logo       

Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.=> jawaban keli: msg#00245

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.=> jawaban kelima

feifei menyanggah:
Kelima:  Siapa yang dapat diselamatkan

QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang MU'MIN, ORANG-ORANG YAHUDI, SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI, siapa saja [431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
 QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
 
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
 
HMNA menjawab
Kelima:
Mengenai QS 5 : 69  Baca Seri 570 di bawah
Mengenai  QS 3 : 85  Baca Seri  di bawah, tentang pengertian Islam
 
**********************************************************************
 
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
 
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
570. Surah Al Baqarah, Ayat 62(#)
 
-- AN ALDZYN AMNWA WLDZYN HADWA WALNSHRY WALSHABaYN MN AMN BALLH WALYWM ALAKHR W'AML SHALhA FLHM AJRAN 'AND RBHM WLA KHWF 'LYHM WLAHM YhZNWN (S. ALBQRt, 62), dibaca: Innal ladzi-na a-manuw wal ladzi-na ha-du-  wan nasha-ra- wash sha-bii-na man a-mana biLla-hi  wal yawmil a-khiri wa 'amila sha-lihan falahum ajruhum 'inda Rabbihim wa la- khawfun 'alayhim wa la-hum yahzanu-n (s. al baqarah), artinya: Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi (ha-du-), orang-orang Nashrani (nasha-ra-), dan orang-orang Sha-bii-n, barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat serta beramal shalih, maka untuk mereka pahala di sisi Rabbnya, tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita (2:62).
 
Siapa-siapa itu:
1. a-manu-
2. ha-du-
3. nasha-ra-
4. sha-bii-n.
 
1. A-manu-, orang-orang beriman, ini menunjuk kepada ummat Nabi Muhammad SAW, yaitu iman yang dita'rifkan (didefinisikan) menurut Hadits (Shahih Bukhari), Rukun Iman: 1. Allah; 2. Malaikat- malaikatNya; 3. Kitab-KitabNya; 4. Rasul-RasulNya, 5. Hari Kemudian; 6. Qadha dan Qadar.
 
2. Ha-du- dibentuk oleh akar kata fi'il madhi [Ha, Alif, Dal] atau mashdar [Ha, Waw, Dal] artinya berpaling menuju kepada kebenaran, menuju kepada Allah, dapat pula berarti kembali perlahan-lahan kepada sesuatu. Kata Ha-du- menunjuk kepada ummat Nabi Musa AS.
 
3. Nasha-ra- dibentuk oleh akar kata [Nun, Shad, Ra] artinya menolong. Nasha-ra- berarti penolong-penolong agama Allah.
-- QAL MN ANSHARY ALA ALLH QAL ALhWARYWN NhN ANSHAR ALLH (S.AL 'AMRAN, 52), dibaca: qa-la man ansha-ri- ilaLla-hi qa-lal hawa-riyyu-na nahnu ansha-ruLla-hi (s. ali 'imra-n), artinya: Berkata ('Isa) siapa yang menolongku kepada Allah?, (sahabat-sahabat) hawariyyun berkata kami penolong (-mu kepada) Allah (3:52). Dapat pula kata itu terkait dengan kata Na-sharah (Nazaret), suatu perkampungan tempat 'Isa bnu Maryam menempuh masa kecil beliau. Nasha-ra- menunjuk kepada ummat Nabi 'Isa AS.
 
4. Sha-bii-n, Shabiah (Sabean) berasal dari bahasa Aramik (Al-'Ibriyyah Al-Jadiydah), shaba'a. Padanan katanya dalam bahasa Arab adalah ta`ammada yang berarti pembabtisan dan penyucian diri dengan air. Sha-bii-n adalah agama yang dianut oleh Salman al Farisi RA sebelum masuk Islam. Salman al Farisi RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang nasib teman-temannya penganut Sha-bii-n.(##) Maka turunlah ayat (2:62). Sha-bii-n, dibentuk oleh akar kata [Shad, Ba, Alif], artinya meninggalkan. Sha-bii-n berarti orang-orang yang meninggalkan agama mereka untuk memeluk agama lain. Sha-bii-n menunjuk kepada sejenis sekte yang bermukim di semenanjung Arabia dan di negeri-negeri yang berbatasan dengannya. Maka Sha-bii-n adalah (1) kaum monotheist di Mesopotamia dengan menjadikan bintang-bintang sebagai perantara, (2) sebuah keyakinan yang berupa potongan-potongan dari agama Yahudi, Nashrani dan Zarathustra, (3) orang-orang yang bermukim dekat Mosul di Iraq yang monotheist, namun tidak mempunyai kitab dan syari'at, mereka berkeyakinan mengikuti agama yang dibawakan Nabi Nuh AS, (4) orang-orang yang sekarang bermukin sekitar Iraq Selatan yang beriman kepada semua Nabi-Nabi dan mempunyai cara bersembahyang dan puasa tersendiri,(###) (5) ada yang berpendapat mereka tergolong dalam Ahli Kitab.
 
Kalau kita perhatikan sejarah, bahwa Raja Parsi Cyrus yang taat beragama Zarathustra, yang mengembalikan ke Palestina komunitas Bani Israil yang ditawan di Babilonia, maka saya lebih cenderung berpendapat bahwa Sha-bii-n adalah para penganut agama Zarathustra. Boleh jadi (mungkin ya atau tidak) Zarathustra ini seorang Nabi, hanya saja sulit untuk melacaknya, oleh karena Kitab Suci mereka, yaitu Gatha telah ikut terbakar semua tatkala Iskandar Raja Macedonia membakar habis ibu kota Kerajaan Parsi, yaitu Percepolis, sehingga Kitab Suci agama Zarathustra hanya berupa rekaman ingatan dari para pendetanya. Ada aliran agama Zarathustra di Amerika yang bersemboyan: "Kembali ke Gatha", mereka ini berkeyakinan Zatahustra tidak mengajarkan dua tuhan: Tuhan Terang Ahura Mazda (ormuzd) dan Tuhan Gelap, Angra Manyu (Ahriman). Zarathustra mengajarkan Satu Tuhan, yaitu Ahura Mazda menciptakan Angra Manyu, seperti Allah menciptakan iblis dalam agama Yahudi, Nashrani dan Islam.
 
Maka makna potongan ayat: "barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat serta beramal shalih, untuk mereka pahala di sisi Rabbnya, tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita", adalah dalam konteks para penganut agama-agama Yahudi, Nashrani dan Sha-bii-n pada zamannya Nabi mereka itu masing-masing, yaitu penganut agama Yahudi pada zaman rentang waktu dari Nabi Musa AS hingga Nabi 'Isa AS, penganut Nashrani pada rentang waktu dari Nabi 'Isa AS hingga Nabi Muhammad SAW dan penganut Sha-bii-n pada rentang waktu dari Nabi(?) Zarathustra hingga Nabi Muhammad SAW. Tegasnya ayat (2:63) tidak kena mengena dengan para penganut agama Yahudi, Kristen dan penganut Zaratshustra yang hidup setelah Nabi Muhammad SAW membawa Risalah.
 
Ayat (2:62) menekankan beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, oleh karena kenyataan sejarah mencatat bahwa ada sekelompok penganut agama Yahudi yang tidak percaya kepada hari akhirat, penganut agama Trinitarian Christian yang menyembah Jesus Kristus, dan umumnya penganut Zarathustra yang menyembah dua tuhan. WaLlahu a'lamu bishshawab.
 
*** Makassar, 13 April 2003
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
-------------------------------------
(#)
Ayat yang sama dengan ini S. Al-Maaidah, 5:69)
 
(##)
Hadits ttg Salman al Farisi, asbabun nuzul S Albaqarah-62
 
Diriwayatkan Ibnu Jarir dari Mujahid bahwa Salman al-Farisi bertanya kepada Nabi saw tentang orang-orang Nasrani dan pandapat beliau tentang amal mereka. Beliau menjawab, "Mereka tidak mati dalam keadaan Islam." Salman berkata, "Bumi terasa gelap bagiku dan aku pun mengingat kesungguhan mereka." Lalu turunlah ayat ini. Setelah itu Rasulullah saw memanggil Salman
seraya bersabda, "Ayat ini turun utuk para sahabatmu." Beliau kemudian bersabda, "Barangsiapa yang mati dalam agama Isa sebelum mendengar aku, maka dia mati dalam kebaikan. Barangsiapa telah mendengar aku dan mengimaniku maka dia celaka.
 
***
 
Diriwayatkan oleh al Wahidi dan al Tsa'labi dari al Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dsri Ibnu Abbas, dikemukakan bahwa Salman al Farisi bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka.  Maka turunlah ayat (2:62).
 
***
 
Masih bersumber dari al Wahidi menurut jalur lain, dari Abdullah bin Katsir yang bersumber dari Mujahid dikemukakan bahwa ayat (2:62) turun berhubungan dengan teman-teman Salman al Farisi. Ini memberikan isyarat bahwa Sha-bi.iyn adalah agama yang dianut oleh orang Parsi.
 
***
 
Mengenai HaaduW dan Nasha-ra- dalam ayat (2:62) belum saya dapatkan sebab-sebab turunnya, namun menurut hemat saya itu terkait pada ayat: Wa qaalati lyahuwdu laysa nNasha-ra- 'ala- syay.in wa qaalati nNasha-ra- laysati lyahuwdu 'ala- syay.in wahum yatluwna lkita-ba ....(S. al Baqarah, 113), dan berkata orang Yahudi tidaklah orang Nashara mempunyai pegangan suatu juapun dan berkata orang Nashara tidaklah orang Yahudi mempunyai pegangan suatu juapun, padahal mereka (sama-sama) membaca Kitab (2:113).
 
***
 
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa suatu waktu pendeta-pendeta Nashara dari Bani Najran bertengkar dengan pendeta-pendeta Yahudi di depan Nabi Muhammad SAW. Berkata Rafi' bin Khusaimah (Yahudi): Kamu tidak berada pada jalan yang benar, karena menyatakan kekufuran kepada Nabi 'Isa (tuhan-anak?) dan Kitab Injilnya." Nashara dari Bani Najran membantahnya: Kamupun tidak berada di atas jalan yang benar, karena menentang Nabi Musa (bosan makan manna dan salwa?) dan (di gunung Sinai?) kufur kepada Tawrat (tidak percaya adanya hari akhirat?)." Maka turunlah ayat (2:113) tersebut.
 

(###)
Golongan no.4 ini punya Kitab Suci yang dalam bahasa Mandaiyah, disebut Kanza Raba (Harta Karun yang Agung),
 
****************************************************
 
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
 
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
071. Pengertian yang Umum dan Khusus
 
Beberapa orang bertanya kepada saya tentang kisah Nabi Ibrahim AS yang ditayangkan RCTI , bahwa agama yang dibawakan Nabi Ibrahim AS adalah Islam. Apakah itu tidak salah? Bukankah agama Islam dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW? Boleh jadi pertanyaan yang dikemukakan kepada Pak Kiyai dan Daeng Naba mengenai Islam ini oleh seorang penanya, dilatar belakangi juga oleh tayangan RCTI tersebut. Lalu saya berpikir lebih baik saya tuliskan jawabannya dalam kolom Wahyu dan akal - Iman dan Ilmu.
 
Islam adalah bahasa Al Quran yang dibentuk oleh akar kata yang terdiri dari 3 huruf: sin, lam dan mim, yang berarti  patuh, selamat dan  murni. Dari segi ruang lingkup, Islam mempunyai pengertian yang teramat umum, umum, khusus dan sangat khusus.
 
Marilah kita mulai dahulu dengan memabahas pengertian Islam dalam ruang lingkup yang teramat umum. Allah SWT sebagai Al Khaliq, Maha Pencipta juga adalah Ar Rabb, Maha Pengatur. Allah mengatur hasil ciptaanNya itu dengan sunnatuLlah, aturan Allah. DiaturNya makrokosmos dengan sunnatulLah yang dikenal dalam ilmu fisika dan astronomi dengan medan gravitasi. Allah mengontrol gerak matahari misalnya dengan gravitasi ini. Yang menurut penafsiran Newton medan gravitasi ini menyebabkan timbulnya gaya centripetal, yaitu gaya yang menuju ke titik pusat galaxy Milky Way. Atau menurut penafsiran Einstein gravitasi itu adalah garis geodesik berupa alur yang dilalui oleh matahari dan semua benda langit yang lain. Di samping gravitasi ini Allah mengontrol hasil ciptaanNya dengan sunnatuLlah berupa gaya elektromagnet, seperti misalnya  gaya tarik menarik antara proton dengan elektron dalam atom. Juga sunnatulLah berupa gaya kuat yang menahan proton dalam inti atom supaya tidak pecah berhamburan akibat gaya elektromagnet yang saling menolak di antara proton yang bermuatan sama itu, yakni bermuatan positif. Juga sunnatuLlah yang disebut gaya lemah yang menyebabkan inti atom menjadi tidak stabil, menjadi lapuk dengan mengeluarkan sinar radio aktif.  Sampai sekarang ilmu fisika baru mengenal keempat jenis sunnatuLllah ini, yang tentu saja masih banyak jenis sunnatuLlah yang lain yang belum diketahui oleh manusia, karena Allah hanya memberikan ilmu yang sedikit kepada manusia. Wa ma uwtietum mina-l'ilmi illa qalielan. Semua makhluq ciptaan Allah tunduk pada keempat jenis sunnatuLlah tersebut: medan gravitasi, medan elektromagnet, gaya kuat dan gaya lemah. Artinya semua makhluq di langit, makrokosmos dan di bumi (mikrokosmos) adalah Islam, tunduk dan patuh pada sunnatuLlah. Dengan gaya personifikasi Allah berfirman dalam S. Ali 'Imran 83:
 
...wa lahu aslama man fie ssamawati wa l-ardhi ..., dan Islamlah barang siapa yang ada di langit (makrokosmos) dan di bumi  (mikrokosmos). Dikatakan gaya personifikasi, oleh karena benda-benda ciptaan Allah dinyatakan dalam ungkapan man, barang siapa.
 
Selanjutnya kita akan membicarakan pengertian Islam dalam ruang lingkup setingkat di bawah yang teramat umum, yaitu yang umum. Dalam ruang lingkup ini, Islam berarti semua risalah (message) dalam bentuknya yang otentik, asli yang dibawakan oleh semua nabi. Maka dalam ruang lingkup inilah risalah yang dibawakan oleh Nabi Ibrahim AS adalah Islam. Allah berfirman dallam S. Ali 'Imran 19: Inna ddiena 'inda Llahi l-islam .... sesungguhnya addien menurut Allah adalah Islam. Ungkapan ad dien lebih luas dari pengertian agama, artinya bukan hanya sekadar yang ibadah ritual saja. Maka lebih elok jika ad dien diterjemahkan dalam ungkapan agama dalam pengertian yang lebih luas.
 
Ayat yang dikutip di atas lebih diperinci dalam S. Al Baqarah, 136: Quwluw amanna biLlahi wa ma unzila ilayna wa ma unzila ila ibrahima wa 'ismaila wa is-haqa wa ya'quwba wa l-asbathi wa ma uwtiya muwsa wa 'iesa wa ma utiya min rabbihim la nufarriqu bayna ahadin minhum wa nahnu lahu muslimuwn. Katakanlah (hai Muhammad) kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, dan Ismail, dan Ishak dan Ya'qub dan anak-cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan (kepada para nabi) dari Maha Pengatur mereka, tidak kami bedakan seorangpun di antara mereka (para nabi itu) dan kami kepada Allah adalah para Muslim. Para Muslim, muslimuwn mempunyai sekali gus dua arti yaitu penganut dan bersikap, para penganut Islam dan mempunyai sikap patuh kepada Allah. 
 
Kita sekarang turun tangga di bawah ruang lingkup yang umum, yaitu  ruang lingkup yang khusus. Dalamm ruang lingkup ini Islam berarti risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Berfirman Allah dalam S. Al Maidah, 3, yaitu ayat yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW:
... al yawma akmaltu lakum dienakum wa atmamtu 'alaykum ni'matie wa radhietu lakumu l-islama dienan. Pada hari ini Kusempurnakan bagimu agamamu  (dalam pengertian yang luas) dan Kucukupkan ni'matKu atasmu dan Aku berkenan Islam menjadi agamamu (dalam arti yang luas).
 
Dan tingkat ruang lingkup yang terakhir, yang terendah, yaitu dalam ruang lingkup yang sangat khusus yaitu berarti Rukun Islam yang lima. Diriwayatkan oleh Bukhari, pada suatu waktu ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau sedang duduk melingkar, maka datanglah ke dalam majelis itu seorang yang kelihatannya dari jauh, namun pada pakaiannya tidak tanda-tanda bahwa ia dari jauh, pakaiannya itu tidak kusut, kemudian duduk dan bertanya kepada RasululLah: Ma l-iman, ma l-islam wa ma l-ihsan, artinya apakah itu iman, apakah itu islam dan apakah itu ihsan. Maka RasululLah menjawab bahwa yang bertanya pengetahuannya tidak kurang dari yang ditanyai. Kemudian RasuluLlah dalam jawabannya mengenai Islam seperti berikut: Islam adalah persaksian tidak ada ilah selain Allah dan Muhammad adalah pesuruh Allah dan hambaNaya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa dalam bulan Ramadhan dan naik haji bagi yang mampu. Dan jawaban penjelasan RasuluLlah itulah disebut Rukun Islam yang lima, suatu pengertian Islam  dalam ruang lingkup yang sangat khusus.
 
Khatimah
1. Islam dalam ruang lingkup yang teramat umum: Semua makhluq di langit, makrokosmos dan di bumi (mikrokosmos), [S. Ali 'Imraan 83].
2. Islam dalam ruang lingkup yang umum: Semua risalah (message) dalam bentuknya yang otentik, asli yang dibawakan oleh semua nabi [S. Ali 'Imran 19]. Semua ummat dari semua Nabi itu pada lingkup zamannya masing-masing akan selamat.
3. Islam dalam ruang lingkup yang khusus: Risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW [S. Al Maidah, 3].
4. Islam dalam ruang lingkup yang sangat khusus: Rukun Islam yang lima [HR Bukhari].
Walahu a'almu bishshawab.
 
*** Makassar, 14 Maret 1993
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
 
##################################################################################################################
 
 
----- Original Message -----
From: herman
Sent: Thursday, March 08, 2007 12:40
Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] QURAN,KONTRADImailbox-message://nobody@Local%20Folders/Islam%20dan%20Kristen#31763480KSI INTERNAL

Hartono Tjahjadi wrote:
---------- forwarded message ----------
From: feifei2899 <feifei2899-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Mar 7, 2007 2:29 PM
Subject: [debat_antar_agama] TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.
To: debat_antar_agama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

 TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.

 Beberapa kontradiksi internal dalam qur'an dapat dengan mudah
ditemukan. Contohnya : 

 ? Kesatu : Berapa hari penciptaan

 Bumi dan langit diciptakan dalam 6 masa

 QS 7 : 54 : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, lalu Dia bersemayam di
atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya
dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang

 QS 10 : 3 :Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan
langit dan bumi dalam ENAM MASA, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy
untuk mengatur segala urusan

 QS 41 : 9 ? 12 : dalam 8 masa (2 + 4 + 2)

 Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan
bumi dalam DUA MASA ???Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung
yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya
kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam EMPAT MASA. ?? Maka Diamenjadikannya tujuh langit dalam DUA MASA.

  

? Kedua : Urutan penciptaan bumi dan langit
 Bumi diciptakan dahulu, baru langit.

 QS 41 : 10 ? 11 : Dan Dia MENCIPTAKAN DIBUMI itu gunung-gunung ??

 KEMUDIAN DIA MENUJU KEPADA PENCIPTAAN LANGIT dan langit masih
merupakan asap ?.

 Berkontradiksi dengan :

 Langit diciptakan dahulu, baru bumi.

 QS 79 : 29 ? 30 : Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan
menjadikan siangnya terang benderang. Dan BUMI SESUDAH ITU
DIHAMPARKANNYA.

 Berkontradiksi dengan :

 Diciptakan bersama-sama

 QS 21 : 30 ? 31 : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasannya LANGIT DAN BUMI ITU KEDUANYA DAHULU ADALAH SUATU YANG
PADU, kemudian Kami pisahkan
  
surat 41 (Fussilat) ayat 9 sampai 12 sebagai berikut:
 Artinya: "Katakanlah Hai Muhammad, sesungguhnya patutkah
              kamu tidak percaya kepada zat yang menciptakan
              bumi dalam dua periode, dan kamu adakan
              sekutu-sekutu bagiNya. Ia adalah Tuhan semesta
              alam. Dan Ia menciptakan di bumi itu gunung-gunung
              yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia
              menentukan padanya kadar makanan-makanan
              (penghuni)-nya dalam empat masa yang sama (cukup)
              sesuai bagi segala yang memerlukannya.
 
Empat ayat  dari  Surat  41  tersebut  menunjukkan  beberapa
aspek; bentuk gas yakni bentuk pertama daripada bahan samawi
serta pembatasan  secara  simbolis  bilangan  langit  sampai
tujuh.  Kita  akan  melihat  nanti  apa arti angka tersebut.
Percakapan antara Tuhan di satu pihak dan langit dan bumi di
pihak   lain   adalah   simbolis;   maksudnya  adalah  untuk
menunjukkan bahwa setelah  diciptakan  Tuhan,  langit-langit
dan bumi menyerah kepada perintah-perintah Tuhan.
 
Ada  orang-orang  yang  mengatakan  bahwa  paragraf tersebut
bertentangan dengan ayat yang  mengatakan  bahwa  penciptaan
itu  melalui  enam  periode. Dengan menjumlahkan dua periode
yang merupakan  penciptaan  bumi  dan  empat  periode  untuk
pembagian  makanan  bagi  penduduknya  dan dua periode untuk
penciptaan langit, kita akan  mendapatkan  delapan  periode,
dan  hal  ini  merupakan  kontradiksi  dengan  enam  periode
tersebut di atas.
 
Sesungguhnya teks  yang  dimaksudkan  untuk  mengajak  orang
berfikir  tentang  kekuasaan Tuhan dengan memulai memikirkan
bumi sehingga nanti dapat memikirkan langit,  teks  tersebut
merupakan  dua  bagian yang dipisahkan dengan kata: "tsumma"
yang berarti: di samping itu (selain daripada  itu).  Tetapi
kata tersebut juga berarti: kemudian daripada itu. Maka kata
tersebut dapat mengandung  arti  urut-urutan.  Yakni  urutan
kejadian   atau   urutan  dalam  pemikiran  manusia  tentang
kejadian yang dihadapi. Tetapi juga  mungkin  hanya  berarti
menyebutkan    beberapa   kejadian-kejadian   tetapi   tidak
memerlukan arti:  urut-urutan.  Bagaimanapun  juga,  periode
penciptaan  langit  dapat terjadi bersama dengan dua periode
penciptaan  bumi.  Sebentar  lagi  kita  akan   membicarakan
bagaimana  Qur-an  menyebutkan  proses  elementer penciptaan
alam dan bagaimana hal tersebut  dapat  terjadi  pada  waktu
yang sama untuk langit dan bumi sesuai dengan konsep modern.
Dengan   begitu   kita   akan   mengerti   benar   kebolehan
menggambarkan simultanitas kejadian-kejadian yang disebutkan
dalam fasal ini.
 
Jadi  tak  ada  pertentangan  antara  paragraf   yang   kita
bicarakan  dengan  konsep yang terdapat dalam teks-teks yang
lain yang ada dalam Qur-an, yakni teks yang mengatakan bahwa
penciptaan alam itu terjadi dalam enam periode.




 ? Ketiga : Berapa malaikat yang berbicara kepada Maria

 QS 3 : 42 dan 45, menyebutkan "the ANGELS said" (jamak, minimal 2 malaikat)

 QS 19 : 17 ? 18, menyebutkan, "We sent to her our ANGEL (tunggal) and
HE (tunggal) appeared before her as A MAN (tunggal)?"

 ? Keempat : Kadar hari Allah

 QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun

 QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun

 ? Kelima : Siapa yang dapat diselamatkan

 QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang MU'MIN, ORANG-ORANG YAHUDI,
SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI, siapa saja [431] (diantara mereka)
yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

 ? Keenam : Allah sebagai pencipta pendosa

 Menarik karena ternyata Allah memang menciptakan banyak manusia untuk
dimasukkan dalam neraka. Bagaimana mungkin Allah bisa berbuat
demikian. Satu ketidakadilan yang luar biasa.

 QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu
(keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI
NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

 QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan
kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan
dari padaKu: "Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN
JIN DAN MANUSIA bersama-sama."

 QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA
JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,

 Sungguh berbeda dengan pengajaran Kristen dimana neraka diciptakan
memang bagi setan, bukan diciptakan bagi manusia.

 Mat 25 : 34, 41 : ? "Mari kamu yang diberkati bapaKu, terimalah
kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan" ?? "?
enyahlah kedalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan
malaikat-malaikatnya?.."
 

  

__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise