feifei
menyanggah:
Keempat: Kadar
hari Allah
QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun
QS 70
: 4 : satu hari = 50.000 tahun
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
HMNA menjawab
Keempat:
Baca Seri 508 di bawah, ttg
1000 tahu dan 50 000 tahun pakai warna
merah:
*********************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN
ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
508. Laju Cosmic
Affair
A. Pendahuluan
1. Sistem
Koordinat
Sistem Koordinat dipakai sebagai patokan bagi gerak titik benda.
Biasanya memakai sistem orthogonal (Koordinat Kartesis), dalam ruang memakai 3
sumbu saling tegak lurus X, Y, Z dimulai dari titik O yang disebut pusat sistem
koordinat. Dalam praktek yang dijadikan titik O ialah bumi, matahari dan
kendaraan yang sedang bergerak (termasuk space ship). Di dalam kinematika (ilmu
gerak) semua gerak adalah gerak relatif terhadap titik pusat sistem
koordinat.
2. Bumi Sebagai Pusat Sistem
Koordinat
Jika orang misalnya menembakkan proyektil dengan sudut a, maka
dalam ilmu mekanika dikatakan lintasan proyektil itu membentuk garis lengkung
yang disebut dengan "lintasan peluru" yang dalam kacamata matematika disebut
kurva berbentuk parabola, dengan pengertian bahwa itu berbentuk parabola
terhadap bumi.
Dalam kalkulasi mencari
konstante U (urusan, al amr = cosmic affair), terlebih dahulu dikemukakan
definisi apa itu satu tahun. Al Quran memakai sistem qamariyah (lunar system),
satu tahun = 12 bulan qamariyah. Dalam sistem syamsiyah (solar system)
pengertian satu bulan itu tidak tegas/eksak, artinya tidak dapat dirujuk
pada gerak bulan dari mana ke mana . Sedangkan dalam sistem qamariyah (lunar
system) satu bulan itu tegas/eksak. Dalam bidang falakiyah (astronomis) satu
bulan ditegaskan dengan satu kali bulan mengelilingi bumi, dengan bumi sebagai
pusat sistem koordinat dengan lintasan mendekati lingkaran. Ini disebut dengan
siderial month. Dalam penanggalan (kalender) ditegaskan satu bulan qamariyah
adalah jarak waktu antara dua posisi ijtima'. Ini disebut dengan synodic month.
(Yang disebut posisi ijtima', ialah bumi, bulan dan matahari hampir-hampir dalam
satu garis. Dikatakan hampir-hampir, karena ada kalanya ketiganya betul-betul
terletak dalam satu garis, yang dalam hal itu terjadi gerhana matahari, karena
bulan menutup matahari).
Jadi kalau dikatakan satu
tahun 12 kali bulan mengelilingi bumi (pure lunar system), dan 1000 tahun 12000
kali bulan mengelilingi bumi, maka itu berarti bumi sebagai pusat sistem
koordinat, gerak bulan relatif terhadap bumi dalam lintasan mendekati lingkaran.
Inilah dasar dari rumus dasar cosmic affair dan untuk menghitung kecepatan
tangensial bulan terhadap bumi, seperti yang dilakukan dalam kalkulasi di bawah.
3. Buruj (Galaxies) Sebagai
Pusat Sistem Koordinat
Dalam tahap permulaan menghitung, bumi dijadikan
pusat sistem koordinat, sehingga perlu dikoreksi setelah buruj dijadikan pusat
sistem koordinat. Kalau pada waktu bumi dijadikan pusat sistem koordinat
kecepatan tangensial V selalu tegak lurus pada jari-jari lingkaran orbit bulan
mengelilingi pusat sistem koordinat yaitu bumi. Namun setelah buruj yang
dijadikan pusat sistem koordinat, maka V sudah tidak lagi merupakan kecepatan
tangensial. Maka dalam satu siderial month arah vektor V perlu dikoreksi dengan
mengambil proyeksinya terhadap garis kerja yang tegak lurus jari-jari tak
terhingga dari tatasurya ke buruj. Dalam satu siderial month bulan sudah
menempuh busur a dan sudut ini sama besar dengan sudut yang dibentuk oleh vektor
V dengan garis kerja, sebab masing-masing dari kedua kaki dari kedua sudut itu
saling tegak lurus, sehingga V harus dikoreksi menjadi V cos a.
B. Perhitungan
Perkara
yang tidak ghaib yang disebutkan dalam ayat Qawliyah (Al-Quran) pada umumnya
dapat diperoleh kejelasannya baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif dengan
mengkaji ayat Kawniyah (alam syahadah, physical world). Berdasarkan hal itu,
maka ilmu pengetahuan alam dapat dipakai sebagai "ilmu bantu" dalam memahamkan
ayat Qawliyah yang berhubungan dengan perkara yang tidak ghaib. Di bawah ini
disajikan sebuah ilustrasi menyangkut seperti yang dinyatakan judul di atas:
"Laju Cosmic Affair."
Firman Allah SWT dalam S.
as-Sajdah, 32:5
artinya:
(Dia) mengatur urusan dari langit
sampai ke bumi, kemudian naik kepadaNya dalam hari yang kadarnya seribu tahun dari apa yang kamu
hitung.
Yang menjadi focus perhatian
kita dalam ayat (32:5) di atas itu ada dua perkara, pertama, yang kualitatif,
yaitu substansi "urusan dari langit" (cosmic affair) dan kedua, yang
kuantitatif, yaitu satu hari dalam cosmic affair yang setara dengan seribu tahun di bumi.
Firman Allah SWT dalam S.
at-Tawbah, 9:36
artinya:
Sesungguhnya perhitungan bulan disisi
Allah adalah 12 bulan.
Jadi menurut ta'rif
(definisi) yang diambil dari Al Quran itu satu tahun terdiri atas 12 bulan
qamariyah. Demikianlah pengertian sanatun (tahun) dalam alfa sanatin mimma-
ta'uddu-n haruslah ditransformasikan bukan kepada sembarang gerak benda langit,
melainkan sudah tertentu ditransformasikan pada gerak bulan, karena menurut ayat
(9:36), tahun didefinisikan sebagai bulan 12 kali mengedari bumi. Seperti
dijelaskan di atas, bulan qamariyah itu ada dua macam, yaitu siderial month dan
synodic month. Satu sidereal month = 27,321661 hari sedangkan satu synodic month
= 29,53059 hari.
Ya'ruju ilayhi fiy yawming
kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduwn (lihat teks aslinya di atas).
Ya'ruju adalah fi'il mudhaari' (present and future tenses), sehingga al- amru
minas samaai (urusan dari langit, cosmic affair) masih sedang dalam perjalanan
menempuh ilayhi. Jadi tidak berarti cosmic affair itu telah menempuh seluruh
jarak dalam satu hari itu. Artinya masih menempuh sepotong jarak = Sj dari
seluruh jarak. Demikianlah urusan langit itu = U, melintasi jarak Sj, sehingga
dalam satu hari setara dengan jarak yang ditempuh bulan sejauh 12000 kali
mengelilingi bumi. Maka dapatlah ditulis persamaan sederhana, yaitu rumus cosmic
affair seperti berikut:
Sj = U t = 12000 L, di
mana
Sj = sepotong jarak
yang ditempuh cosmic affair dalam satu hari dan yang ditempuh oleh bulan 12000
kali mengelilingi bumi,
U = laju cosmic affair,
t = satu hari
(terrestrial siderial day) = satu kali bumi berpusing pada sumbunya = 23 jam, 56
menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik
L = jarak inersial yang ditempuh
bulan dalam satu kali mengorbit bumi dalam pengertian gerak geosentrik, bumi
menjadi titik pusat sistem koordinat, artinya gerak relatif bulan terhadap
bumi.
Karena gerak geosentrik
bulan mendekati gerak lingkaran beraturan, maka dengan rumus sederhana dapatlah
dihitung kecepatan tangensial bulan:
V = 2 p R/T, di mana
V = kecepatan
tangensial bulan relatif terhadap bumi,
p = 3,1416,
R =
radius rata-rata orbit gerak geosentrik bulan = 384264 km
T
= satu bulan siderial = 27,321661 hari = 655,71986
jam.
Dengan mensubstitusi
harga-harga itu dalam persamaan tersebut di atas, kita
dapatkan:
V = [2 x 3,1416 x
384264] : 655,71986 = 3682,07 km/jam, harga ini merupakan harga astronomis yang
dipakai pula oleh NASA.
Dengan demikian L sudah
dapat dihitung, yaitu dengan rumus sederhana:
L = V
T
Namun karena kita berurusan
dengan cosmic affair maka harga V yang relatif terhadap bumi di atas itu harus
dikoreksi, bukan lagi relatif terhadap bumi, melainkan relatif terhadap buruj
(galaxies, fixed stars). Yaitu harus dikoreksi dengan cos a, seperti telah
dijelaskan pada pendahuluan dalam fasal Buruj menjadi pusat sistem koordinat.
Jadi yang harus dihitung sekarang ialah besarnya sudut a. Ini dapat dihitung
dengan rumus sederhana, yaitu perbandingan antara satu siderial month (27,
321661 hari) dengan satu tahun syamsiyah (365,25636 hari). Maka kita dapatkan
sudut a seperti berikut:
a = 27, 321661 : 365,25636 x
360 = 26,92848 derajat busur.
cos a = cos 26,92848 =
0,89157
Setelah dikoreksi dengan cos
a, maka
L = V T menjadilah
L =
0,89157 V T, dan apabila rumus ini disubstitusi ke dalam rumus cosmic
affair:
Ut = 12000 L, kita akan peroleh:
Ut = 12000 x 0,89157 V T
Dengan demikian laju cosmic
affair dapatlah dihitung:
U = 12000 x 0,89157
VT/t, dan dengan mensubsitusi harga-harga V, T dan t ke dalamnya, kita akan
dapatkan:
U = (12000 x 0,89157 x
3682,07[km/jam] x 655,71986 [jam]) / 86164,0906 [detik]
U = 299792,4989 km/detik.
Hasil ini adalah konstante
yang diperoleh dalam cosmic affair. Berdasar atas Firman Allah dalam S. al-Hajj,
22:47
artinya:
Mereka minta segerakan siksa kepada engkau,
padahal Allah tiada akan memungkiri janjiNya. Sesungguhnya sehari di sisi Maha
Pengaturmu seperti seribu tahun dalam perhitunganmu.
Apa yang di sisi Allah Yang
Maha Mutlak, itu mutlak juga keadaannya. Sehingga patokan 1000 tahun dalam cosmic affair yang melaju U = 299792,4989
km/detik itu merupakan laju mutlak yang invarian terhadap semua sistem
koordinat. Dengan demikian Laju U tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap
bulan, tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap matahari, tidaklah dinyatakan
laju relatif terhadap galaxy Milky way, tidaklah dinyatakan laju relatif
terhadap cluster Local Group, melainkan berarti laju terhadap bulan = laju
terhadap bumi = laju terhadap matahari = laju terhadap Milky Way = laju terhadap
Local Group = U = 299792,4989 km/detik.
Data yang diperoleh menurut
ilmu fisika ekperimental:
? Weber dan Kohlrauch
(1856) C = 310000 km/detik,
? Curtis (1929) C = 299790 km/detik,
? Froome (1952) C = 299792 km/detik,
? the US National Bureau
of Standards, C = 299792,4574 ± 0,0011 km/detik,
? the British National
Physical Laboratory, C = 299792,4590 ± 0,0008 km/detik
(C adalah laju cahaya
di tempat vakum, yang invarian terhadap semua sistem koordinat).
Maka konstante C itu identik
dengan konstante U = 299792,4989 km/detik, yaitu laju semua cosmic affairs
seperti laju cahaya, laju semua jenis gelombang elektro-magnet, laju gelombang
gravitasional, laju semua partikel yang melaju seperti neutrino, dll yang belum
didapatkan (discovered), yang melaju merambat di langit di seantero cosmos, ya,
seluruh cosmos affairs.
***
Harus dapat difahami bahwa C
= U yang invarian terhadap semua sistem koordinat tidak identik pengertiannya
dengan laju maximum. Sebab menurut Al Quran ada yang melebihi laju C = U yaitu
seperti firman Allah SWT dalam S. al-Ma'aarij, 70:4
artinya:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang
kadarnya limapuluh ribu tahun.
Kita lihat kembali rumus
dasar ttg cosmic affair di atas:
Ut = 12 x 1000 L,
Jadi untuk cosmic affair malaikat:
M =
12 x 50 000 L, dimana M adalah laju malaikat, dan ini
kalau diteruskan dengan cara kalkulasi yang sama seperti di atas, akan
diperoleh
M = 50 U
Malaikat itu naik kepadaNya
dengan laju 50 kali dari "cosmic affair" 50 U. Tidak
ada penegasan dari ayat lain, sehingga laju malaikat ini walaupun lebih besar
dari U, namun ia tidaklah invarian. WaLlahu a'lamu
bisshawab
*** Makassar, 20
Januari, 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
====================================
Daftar
Maraji'
1. Al Quran Al Kariym
2. A New Astronomical Quranic
Method for The Determination of The Speed C, by Dr. Mansour
Hassab-AlNaby
1. Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu Seri
no.143
2. Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu Seri
no.145
No.2 itu hanya sebagai
maraji' saja, saya pakai pendekatan sendiri secara sederhana seperti pada
pendahuluan, hanya memakai rumus-rumus elementer SMA.
***************************************************************
Gayung
bersambut dari tanggapan seorang bernama Arnold
Neumaier
***************************************************************
Arnold Neumaier:
1. However, the definition of the [moon orbit length] in this equation
has no natural meaning as a distance actually travelled by the moon in a
meaningful interval, and seems strained to force the
result.
2. But this verse is
predated by essentially the same statement made in the New Testament (2 Peter
3:8) several centuries earlier; the same arguments therefore support (or don't
support) both the authenticity of the Quran and the New Testament, something
probably not intended by the author.
3. Furthermore, there
is nothing relativistic about the new relativistic interpretation of this
Quranic relation. The equation is completely unrelated to special relativity;
the equations mentioned follow from elementary geometry,
4. Indeed, numerical
speculations like the one in this paper crop up in all religions where people
with enough time to search for coincidences feel a need to justify the
authenticity of their sacred books. Such speculations are the decoy for the
unfortunate people who desire a shortcut in their search for truth and life; and
God allows them to be deceived until they are ready to look deeper.
5. Then the orbit of
the sun would have to be the relative motion of the sun with respect to the
center of the galaxy. However, this is completely ignored in the calculation.
Instead, the center of mass of the sun is taken as the intended reference frame:
the earth, and consequently the moon's orbit, have travelled some way around the
the sun.
6. Universality is
proved by many physical experiments and functioning clocks and other devices,
not by some speculations as those in this paper. Constancy is a matter of
definition, after having accepted the framework of relativity; there is nothing
to prove. And, indeed, the present paper proves nothing in these
respects.
------------------------
Jawaban dari
HMNA
1. Seperti pada pendahuluan saya jelaskan langkah pertama bumi
sebagai pusat sistem koordinat, dengan aproximasi bulan mengorbit dengan gerak
lingkaran beraturan.
2. Arnold Neumaier
adalah penganut science dengan paradigma filsafat positivesme yang tidak percaya
adanya wahyu, jadi mungkin salah satunya di antara tiga ini: atheist, atau
agnostik, atau deist. Dalam the New Testament (II Peter 3:8) tertulis: But,
beloved, be not ignorant of this one thing, that one day is with the lord as a
thousand years, and a thousand years as one day. Peter bukan Nabi, ia tidak
mendapatkan wahyu. Peter mengambilnya dari the Old Testament (IV Psalms 90:4)
For a thousand years in thy sight are but as yersterday when it is past, or as a
watch in the night. Ini berasal dari wahyu, karena Nabi Daud AS adalah seorang
Nabi yang mendapat wahyu, dan ini oleh kaum Muslimin termasuk dalam salah satu
Rukun Iman: Alladziyna yu'minuwna bimaa unzila ilayka, wa maa unzila min qablika
(2:4). Wahyu yang diterima oleh Nabi Daud AS dan wahyu yang diterima oleh Nabi
Muhammad SAW berasal dari Sumber yang sama, yaitu Allah SWT. Firman Allah dalam
Al Quran Yudabbirul amra minas samaai ilal ardhi tsumma ya'ruju ilayhi fiy
yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduwn (S. as Sajdah, 32:5),
artinya (Dia) mengatur urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian naik
kepadaNya dalam hari yang kadarnya seribu tahun dari apa yang kamu hitung. Cuma
Al- Quran lebih lengkap, sesuai dengan tujuan Risalah Nabi Muhammad SAW yang
antara lain untuk melengkapi Zabur. Yaitu pada Zabur hanya kesetaraan saja,
sedangkan dalam Al-Quran ditambah dengan informasi: Yudabbirul amra minas samaai
ilal ardhi tsumma ya'ruju ilayhi, terkhusus al amru minas samaai = cosmic
affair.
3. There is nothing to
do with relativistic, because the calculation is pure kinematics, therefore it
is unrelated to special relativity, but rather the equations of the calculation
mentioned following the elementary Euclidian geometry,
4. It is not a
numerical speculation, but rather a numerical calculation based on elementary
formulas. Apabila itu hanya sekadar spekulasi, mengapa sampai kalkulasi U =
299792,4989 [km/detik], itu dapat sama dengan data dari fisika eksperimental
dari C? Itu tidak disinggung oleh pakar kita si Neumaier
5. Dalam pendahuluan
yang pure kinematics, saya jelaskan bahwa setelah menghitung dengan bumi sebagai
pusat sistem koordinat, saya melangkah selanjutnya mengambil buruj sebagai titik
pusat sistem koordinat yang di asumsikan di luar galaxy kita yang diasumsikan
terjauh sehingga setiap radius pada setiap posisi tatasurya menjadi sejajar,
sebab bukankah garis sejajar itu bertemu ditempat tak terhingga? Maka untuk itu
vektor T yang pada waktu bumi dijadikan pusat sistem koordinat selalu tegak
lurus jari-jari orbit. karena T adalah kecepatan tangensial. Anda atau siapapun
juga dapat melihat dalam perhitungan menurut approach mengambil titik tak
terhingga jauhnya dijadikan pusat sisitem koordinat T yang selalu berubah
arahnya tergantung posisi bulan pada bumi, maka yang diambil adalah proyeksi
vektor T terhadap garis yang tegak lurus pada jari-jari yang sejajar yang
bertemu pada titik tak tehingga yang menjadi pusat sistem koordinat. Jadi
pendekatan yang saya ambil memakai rumus sederhana: gerak lingkaran beraturan
secara aproksimasi (bumi sebagai pusat sistem koordinat) disusul dengan
mengoreksi arah vektor T supaya tetap tegak lurus pada setiap jari-jari yang
sejajar yang bertemu pada titik terjauh sebagai pusat sistem koordinat, maka
menjadilah pula T itu kecepatan tangensial terhadap gerak dimana titik tak
terhingga jauhnya yang menjadi titik pusat sistem koordinat.
6. The definition of
one year according to the verse (9:36) related to the movement of the moon
revolving 12 times around the earth, therefore it is not an arbitrary movement
of another heavenly bodies (sun, stars, galaxies, clusters), it is restricted
special to the movement of the moon.
Kahtimah: Pendekatan secara
aproksimasi yang saya tempuh dalam kalkulasi benar adanya, oleh karena harga U
yang didapatkan selisihnya tidak signifikan dengan hasil pengukuran C dalam
fisika eksperimental. Aquwlu qawly hadza wastaghfirhu innahu huwal ghafuwru
rrahiym, waLlahu a'lamu bishshawab.
[HMNA]
#####################################################################################################################