logo       

Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN, TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.=> jawaban kee: msg#00248

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN, TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.=> jawaban keempat

feifei menyanggah:
Keempat: Kadar hari Allah

QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun
QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun
 
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
 
HMNA menjawab
Keempat:
Baca Seri 508 di bawah, ttg 1000 tahu dan 50 000 tahun pakai warna merah:
*********************************************************************
 
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
 
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
508. Laju Cosmic Affair
 
A. Pendahuluan
1. Sistem Koordinat
Sistem Koordinat dipakai sebagai patokan bagi gerak titik benda. Biasanya memakai sistem orthogonal (Koordinat Kartesis), dalam ruang memakai 3 sumbu saling tegak lurus X, Y, Z dimulai dari titik O yang disebut pusat sistem koordinat. Dalam praktek yang dijadikan titik O ialah bumi, matahari dan kendaraan yang sedang bergerak (termasuk space ship). Di dalam kinematika (ilmu gerak) semua gerak adalah gerak relatif terhadap titik pusat sistem koordinat.
 
2. Bumi Sebagai Pusat Sistem Koordinat
Jika orang misalnya menembakkan proyektil dengan sudut a, maka dalam ilmu mekanika dikatakan lintasan proyektil itu membentuk garis lengkung yang disebut dengan "lintasan peluru" yang dalam kacamata matematika disebut kurva berbentuk parabola, dengan pengertian bahwa itu berbentuk parabola terhadap bumi.
 
Dalam kalkulasi mencari konstante U (urusan, al amr = cosmic affair), terlebih dahulu dikemukakan definisi apa itu satu tahun. Al Quran memakai sistem qamariyah (lunar system), satu tahun = 12 bulan qamariyah. Dalam sistem syamsiyah (solar system) pengertian satu  bulan itu tidak tegas/eksak, artinya tidak dapat dirujuk pada gerak bulan dari mana ke mana . Sedangkan dalam sistem qamariyah (lunar system) satu bulan itu tegas/eksak. Dalam bidang falakiyah (astronomis) satu bulan ditegaskan dengan satu kali bulan mengelilingi bumi, dengan bumi sebagai pusat sistem koordinat dengan lintasan mendekati lingkaran. Ini disebut dengan siderial month. Dalam penanggalan (kalender) ditegaskan satu bulan qamariyah adalah jarak waktu antara dua posisi ijtima'. Ini disebut dengan synodic month. (Yang disebut posisi ijtima', ialah bumi, bulan dan matahari hampir-hampir dalam satu garis. Dikatakan hampir-hampir, karena ada kalanya ketiganya betul-betul terletak dalam satu garis, yang dalam hal itu terjadi gerhana matahari, karena bulan menutup matahari).
 
Jadi kalau dikatakan satu tahun 12 kali bulan mengelilingi bumi (pure lunar system), dan 1000 tahun 12000 kali bulan mengelilingi bumi, maka itu berarti bumi sebagai pusat sistem koordinat, gerak bulan relatif terhadap bumi dalam lintasan mendekati lingkaran. Inilah dasar dari rumus dasar cosmic affair dan untuk menghitung kecepatan tangensial bulan terhadap bumi, seperti yang dilakukan dalam kalkulasi di bawah.
 
3. Buruj (Galaxies) Sebagai Pusat Sistem Koordinat
Dalam tahap permulaan menghitung, bumi dijadikan pusat sistem koordinat, sehingga perlu dikoreksi setelah buruj dijadikan pusat sistem koordinat. Kalau pada waktu bumi dijadikan pusat sistem koordinat kecepatan tangensial V selalu tegak lurus pada jari-jari lingkaran orbit bulan mengelilingi pusat sistem koordinat yaitu bumi. Namun setelah buruj yang dijadikan pusat sistem koordinat, maka V sudah tidak lagi merupakan kecepatan tangensial. Maka dalam satu siderial month arah vektor V perlu dikoreksi dengan mengambil proyeksinya terhadap garis kerja yang tegak lurus jari-jari tak terhingga dari tatasurya ke buruj. Dalam satu siderial month bulan sudah menempuh busur a dan sudut ini sama besar dengan sudut yang dibentuk oleh vektor V dengan garis kerja, sebab masing-masing dari kedua kaki dari kedua sudut itu saling tegak lurus, sehingga V harus dikoreksi menjadi V cos a.
 
B. Perhitungan
Perkara yang tidak ghaib yang disebutkan dalam ayat Qawliyah (Al-Quran) pada umumnya dapat diperoleh kejelasannya baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif dengan mengkaji ayat Kawniyah (alam syahadah, physical world). Berdasarkan hal itu, maka ilmu pengetahuan alam dapat dipakai sebagai "ilmu bantu" dalam memahamkan ayat Qawliyah yang berhubungan dengan perkara yang tidak ghaib. Di bawah ini disajikan sebuah ilustrasi menyangkut seperti yang dinyatakan judul di atas: "Laju Cosmic Affair."
 
Firman Allah SWT dalam S. as-Sajdah, 32:5
 
artinya:
(Dia) mengatur urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian naik kepadaNya dalam hari yang kadarnya seribu tahun dari apa yang kamu hitung.
 
Yang menjadi focus perhatian kita dalam ayat (32:5) di atas itu ada dua perkara, pertama, yang kualitatif, yaitu substansi "urusan dari langit" (cosmic affair) dan kedua, yang kuantitatif, yaitu satu hari dalam cosmic affair yang setara dengan seribu tahun di bumi.
 
Firman Allah SWT dalam S. at-Tawbah, 9:36
 
artinya:
Sesungguhnya perhitungan bulan disisi Allah adalah 12 bulan.
 
Jadi menurut ta'rif (definisi) yang diambil dari Al Quran itu satu tahun terdiri atas 12 bulan qamariyah. Demikianlah pengertian sanatun (tahun) dalam alfa sanatin mimma- ta'uddu-n haruslah ditransformasikan bukan kepada sembarang gerak benda langit, melainkan sudah tertentu ditransformasikan pada gerak bulan, karena menurut ayat (9:36), tahun didefinisikan sebagai bulan 12 kali mengedari bumi. Seperti dijelaskan di atas, bulan qamariyah itu ada dua macam, yaitu siderial month dan synodic month. Satu sidereal month = 27,321661 hari sedangkan satu synodic month = 29,53059 hari.
 
Ya'ruju ilayhi fiy yawming kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduwn (lihat teks aslinya di atas). Ya'ruju adalah fi'il mudhaari' (present and future tenses), sehingga al- amru minas samaai (urusan dari langit, cosmic affair) masih sedang dalam perjalanan menempuh ilayhi. Jadi tidak berarti cosmic affair itu telah menempuh seluruh jarak dalam satu hari itu. Artinya masih menempuh sepotong jarak = Sj dari seluruh jarak. Demikianlah urusan langit itu = U, melintasi jarak Sj, sehingga dalam satu hari setara dengan jarak yang ditempuh bulan sejauh 12000 kali mengelilingi bumi. Maka dapatlah ditulis persamaan sederhana, yaitu rumus cosmic affair seperti berikut:
 
Sj = U t = 12000  L, di mana
 
Sj = sepotong jarak yang ditempuh cosmic affair dalam satu hari dan yang ditempuh oleh bulan 12000 kali mengelilingi bumi,
U = laju cosmic affair,
t = satu hari (terrestrial siderial day) = satu kali bumi berpusing pada sumbunya = 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik
L = jarak inersial yang ditempuh bulan dalam satu kali mengorbit bumi dalam pengertian gerak geosentrik, bumi menjadi titik pusat sistem koordinat, artinya gerak relatif bulan terhadap bumi.
 
Karena gerak geosentrik bulan mendekati gerak lingkaran beraturan, maka dengan rumus sederhana dapatlah dihitung kecepatan tangensial bulan:
 
V = 2 p R/T, di mana
 
V = kecepatan tangensial bulan relatif terhadap bumi,
p = 3,1416,
R =  radius rata-rata orbit gerak geosentrik bulan = 384264 km
T = satu bulan siderial = 27,321661 hari =  655,71986 jam.
 
Dengan mensubstitusi harga-harga itu dalam persamaan tersebut di atas, kita dapatkan:
 
V = [2 x 3,1416 x  384264] : 655,71986 = 3682,07 km/jam, harga ini merupakan harga astronomis yang dipakai pula oleh NASA.
 
Dengan demikian L sudah dapat dihitung, yaitu dengan rumus sederhana:
 
L = V T
 
Namun karena kita berurusan dengan cosmic affair maka harga V yang relatif terhadap bumi di atas itu harus dikoreksi, bukan lagi relatif terhadap bumi, melainkan relatif terhadap buruj (galaxies, fixed stars). Yaitu harus dikoreksi dengan cos a, seperti telah dijelaskan pada pendahuluan dalam fasal Buruj menjadi pusat sistem koordinat. Jadi yang harus dihitung sekarang ialah besarnya sudut a. Ini dapat dihitung dengan rumus sederhana, yaitu perbandingan antara satu siderial month (27, 321661 hari) dengan satu tahun syamsiyah (365,25636 hari). Maka kita dapatkan sudut a seperti berikut:
 
a = 27, 321661 : 365,25636 x 360  = 26,92848 derajat busur. 
cos a = cos 26,92848 = 0,89157    
 
Setelah dikoreksi dengan cos a, maka
 
L = V T menjadilah
L = 0,89157 V T,  dan apabila rumus ini disubstitusi ke dalam rumus cosmic affair:
Ut = 12000  L, kita akan peroleh:
 
Ut = 12000 x 0,89157 V T
 
Dengan demikian laju cosmic affair dapatlah dihitung:
 
U = 12000 x 0,89157 VT/t, dan dengan mensubsitusi harga-harga V, T dan t ke dalamnya, kita akan dapatkan:
 
U = (12000 x 0,89157 x 3682,07[km/jam] x 655,71986 [jam]) / 86164,0906 [detik] 
 
U = 299792,4989 km/detik.
 
Hasil ini adalah konstante yang diperoleh dalam cosmic affair. Berdasar atas Firman Allah dalam S. al-Hajj, 22:47
 
artinya:
Mereka minta segerakan siksa kepada engkau, padahal Allah tiada akan memungkiri janjiNya. Sesungguhnya sehari di sisi Maha Pengaturmu seperti seribu tahun dalam perhitunganmu.
 
Apa yang di sisi Allah Yang Maha Mutlak, itu mutlak juga keadaannya. Sehingga patokan 1000 tahun dalam cosmic affair yang melaju U = 299792,4989 km/detik itu merupakan laju mutlak yang invarian terhadap semua sistem koordinat. Dengan demikian Laju U tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap bulan, tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap matahari, tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap galaxy Milky way, tidaklah dinyatakan laju relatif terhadap cluster Local Group, melainkan berarti laju terhadap bulan = laju terhadap bumi = laju terhadap matahari = laju terhadap Milky Way = laju terhadap Local Group = U = 299792,4989 km/detik.
 
Data yang diperoleh menurut ilmu fisika ekperimental:
 
? Weber dan Kohlrauch (1856) C = 310000 km/detik,
? Curtis (1929) C = 299790 km/detik,
? Froome (1952) C = 299792 km/detik,
? the US National Bureau of Standards, C = 299792,4574 ± 0,0011 km/detik,
? the British National Physical Laboratory, C = 299792,4590 ± 0,0008 km/detik
(C adalah laju cahaya di tempat vakum, yang invarian terhadap semua sistem koordinat).
 
Maka konstante C itu identik dengan konstante U = 299792,4989 km/detik, yaitu laju semua cosmic affairs seperti laju cahaya, laju semua jenis gelombang elektro-magnet, laju gelombang gravitasional, laju semua partikel yang melaju seperti neutrino, dll yang belum didapatkan (discovered), yang melaju merambat di langit di seantero cosmos, ya, seluruh cosmos affairs.
 
***
 
Harus dapat difahami bahwa C = U yang invarian terhadap semua sistem koordinat tidak identik pengertiannya dengan laju maximum. Sebab menurut Al Quran ada yang melebihi laju C = U yaitu seperti firman Allah SWT dalam S. al-Ma'aarij, 70:4
 
artinya:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
 
Kita lihat kembali rumus dasar ttg cosmic affair di atas:
 
Ut = 12 x 1000  L,
Jadi untuk cosmic affair malaikat:
M = 12 x 50 000 L, dimana M adalah laju malaikat, dan ini kalau diteruskan dengan cara kalkulasi yang sama seperti di atas, akan diperoleh
M = 50 U
 
Malaikat itu naik kepadaNya dengan laju 50 kali dari "cosmic affair" 50 U. Tidak ada penegasan dari ayat lain, sehingga laju malaikat ini walaupun lebih besar dari U, namun ia tidaklah invarian. WaLlahu a'lamu bisshawab
 
*** Makassar, 20 Januari, 2002
     [H.Muh.Nur Abdurrahman]
====================================
Daftar Maraji'
1. Al Quran Al Kariym
2. A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Speed C, by Dr. Mansour Hassab-AlNaby
1. Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu Seri no.143
2. Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu Seri no.145
 
No.2 itu hanya sebagai maraji' saja, saya pakai pendekatan sendiri secara sederhana seperti pada pendahuluan, hanya memakai rumus-rumus elementer SMA.
 
***************************************************************
Gayung bersambut dari tanggapan seorang bernama Arnold Neumaier
***************************************************************
 
Arnold Neumaier:
1. However, the definition of the [moon orbit length] in this equation has no natural meaning as a distance actually travelled by the moon in a meaningful interval, and seems strained to force the result.
 
2. But this verse is predated by essentially the same statement made in the New Testament (2 Peter 3:8) several centuries earlier; the same arguments therefore support (or don't support) both the authenticity of the Quran and the New Testament, something probably not intended by the author.
 
3. Furthermore, there is nothing relativistic about the new relativistic interpretation of this Quranic relation. The equation is completely unrelated to special relativity; the equations mentioned follow from elementary geometry,
 
4. Indeed, numerical speculations like the one in this paper crop up in all religions where people with enough time to search for coincidences feel a need to justify the authenticity of their sacred books. Such speculations are the decoy for the unfortunate people who desire a shortcut in their search for truth and life; and God allows them to be deceived until they are ready to look deeper.
 
5. Then the orbit of the sun would have to be the relative motion of the sun with respect to the center of the galaxy. However, this is completely ignored in the calculation. Instead, the center of mass of the sun is taken as the intended reference frame: the earth, and consequently the moon's orbit, have travelled some way around the the sun. 
 
6. Universality is proved by many physical experiments and functioning clocks and other devices, not by some speculations as those in this paper. Constancy is a matter of definition, after having accepted the framework of relativity; there is nothing to prove. And, indeed, the present paper proves nothing in these respects.
 
------------------------
Jawaban dari HMNA
1. Seperti pada pendahuluan saya jelaskan langkah pertama bumi sebagai pusat sistem koordinat, dengan aproximasi bulan mengorbit dengan gerak lingkaran beraturan.
 
2. Arnold Neumaier adalah penganut science dengan paradigma filsafat positivesme yang tidak percaya adanya wahyu, jadi mungkin salah satunya di antara tiga ini: atheist, atau agnostik, atau deist. Dalam the New Testament (II Peter 3:8) tertulis: But, beloved, be not ignorant of this one thing, that one day is with the lord as a thousand years, and a thousand years as one day. Peter bukan Nabi, ia tidak mendapatkan wahyu. Peter mengambilnya dari the Old Testament (IV Psalms 90:4) For a thousand years in thy sight are but as yersterday when it is past, or as a watch in the night. Ini berasal dari wahyu, karena Nabi Daud AS adalah seorang Nabi yang mendapat wahyu, dan ini oleh kaum Muslimin termasuk dalam salah satu Rukun Iman: Alladziyna yu'minuwna bimaa unzila ilayka, wa maa unzila min qablika (2:4). Wahyu yang diterima oleh Nabi Daud AS dan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW berasal dari Sumber yang sama, yaitu Allah SWT. Firman Allah dalam Al Quran Yudabbirul amra minas samaai ilal ardhi tsumma ya'ruju ilayhi fiy yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduwn (S. as Sajdah, 32:5), artinya  (Dia) mengatur urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian naik kepadaNya dalam hari yang kadarnya seribu tahun dari apa yang kamu hitung. Cuma Al- Quran lebih lengkap, sesuai dengan tujuan Risalah Nabi Muhammad SAW yang antara lain untuk melengkapi Zabur. Yaitu pada Zabur hanya kesetaraan saja, sedangkan dalam Al-Quran ditambah dengan informasi: Yudabbirul amra minas samaai ilal ardhi tsumma ya'ruju ilayhi, terkhusus al amru minas samaai = cosmic affair.
 
3. There is nothing to do with relativistic, because the calculation is pure kinematics, therefore it is unrelated to special relativity, but rather the equations of the calculation mentioned following the elementary Euclidian geometry,
 
4. It is not a numerical speculation, but rather a numerical calculation based on elementary formulas. Apabila itu hanya sekadar spekulasi, mengapa sampai kalkulasi U = 299792,4989 [km/detik], itu dapat sama dengan data dari fisika eksperimental dari C? Itu tidak disinggung oleh pakar kita si Neumaier
 
5. Dalam pendahuluan yang pure kinematics, saya jelaskan bahwa setelah menghitung dengan bumi sebagai pusat sistem koordinat, saya melangkah selanjutnya mengambil buruj sebagai titik pusat sistem koordinat yang di asumsikan di luar galaxy kita yang diasumsikan terjauh sehingga setiap radius pada setiap posisi tatasurya menjadi sejajar, sebab bukankah garis sejajar itu bertemu ditempat tak terhingga? Maka untuk itu vektor T yang pada waktu bumi dijadikan pusat sistem koordinat selalu tegak lurus jari-jari orbit. karena T adalah kecepatan tangensial. Anda atau siapapun juga dapat melihat dalam perhitungan menurut approach mengambil titik tak terhingga jauhnya dijadikan pusat sisitem koordinat T yang selalu berubah arahnya tergantung posisi bulan pada bumi, maka yang diambil adalah proyeksi vektor T terhadap garis yang tegak lurus pada jari-jari yang sejajar yang bertemu pada titik tak tehingga yang menjadi pusat sistem koordinat. Jadi pendekatan yang saya ambil memakai rumus sederhana: gerak lingkaran beraturan secara aproksimasi (bumi sebagai pusat sistem koordinat) disusul dengan mengoreksi arah vektor T supaya tetap tegak lurus pada setiap jari-jari yang sejajar yang bertemu pada titik terjauh sebagai pusat sistem koordinat, maka menjadilah pula T itu kecepatan tangensial terhadap gerak dimana titik tak terhingga jauhnya yang menjadi titik pusat sistem koordinat.
 
6. The definition of one year according to the verse (9:36) related to the movement of the moon revolving 12 times around the earth, therefore it is not an arbitrary movement of another heavenly bodies (sun, stars, galaxies, clusters), it is restricted special to the movement of the moon.
 
Kahtimah: Pendekatan secara aproksimasi yang saya tempuh dalam kalkulasi benar adanya, oleh karena harga U yang didapatkan selisihnya tidak signifikan dengan hasil pengukuran C dalam fisika eksperimental. Aquwlu qawly hadza wastaghfirhu innahu huwal ghafuwru rrahiym, waLlahu a'lamu bishshawab.
[HMNA]
 
 
#####################################################################################################################
 
 
 
----- Original Message -----
From: herman
Sent: Thursday, March 08, 2007 12:40
Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN,KONTRADImailbox-message://nobody@Local%20Folders/Islam%20dan%20Kristen#31763480KSI INTERNAL

Hartono Tjahjadi wrote:
---------- forwarded message ----------
From: feifei2899 <feifei2899-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Mar 7, 2007 2:29 PM
Subject: [debat_antar_agama] TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.
To: debat_antar_agama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

 TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.

 Beberapa kontradiksi internal dalam qur'an dapat dengan mudah
ditemukan. Contohnya : 

 ? Kesatu : Berapa hari penciptaan

 Bumi dan langit diciptakan dalam 6 masa

 QS 7 : 54 : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, lalu Dia bersemayam di
atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya
dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang

 QS 10 : 3 :Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan
langit dan bumi dalam ENAM MASA, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy
untuk mengatur segala urusan

 QS 41 : 9 ? 12 : dalam 8 masa (2 + 4 + 2)

 Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan
bumi dalam DUA MASA ???Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung
yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya
kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam EMPAT MASA. ?? Maka Diamenjadikannya tujuh langit dalam DUA MASA.

  

? Kedua : Urutan penciptaan bumi dan langit
 Bumi diciptakan dahulu, baru langit.

 QS 41 : 10 ? 11 : Dan Dia MENCIPTAKAN DIBUMI itu gunung-gunung ??

 KEMUDIAN DIA MENUJU KEPADA PENCIPTAAN LANGIT dan langit masih
merupakan asap ?.

 Berkontradiksi dengan :

 Langit diciptakan dahulu, baru bumi.

 QS 79 : 29 ? 30 : Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan
menjadikan siangnya terang benderang. Dan BUMI SESUDAH ITU
DIHAMPARKANNYA.

 Berkontradiksi dengan :

 Diciptakan bersama-sama

 QS 21 : 30 ? 31 : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasannya LANGIT DAN BUMI ITU KEDUANYA DAHULU ADALAH SUATU YANG
PADU, kemudian Kami pisahkan
  
surat 41 (Fussilat) ayat 9 sampai 12 sebagai berikut:
 Artinya: "Katakanlah Hai Muhammad, sesungguhnya patutkah
              kamu tidak percaya kepada zat yang menciptakan
              bumi dalam dua periode, dan kamu adakan
              sekutu-sekutu bagiNya. Ia adalah Tuhan semesta
              alam. Dan Ia menciptakan di bumi itu gunung-gunung
              yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia
              menentukan padanya kadar makanan-makanan
              (penghuni)-nya dalam empat masa yang sama (cukup)
              sesuai bagi segala yang memerlukannya.
 
Empat ayat  dari  Surat  41  tersebut  menunjukkan  beberapa
aspek; bentuk gas yakni bentuk pertama daripada bahan samawi
serta pembatasan  secara  simbolis  bilangan  langit  sampai
tujuh.  Kita  akan  melihat  nanti  apa arti angka tersebut.
Percakapan antara Tuhan di satu pihak dan langit dan bumi di
pihak   lain   adalah   simbolis;   maksudnya  adalah  untuk
menunjukkan bahwa setelah  diciptakan  Tuhan,  langit-langit
dan bumi menyerah kepada perintah-perintah Tuhan.
 
Ada  orang-orang  yang  mengatakan  bahwa  paragraf tersebut
bertentangan dengan ayat yang  mengatakan  bahwa  penciptaan
itu  melalui  enam  periode. Dengan menjumlahkan dua periode
yang merupakan  penciptaan  bumi  dan  empat  periode  untuk
pembagian  makanan  bagi  penduduknya  dan dua periode untuk
penciptaan langit, kita akan  mendapatkan  delapan  periode,
dan  hal  ini  merupakan  kontradiksi  dengan  enam  periode
tersebut di atas.
 
Sesungguhnya teks  yang  dimaksudkan  untuk  mengajak  orang
berfikir  tentang  kekuasaan Tuhan dengan memulai memikirkan
bumi sehingga nanti dapat memikirkan langit,  teks  tersebut
merupakan  dua  bagian yang dipisahkan dengan kata: "tsumma"
yang berarti: di samping itu (selain daripada  itu).  Tetapi
kata tersebut juga berarti: kemudian daripada itu. Maka kata
tersebut dapat mengandung  arti  urut-urutan.  Yakni  urutan
kejadian   atau   urutan  dalam  pemikiran  manusia  tentang
kejadian yang dihadapi. Tetapi juga  mungkin  hanya  berarti
menyebutkan    beberapa   kejadian-kejadian   tetapi   tidak
memerlukan arti:  urut-urutan.  Bagaimanapun  juga,  periode
penciptaan  langit  dapat terjadi bersama dengan dua periode
penciptaan  bumi.  Sebentar  lagi  kita  akan   membicarakan
bagaimana  Qur-an  menyebutkan  proses  elementer penciptaan
alam dan bagaimana hal tersebut  dapat  terjadi  pada  waktu
yang sama untuk langit dan bumi sesuai dengan konsep modern.
Dengan   begitu   kita   akan   mengerti   benar   kebolehan
menggambarkan simultanitas kejadian-kejadian yang disebutkan
dalam fasal ini.
 
Jadi  tak  ada  pertentangan  antara  paragraf   yang   kita
bicarakan  dengan  konsep yang terdapat dalam teks-teks yang
lain yang ada dalam Qur-an, yakni teks yang mengatakan bahwa
penciptaan alam itu terjadi dalam enam periode.




 ? Ketiga : Berapa malaikat yang berbicara kepada Maria

 QS 3 : 42 dan 45, menyebutkan "the ANGELS said" (jamak, minimal 2 malaikat)

 QS 19 : 17 ? 18, menyebutkan, "We sent to her our ANGEL (tunggal) and
HE (tunggal) appeared before her as A MAN (tunggal)?"

 ? Keempat : Kadar hari Allah

 QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun

 QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun

 ? Kelima : Siapa yang dapat diselamatkan

 QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang MU'MIN, ORANG-ORANG YAHUDI,
SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI, siapa saja [431] (diantara mereka)
yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

 ? Keenam : Allah sebagai pencipta pendosa

 Menarik karena ternyata Allah memang menciptakan banyak manusia untuk
dimasukkan dalam neraka. Bagaimana mungkin Allah bisa berbuat
demikian. Satu ketidakadilan yang luar biasa.

 QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu
(keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI
NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

 QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan
kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan
dari padaKu: "Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN
JIN DAN MANUSIA bersama-sama."

 QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA
JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,

 Sungguh berbeda dengan pengajaran Kristen dimana neraka diciptakan
memang bagi setan, bukan diciptakan bagi manusia.

 Mat 25 : 34, 41 : ? "Mari kamu yang diberkati bapaKu, terimalah
kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan" ?? "?
enyahlah kedalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan
malaikat-malaikatnya?.."
 

  

__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise