|
Yohannes::
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan
terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang beriman. (Q.S. 16:79) [....] Tidak ditanggapi oleh
Saudara.
===========================================
HMNA:
Saya
akan menanggapi dengan ayat yang lebih spsesik dari (16:79), yaitu ayat
(67:19), yakni lebih spesifik dalam hal teknik terbangnya burung. Kedua ayat itu
mengandung materi yang sama, uniknya angka 1 hanya digeser diletakkan
di antara angka 7 dengan 9. Silakan baca Seri 156 di
bawah.
***************************************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN
DAN ILMU [Kolom Tetap Harian Fajar] 156. Teknologi Tiruan dari Mekanisme
Binatang
Kelelawar adalah
binatang yang mencari rezekinya di malam hari. Binatang ini tidaklah
mempergunakan matanya untuk melihat, melainkan menghandalkan telinganya. Ia
mencicit mengeluarkan suara, kemudian ia menangkap kembali gema suaranya yang
dipantulkan oleh benda di depannya. Manusia mempelajari cara kelelawar ini
"melihat" sasarannya, kemudian membuat alat yang disebut dengan (Ra)dio
(D)etection (A)nd (R)anging disingkat radar, yang berarti melacak dan menentukan
jarak dengan radio. Inilah yang disebut bionika, yaitu mempelajari seluk beluk
mekanisme binatang, kemudian mebuat rancang bangun peralatan elektronika
berdasar atas prinsip kerja mekanisme binatang tersebut. Kalau kelelawar
memanfaatkan gema gelombang udara, maka radar memanfaatkan gema gelombang radio,
yaitu gelombang elektromagnet. Tidaklah semua yang dipelajari dari mekanisme
binatang itu menghasilkan rancang bangun peralatan elektronika, yang disebut
bionika itu.
***
Allah SWT berfirman
dalam S.AlMuluk, 67:19: -- Awalam Yaraw ilay thTahayri Fawqahum Sha-ffa-tin
wa Yaqbidhna Maa Yamsikuhunna illa rRahma-n, Tidakkah mereka lihat burung-burung
di atas mereka bersaf-saf dan menguncupkan?, tiadalah Yang menahannya melainkan
Al-Rahman.
Burung-burung
yang bersaf-saf artinya dalam keadaan terbang dan sementara terbang itu
menguncupkan, Yaqbidhna, fi'il, kata kerja (khabar = predikat) ditasrif untuk
obyek yang mutsanna (dual). Jadi ada dua dikucupkan, yaitu kedua
sayap burung itu. Maka makna ayat itu: Tidakkah mereka lihat burung-burung
di atas mereka itu sedang terbang bersaf-saf dan sementara itu menguncupkan
sayapnya? Ada tiga hal yang dapat dipelajari dalam hal ini.
Yang pertama
menyangkut organisasi formasi terbang. Bagaimana cara mereka berkomunikasi baik
dalam hal mekanisme komunikasi maupun bahasa komunikasi sehingga gerak setiap
burung dalam formasi itu kecepatannya sama, artinya laju terbangnya sama besar
dan arah terbangnya tetap sejajar antara satu dengan yang lain, baik sedang
dalam manuver bergerak lurus maupun membelok. Dalam hal ini kita dapat menyimak
ilmu pengetahuan menurut Islam adalah tidak dapat bersifat otonom, melainkan
tidak dapat dipisahkan dari nilai Tawhid, yaitu Allah SWT memerintahkan kita
untuk mempelajari seluk beluk teknik berkomunikasi burung-burung yang sedang
melakukan manuver, terbang dengan formasi yang indah.(*)
Yang kedua menyangkut
kinerja terbang. Hingga kini walaupun teknologi pesawat terbang sudah demikian
canggihnya, namun masih kalah dibandingkan dengan burung. Dilihat dari sudut
aerodinamika (ilmu terbang di udara) kemenangan burung itu terletak dalah hal
efisiensi terbang. Burung dapat mengubah posisi sayapnya sementara terbang,
yakni dapat membuka dan menguncup. Inilah yang diperintahkan Allah SWT dalam
S.AlMuluk, 67:19 supaya kita memperhatikan burung yang sementara terbang
menguncupkan kedua sayapnya. Sayap burung membuka apabila memerlukan gaya angkat
dan gaya dorong, menguncup jika sedang terbang dalam kecepatan tinggi dan
menukik. Sekali lagi kita lihat aplikasi aerodinamika pada burung yang terbang
tidak lepas dari nilai Tawhid, yaitu Allah SWT memerintahkan kita untuk
memperhatikan sayap burung yang menguncup sementara terbang. Tak ubahnya dengan
burung, pesawat terbangpun membutuhkan sayap untuk naik (take off) dan terbang
dengan kecepatan dibawah kecepatan bunyi (subsonic). Akan tetapi jika kecepatan
di atas kecepatan suara telah dicapai (supersonic), sayap yang lebar hilang
peranannya, malahan menyusahkan. Pesawat itu dapat terbang secara efisien,
sehingga dapat lebih laju, jika sayapnya dilipat ke dalam.
Yang ketiga,
Al-Rahman menahan burung-burung itu di angkasa dengan mekanisme
atmosfer bumi. Atmosfer bumi melindungi permukaan bumi dari serbuan meteor,
yaitu meteor-meteor itu umumnya habis terbakar karena bergesek dengan atmosfer.
Ini adalah berkat sifat Allah yang Al-Rahman. Demikian pula tidak semua energi
radiasi matahari diterima oleh permukaan bumi. Awan, gas dan debu di atmosfer
memantulkan energi radiasi sekitar 35% sampai 43% kembali ke angkasa luar.
Selama jutaan tahun O2 di atmosfer bumi menyerap sebagian kecil energi radiasi
itu, sehingga terbentuk O3 yang disebut ozon. O3 dapat pula terbentuk
sedikit-sedikit pada waktu kilat mencambuk udara. Secara kimiawi O3 berat
molekulnya (48) lebih besar dari O2 (32). Tetapi secara fisis O3 lebih ringan
dari O2. Demikianlah Allah dengan sifatNya yang Al-Rahman menjadikan sifat
kimiawi berbanding terbalik dengan sifat fisis antara O3 dengan O2, sehingga
ozon yang racun itu membubung ke atas dan membentuk lapisan ozon jauh di atas,
dengan tujuan untuk melindungi makhluq di permukaan bumi dari gempuran fraksi
yang berbahaya dari fraksi radiasi matahari yang disebut sinar lembayung
ultra.
***
Pesawat terbang yang
terbang seperti burung itu baru dibuat dalam tahun 1951, disebut model X5, yang
menjadi cikal bakal pesawat terbang yang terbang ibarat burung, yaitu sementara
terbang sayapnya dapat dilipat ke dalam. Model X5 ini ternyata tidak stabil
sehingga sukar dikendalikan. Fasalnya terletak dalam hal sistem mekanisme
penggerak sayap. Mekanisme itu mengubah posisi sayap dengan jalan menggeser
bagian dalamnya. Pangkal sayap bergerak kemuka dan sayap berubah posisinya,
sudut sikap sayap lebih lancip dan keping sayap menjadi lebih dekat pada badan
pesawat (fuselage). Akan tetapi celakanya, mekanisme penggeser pangkal sayap
terlalu berat dan besar. Bukan itu saja dan ini yang paling penting, apabila
pangkal sayap bergeser ke depan, maka titik berat (center of gravity) dan titik
pusat tekanan (center of pressure) dari pesawat terbang itu berubah pula. Maka
menjadilah ia tidak stabil sehingga sukar dikendalikan.
William J. Afford dan
Edward C. Tolhamus mendapatkan hak paten mengenai mekanisme untuk mengubah
posisi sayap tanpa mengubah titik berat dan titik pusat tekanan dari pesawat
terbang. Mekanisme itu pada prinsipnya berupa persendian yang diletakkan pada
sayap agak jauh dari fuselage. Pangkal sayap tidak bergerak, jadi tidak seperti
pada model X5 di atas itu. Pesawat terbang itu seakan-akan mempunyai siku pada
sayapnya, sehingga pilot dapat melipat sayap itu ke dalam badan pesawat, jika
lajunya mencapai kelajuan supersonic. Sayap yang mempunyai siku itu sudah hampir
menyerupai sayap burung. Grumman Aircraft dan General Dynamics Corporation yang
mula pertama memperoduksi pesawat yang dapat terbang seperti burung dengan
mekanisme menurut rancang bangun dari Alford dan Tolhamus itu. Pesawat itu
diberi bernama Tactical Fighter Experimental - TFX - Angkatan Udara
Amerika Serikat memberi nama F-111A dan Angkatan Laut memberikan nama F-111B.
Tatkala saya pulang
ke tanah air 21 tahun lalu saya bawakan oleh-oleh untuk kedua anak laki-laki
saya, Muhammad Iqbal AR dan Muhammad 'Abduh AR, pesawat terbang
main-mainan (tidak dapat terbang), yang sayapnya dapat menguncup, kalau
sedang melaju (di lantai). WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 4
Desember 1994 [H.Muh.Nur
Abdurrahman] ----------------------------- (*) Angsa-angsa terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan
formasi "V"
1. Saat setiap burung
mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang
tepat dibelakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak
perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang
dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh
daripada kalau setiap burung terbang sendirian.
2. Kalau seekor angsa
terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk
terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil
keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung
didepannya.
3. Ketika angsa
pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang
formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.
4. Angsa-angsa yang
terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang untuk
memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan
terbang dapat dijaga.
*******************************************************************************************************************
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, March 21, 2007 18:11
Subject: [debat_ islam-kristen] Re: Memisahkan Air
----- Original Message ----- From: "kristolog" < nonghelman-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> Sent:
Thursday, March 08, 2007 2:58 PM > Yohannes: [OLD] > Emangnya
Saudara mau mencomot satu ayat doang dan menanggap bahwa > ayat itu
berdiri sendiri? > > Kristolog: >
silahkan. Yohannes: Makanya nuduh mengalihkan perhatian kalo gue kutip
ayat
laen. Kristolog: silahkan. ----------------------------------------------- >
Yohannes: [OLD] > Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada
cakrawala > untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda
penerang > itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap
dan > hari-hari dan tahun-tahun, (Kejadian 1:14, TB-LAI) > >
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang > hidup,
dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi > cakrawala."
(Kejadian 1:20, TB-LAI) > > Perhatikan antara benda-benda penerang
pada cakrawala dan > burung-burung beterbangan melintasi cakrawala, dan
bandingkan > dengan kata langit yang sudah ditanggapi sebelumnya
serta > kayaknya Saudara tidak membantah makna kata langit
itu. > > Kristolog: > Back to basic lagi ya bos.... kita
sedang membicarakan soal > langit, yang, memisahkan air diatas dengan air
dibawah. > > ayat biblos yg membicarakan 'memisahkan air' ini tidak
bilang bhw > air itu jatuh kembali ke bumi
(hujan). Yohannes: Memisahkan air berarti ada air yang "di atas" dan
ada air yang "di bawah". Kristolog: Air diatas dan air dibawah yang
anda sebutkan 'dipisahkan' itu, tidak benar. kalau air diatas dan air dibawah
dipisahkan, tidak seharusnya air itu kembali. kan sudah dihalangi oleh langit
sebagai
pemisah? ------------------------------------------- >
Kristolog: > nah, soal ayat yang anda kutip, kan jelas bhw 'benda
penerang' > lah yang memisahkan terang dgn gelap. sekarang benda itu
apa > namanya? kalau itu matahari, kenapa ada siang dam malam di
hari > pertama sedangkan 'benda penerangnya' ada di hari ke
4? Yohannes: Silakan deh kutip ayat yang menulis bahwa benda penerang
itu "memisahkan" terang dengan gelap. Engga ada tuh, yang
memisahkan terang dengan gelap adalah Allah. Kristolog: 1:3
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 1:4
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang
itu dari gelap. 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan
gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari
pertama. PERHATIKAN : ADA SIANG DAN MALAM. KENAPA ADA SIANG DAN MALAM?
KARENA BUMI INI BULAT, BAGIAN YANG TERSINAR DISEBUT SIANG DAN BAGIAN
YANG TIDAK TERSINAR DISEBUT GELAP (MALAM). KENAPA? KARENA
CAHAYA PENERANGNYA TIDAK SEKUAT SEHINGGA BAGIAN YANG GELAP MENJADI IKUT
TERANG. KALAU ALLAH MEMISAHKAN SEPERTI YANG ANDA SEBUT, DAN MENGHASILKAN
APA YANG DISEBUT BIBLOS DENGAN 'SIANG' DAN 'MALAM', DENGAN APA
ALLAH MEMISAHKAN? --------------------------------------- >
Yohannes: [OLD] > Maha Suci Allah yang menjadikan di langit
gugusan-gugusan bintang > dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan
bulan yang > bercahaya. (Q.S. 25:61) > > Tidakkah mereka
memperhatikan burung-burung yang dimudahkan > terbang di angkasa bebas.
Tidak ada yang menahannya selain > daripada Allah. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar > terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
beriman. (Q.S. 16:79) > > [....] Tidak ditanggapi oleh
Saudara. krISTOLOG: tidak ada yang perlu
ditanggapi. -------------------------------------
__._,_.___
Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba
Mayapada Prana Links:
<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/
<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf
<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia
<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/
__,_._,___
|