Arti kata 'Alaqah ada dibahas dalam Seri 457di
bawah.
HMNA
***************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN
DAN ILMU
[kOLOM tETAP hARIAN fAJAR]
457 Tahapan Pertumbuhan Embrio Manusia
Menurut Petunjuk dari Syari'at
Islam
Firman Allah
(transliterasi huruf demi huruf demi keotentikan):
-- AQRA^ BASM RBK
ALDZY KHLQ. KHLQ ALANSN MN 'ALQ (S. AL'ALQ, 1-2), dibaca (tanda - dipanjangkan
membacanya):
-- iqra' bismi
rabbikal ladzi- khalaq.khalaqal insa-na min 'alaq (s.al'alaq), artinya:
-- Bacalah atas nama
Maha Pengaturmu Yang mencipta. Mencipta manusia dari segumpal darah
(96:1-2).
Ayat yang dikutip
tersebut merupakan dua di antara paket yang terdiri dari lima ayat dari S.
Al'Alaq, yang mula-mula dibawa turun RuhulQudus (malaikat Jibril AS). Syari'at
Islam memberikan petunjuk di dalam Surah Al Alaq ayat 2 tentang SunnatuLlah
(istilah sekulernya: hukum alam) bagaimana Allah menciptakan manusia di dalam
rahim.
S. Al 'Alaq ini mempunyai ciri khas tersendiri. Lima ayat
yang pertama merupakan SK pengangkatan Muhammad bin Abdullah menjadi Nabi dan
Rasul oleh Allah SWT. Lima ayat tersebut dibawa turun oleh malaikat Jibril AS
kepada beliau pada LaylatulQadr. Jumlah kata dari kelima ayat itu sebanyak 19.
Jumlah huruf dari kelima ayat itu sebanyak 76 = 4 x 19. Jumlah ayat
Surah Al Alaq sebanyak 19. Jumlah huruf dari ke-19 ayat itu sebanyak 285 =
15 x 19. Surah Al 'Alaq terletak pada urutan ke-19 dari belakang. Inilah
sebagian yang dimaksud oleh Firman Allah: (transliterasi huruf demi
huruf demi keotentikan):
-- 'ALYHA TS'AT ASYR (S. ALMDTSR, 30),
dibaca:
--'alayha- tis'ata asyara (s. almuddatstsir), artinya:
-- padanya 19
(74:30).
Tahapan pertumbuhan
embrio menurut petunjuk Syari'at Islam diperinci dalam Firman Allah:
-- WQD
KHLQKM ATHWARA (S. NWh, 14), dibaca:
-- waqad khalaqakum athwa-ran (s. nu-h),
artinya:
-- dan (Dia) telah menciptakanmu secara bertahap (di dalam rahim)
[71:14].
Bagaimana tahapan
itu? Bacalah ayat berikut:
-- TSM KHLQNA ALNTHFT 'ALQT FKHLQNA AL'ALQT MDHGHT
FKHLQNA ALMDHGHT 'AZHAMA FKSWNA AL'AZHAM LHMA --TSM ANSYA^NH KHLQA AKHR FTBARK
ALLH AHSN ALKHALQYN (S. ALMW^MNWN, 14), dibaca:
-- tsumma khalaqnan nuthfata
'alaqatan fakhalaqnal 'alaqata mudhghatan fakhalqnal mudhghata 'izha-man
fakasawnal 'izha-ma lahman tsumma ansya'na-hu khalqan a-khara
fataba-rakaLla-hu ahsanul kha-liqi-n (s. almu'minu-n), artinya:
--
Kemudian nuthfah itu Kami jadikan 'alaqah, lalu 'alaqah itu Kami jadikan
mudhghah, lalu mudhghah itu Kami jadikan 'izham, maka Kami bungkus 'izham
itu dengan lahm, kemudian Kami kembangkan menjadi makhluq lain. Maka Berkat
Allah sebaik-baik menciptakan (23:14).
-- YKHLKM FY BTHWN AMHATKM KHLQA MN
B'AD KHLQ FY ZHLMAT TSLTS (S. ALZMR, 39:6), dibaca:
-- yakhlukum fi-
buthu-ni ummaha-tikum khalqam mim ba'di khalqin zhuluma-tin tsala-tsin (s.
azzumar), artinya:
-- Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi
kejadian dalam tiga kegelapan.
Kehidupan dalam rahim
memiliki tiga tahapan kegelapan: pre-embrionik, dua setengah pekan pertama;
embrionik, sampai akhir pekan ke enam; dan janin, dari pekan ke enam sampai
kelahiran. (Williams P., Basic Human Embryology, 3rd edition, 1984, p. 64.)
Penggambara FY ZHLMAT TSLTS, dalam tiga kegelapan:
=> Tahap kegelapan
pertama: pra-kecambah (pre-embrionik)
Nuhtfah artinya tetes, yaitu tetes air
mani yang menembus sel telur, memberikan energi pada sel telur
itu untuk bertumbuh dengan membelah diri berupa pembelahan sel, maka
terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim,
ini yang disebut 'alaqah. 'Alaqah mempunyai
tiga arti, yaitu lintah, sesuatu yang
menonjol dan kantong selaput berisi
darah. 'Alaqah yang membenam pada dinding
rahim ini berbentuk lintah, menonjol pada dinding rahim, berwujud gumpalan darah. Seiring
pertumbuhan nuthfah yang semakin membesar, sel-sel penyusunnyapun mengatur diri
mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan. Ini berlangsung dua setengah
pekan.
=> Tahap kegelapan
kedua: kecambah (embrio)
Tahap kecambah ini berlangsung selama tiga setengah
pekan. Dimulai dari mudhghah yang berwujud struktur ada yang berbentuk ada yang
belum berbentuk ibarat kayu ataupun permen karet yang telah dikunyah,
kenyal-kenyal seperti daging, namun belum berwujud daging yang berotot. Adapun
kejelasan tentang mudhghah yang separuh berbentuk, separuh belum
berbentuk diperjelas dalam Firman Allah:
-- TSM MN MDHGHT MKHLQT WGHYR
MKHLQT (S. ALHJ, 5), dibaca:
-- tsumma mim mudhghatim mukhallaqatiw waghayri
mukhallqah (s. alhajj), artinya:
-- kemudian dari mudhghah yang berbentuk
dan belum berbentuk (22:5).
Pada tahap ini, organ
dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.
Selanjutnya 'izha-mun artinya tulang, lalu lahmun, artinya daging yang berotot.
'Izham artinya tulang dan lahm artinya daging yang berotot, Kami bungkus 'izham itu
dengan lahm (23:14). Inilah akhir tahap kegelapan
kedua, yaitu setelah enam pekan (dua setengah ditambah tiga setengah) pekan,
atau 42 hari.
=> Tahap kegelapan ketiga: janin (fetus)
Di
atas 42 hari terbentuklah mekanisme perlengkapan pendengaran, penglihatan,
kulit, otot-otot dan tulang-tulang, bentuknyapun menjadi sempurna dalam arti
sudah seperti perawakan manusia. Inilah tahapan khalqun akhar (makhluq yang
lain). Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: Setelah 42 malam berlalu, maka
Allah mengutus malaikat untuk menyempurnakan bentuk janin itu, memberikan
pendengaran, penglihatan, kulit, otot-otot dan tulang-tulang dan meniupkan ruh
ke janin. Sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran,
terlihatlah janin menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.
Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak.
Seperti telah kita
himbau dalam Seri 450 agar klasifikasi bintang-bintang yang berdasar atas
kriteria geraknya, supaya diganti dengan tuntunan dari Syari'at Islam yang
berdasar atas kriteria keadaan fisik dan jaraknya bintang-bintang itu, maka kita
himbau lagi dalam kesempatan ini seperti berikut:
Alangkah eloknya,
jika para pakar embryology kita yang beragama Islam, sekurang-kurangnya yang di
Indonesia, berdasar atas keimanan tentang Al Quran sebagai mu'jizat abadi,
dengan tegar dan berani tidak lagi menggunakan klasifikasi tahapan pertumbuhan
embrio menurut klasifikasi ilmu pengetahuan modern kontemporer yang merata di
seluruh dunia dengan sistem numerik stage 1, stage 2, stage 3, etc. Klasifikasi
tahapan sistem numerik itu, patutlah digantikan dengan petunjuk dari
Syari'at Islam, yaitu secara kualitatif, berdasar atas perubahan bentuk setiap
proses tahapan yang dilalui oleh pertumbuhan embrio itu, yakni tahapan: nuthfah,
'alaqah, mudhghah, 'izham, lahm dan khalqun akhar. WaLla-hu a'lamu
bishshawa-b.
*** Makassar, 7
Januari 2001
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
##############################
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, March 28, 2007
16:01
Subject: [islamkristen] Fwd: Re:
Keabsolutan Tuhan => smrari
betul memang saya bilang begitu pak.! kan jelas bahwa aliqa
adalah
sesuatu yang menempel karena merupakan kata dasar dari alaqa
pak..!
dungu lagi pak..! jadi udah kamu akui bahwa luling salah..!
---
In islamkristen@yahoogroups.com,
"hadjar_wish"
<akhir.tahun.2006@...> wrote:
>
>
smrari menulis:
>
> "hehehe..hehehe..yang artinya sesuatu
yang menempel adalah
> aliqa pak"
>
> Jadi menurut smrari
yang memang dungu ini "aliqa" itu adalah kata benda.
>
> Sekarang
saya kutip kalimat dari website yang disampaikannnya:
>
> "kata
'aliqa yang berarti 'menggantungkan, menempel, dilekatkan,
> menjadi
hamil'."
>
> Jadi aliqa itu adalah kata kerja dan bukan kata
benda...
>
> Dungu.
>
> Dan "smrari" yang dungu dan
penipu inilah yang bilang Lûling salah.
>
> Wansbrough juga
dibilang tolol kok.
>
> Otak "smrari" ini jelas nggak begitu
beres...
.