan Mirza Muhammad Baqir Al Musawi Al Khunisari Al Ashbahani, dan tidak ada seorang syiâ??ah pun yang menyelisihinya, baik dari kalangan yang dengan tegas menampakkan ideologi taqiyyah atau yang menyembunyikannya.
Adapun sisi kedustaan mereka ialah pengakuan mereka bahwa sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat adalah sumber keselamatan di akhirat menurut umat Islam selain sekte Syiâ??ah. Seandainya mereka berakal atau memiliki p engetahuan, niscaya mereka mengetahui bahwa dua kalimat syahadat menurut Ahlusunnah adalah pertanda masuknya seseorang ke dalam Islam. Dan orang yang telah mengucapkannya -walaupun ia sebelumnya adalah kafir harbi (Kafir Harbi ialah orang kafir yang menampakkan permusuhan terhadap Islam dan umat Islam -pent)- berubah menjadi orang yang dilindungi darah dan harta bendanya di dunia. Adapun keselamatan di akhirat, maka keselamatan hanya tercapai dengan keimanan yang benar, dan bahwasanya keimanan itu -sebagaimana ditegaskan oleh Amirul Mukminin Umar bin Abdul â??Aziz- memiliki berbagai kewajiban, syariat, batasan-batasan, dan sunnah-sunnah, barang siapa yang menjalankannya dengan sempurna, maka ia telah mencapai kesempurnaan iman, dan barang siapa yang tidak menjalankannya dengan sempurna, maka ia belum mencapai kesempurnaan iman. Dan mempercayai keberadaan imam mereka yang kedua belas tidak termasuk dari syariat iman, karena sebenarnya ia adalah figur rekaan yang dinisba tkan dengan dusta kepada Al Hasan Al â??Askari yang wafat tanpa meninggalkan seorang anak pun, dan saudara kandungnya yang bernama Jaâ??far mewarisi seluruh harta warisannya, dengan dasar karena ia tidak meninggalkan seorang anakpun.
Marga Alawiyyin (Yang dimaksud dengan Alawiyyin ialah anak keturunan sahabat Ali bin Abi Tholib radhiallahu â??anhu -pent) memiliki daftar keturunan yang kala itu dipegang oleh seorang perwakilan dari mereka, sehingga tidaklah dilahirkan seorang bayi pun dari mereka, melainkan akan dicatat padanya, dan padanya tidak pernah terdaftar seorang anak pun bagi Al Hasan Al â??Askari. Dan marga Alawiyyin yang semasa dengan Al Hasan Al â??Askari tidak pernah mengetahui bahwa ia meninggalkan seorang anak laki-laki. Hakikat yang sebenarnya telah terjadi adalah: tatkala Al Hasan Al â??Askari wafat dalam keadaan mandul, dan silsilah keimaman para pemuja mereka yaitu sekte Imamiyyah terputus, mereka menghadapi kenyataan bahwa paham m ereka akan mati bersama kematiannya, dan mereka tidak lagi menjadi sekte Imamiyyah, karena tidak lagi memiliki imam. Oleh karena itu, salah seorang setan mereka yang bernama Muhammad bin Nushair, salah seorang mantan budak Bani Numair mencetuskan gagasan bahwa Al Hasan Al â??Askari memiliki anak laki-laki yang disembunyikan di salah satu terowongan ayahnya(*), agar ia dan para sekongkolnya dengan nama Imam tersebut dapat mengumpulkan zakat dari masyarakat dan hartawan sekte Syiâ??ah! Dan agar mereka -walau dengan berdusta- dapat meneruskan propaganda bahwa mereka adalah pengikut para Imam.
(*) Dan terowongan ayahnya -seandainya memang benar bahwa ayahnya memiliki terowongan- maka para pengikut sekte Syiâ??ah tidak mungkin untuk memasukinya, karena terowongan tersebut berada di kekuasaan Jaâ??far saudara kandung Al Hasan Al â??Askari, dan ia meyakini bahwa saudara kandungnya yaitu Al Hasan tidak memiliki anak lelaki, tidak di dalam terowongan fiktif ters ebut juga tidak di luarnya. Dan bila ia bersembunyi di berbagai terowongan!! ! maka mana mungkin mereka dapat menemukannyaâ?¦
Muhammad bin Nushair ini menginginkan agar dialah yang menjadi â??Al Bab (pintu penghubung)â?? terowongan fiktif tersebut, sebagai penyambung lidah antara imam fiktif dengan pengikutnya, dan bertugas memungut harta zakat. Akan tetapi kawan-kawannya para setan penggagas makar ini tidak menyetujui keinginannya tersebut, dan mereka tetap bersikukuh agar yang berperan sebagai â??pintu/Al Babâ?? ialah seorang pedagang minyak zaitun atau minyak samin. Pedagang ini memiliki toko kelontong di depan pintu rumah Al Hasan dan ayahnya, sehingga mereka dapat mengambil darinya segala kebutuhan rumah tangga mereka. Tatkala terjadi perselisihan ini, pencetus ide ini (yaitu Muhammad bin Nushair -pent) memisahkan diri dari mereka, dan mendirikan sekte An Nushairiyah yang dinisbatkan kepadanya.
Dahulu kawan-kawan Muhammad bin Nushair memikirkan supaya mereka mendapatkan cara untuk memunculkan figur â??Imam Ke-12â?³ yang mereka rekayasa, dan kemudian ia menikah dan memiliki anak keturunan yang memegang tampuk Imamah sehingga paham Imamiyah mereka dapat berkesinambungan. Akan tetapi terbukti bagi mereka bahwa munculnya figur tersebut akan memancing pendustaan dari perwakilan marga Alawiyyin dan seluruh marga â??Alawiyyin serta saudara-saudara sepupu mereka para khalifah dinasti Abbasiyyah dan juga para pejabat mereka. Oleh karenanya mereka akhirnya memutuskan untuk menyatakan bahwa ia tetap berada di terowongan, dan bahwasanya ia memiliki persembunyian kecil dan persembunyian besar, hingga akhir dari dongeng unik yang tidak pernah didengar ada dongeng yang lebih unik daripadanya, sampai pun dalam dongeng bangsa Yunani.
Mereka menginginkan dari seluruh umat Islam yang telah dikaruniai Allah dengan nikmat akal sehat agar mempercayai dongeng palsu ini!! Agar pendekatan antara mere ka dengan sekte Syiâ??ah dapat dicapai?! Mana mungkin terjadi, kecuali bila dunia Islam seluruhnya telah berpindah tempat ke (rumah sakit jiwa) guna menjalani pengobatan gangguan jiwa!! Dan Alhamdulillah atas kenikmatan akal sehat, karena akal sehat merupakan tempat ditujukannya tugas-tugas agama, dan akal sehat -setelah nikmat iman yang benar- merupakan kenikmatan terbesar dan termulia.
Sesungguhnya umat Islam berloyal kepada setiap orang mukmin yang benar imannya, termasuk di dalamnya orang-orang saleh dari Ahlul Bait tanpa dibatasi dalam jumlah tertentu. Kaum mukminin terdepan yang mereka loyali ialah sepuluh sahabat yang telah diberi kabar gembira oleh Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam dengan surga. Seandainya sekte Syiâ??ah tidak melakukan perbuatan kufur selain sikap mereka yang menyelisihi Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam bahwa kesepuluh sahabat tersebut adalah penghuni surga, niscaya ini cukup sebagai alasan untuk memvonis merek a kafir.
Sebagaimana umat Islam juga berloyal kepada seluruh sahabat Nabi shallallahu â??alaihi wa sallam yang di atas pundak merekalah agama Islam tegak dan terbentuk dunia Islam, kebenaran dan kebaikan tumbuh subur di bumi Islam dengan tumpahan darah mereka. Merekalah orang-orang yang dengan sengaja sekte Syiâ??ah berdusta atas nama sahabat Ali dan anak keturunannya, sehingga mereka beranggapan bahwa mereka itu adalah musuh-musuh Ali dan anak-anaknya. Sungguh mereka telah hidup berdampingan bersama sahabat Ali dalam keadaan saling bersaudara, mencintai, bahu-membahu, dan mereka pun mati dalam keadaan saling mencintai dan bahu-membahu.
Amat tepat peyifatan tentang mereka yang Allah taâ??ala sebutkan dalam surat Al Fath, dalam Kitabullah yang tiada kebatilan baik dari arah depan ataupun belakang. Allah â??azza wa jalla berfirman tentang mereka:
Ø£Ù?Ø´Ù?دÙ?Ù?اءÙ? عÙ?Ù?Ù?Ù? اÙ?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?ارÙ? رÙ?Ø­Ù?Ù?Ù?اء بÙ?Ù?Ù ?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?
â??Mereka amat keras terhadap orang-orang kafir dan saling mengasihi sesama mereka.â?? (QS. Al Fath: 29)
Dan pada firman-Nya dalam surat Al Hadid:
Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? Ù?Ù?Ù?رÙ?اثÙ? اÙ?سÙ?Ù?Ù?Ù?اÙ?Ù?اتÙ? Ù?Ù?اÙ?Ù?Ø£Ù?رÙ?ضÙ? Ù?Ù?ا Ù?Ù?سÙ?تÙ?Ù?Ù?Ù? Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? Ø£Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? Ù?Ù?Ù? Ù?Ù?بÙ?Ù?Ù? اÙ?Ù?Ù?Ù?تÙ?Ø­Ù? Ù?Ù?Ù?Ù?اتÙ?Ù?Ù? Ø£Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?ئÙ?Ù?Ù? Ø£Ù?عÙ?ظÙ?Ù?Ù? دÙ?رÙ?جÙ?Ø©Ù? Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? اÙ?Ù?Ù?ذÙ?Ù?Ù?Ù? Ø£Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?ا Ù?Ù?Ù? بÙ?عÙ?دÙ? Ù?Ù?Ù?Ù?اتÙ?Ù?Ù?Ù?ا Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?ا Ù?Ù?عÙ?دÙ? اÙ?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù? اÙ?Ù?Ø­Ù?سÙ?Ù?Ù?Ù?
â??Padahal Allah-lah yang memiliki langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka balasan yang lebih baik.â?? (QS. Al Hadiid: 10)
Adakah mungkin Allah mengingkari janji-Nya?! Allah juga berfirman tentang mereka pada surat Ali Imran:
Ù?Ù?Ù?تÙ?Ù?Ù? Ø®Ù?Ù?Ù?رÙ? Ø£Ù?Ù?Ù?Ù?Ø©Ù? Ø£Ù?Ø®Ù?رÙ?جÙ?تÙ? Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?Ù?اسÙ?
â??Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia.â?? (QS. Ali Imran: 110)
â??Mungkinkah Sunnah Dan Syiâ??ah Bersatuâ??
Karya: Syaikh Muhibbudin Al-Khathib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Disertai dengan tulisan:
â??Biarkan Syiâ??ah Bercerita Tentang Agamanyaâ??
Penyusun: Ustadz Abdullah Zain, Lc.
Yang insya Allah akan dibagikan secara gratis di masjid-masjid agar dibaca dan dipelajari oleh kaum muslimin sehingga akan menyelamatkan mereka dari kesesatan kaum Syiâ??ah.
Bentuk Buku:
Buku akan dicetak setebal kurang lebih 200 halaman ukuran 1/4 A4 (10,5 cm x 15 cm) dengan biaya cetak per buku sebesar Rp. 3.000,00. Sampul depan akan dibuat sebagaimana gambar berikut ini:
 
â??sethiadi <sethiadi@cbn. net.id> wrote:
Posting Anda sangat menarik untuk disimak dan dipelajari. Ketua MPR, Bapak Hidayat mengatakan bahwa terror di-Indonesia bukan dilakukan orang Islam. Tetapi ini dibantah oleh beberapa tokoh agama Islam lainnya. Mereka bilang jelas ini dilakukan orang Islam yang pemahamannya salah.
 
Apa sih bedanya antara kaum Sunni dan kaum Siah di-Irak. Mengapa mereka begitu saling membenci sampai saling membunuh?
Dan apa bedanya antara kaum Fattah dan Hamas di-Palestina? Mereka dahulu juga saling membunuh, tetapi kini berdamai? Untk berapa lama? Apa bedanya dan apa persamaannya? Apakah di-Indonesia ada aliran tersebut?
 
Mohon keterangan Anda lebih lanjut.
 
Salam. Stanley Sethiadi.
 
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, March 26, 2007 11:31 PM
Subject: [debat-alkitab] Head Line News : Kaum Fundamentalis Islam di Indonesia, bacalah..... ..Penting. ......... ...!!!

[Urangawak] Fw: [ITB79] Fwd: [mediacare] 4 MAZHAB BESAR FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIA.

M. Ismet Ismail
Thu, 23 Mar 2006 23:23:13 -0800
 
----- Original Message -----
Sent: Friday, March 24, 2006 11:37 AM
Subject: [ITB79] Fwd: [mediacare] 4 MAZHAB BESAR FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIA.

Assalamuâ??alaikum ww. Salam sejahtera. Om Swastyastu. Amitabha.
 
Posting menarik dari milis mediacare.  Penulis yang menggunakan nama samaran He-Man merupakan bekas pengurus Ikatan Remaja Mesjid se-Jawa Barat.
 
EMPAT MAZHAB BESAR FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIA.
 
PERTAMA adalah kelompok atau mazhab IKHWANUL MUSLIMIN, IM ini menganut ideologi Abduh dan Rasyid Ridha tapi dalam versi yang lebih ekstrim, penganut mazhab Abduh di Indonesia dalam versi yang lebih soft adalah Muhammadiyah. Makanya mereka agak dekat dengan MD dan para mantan DI/TII rata-rata masuk MD. Di Indonesia sendiri aliran ini bermetaforfosis menjadi PKS , KAMMI, dan sejenisnya dan menjadi kelompok fundamentalis terkuat di Indonesia.
 
Kalau merunut sejarahnya , organisasi ini merupakan salah satu sempalan NII dan NII adalah kelanjutan DI/TII yang kelahirannya dibeckingin Ali Moertopo c.s.Organisasi ini terlihat cukup soft misal jarang melakukan kekerasan fisik , tapi mereka melakukan kekerasan dalam wacana.Nyaris semua media fundamentalis seperti Sabili , Suara Hidayatullah dll dikontrol kelompok ini , juga buku-buku bernuansa radikal bisa dikatakan 70-80 % nya merupakan produk mereka.Dan organisasi-organisa si rohis , remas , sampai pengajian kantor nyaris semua dikuasai mereka.Dari segi penampilan untu k pria biasa aja tapi rata-rata berjenggot sementara ce nya berjubah dan berjilbab model lebar dan panjang.Secara politik mereka cukup mahir, tapi sebagaimana kelompok radikal lainnya mereka sangat eksklusif dan menjadikan politik identitas seperti penampilan , baju maupun bahasa yang dicampur dengan kosakata bahasa Arab sebagai identitas untuk membedakan dan memisahkan mereka dengan â??yang lainâ??.  Walaupun terlihat kurang begitu menakutkan tapi sebagaimana kelompok radikal lain mereka sangat tidak mampu bertoleransi, makanya di jangka panjang mereka akan sangat berbahaya jauh berbahaya dari preman macam FPI.Basis utama mereka adalah Bogor makanya IPB bisa dikatakan menjadi kampus yang dikuasai mereka.
 
Yang terkuat KEDUA adalah kelompok SALAFY atau WAHABY.Mereka ini cukup rasis, nyaris semua puncuk pimpinannya selalu orang Arab/turunan Arab yang didukung oleh sejumlah dalil mengenai keutamaan Arab.Laskar Jihad dan MMI adalah bagian dari mereka , juga teroris bom bali.Abu Bakar Baâ??asyir , Jaâ??far Umar Thalib , Abdullah Sungkar dll adalah orang Arab semua.Dan kelompok inilah yang paling radikal.Kekhususan mereka adalah mereka golongan Arab masaikh , makanya kebanyakan mereka jalurnya dari Al Irsyad.Ada dua golongan besar mereka berdasar mazahb ulama acuannya yaitu kelompok Saudi seperti Jaâ??far Umar Thalib itu dan kelompok Kuwait seperti k elompoknya Yazid Jawaz.Walaupun radikal dan berbahaya kelompok ini sebenarnya cukup lemah karena mereka saking radikalnya suka berkelahi sendiri.Misal tradisi mubahallah atau saling melaknat atas nama Allah seringkali dijadikan solusi bagi mereka untuk menyelasaikan perbedaan pendapat/paham. Dan kebiasaan inilah yang seringkali memicu mereka terpecah jadi fraksi-fraksi kecil. Basis utama mereka di daerah Solo dimana mereka mendirikan banyak pesantren disana.Ciri khas perempuan mereka bercadar dan pakaiannya berwarna gelap , ada selentingan juga mereka nggak pakai BH karena ulama wahaby mengharamkannya.
 
KELOMPOK HIZBUT TAHRIR ini kelompok underground , mereka menginginkan khilafah tapi menolak menempuh jalur politik seperti PKS. Konsep ideologi mereka lebih condong lebih soft dengan basic pemikiran adalah â??mengislamkanâ?? masyarakat umum dimana bila tercapai maka khilafah akan terbentuk dengan sendirinya.  Saya tidak punya data cukup memadai tentang kelompok ini dan jalurnya dengan organisasi di Indonesia.
 
Lalu KELOMPOK HABIB. Habib , Sayyed , Syarif adalah julukan/gelar bagi KLAN KETURUNAN NABI. Dan mereka sangat rasis, misal perempuan dari golongan ini dilarang menikah dengan non Sayyid atau dibunuh.  Kelompok formal tertua golongan ini adalah Jamiat Kheir. Dan FPI adalah bagian dari golongan ini.
Doktrin utama kelompok-kelompok ini sama yaitu klaim kebenaran tunggal.Secara mazhab mereka sebenarnya lebih dekat dengan paham khawarij , paham ekstrim Islam yang pertama kali muncul dalam sejarah, walaupun mereka mengakunya pengikut Ahlus Sunnah.Contoh paling gampang adalah melihat wacana fiqh mereka.Bila kita baca kitab-kitab fiqh standart kaum ASWAJA , semua pendapat mereka akan dianggap sebagai pendapat pribadi , misal â??berdasar pendapat ulama mazhab syafiâ??iâ??, atau â??berdasar pendapat Imam Hanafi dstâ?? , tapi di kalangan kelompok ekstrim ini dari yang paling soft sampai paling ekstrim memiliki kecondongan mengklaim pendapatnya sebagai pendapat Islam , atau kehendak Allah dst, coba aja perhatikan klaim fiqh mereka yang selalu didahului kata-kata â??menurut Islam ....â?? , â??berdasarkan ajaran Islam...â?? dst, dan kelompok mazhab yang gemar menggunakan klaim seperti ini adalah golongan khawarij. Ini mungkin tidak terlalu bermasalah bila dilihat sekilas tapi klaim seperti inilah yang paling berpengaruh untuk membawa seseorang menjadi ekstrim.
Kesamaan lain adalah mereka condong menganjurkan bahkan mewajibkan perkawinan â??dalamâ?? bagi anggotanya.Alasanny a biasanya tidak sefikrah untuk menolak perkawinan luar kelompok.Semakin radikal semakin ketat mereka mengatur nikah ini. M akanya kelompok ini dengan dalih haramnya pacaran kemudian mengatur pernikahan anggotanya melalui perjodohan yang diatur imam kecil mereka yang diistilahkan murrabi , mursyid , syaikh dll.
Kesamaan lain toleransi nol bagi perbedaan pendapat makanya milis yang dikuasai mereka sangat rajin membanned member yang berbeda pendapat.  Kecenderungan pada pemaksaan paham pada yang lain, condong pada kekerasan , menghalalkan segala cara dan selalu berorientasi pada kekuasaan mutlak.Bagi mereka dunia ini akan lebih baik kalau mereka yang memegang kekuasaan secar mutlak.Makanya ideologi mereka condong sebagai ideologi kaum fasis.



Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut. __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise