Yogi Triyuniardi
1. Dimanakah allah swt tinggal?
Allah
swt tinggal di baitulah (rumah allah) yaitu ka'bah di mekkah.
Surat 22 Al
Hajj ayat 26:
"Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada tempat
Baitullah (dengan firman): janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu dan
sucikanlah rumahKu
(Ka'bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan
orang-orang yang ruku dan sujud (shalat)".
2. Jadi, apa sebenarnya allah
swt yang disembah orang islam? Yang disembah adalah berhala batu hitam hajar
aswad, yang zat, dan tinggal di ka'bah.
=====================================
HMNA:
1. BaituLlah (Rumah
Allah)
FLY?ABDWA RB HDzA ALBYT (106:3). Maka
hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik Rumah
Ini (Ka'bah).
Jadi Ka'bah atau Bayt Allah, Rumah
milik Allah, bukanlah Allah berada di dalam Bayt itu.
KJVR-Isa 60:7 All the flocks of Kedar shall be gathered
together unto thee, the rams of Nebaioth shall minister unto thee: they shall
come up with acceptance on mine altar, and I will glorify "My Glorious
House"
Terjemahan
LAI:
Segala
kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan
tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai
korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan "Rumah Keagungan-Ku".
Anak sulung Nabi
Ismail AS, yaitu Haidar (Kedar),
memberikan keturunan kepada bangsa Arab, yang juga merupakan garis lurus
silsilah: Haidar - Jamal - Sahail
- Binta - Salaman - Hamyasa - 'Adad - 'Addi - Adnan - Ma'ad - Nizar - Mudhar -
Ilyas - Mudrikah - Khuzaimah - Kinanah - Nadhar - Malik - Fihir - Ghalib - Luaiy
- Ka'ab - Murrah - Kilab - Qushay - 'Abdul Manaf - Hasyim - 'Abd.Muththalib -
'Abdullah - NABI MUHAMMAD
SAW.
-- All the flocks of Kedar shall be gathered together unto thee, (Segala kambing domba Kedar akan
berhimpun kepadamu), maksudnya thee, mu = Nabi Muhammad
SAW
-- I will glorify
"My Glorious House" (Aku akan
menyemarakkan "Rumah Keagungan-Ku"),
maksudnya "My Glorious House", "Rumah Keagungan-Ku" = Bayt Allah
2. Hajar al-Aswad (Batu
Hitam)
Hajar al-Aswad tidak pernah diberhalakan, tidak dijadikan ornamen oleh
ummat Islam, tidak seperti orang Kristian yang memberhalakan salib, menjadikan
salib sebagai ornamen, di bawa-bawa kian kemari. Tidak ada Masjid di dunia
ini yang di dalamnya ada duplikat Hajar al-Aswad, tidak seperti dalam setiap
gereja di mana di dalamnya dipasang duplikat salib, yang dikiranya Jesus mati
disalib, padahal sebenarnya Jesus tidaklah mati terkutuk, menyentuh palang
salibpun sama sekali tidak.
************************************************************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Hajar al-Aswad
disusun oleh H.Muh.Nur
Abdurrahman
Hajar al-Aswad (batu
hitam) dijumpai oleh Ismail (belum jadi Nabi) tatkala dia diperintahkan oleh
ayahadanya, Nabi Ibrahim AS untuk mencari bahan binaan (batu) ketika baginda
berdua di dalam proses membangun Ka'bah (BaituLlah). BaituLlah disebut juga Bait
al-Atiq (Rumah Antik), karena bangunan tersebut dibangun oleh kakek dan nenek
manusia, yaitu Nabi Adam AS dan Sitti Hawa, yang telah hancur tatkala banjir
pada zamannya Nabu Nuh AS. Nabi Ibrahim AS diberitahu oleh Jibril tempat bekas
Baitulatiq, yaitu gundukan tanah yang lebih tinggi dari tanah
sekelilingnya.
Tatkala pembinaan
BaituLlah itu selesai, Nabi Ibrahim AS lalu memerintahkan anakanda
baginda, Ismail: "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku
letakkan sebagai penanda bagi manusia". (Jadi berbeda dengan kebiasaan kita
sekarang dilazimkan "perletakan batu pertama", maka Nabi Ibrahim AS melakukan
"perletakan batu terakhir"). Maka Ismailpun pergi mencari batu tersebut seperti
yang diminta oleh Nabi Ibrahim AS. Ketika Ismail sedang duduk beristirahat
melepaskan penat lelahnya, tiba-tiba sahaja dihadapannya berdiri seorang lelaki
yang begitu tampan dan gagah, sambil membawa sebuah batu yang berwarna hitam dan
berkilat. Sambil tersenyum ramah, lelaki tersebut menyerahkan batu hitam
tersebut kepada Ismail dan menyuruhnya segera pergi kepada ayahandanya.
Berangkatlah Ismail membawa batu hitam tersebut dan setibanya di hadapan Nabi
Ibrahim AS, diserahkannyalah batu hitam tersebut kepada Nabi Ibrahim AS.
Melihat bentuk batu dan warna batu itu, Nabi Ibrahim AS menatap wajah Ismail
seraya bertanya: "Dari mana kau dapatkan batu ini?" Maka Ismailpun menceritakan
segalanya kepada Nabi Ibrahim AS mengenai pertemuannya dengan seorang lelaki
tampan dan gagah yang telah menolongnya.
Mendengar penjelasan
putera kesayangannya itu, Nabi Ibrahim AS dengan serta merta menciumi batu
tersebut dengan rasa suka dan gembira yang teramat sangat. Menyaksikan tingkah
laku ayahandanya yang agak ganjil itu, Ismailpun menjadi heran. Melihat
perubahan pada wajah putera kesayangannya yang keheranan, maka dipanggilnyalah
Ismail duduk dekat dirinya. Lalu Nabi Ibrahim AS berkata: "Tahukah engkau
anakku, siapakah lelaki tampan yang memberikan batu ini kepadamu?," sambil
menunjuk ke arah batu hitam yang telah diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS di atas
tanah. Ismail menggelengkan kepalanya. "Lelaki tampan itu tadi
adalah Malaikat Jibril AS yang menjelma menyerupai manusia biasa, dan batu ini
adalah sisa yang tertinggal dari Bait al-Atiq yang dibangun oleh kakek dan nenek
kita Nabi Adam AS dan Sitti Hawa," menjelaskan Nabi Ibrahim
AS.
Sejak itulah dan sampai sekarang ini, setiap orang yang
bertawaf mengelilingi BaituLLah, disunatkan pula mencium batu hitam (Hajar
al-Aswad) dan nama Hajar al-Aswad pun, diberikan oleh Nabi Ibrahim AS. Nabi
Ibrahim AS bersama Ismail 7 kali berkeliling dalam membangun itu, dan tawaf 7
kali berkeliling BaituLlah merupakan napak tilas mereka berdua. Mencium Hajar
al-Aswad itu juga berupa napak tilas Nabi Ibrahim AS mencium batu hitam itu
karena sukacita.(*) Di samping itu untuk menguji keimanan ummat Islam tatkala
mencium Hajar al-Aswad, yaitu meniatkan dalam hati bahwa batu hitam itu tidak
ada apa-apanya, batu itu tidaklah sakral. Haji Eros Jarot sutradara film Cut
Nyak Dien menyatakan bahwa ia tidak berani mencium Hajar al-Aswad, ia cukup
dengan mencium tangannya lalu menempelkannya ke Hajar al-Aswad, katanya ia
kuatir tatkala mencium batu itu lalu timbul pikirannya yang
lain-lain.
Hajar al-Aswad adalah
istimewa, karena tidak pernah disembah sebagai berhala oleh orang Arab jahiliyah
yang telah menyimpang dari ajaran Nabi Ismail AS, dari beragama Tawhid menjadi
penyembah berhala. Juga Hajar al-Aswad tidak pernah dijadikan wasilah (medium,
perantara) dalam menyembah Allah oleh orang Arab jahiliyah. Bahwa nama Allah
telah dikenal oleh orang Arab jahiliyah, buktinya nama ayahanda Nabi Muhammad
SAW adalah AbduLlah, artinya Hamba Allah. Mengenal nama Allah itu merupakan
ajaran yang masih tersisa dari Nabi Ismail AS, termasuk tawaf menapak tilas
pembangunan BaituLlah 7 kali berkeliling dari Nabi Ibrahim AS dan Ismail seperti
telah disebutkan di atas itu. Namun napak tilas itu telah diselewengkan orang
Arab Jahiliyah kerena mereka melakukannya dengan telanjang bulat. WaLlahu a'lamu
bisshawab.
--------------
(*)
RasuluLah berkata: "Sesungguhnya yang
kulakukan (mencium Hajar al-Aswad) ini adalah apa yang pernah dilakukan oleh
Ibrahim dan anaknya, janganlah kalian menjadikannya sebagai kewajiban dalam
berhaji (HR Abu Dawud).
======================================================
---------- forwarded message ----------
From: Yogi
Triyuniardi <yogitry@...>
Date: 23 Mar 2007
06:44
Subject: [zamanku] Islam: agama berhala monotheis
To: cah ayoe
<cibu2rkid@...>, muskita wati
<muskitawati@...>, debat_islam-kristen-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
zamanku-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, carla.annamarie@...,
citra_67@..., invisiblemommy@...,
billy_paradise2007@..., duniaku_09@...,
katasiapa@..., king_verse2000@...,
jimmy.okberto@..., ndhutabarat@...,
rm_danardono@..., Gabriela Rantau <gabrielakrantau@...>,
freethinker_may@..., alvindaniel_net@...,
samanam@..., invisiblemomy@...Assalamualaikum
wr.wb. (Kiranya damai sejahtera Allah
menyertaimu),
Sebelum Islam
Lahir, apakah yang menjadi agama bangsa
Arab?
Bangsa Arab menyembah 360
buah berhala di Ka'bah (Idol
Polytheysm = Penyembah banyak allah
berhala)
Simaklah Hadits Shahih Bukhari no : 1187 berikut ini:
"Dari
Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya : Nabi SAW
memasuki kota Mekkah, sedang
diwaktu itu dikeliling
Ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh
berhala."
*************************************************************************************************
#################################################################################
Narrated Ibn Abbas: "When the Prophet saw pictures in the Ka'bah,
he did not enter it till he ordered them to be erased. When he saw the pictures
of Abraham and Ishmael carrying the arrows of divination, he said, "May Allah
curse them (i.e. the Quraish)! By Allah, neither Abraham nor Ishmael practiced
divination by arrows." (Translation of Sahih Bukhari, Prophets, Volume 4,
Book 55, Number
571)"
*************************************************************************************************
#################################################################################
"Yang
mereka sembah selain dari Allah tidak lain
hanyalah berhala-berhala perempuan
seperti Laata,
Manaata dan Uzzaa dan tiadalah yang mereka sembah
kecuali
setan yang durhaka".
(Surat 4 An Nissaa ayat 117)
Lalu apa yang
muhamad saw ajarkan?
Muhamad mengajarkan untuk menyembah hanya satu
allah,
yaitu allah swt.
"Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di
langit
maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu
rahasiakan dan apa
yang kamu lahirkan dan mengetahui
(pula) apa yang kamu usahakan."
(Q.S.
Al-An'aam, 6:3)
Siapakah itu allah swt?
Allah swt disebut sebagai zat
yang maha tinggi (sebuah
benda).
Menurut surat 1 Al Faatihah ayat 1
dalam foot notenya
kitab Al Quran terjemahan Indonesia terbitan PT
Sari
Agung berbunyi demikian :
"Ayat ini dinamakan "Basmalah" diutamakan
membacanya
pada tiap-tiap akan memulai pekerjaan yang baik
"Allah" ialah
dzat yang maha suci yang disembah dengan
sebenarnya."
Dimanakah allah
swt tinggal?
Allah swt tinggal di baitulah (rumah allah) yaitu
ka'bah di
mekkah.
Surat 22 Al Hajj ayat 26:
"Dan (ingatlah) ketika Kami
tempatkan Ibrahim pada
tempat Baitullah (dengan firman): janganlah
engkau
menyekutukan Aku dengan sesuatu dan sucikanlah rumahKu
(Ka'bah)
untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan
orang-orang yang ruku dan sujud
(shalat)".
Jadi, apa sebenarnya allah swt yang disembah
orang
islam?
Yang disembah adalah berhala batu hitam hajar aswad,
yang
zat, dan tinggal di ka'bah.
"Pada waktu penataan kembali Ka'bah dan
penentuan
dimana Hajar Aswad akan ditempatkan kembali, maka
timbul
perselisihan diantara pemuka-pemuka suku
Quraisy, karena masing-masing pemuka
suku merasa
berhak untuk menentukan dimana tempat Hajar Aswad
ditempatkan
kembali. Akhirnya disepakati oleh mereka
bahwa yang menjadi hakim dalam
penempatan kembali batu
hitam Hajar Aswad adalah orang yang pertama datang
ke
Ka'bah. Ternyata orang yang datang pertama adalah
Muhammad dan semua
pemuka Quraisy menyetujui bahwa
Muhammadlah yang menentukan dimana Hajar
Aswad akan
diletakkan. Agar semua pemuka-pemuka suku Quraisy
terlibat
dalam penentuan tempat Hajar Aswad tersebut,
maka Muhammad mengambil sehelai
kain dan
dihamparkannya dan Hajar Aswad diletakkan di
tengah-tengah kain
tersebut. Kemudian Muhammad
menyuruh agar setiap pemuka suku Quraisy
bersama-sama
mengangkat tepi kain tersebut ke tempat asal Hajar
Aswad
ditempatkan. Ketika sampai ke tempatnya, maka
Muhammad meletakkan batu hitam
Hajar Aswad tersebut
dengan tangannya sendiri ketempatnya. Dengan
demikian
selesailah persengketaan antara pemuka-pemuka Quraisy
dan oleh
peristiwa itu Muhammad diberi gelar Al Amin
yaitu yang dipercaya." (riwayat
nabi muhamad saw)
Apakah ada bukti lain bahwa batu hitam
disembah
sebagai allah swt?
Ada, muhamad sendiri mencontohkan ketika ia
beribadah
haji.
"Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya :
Tatkala
Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau
datangi hajar
aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau
berjalan ke kanan lalu berlari-lari
kecil tiga kali
putaran dan berjalan kaki empat kali putaran".
(Hadits
Shahih Muslim no : 1190)
"Dari Ibnu Abbas r.a katanya : Nabi saw pernah
thawaf
di Ka'bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau
melewati satu
sudut beliau memberi isyarat ke arah
sudut itu dengan apa saja yang ada di
tangan beliau
sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha besar)".
(Hadits
Shahih Bukhari no : 838)
Jika benar demikian, mengapa tidak ada yang
protes
kepada nabi muhamad saw?
Karena dari awal memang bangsa arab adalah
penyembah
berhala, selain itu muhamad diakui sebagai nabi,
sehingga tidak
ada yang berani membantah. tetapi ada
keraguan dalam hati setiap orang yang
menyembahnya.
"Dari Umar r.a katanya : Bahwasanya dia datang
mendekati
Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya
katanya : "Sesungguhnya aku tahu
bahwa engkau ini batu
yang tidak memberi mudharat dan tidak pula
memberi
manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw
mencium
engkau, niscaya saya tidak akan menciummu
pula".
(Hadits Shahih Bukhari no
: 830)
Dari Salim r.a katanya : "bapaknya menceritakan
kepadanya bahwa
Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad,
kemudian umar berkata : Ketahuilah,
demi Allah ! Aku
tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak
melihat
Rasulullah saw menciummu, aku tidak akan menciummu."
(Hadits
Shahih Muslim no : 1222)
Jadi, apakah yang telah diperbuat oleh muhamad
saw thd
bangsanya?
Muhamad saw mengubah bangsa Arab dari Idol
Polytheyst
menjadi Idol Monotheyst (Penyembah berhala yang esa)
"maka
seluruh patung-patung berhala disingkirkan
kecuali ditinggalkan hanya sebuah
patung berhala yaitu
batu hitam Hajar Aswad yang diletakkan di
sudut
Ka'bah." (riwayat nabi muhamad
saw)