Itu sekufu
dengan pengalaman Paulus F. Tengker
HMNA
***************************************************************************************
=================
Paulus F.
Tengker
=================
Mengapa Saya Masuk
Islam?
Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca,
karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai
tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan
setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu
menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai
orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu
muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat &
umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang
tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui
ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok
yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai
disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat
menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam
kembali. Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar
biasa & beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan
hidup saya menuju kebenaran sejati.
Bermula dari suatu
Kamis malam, malam Jum'at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa
di hadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah
Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyumNya yang agung!, saya bahagia sekali, ini
adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki
hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto
& gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang
menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau
Israel, dia berkata: "Kalian ini siapa?"
Saya menjawab: "Saya seorang domba
yang sedang bertemu Tuhannya!" Dia bertanya lagi : "Mana Tuhannya?" Tuhan Yesus
menyela : "Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah
engkau wahai pria asing?" Pria Yahudi itu berkata : "Akulah Isa Al-Masih, &
engkau bukanlah diriku!" Saya menyela : "Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab,
janganlah kamu berbuat begitu dihadapan Tuhanku!" Pria Yahudi itu berkata :
"Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!"
Tuhan Yesus berkata : "Engkau akan kujadikan domba hina karena telah
menghina Tuhanmu!" Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari
tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi
itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.
Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih
itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali
menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya
tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi
taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah
mengerikan!...lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti
garpu!...TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!.
Sementara pria Yahudi
itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah
berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!...Kemudian ada
kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba
menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang
sangat tandus. Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu
dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: "Siapakah engkau
sebenarnya?" Pria itu menjawab : "Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya
yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan
Yesus". Saya berkata : "Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah
berkorban demi menebus dosa umat manusia?" Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan
seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para
pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah
terlihat wujud aslinya"..
Saya berkata : "Maksud tuan, Iblis tadi itu...,
jadi selama ini?.."
Nabi Isa Al-Masih menukas : "Sudahlah, maukah engkau
tahu kebenaran Ilahi sejati?"
Saya menjawab : "Jika itu ada saya bersedia.."
Nabi Isa Al-Masih menjawab : "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau
harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin,
kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?"
Saya menjawab :
"..emmmmm" (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al-Masih berkata : "Ketahuilah
akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat
nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah
tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika
engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki
catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran &
hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami
Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan
menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu
mendapatkan suatu kesulitan!" Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa
Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi...sayapun lalu
terbangun....hari telah pagi...saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa
yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum'at
tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat
cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum'at pasti setan-setan itu
gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
Kemudian saya
buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan
banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca....betapa pikiran saya telah
dibukakan..tapi saya belum yakin betul... Ketika perjalanan menuju kantor saya
di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di
kawasan Jl. HR Muhammad - Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok
bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi
itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!,
namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya,
tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet
& HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke
arah...Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang
yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam
11.30..mendekati jamnya shalat Jum'at, saya perhatikan sekitar
saya...orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum'at..saya ini ada di
mesjid...mimpi saya...pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih
dalam mimpi itu....saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.... Ketika
tersadar..saya berada disebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak
tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan...saya lalu berdiri..tiba-tiba
hati ini ingin menangis..menjerit.."Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan
bagiku!"...Pak Tua itu kaget & bertanya: "ada apa nak?", lalu saya ceritakan
semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya
& apa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi
& memperdaya agama Islam beserta umatnya.
Bapak Tua itu berkata: "Itu
suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang
ahli agama yang baik....sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang"
Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan,
jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali
lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu
memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: "pak tolong yakinkan
saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam
sebenarnya!".
Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami
berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang &
menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung
esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi
sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke
Mesjid tersebut & kami berdiskusi Islam - Kristen. Akhirnya setelah yakin
dengan seyakin- yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak
tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah &
Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar
oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami,
terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal
beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab,
yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang
menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu,
yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para
missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di
Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu & bimbang, kenapa
literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah
setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan
versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki
(cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa
memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru
bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar
perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti
ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini,
Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah,
Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah
agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai
Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu &
kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab &
Al-Qur'an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam
Al-Qur'an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan
dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu
secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak
saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman
sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain
sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini
kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya,
juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya
miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk
melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi
serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya
hilang..!..Sikap rekan- rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan
dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa
bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang
sesat..saya harus segera mengambil keputus-an..setelah melalui berbagai
pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya... Akhirnya sudah mantap
& sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam...
Di hari Minggu tgl.
21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU
ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA
TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya
tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada
keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa
menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya
melarat bersama para pendosa Islam & menyatakan bahwa saya telah disihir
orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh
mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui
saya lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak
diperkenan-kan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu
papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja,
mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan
Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata
begini karena mereka tidak mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya...
Pengakuan
selanjutnya:
Saya seorang pria,
dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya
dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya
seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan
seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam
beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi
Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah
Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno - Surabaya. Kota
Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu
kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah
kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat
baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik. Selama
kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia &
Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai
penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen.
Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam,
beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba
yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang
hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: "Hamba Tuhan yang
kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen"
dsb.
Kisah-kisah kesaksian
palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya
ahli mengutip Al-Qur'an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam
dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering
ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu &
foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas
tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka
membaca Al-Qur'an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang
kami injili & berusaha membantah kami. Beberapa kisah kesaksian yang sudah
dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul
orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah
kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji
yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis,
gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama,
orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan
Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan saya sering berjumpa orang-orang
Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat &
mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan
keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah
berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat
&canggih.Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama
masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta
huruf misalnya. Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah &
akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini
terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli
tafsir Al-Qur'an, Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-
kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan
saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai
sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya
juga pernah berpura-pura belajar mengaji & mengaku sebagai Islam dengan
mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1
tahun lebih & Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar,
bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan
bisa mengaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini,
ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
Sayapun secara part
time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam
Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya,
kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay.
Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks
independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu gadis
belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang
terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan
orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1
hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan
Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau
citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di
tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan
seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe.
Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam
jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang
umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat &
butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak
terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang
sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca
artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari
Minggu tgl. 11 Maret 2001, disana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran
& mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit
diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para
pengunjung & mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari
cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja
dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar
yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring
domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!
Jujur saja, kisah
kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang memakai narkoba untuk
menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para
Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi
fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh
Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya,
sayapun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari,
sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar
Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja
yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain
menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga
khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan &
untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai
ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan
dari luar kota. Kamipun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam
terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung
ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten.
Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan
Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben
Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa
pekerja seks di private room salahsatu pub terkenal itu sambl tripping!!,
setelah itu kami "dating" dengan mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau
masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja &
Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani
para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani
beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara
khusus. Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang
kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. Seperti diuraikan di
awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi
tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus
misalnya.
Saya juga mengajari
mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian
di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya
sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa
berakibat fatal bagi Gereja!. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk
berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura
disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu
mukjizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di
tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi
dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & skenario betul-betul
minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf
pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!,
Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang
diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka
diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala
itu(*) terdengar spektakuler & sulit dipercaya,
tetapi saya beritahukan kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR
& BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH:
GEREJA BETHEL GEREJA BETHANY GEREJA NEHEMIA GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA
GEREJA ABDIEL Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan Tuhanpun yang
tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan
ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain
4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya. (edit ulang kiriman
dari Pak Sritomo Premier Oil)
-----------------------------------
(*)
PENGANTAR
Kami
adalah sekelompok Pendeta yang telah bertobat kepada Tuhan Allah dengan
sesungguhnya. Dahulu kami adalah umat agama dari 4 kelompok besar agama di luar
Katolik & Kristen. Dulu kami masuk Kristen karena tertarik dengan
nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus & janji keselamatan-Nya yang akan
mengahantar kita semua masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian. Walau akibat
iman Kristus ini kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga kami, kami terima
semuanya dengan lapang dada waktu itu, apalagi penghiburan para Gembala Gereja
selalu menyatakan orang tua kami, keluarga kami, teman-teman kami & orang
-orang diluar Kristen adalah orang berdosa yang sesat dalam iman. Mereka adalah
para penyembah setan & kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. Kami
sangat mensyukuri wejangan para Gembala Tuhan ini.
Apalagi setelah
dibaptis, kami sangat diperhatikan, kami disekolahkan di Sekolah Misi Alkitab di
kawasan Blok M - Jakarta, selama 6 bulan saja & kami lulus dengan menyandang
gelar Sarjana Theologi. Karena kami orang bertobat, sekolah Misi Alkitab cukup
ditempun 6 bulan saja, tidak perlu bertahun-tahun seperti yang lainnya. Kami
juga diberi uang saku bulanan yang lebih dari cukup, jauh berbeda ketika kami
masih dalam agama kami dulu, hidup serba kekurangan & miskin. Bahkan pada
saat awal kemurtadan kami ini, kami diundang untuk berceramah keliling
Indonesia. Walaupun kami bukan mantan Ulama, Bikhu atau Pandhita, kami mengaku
kepada umat bahwa kami adalah mantan pemuka agama, di Sekolah Misi Alkitab
kami diajarkan untuk berperilaku & menghapal beberapa bacaan doa agama
kami dahulu untuk memberi kesan bahwa kami benar-benar bekas pemuka
agama.
Bahkan Gereja
membantu membuatkan kami ijasah-ijasah palsu, surat-surat keterangan &
dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian kami adalah benar
adanya. walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama. Bahkan teman kami yang Islam
sampai dibuatkan foto repro yang sangat hebat, dia memakai sorban & berjubah
panjang, lalu difotonya dibuat seolah pernah berfoto bersama beberapa tokoh
Islam terkemuka seperti Mubaligh Kondang KH Zainuddin MZ & KH. Abdurrahman
Wahid segala!. Kami juga disuruh menandatangani sebuah surat kesaksian yang
panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala Tuhan Bapak Ev. Soeradi Ben
Abraham, dimana disana kami membuat kisah kesaksian yang akan dibukukan &
disebarluaskan dikalangan domba-domba Gereja.
Waktu itu kondisi di
atas kami terima saja, mau bagaimana lagi?, kami sudah tak punya siapa-siapa
lagi!, tak punya harta & penghasilan, menjual iman ini adalah pilihan hidup
yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak?, kami keliling Indonesia, bahkan
sampai ke negara tetangga Singapura segala, naik pesawat kelas bisnis, menginap
di hotel berbintang, memakai jas mewah, dielu-elukan orang banyak seperti artis,
masuk koran & majalah rohani, & menerima pendapatan bulanan yang sangat
besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami pikir waktu itu, murtad ini jauh lebih
baik dibanding kami jadi pencuri, pembunuh atau germo
lokalisasi!.
Entah berapa ratus
kali kami berdusta, disetiap KKR yang kami ikuti secara terpisah, dimana ada
skrenario yang disiapkan Gereja, kalau berlabel penyembuhan Ilahi, para Pendeta
berdoa memanggil Roh-Roh Jahat & menyuruh beberapa dari para pelayan Gereja
untuk berpura-pura menjadi jemaat yang sakit!, & saat acara penyembuhan
Ilahi dia harus berpura-pura sakit parah & mendadak sembuh ketika diurapi
oleh kami!!!.
Ya Tuhan ampunilah
dosa masa lalu kami, ini kan tak lebih dari gaya tipu-tipu tukang obat pinggir
jalan?!. Bahkan Jemaat terlihat sangat histeris, sampai ada yang berteriak
histeris & berjingkrak-jingkrak segala!!!, mirip sekali acara nonton konser
musik rock brutal yang ditonton para ABG, atau mirip suasana orang-orang yang
tripping di Diskotek & Pub!!. Bahkan sehabis acara KKR ada seorang jemaat
wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev. Andi Widjaja (yang paling ganteng
diantara kami), menyatakan diri siap melayani dia, karena yakin bahwa
persembahan tubuhnya yang molek itu adalah untuk melayani jiwa para roh kudus
yang menyertai kami!!!. Bung Andi lalu bilang, "kalau begitu ayo ikut ke kamar
saya", wanita itupun mengikuti beliau & melayaninya sehari penuh hingga 5
ronde!!!. Kami tahu persis cerita ini karena kamipun memperoleh giliran
menggarap wanita-wanita jemaat serupa ini diberbagai kesempatan KKR keliling
Indonesia.
Hampir selama 6
(enam) tahun melayani domba-domba Gereja dalam rangkaian KKR yang melelahkan,
menimbulkan kejenuhan di hati kami. Kadang kami berempat kongkow-kongkow di Mc.
Donnalds Sarinah Thamrin & saling bertukar cerita..lalu jalan bersama
keliling kota. Kami tak mungkin ke Kafe atau tempat hiburan malam, Diskotik
sambil tripping & nyabu segala!, karena menurut kami hal ini tak baik untuk
pekerjaan kami sebagai Pelayan Gembala Tuhan, walaupun rekan-rekan gembala
lainnya sering melakukan hal itu, kami bahkan sering dibilang kolot &
kampungan oleh teman-teman Pendeta lainnya, akibat tidak ikut tripping &
nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan beberapa rekan Gembala yang sekarang
terkenal seperti Gilbert Lumoindang konon, menggunakan Shabu-Shabu &
menenggak 1 butir pil Ectassy sebelum memimpin kebaktian di GL Ministry!.
Menurut beliau Shabu-Shabu & pil Ectassy adalah sarana jiwa untuk dapat
bertemu dengan Roh Kudus & agar Roh Kudus itu selalu mengilhami kita
(katanya)!!!! . Itulah sebabnya kenapa para Pendeta & Pengkhotbah Kristen
selalu energik & tampil penuh percaya diri disetiap Kebaktian ataupun KKR,
karena mereka menggunakan dopping berupa pil Ectassy atau Nyabu terlebih dahulu,
bahkan terkadang keduanya sekaligus!!
PENYEBAB KESADARAN
& PERTOBATAN KAMI
Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico (Nicolas),
perihal tetangga barunya yang mengadakan kursus TPA bagi umat Islam, Bung Nico
awalnya gusar sekali, karena anak-anak kecil Islam itu selalu membaca surat
Al-Kafiruun, yang dia tahu persis artinya, dia piker nih tetangga gue nyindir
gue kali..awas aku murtadkan semiuanya!! & Bung Nico bersumpah untuk
mewartakan kabar gembira Cinta Kasih Yesus itu kepada
mereka.
Bung Nico suatu waktu
memberanikan diri bertemu para pengajar TPA itu, lalu berkata: mari kita
buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para pengajar itu Cuma tersenyum: "maaf
kami tak melayani ajakan anda", Bung Nico bilang: "Kalian pengecut!!!" Mereka
jawab: "Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai dengan anak-anak
itu saja" Bung Nico Menjawab: "Tapi saya nggak nanggung akibatnya
ya..?"
Lalu Bung Nico
mengumpulkan anak-anak kecil itu, dia bercerita tentang kisah pengorbanan Tuhan
Yesus..anak-anak itu mendengarkan dengan seksama..tapi kemudian apa yang
terjadi..? Anak-anak itu tertawa terbahak-bahak semua & seorang anak kecil
berusia 10 tahun lalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit &
balik menjelaskan apa itu Alkitab & sejarahnya serta siapa Yesus
sesungguhnya..
Bung Nico terpana!,
lalu pulang dengan perasaan malu..semenjak itu penjelasan anak kecil itu selalu
membayang dipikirannya..lalu dia coba baca Alkitab secara urut, suatu hal yang
sangat dilarang oleh Gereja karena bisa menyesatkan iman!. Diketemukanlah
ayat-ayat yang sangat membingungkan..Bung Nico juga lalu ingat ayah-ibunya &
teman-teman lamanya, kalau dipikir-pikir sangat beda sekali dengan rekan-rekan
gembalanya di Gereja.
Kami berempat lalu
berdiskusi dari hati ke hati, eh ternyata semua juga mempunyai pikiran &
perasaan yang sama, sepertinya kita semua hidup dalam keimanan yang semu, kami
adalah gembala-gembala umat, tetapi yang kami jalankan hanyalah dusta &
kepalsuan yang ditawarkan kepada orang-orang yang haus akan kesegaran
rohani..!!
Sejak saat itu, kalau
memimpin KKR & Kebaktian, kami rasanya ingin muntah & berteriak kalau
ada yang membacakan kisah kesaksian palsunya, bagaimana tidak palsu?, Kalau ada
seorang bekas pencopet beragama Islam yang seumur hidupnya tak tahu ajaran Islam
& tak pernah bersekolah agama, dengan lantang menyatakan dirinya mantan
calon Ustad?, padahal kisah karangan itu kamilah yang menyusunnya.?!.
Kisah-kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan sudah banyak yang dibukukan,
beberapa kami lihat sepertinya pernah dikutip lalu diposting
disini.
Lalu secara
sembunyi-sembunyi kami berkunjung ke rumah ustad M. Hanafi tetangganya Bung Nico
(Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami utarakan kegundahan hati kami.. Sungguh
ajaib & mengejutkan pertanyaan Ustad Muda ini, dia tidak langsung
menyodorkan 2 kalimat Syahadat untuk kami baca, tetapi menyuruh kami untuk mulai
merenungkan & mohon petunjuk Tuhan..! Dia juga Tanya apa agama asal kami
& menyarankan untuk menjalin tali persaudaraan kami dengan bekas keluarga
kami yang sekarang mengucilkan kami.
Ev. Vincentus Rahardi
Sudjatmiko, mantan Gembala Kristen Pantekosta
Ev. Nicolas Albert
Gerungan mantan Gembala Kristen Protestan
Ev. Gede Astra
Suartiasa, mantan Gembala Kristen Protestan
Ev. Andi Widjaja
(Gembala Gereja Nehemia
***************************************************************************************************************
----- Original Message -----
Sent: Saturday, March 03, 2007 20:14
Subject: [Mayapada Prana] Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar
di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia.
> --- In
mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
Rudy Prabowo <rudyprabowo2000@...> wrote:
>
>hahahahahahahahahha
> memang rudy prabowo pandai menipu sendiri dan
selalu gagal menipu orang lain.wahai
> teman2 mari kita saksikan atraksi
rudy prabowo menebar khayalan2 hasil jerih payahnya
> berpikir di lobang
pantat.
> > Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul
Aziz Universitas Jeddah,
> Saudi Arabia.
> > Dengan
ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang saya
>
bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus
Kristus
> Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar.
Lokasinya tepat di depan
> Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji,
istrinya orang Kristen. Menurut orang-orang
> yang tinggal di situ,
tadinya Pak Haji ini sudah masuk Kristen, tetapi berselang waktu
>
kemudian dia pindah ke Moslem lagi. Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan
posisi
> menghadap tembok yang dicat putih, tiba-tiba dia merasakan ada
seseorang yang mau
> bicara kepadanya yang muncul dari tembok
tersebut.
> >
> >
> > Awalnya dia takut dan gelisah
sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka pikir itu
> hanya ilusi
atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 4 kali, tetapi yang
> herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini tidak terus
ada, tetapi sering
> muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini
kalo tidak salah mulai dari tanggal 26
> Desember 2000.
> >
> > Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya
polisi menjaga
> rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk
lagi, dan dikasih pengumuman
> bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada.
Tetapi yang herannya, Penampakan itu
> justru berpindah ke dinding luar
dari kamar tempat Pak Haji pertama kali melihatnya. Ini
> terlihat pada
malam Minggu (tanggal 13 Januari 2001) oleh pengunjung sekitar jam 12
>
malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. Pengunjung spontanitas bernyanyi
memuji-
> muji Tuhan dan berdoa menangis bersukacita. Banyak juga Hamba
Tuhan yang hadir di
> sana. Menjelang jam 1 pagi dini hari, Penampakan
itu semakin hilang, tetapi terangkat ke
> angkasa dengan cahaya / sinar
yang sangat terang dan menghilang.
> >
> > Berita ini juga
sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat, membuktikan
>
benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat saya. Akhirnya
kami pergi
> ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 2001,
sekitar jam 17.30 sore. Benar
> juga, ternyata di sana masih banyak orang
yang pengen lihat. Tapi Penampakan itu pada
> saat itu tidak ada.
> >
> > Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada
malam Minggu tanggal 13-
> nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya
pun masih bau dan masih agak lengket.
> >
> > Kami hanya
dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk
>
membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya
sebahu,
> itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya
yang terangkat ke atas. Saya
> pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi
harus dipesan dulu.
> >
> >
> > Kira-kira jam
18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi kami
>
saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau
pulang, TIBA-
> TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU
ITU, DAN APA YANG
> SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING
ITU! YANG SANGAT JELAS
> PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU,
KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA.
> POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG
LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA
> TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA
TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG /
> BAHU BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN
TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH,
> DAN POSISINYA SEMUA AGAK MIRING
(KURANG LEBIH 30 %).
> >
> > MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA
BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA... ITU
> DIA... ITU
TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA
>
SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR
>
KEPADANYA. TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT.
> DIA JUGA HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN
YESUS..."
> >
> > Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah
>
>
> >
> > Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat
saudara saya perempuan Dan saya
> termasuk anak laki-laki paling besar.
Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim yang taat
> dan fanatik karena ayah
saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota ABRI yang oleh
> komandannya
ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota ABRI.
> >
>
> Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya
terutama
> dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan
pengajaran yang sangat
> keras, kami dilarang bergaul atau Berteman
dengan orang-orang Kristen. Tahun 1992
> saya menyelesaikan studi di
salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya dianjurkan
> ayah
saya agar melanjutkan Pendidikan agama ke salah satu pesantren di Jombang, Jawa
> Timur, supaya saya lebih memahami tentang Al-quran, akan tetapi tinggal
dan belajar di
> dalam pesantren menurut saya tidak efectif karena
pengajarannya hanya
> >
> > membaca dan menulis huruf arab
saja tidak dengan arti bahasa indonesianya, sehingga
> saya hanya
bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur.
> >
>
>
> > Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu
Pengetahuan Islam Arab
> LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat
diterima dan ternyata saya salah satu
> yang mendapat beasiswa untuk
belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia
> selama tiga
tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya saya yang gembira, orang tua
> saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya bisa menjadi penerus
ayah sebagai
> seorang "Kiyai".
> >
> > Bulan
November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya tinggal
> di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km
menuju kota
> Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia,
saya rajin beribadah Umroh dan
> Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya
sempat terkejut setelah mengetahui bagaimana
> orang Islam di Saudi
Arabia memperingati hari-hari besar Islam karena ada beberapa
>
peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia yang berbeda dengan di
Indonesia,
> contohnya di Saudi Arabia tidak ada peringatan Maulid Nabi
Muhammad dan Isra Mi+raj
> Nabi Muhammad juga tidak ada adanya Idhul
Fitri dan banyak lagi perbedaan agama Islam
> di negara Arab dengan
Indonesia.
> >
> > "Isa Almasih dalam Al-quran"
>
>
> > Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya
mulai mengerti arti
> terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu
yaitu Al-quran. Didalam Quran
> sendiri banyak sekali kesaksian tentang
Injil Isa Almasih, antara lain Surah 46 Al-Ahqaaf
> ayat 30: QAALUU YAA
QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA MIMBA+DI YADAIHI
> YAHDI ILAL HAQQI
WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum kami, sesungguhnya
> kami
telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah Musa, yang
>
membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan
yang
> lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI ILLA LA
YU+MINAMNA
> BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM
SYAHIDAA. Artinyaan tidak
> seorangpun dari ahli kitab akan beriman
kepada Isa dan ada hari kiamat Dia menjadi saksi
> terhadap
mereka".
> >
> >
> > Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61:
WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA
> BIHA WA TABI+UNI HAZDAA
SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia
> adalah suatu tanda
bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu, dan
>
ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa jalan
yang lurus
> ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang
hari kiamat dan tidak boleh
> diragukan.
> >
> > Oleh
karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih sebab
> inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan
yang lurus ada di
> dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan
bahwa Kitab Taurat dan Injil
> memberikan petunjuk kepada kebenaran
kepada jalan yang lurus. Surah Al-Maa-Idah ayat
> 68 juga menyatakan
bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) adalah merupakan Kitab yang benar
> bagi
orang yang beragama menurut kehendak Allah.
> >
> >
>
> Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA
> TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW
> WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai
ahli kitab,
> engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti
Taurat dan Injil dan apa
> yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi
kebanyakan mereka sungguh akan
> menambah kedurhakaan dan kekafiran.
> >
> > "Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan
Juruselamat" Pada suatu hari di bulan
> Agustus 1996 ketika saya sedang
membaca Alquran di kamar apartemen tiba-tiba saya
> melihat seorang
laki-laki berjenggot dan berjubah putih mendekati saya. Saya takut sekali
> tapi bukan karena kehadiran orang tersebut yang begitu tiba-tiba tapi
karena wajahnya
> yang sangat wibawa sekali. Apakah saya ini sedang
bermimpi? Ah, tidak .. saya tidak
> bermimpi ataupun mabuk. Sepertinya
orang tersebut tahu kalau saya sedang ketakutan,
> DIApun langsung
berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu". Setelah
>
DIA berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul
9 malam
> waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang.
> >
> > Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia,
darimana masuknya
> sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan
menyelamatkan?. Koq dia lancar
> sekali berbahasa Indonesia, sedangkan
wajahnya wajah Arab-Palestina. Darimana Dia tahu
> kalu saya orang
Indonesia, sedangkan saya saat itu saya tidak sedang berada di Indonesia
> tapi di Jeddah, ya paling tidak pakai bahasa Arablah, karena disana
orang Indonesia juga
> kalau bertemu dengan bangsanya sendiri pakai
bahasa Arab. Tiba-tiba saya merasakan
> ada sesuatu yang masuk kedalam
diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang masuk
> tersebut adalah Roh
Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat
> mengambil
kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus).
>
Sayapun langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas
> semua dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah
mengikuti jalan
> yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya
harus menerima
> > Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara
saya saat itu memang perlahan saya
> juga tidak mengerti kenapa saya
bicara seperti itu, dan lagi saya tidak tahu Juruselamat itu
>
apa?
> >
> > Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu
juga saya berdoa dalam bahasa Indonesia
> dengan lancar sekali, doa saya
waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya Allah saya percaya
> melalui
FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan
> Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui FirmanMu
Yesus Kristus telah
> mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya
telah dicurahkan untuk menghapus
> dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima
Engkau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
> Juruselamat pribadiku. Penuhi
saya dengan Roh KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan
> Yesus Kristus. Amin."
> >
> >
> > Setelah berdoa seperti itu, doa
tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah buku
> harian. Setelah itu
saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa saya begitu
>
mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa tersebut seperti doa orang
> Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir lagi, yang berdoa
tadi, saya atau siapa?
> Aneh tiba-tiba saya penuh dengan sukacita.
> >
> > Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus
Kristus sebagai Tuhan dan
> Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke
Jakarta dengan sambutan meriah dari
> keluarga karena mereka tahu bahwa
diri saya telah menjadi seorang haji yang patut
> dibanggakan. Keluarga
saya belum tahu kalau saya sudah bertemu dengan Tuhan Yesus
> dan menjadi
pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya rahasiakan, tidak seperti yang
> lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di depan nama saya, dan
tindakan ini membuat
> orang tua saya bertanya-tanya akan apa yang saya
perbuat.
> >
> > Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta,
saya mendapat tawaran bekerja di salah satu
> Bank swasta di Jakarta.
Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan bulan, saya terkena PHK
> karena
Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh pemerintah, tidak lama setelah saya
terkena
> PHK ayah saya memasuki masa pensiun, sehingga harus pulang ke
Jomabng, Jawa Timur,
> karena rumah yang ditempati di Jakarta adalah
rumah dinas. Dan saya memilih untuk
> tinggal dan kost di Jakarta,
tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat. Selama hidup
> menjadi anak
kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal seperti ini
> menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, seperti
janji hati ketika
> baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat
saya. Setelah membeli sebuah
> Alkitab dan saya belajar sama Tuhan,
mulailah saya ikut kebaktian, yang pertama sekali
> saya ikut Kebaktian
Minggu disalah satu gedung gereja di Jakarta Pusat. Selanjutnya keluar
>
masuk gereja dari yang
> > Karismatik, Pantekosta, Protestan
sampai Katolik sehingga saya mengenal beberapa
> Hamba Tuhan.
>
>
> > Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari
satu gereja di Jakarta
> yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam
renang yang berada di salah satu Hotel
> di Jakarta Timur.
> >
> >
> > "Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit"
Pada 28 April 1999 saya datang
> berkunjung ke rumah paman di daerah
Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mengakui bahwa
> saya telah menjadi
Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya ditanya oleh Paman,
> "Bagaimana
kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" "Puji Tuhan", jawab saya.
>
Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung berubah tidak ada senyum
lagi.
> Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya menjadi pengikut
Kristus". Paman saya
> tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? Dengan suara
yang sangat kasar sekali. Saya kembali
> menegaskan "Sekarang saya sudah
menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar lagi,
> melayanglah pukulan
dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan kecil.
> Saya
terjatuh, akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman saya
> untuk mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah
belakang Paman
> mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher
saya
> > sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi
kafir, orang kafir kalau
> dipotong lehernya diminum darahnya halal".
Mendengar itu saya merasa bahwa saya tidak
> akan hidup lagi. Tapi
tiba-tiba dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan , tangan saya
>
cepat bergerak menangkap celurit yang sangat tajam itu untuk saya tarik ke depan
dengan
> kedua tangan saya ini. Begitu terlepas dari celurit tajam itu,
lalu saya lari keluar dan
> dikejar oleh Paman. Puji nama Tuhan! Tuhan
Yesus menghalanginya sehingga Paman saya
> tidak mengejarnya lagi. Saya
memanggil taksi, dan sopirnya bertanya kepada saya "Mau
> dibawa kemana?"
saya bilang sama sopir taksi "Tolong bawa saya kerumah sakit mana
>
saja."
> >
> > Sementara darah terus mengalir membasahi
pakaian saya, sambil memegangi leher
> yang terluka dengan keadaan tangan
saya yang juga hampir putus karena menahan celurit
> yang tajam tadi.
Selama ditaksi saya berseru "Tuhan, kalau memang Engkau mau
> mengambil
saya ambillah Tuhan, jangan lama-lama".
> >
> > Taksi
diarahkan kerumah sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo. Saya dibawa masuk
>
dengan alat dorongan, tapi dokter masih menanyai saya dengan beberapa pertanyaan
> sebab dikiranya saya seorang penjahat yang jadi korban pengadilan
massa. Tapi Puji
> Tuhan, seorang perawat digerakkan oleh Tuhan untuk
melayani saya, dia membersihkan
> luka di leher dan di tangan saya. Dan
tak lama kemudian datang juga dokter tersebut
> dengan menjahit luka-luka
saya.
> >
> > Setelah dijahit dan saya mampu untuk duduk,
mulailah dokter itu kembali mengajak
> saya berbincang-bincang, kenapa
dan apa yang terjadi dengan saya. Saya menjelaskan
> bahwa Paman saya
telah menggorok leher saya ini karena saya telah menjadi seorang
>
Kristen. Tak saya sangka-sangka dokter itu juga marah dan mengatakan saya sudah
> menjadi Kafir. Lalu saya jawab semua perkataan dokter tersebut dengan
mempersilahkan
> membaca beberapa ayat yang ada di dalam
> >
> > Alquran seperti surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30, Surat Az-Zukruf ayat
61 dan Surah Al-
> Maa-Idah ayat 68, juga saya mengatakan bahwa saya
pernah belajar di Saudi Arabia
> selama tiga tahun bahkan saya bertemu
dengan Tuhan Yesus di Saudi Arabia bukan di
> Indonesia. Akhirnya dokter
tersebut terdiam merenung. Untuk mengalihkan pembicaraan,
> sayapun
bertanya "Dokter berapa biaya yang harus saya bayar?" Tetapi apa yang terjadi?
> Ternyata Tuhan bekerja luar biasa sekali, sebab dokter tersebut
mengatakan tidak usah
> dibayar bahkan saya dibolehkan ke rumah.
>
>
> > Saya mengucap syukur pada Tuhan... Keesokkan harinya saya
menelepon orang tua di
> Jombang dan menceritakan apa yang terjadi dengan
diri saya, orang tua saya merasa
> kaget sekali dan marah besar, saya
dikatakan orang kafir, orang murtat bahkan lebih dari
> itu mereka
melarang saya mengakui sebagai orangtuanya lagi dan juga termasuk semua
>
saudara-saudara saya. Saya juga dilarang menginjak rumah orang tua saya. Belum
sempat
> saya bicara lagi, telepon ditutup. Sejak saat itu hubungan saya
dengan orang tua serta
> saudara-saudara putus. Akibatnya, saya tidak
mendapat bantuan keuangan dan akhirnya
> saya tidak sanggup meneruskan
pembayaran uang kost.
> >
> >
> > "Gelandangan
awal pelayanan saya"
> >
> > Dengan bermodalkan sebuah
Alkitab dan beberapa lembar pakaian mulailah saya tidur
> di
Mesjid-mesjid, di stasiun-stasiun kereta api dan tempat-tempat lainnya. Pertama
sekali
> saya tidur di Masjid Baitul Falah jalan kramat raya nomor 121
dan Masjid Istiqlal lalu
> pindah ke Stasiun Kereta Api Senen, Juanda dan
Taman Lapangan Banteng. Kehidupan
> saya benar-benar menjadi gembel dan
gelandangan seringkali saya tidak makan berhari-
> hari dan ternyata Tuhan
tidak membiarkan saya. Suatu hari saya mendapat kabar dari
> seorang
teman gelandangan juga bahwa ada satu tempat dimana disana disediakan
>
makanan gratis dari Tuhan untuk orang-orang jalanan yaitu dirumah salah seorang
dokter
> juga sebagai Hamba Tuhan yaitu dokter Suradi Ben Abraham di alan
proklamasi nomor 47
> Jakarta Pusat. ampir setiap hari saya datang untuk
makan dengan sepuasnya di sana.
> Disamping itu iman saya juga terus
bertumbuh, diantara para gembel dan gelandangan
> saya membentuk satu
kelompok doa bersama mengambil lokasi di aman
> > Lapangan
Banteng, Jakarta Pusat setiap hari sabtu pukul 11.00 sampai 13.00 WIB.
>
Waktu itu pertama kali dilayani oleh Team dari Doulos, tetapi lama-kelamaan
kamipun
> dapat melakukan pelayan sendiri terhadap kelompok doa kami
sendiri.
> >
> >
> > Pada suatu hari seorang Hamba
Tuhan melihat kelompok doa yang saya pimpin dan
> menawarkan kepada saya
untuk melayani penginjilan ke suatu desa di Sukabumi Jawa
> Barat. Sejak
saat itulah hingga sekarang Tuhan pakai saya untuk memberitakan Injil di
> beberapa tempat. Demikianlah kesaksian saya, Tuhan memberkati.
"Percayalah kepada
> Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau
dan seisi rumahmu." (Kisah Para
> Rasul 16:31)