|
Bagaimana Polri mengurai jaringan teroris di Indonesia?: msg#00267culture.religion.healer.mayapada
Bagaimana Polri mengurai jaringan teroris di Indonesia? POLISI membagi tiga kelompok teroris yang beroperasi di Indonesia. Pertama, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang melakukan sejumlah peledakan bom di gedung pemerintah, instalasi vital, area publik, dan pusat perbelanjaan. Kelompok kedua adalah kelompok-kelompok lain dengan motif individual, sebagian besar karena balas dendam. Dan kelompok ketiga, kelompok radikal Kelompok Jemaah Islamiyah (KJI) yang mencari sasaran hard t argets, seperti gedung, perkantoran, permukiman ekspatriat, dan sasaran soft targets seperti tempat-tempat publik, pusat perbelanjaan, hotel, diskotek, dan gedung serta permukiman yang berkait dengan kepentingan Amerika Serikat. KJI membagi wilayah teritorial ke dalam empat areal. Wilayah Mantiqi Ula/I adalah area ekonomi meliputi Singapura dan Malaysia, yang pernah dipimpin Hambali, kemudian digantikan Muklas. Wilayah Mantiqi Sani/II, daerah konflik meliputi sebagian wilayah di Indonesia, dipimpin oleh Abu Irsyad. Wilayah Mantiqi Thalid/III, area pelatihan yang meliputi Filipina selatan dan dipimpin Moh Nasir, serta wilayah Mantiqi Ukhro/IV meliputi Australia, dipimpin Abd Rohmi Ayub. Kelompok teroris ini membagi organisasi ini ke dalam sejumlah divisi, mulai dari perencana strategi, periset studi kelayakan, pengamat lapangan, pembuat keputusan, penyedia logistik dan transportasi, sampai pada pembuat bom, pelaksana atau eksekutor. Dari mana dana kelomp ok teroris ini? Setiap anggota memberi kontribusi lima persen dari pendapatan mereka. Di samping itu, ada juga kontribusi dari komunitas, dari Fisabililah, Al Qaeda, dan juga dari Fa?i. Dana yang diperoleh ini digunakan untuk membiayai aktivitas di daerah konflik di Ambon dan Poso, membeli senjata dan mengirimkan ke daerah konflik, mengirim anggota untuk berlatih di Afganistan, membiayai latihan militer ke Akademi Militer Islam di Kamp Moro (Filipina selatan), dan berbagai aksi peledakan bom pada malam Natal 2000 di Medan, Siantar, Pekan Baru, Batam, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Mojokerto, Mataram. Dana teroris juga digunakan untuk serangkaian aksi peledakan bom sepanjang tahun 2001 di Jakarta mulai Atrium Senen, Gereja Santa Anna dan HKBP, juga di Pekan Baru dan Medan. Polisi juga mencatat dana peledakan bom Bali 2002 sejumlah 35.500 dollar AS dan rencana berbagai kegiatan di Singapura sebanyak 50.500 dollar Singapura, serta untuk peledakan bom di Hotel JW Marriott. DALAM upaya mengurai jaringan terorisme ini, polisi sudah menangkap sejumlah tersangka yang terlibat dalam aksi peledakan bom di Bali dan Marriott. Memang, sejak peristiwa bom Bali, penyidikan yang dilakukan Polri dapat mengungkap sejumlah pelaku dan jaringannya, yang menunjukkan adanya keterkaitan antara Hambali alias Riduan Isamuddin alias Encep Nurjaman dan sekitar 30-an peledakan bom di Tanah Air. Hambali ditangkap di Thailand bulan Agustus lalu oleh polisi setempat bekerja sama dengan agen CIA. Polri sendiri siap mengirimkan perwiranya untuk menyidik Hambali. Namun, hingga kini, Polri belum menerima jawaban dari Pemerintah Amerika Serikat. Sambil terus mengupayakan ini melalui jalur diplomasi, Polri sudah menerima beberapa informasi penting dari Hambali, termasuk data sejumlah rekening. Polri masih melacak seorang yang disebut bernama Johan (diduga nama samaran), yang menerima kiriman uang dari Hambali melalui Li-Li (juga nama sama ran dari WN Malaysia) senilai 45.000 dollar AS. Dari penyelidikan kasus bom Bali, polisi berhasil menangkap antara lain Mukhlas alias Ali Ghufron, Imam Samudra alias Abdul Azis, M Rozi alias Amrozi, Ali Imron, Mubarok alias Utomo P, Hernianto alias Nian, Heri Hafidin alias Iksan, Abdul Rauf alias Sam, Andri Octavia alias Yudi, Andi Hidayat alias Agus, Junaedi alias Amin, dan Masykur alias A Kadir. Beberapa di antaranya sudah divonis. Akan tetapi, diakui, saat ini masih ada sejumlah orang yang buron dan mereka merupakan orang-orang berbahaya. Mereka adalah Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud (pembuat keputusan operasi peledakan bom), Dr Azahari Hussein (WN Malaysia, penasihat, perancang bom, ahli pembuat dan perakit bom), Noor Din Mohammed Top (perekrut para eksekutor bom bunuh diri), Dul Matin alias Noval alias Joko Pitono alias Amarusman (perakit sirkuit bom), dan Umar Patek alias Abu Syekh alias Zacky (pembuat bom). Dari hasil pengembangan pem eriksaan terhadap pelaku peledakan bom Bali, polisi menangkap Kelompok Palu, antara lain Nasir Abbas, Yudi, Usman, Firmansyah, Nizam, Saad alias A Roichan, Abu Rusdan alias Toriqudin, Rudi Hermawan, Fauzan Arif, Yusuf alias Fajri, A?ang Hasanuddin dan Sawad alias Sarjiyo, serta Abdul Gani alias Umar Wayan (kedua terakhir juga terlibat sebagai pelaku peledakan bom Bali). Polisi terus mengurai jaringan teroris dengan menangkap Kelompok Sumatera (Medan, Pekan Baru, Bengkulu, Lampung), yaitu Tono, Bima, Ari Suryanto, Tatak, Syahrudin alias Ramsis, Ramli, Indra, dan Fadli Sadama. Dari Kelompok Sumatera yang masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) antara lain Azahari Hussein, Noor Din Mohd Top, Asmar Latin Sani (sudah tewas dalam peledakan bom Marriott), Tohir, dan Cecep. Polisi menangkap pula anggota Kelompok Semarang, antara lain Mustofa, Sutikno, Mahmudi, Suyatno, Siswanto, Joko Ardiyanto, Hasim Ikhwanudi, Tulus Raharjo, dan Solahudin. Da lam penyidikan kasus bom Marriott, sepuluh orang yang dinyatakan sebagai tersangka adalah Toni Togar, Sardono Siliwangi, Idris alias Ikhsan (yang juga terlibat peledakan bom Bali), Datok Rajo Ameh, Purwadi, Moh Rais (keenam orang ini masuk dalam Kelompok Sumatera), Suprapto, Heru Setyanto, Solihin, Malikul, dan Asmar Latin Sani (tewas saat di lokasi). Di samping itu, masih ada 150 kilogram bahan peledak yang beredar dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dalam kaitan mencari informasi tentang sisa bahan peledak, di mana disembunyikan dan kapan akan diledakkan, polisi melakukan serangkaian penangkapan orang-orang yang diduga mengetahui informasi itu. Dari keterangan mereka yang ditangkap, Polri juga dapat mengetahui beberapa rencana teror bom dan sekaligus menggagalkannya. Rencana peledakan bom yang digagalkan itu antara lain di Banten oleh Imam Samudra dan kawan-kawan, di Palu oleh Firmansyah dkk, di Bengkulu oleh Tohir dan Asmar Latin San i, di Medan oleh Toni Togar dkk, di Semarang dan Jakarta oleh Mustofa dkk. Dua tempat di Jakarta yang dijadikan target bom berikutnya antara lain Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo dan Markas Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman. UNTUK menangani aksi-aksi terorisme, Polri membentuk direktorat sendiri pada Bareskrim, yaitu Direktorat VI/Antiteror, dipimpin direktur berpangkat brigadir jenderal. Direktorat ini memiliki tiga unit, yaitu Unit Intelijen dan Analisis, Unit Penindak, serta Unit Investigasi. Tim Antiteror ini sudah dibentuk di 14 kepolisian daerah (polda) dan akan dikembangkan di seluruh polda se-Indonesia. Polri menjalin kerja sama internasional dengan berbagai negara, dalam bentuk pelatihan antiteror, saling tukar informasi, pemeriksaan dan pengolahan TKP dengan memanfaatkan teknologi laboratorium forensik, serta pembangunan monitoring center, pembelian alat interceptor, dan sebagainya. Polri juga menjalin kerja sama dengan aparat inte lijen Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai upaya mengungkap jaringan terorisme di Indonesia. Di dalam lingkungan yang sensitif, Polri terus berupaya membongkar kelompok teroris yang berlindung di balik ajaran agama. Polri juga terus menjelaskan kepada khalayak tentang keberadaan kelompok teroris ini yang, jika dibiarkan, akan membahayakan negeri ini. Salah satu tugas Polri yang berat adalah bagaimana mengamankan acara akbar yang digelar di Nusa Dua, Bali, 7-8 Oktober ini, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Di bawah bayang-bayang ancaman teror bom, Polri dan TNI bersama-sama mengamankan KTT ASEAN demi citra bangsa dan negara. Jangan biarkan teroris terus-menerus mengobrak-abrik negeri ini! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out. __._,_.___ Mayapada Prana Quotes: "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God" - Sathya Sai Baba Mayapada Prana Links: <*> Indonesian Lesbian Forum http://www.voy.com/6346/ <*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship http://groups.yahoo.com/group/gibf <*> Bike To Work Indonesia http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia <*> Food Combining Indonesia http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Re: To HMNA and FeiFei Re: [debat_antar_agama] Respon unt Charlie: 00267, Daday Rahmat Hidayat S, SE |
|---|---|
| Next by Date: | SOW: The King's Dream - Mimpi Sang Raja: 00267, Johnny Lone |
| Previous by Thread: | [Ebook] Predictions Library: Palmistryi: 00267, agus indra |
| Next by Thread: | SOW: The King's Dream - Mimpi Sang Raja: 00267, Johnny Lone |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |