logo       

Eloi, Eloi Lama Sabakhtani: msg#00276

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Eloi, Eloi Lama Sabakhtani

„Eloi, Eloi Lama Sabakhtani“ = Allah-KU, Allah-Ku mengapa Engkau
meninggalkan Aku ?

Ucapan ini adalah ucapan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dari kayu salib.
Kalimat ini ada di Mrk 15:34 dan juga Mat 27:46 bedanya di Mat 27:46, bukan
diucapkan Eloi melainkan Eli, sehingga mudah disalah artikan sebagai nama
dari Nabi Elia. Banyak pakar menafsirkan bahwa ucapan di Matius ini adalah
yang asilnya. Yesus memakai bahasa Aram dalam bentuk yang ada dalam Targum.

Ucapan ini sebenarnya merupakan kutipan dari Mzm 22:2 yang ditulis oleh
Daud. Mazmur ini juga lazim disebut sebagai “Mazmur Salib” karena disitu
ditulis secara rinci penderitaan Tuhan Yesus di kayu salib.

Hal tersebut diatas adalah ilmu pengetahuan yang dijejalkan kepada para
mahasiswa Theologi, tetapi bagi orang awam seperti mang Ucup, kalimat ini
sebenarnya membuat mang Ucup jadi binun tulen !

Pertama kenapa iman Tuhan Yesus bisa goyah menjadi lembek, sehingga
mengajukan pertanyaan seperti tersebut diatas ? Bukankah kita sendiri
diajarkan agar selalu meng-Amin-kan dan mensyukuri apa saja yang terjadi
didalam kehidupan kita . Baca tuh doa Bapa kami, “jadilah kehendak-Mu, di
bumi seperti di sorga”.

Kalau Bapa berkehendak meninggalkan kita kapanpun dan dimana pun juga; itu
adalah hak-Nya jadi tidak perlu dipertanyakan lagi ! Boro-boro Tuhan; mang
Ucup saja kalho mo minggat dari sang istri kapapun boleh dan bisa, karena
itu adalah hak pilih saya.

Tidak bisa dipungkiri pula bahwa Tuhan Yesus dilahirkan di dunia ini, karena
mengemban tugas yang diberikan oleh Allah Bapa, ialah menebus dosa umat
manusia, bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah menanyakannya “Benar nih tugas
Aku ?” (Mat 26:42).

Memang itulah tugas yang diberikan oleh Alah Bapa kepada Yesus dan ternyata
Ia telah menjalankannya dengan baik sampai dengan titik darah yang terakhir
! Jadi seharusnya Allah Bapa, merasa bahagia dan bangga mempunyai seorang
Putera yang tidak pernah meragukan tugas yang diberikan kepada Putera. Yesus
telah menyelesaikannya dengan tuntas dan baik ! Hanya sayangnya bukan pujian
yang Yesus dapatkan dari Bapa, bahkan dijauhi dan ditinggal secara begitu
saja ! Aneh kan ?

Pada saat Yesus disalib Ia dihianati dan ditinggal oleh murid-murid-Nya,
seharusnya seorang Bapa tidak meninggalkan puteranya pada saat Putera dalam
keadaan sengsara, apalagi Ia disalib juga, karena keinginan dari Bapa
sendiri ! Itu adalah pikirannya mang Ucup lho !

Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, jadi sebenarnya
bukan saja harus tahu melainkan juga Maha Tahu alias Al-Aleem atau dalam
bahasa Londonya lebih dikenal dengan sebutan “Omniscient”, jadi seharusnya
Ia tahu Allah Bapa tidak mungkin akan meninggalkan Dia ! Jadi pertanyaan ini
seharusnya tidak perlu diucapkan, karena Ia sudah tahu jawabannya.

Dan yang lebih membingungkan lagi, karena saya percaya bahwa Yesus itu
adalah Allah dan merupakan kesatuan Trinitas, kenapa Yesus masih
mempertanyakan “Mengapa Engkau menginggalkan Aku ?” karena Sang Aku sudah
ada di dalam diri-Nya sendiri !

Moho pencerahan dan koreksinya, apabila jalan pemikiran saya ini salah dan
sesat !

Maranatha
Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Homepage: www.mangucup.org























--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
13:45





Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/


<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise