logo       

Re: Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Uni: msg#00032

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia.

Itu sekufu dengan pengalaman Paulus F. Tengker
HMNA
 
***************************************************************************************
=================
Paulus F. Tengker
=================
Mengapa Saya Masuk Islam?
Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.
 
Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum'at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyumNya yang agung!, saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: "Kalian ini siapa?"
Saya menjawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!" Dia bertanya lagi : "Mana Tuhannya?" Tuhan Yesus menyela : "Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?" Pria Yahudi itu berkata : "Akulah Isa Al-Masih, & engkau bukanlah diriku!" Saya menyela : "Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu dihadapan Tuhanku!" Pria Yahudi itu berkata : "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!"
Tuhan Yesus berkata : "Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!" Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!. Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan!...lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!...TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!.
 
Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!...Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: "Siapakah engkau sebenarnya?" Pria itu menjawab : "Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus". Saya berkata : "Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?" Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat wujud aslinya"..
Saya berkata : "Maksud tuan, Iblis tadi itu..., jadi selama ini?.."
Nabi Isa Al-Masih menukas : "Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?"
Saya menjawab : "Jika itu ada saya bersedia.." Nabi Isa Al-Masih menjawab : "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?"
Saya menjawab : "..emmmmm" (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al-Masih berkata : "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!" Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi...sayapun lalu terbangun....hari telah pagi...saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum'at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum'at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
 
Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca....betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul... Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad - Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah...Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30..mendekati jamnya shalat Jum'at, saya perhatikan sekitar saya...orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum'at..saya ini ada di mesjid...mimpi saya...pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu....saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.... Ketika tersadar..saya berada disebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan...saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin menangis..menjerit.."Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!"...Pak Tua itu kaget & bertanya: "ada apa nak?", lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya.
Bapak Tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik....sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang"
Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: "pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!".
 
Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut & kami berdiskusi Islam - Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin- yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Qur'an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur'an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan- rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputus-an..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya... Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam...
 
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak diperkenan-kan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya...
 
Pengakuan selanjutnya:
Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno - Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik. Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: "Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen" dsb.
 
Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur'an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur'an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami. Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat &canggih.Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya. Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur'an, Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
 
Sayapun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, disana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!
 
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, sayapun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kamipun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salahsatu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami "dating" dengan mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus. Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya.
 
Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu mukjizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!, Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu(*) terdengar spektakuler & sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL GEREJA BETHANY GEREJA NEHEMIA GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA GEREJA ABDIEL Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya. (edit ulang kiriman dari Pak Sritomo Premier Oil)
-----------------------------------
(*)
PENGANTAR
Kami adalah sekelompok Pendeta yang telah bertobat kepada Tuhan Allah dengan sesungguhnya. Dahulu kami adalah umat agama dari 4 kelompok besar agama di luar Katolik & Kristen. Dulu kami masuk Kristen karena tertarik dengan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus & janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar kita semua masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian. Walau akibat iman Kristus ini kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga kami, kami terima semuanya dengan lapang dada waktu itu, apalagi penghiburan para Gembala Gereja selalu menyatakan orang tua kami, keluarga kami, teman-teman kami & orang -orang diluar Kristen adalah orang berdosa yang sesat dalam iman. Mereka adalah para penyembah setan & kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. Kami sangat mensyukuri wejangan para Gembala Tuhan ini.
 
Apalagi setelah dibaptis, kami sangat diperhatikan, kami disekolahkan di Sekolah Misi Alkitab di kawasan Blok M - Jakarta, selama 6 bulan saja & kami lulus dengan menyandang gelar Sarjana Theologi. Karena kami orang bertobat, sekolah Misi Alkitab cukup ditempun 6 bulan saja, tidak perlu bertahun-tahun seperti yang lainnya. Kami juga diberi uang saku bulanan yang lebih dari cukup, jauh berbeda ketika kami masih dalam agama kami dulu, hidup serba kekurangan & miskin. Bahkan pada saat awal kemurtadan kami ini, kami diundang untuk berceramah keliling Indonesia. Walaupun kami bukan mantan Ulama, Bikhu atau Pandhita, kami mengaku kepada umat bahwa kami adalah mantan pemuka agama, di Sekolah Misi Alkitab kami diajarkan untuk berperilaku & menghapal beberapa bacaan doa agama kami dahulu untuk memberi kesan bahwa kami benar-benar bekas pemuka agama.
 
Bahkan Gereja membantu membuatkan kami ijasah-ijasah palsu, surat-surat keterangan & dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian kami adalah benar adanya. walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama. Bahkan teman kami yang Islam sampai dibuatkan foto repro yang sangat hebat, dia memakai sorban & berjubah panjang, lalu difotonya dibuat seolah pernah berfoto bersama beberapa tokoh Islam terkemuka seperti Mubaligh Kondang KH Zainuddin MZ & KH. Abdurrahman Wahid segala!. Kami juga disuruh menandatangani sebuah surat kesaksian yang panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala Tuhan Bapak Ev. Soeradi Ben Abraham, dimana disana kami membuat kisah kesaksian yang akan dibukukan & disebarluaskan dikalangan domba-domba Gereja.
 
Waktu itu kondisi di atas kami terima saja, mau bagaimana lagi?, kami sudah tak punya siapa-siapa lagi!, tak punya harta & penghasilan, menjual iman ini adalah pilihan hidup yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak?, kami keliling Indonesia, bahkan sampai ke negara tetangga Singapura segala, naik pesawat kelas bisnis, menginap di hotel berbintang, memakai jas mewah, dielu-elukan orang banyak seperti artis, masuk koran & majalah rohani, & menerima pendapatan bulanan yang sangat besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami pikir waktu itu, murtad ini jauh lebih baik dibanding kami jadi pencuri, pembunuh atau germo lokalisasi!.
 
Entah berapa ratus kali kami berdusta, disetiap KKR yang kami ikuti secara terpisah, dimana ada skrenario yang disiapkan Gereja, kalau berlabel penyembuhan Ilahi, para Pendeta berdoa memanggil Roh-Roh Jahat & menyuruh beberapa dari para pelayan Gereja untuk berpura-pura menjadi jemaat yang sakit!, & saat acara penyembuhan Ilahi dia harus berpura-pura sakit parah & mendadak sembuh ketika diurapi oleh kami!!!.
 
Ya Tuhan ampunilah dosa masa lalu kami, ini kan tak lebih dari gaya tipu-tipu tukang obat pinggir jalan?!. Bahkan Jemaat terlihat sangat histeris, sampai ada yang berteriak histeris & berjingkrak-jingkrak segala!!!, mirip sekali acara nonton konser musik rock brutal yang ditonton para ABG, atau mirip suasana orang-orang yang tripping di Diskotek & Pub!!. Bahkan sehabis acara KKR ada seorang jemaat wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev. Andi Widjaja (yang paling ganteng diantara kami), menyatakan diri siap melayani dia, karena yakin bahwa persembahan tubuhnya yang molek itu adalah untuk melayani jiwa para roh kudus yang menyertai kami!!!. Bung Andi lalu bilang, "kalau begitu ayo ikut ke kamar saya", wanita itupun mengikuti beliau & melayaninya sehari penuh hingga 5 ronde!!!. Kami tahu persis cerita ini karena kamipun memperoleh giliran menggarap wanita-wanita jemaat serupa ini diberbagai kesempatan KKR keliling Indonesia.
 
Hampir selama 6 (enam) tahun melayani domba-domba Gereja dalam rangkaian KKR yang melelahkan, menimbulkan kejenuhan di hati kami. Kadang kami berempat kongkow-kongkow di Mc. Donnalds Sarinah Thamrin & saling bertukar cerita..lalu jalan bersama keliling kota. Kami tak mungkin ke Kafe atau tempat hiburan malam, Diskotik sambil tripping & nyabu segala!, karena menurut kami hal ini tak baik untuk pekerjaan kami sebagai Pelayan Gembala Tuhan, walaupun rekan-rekan gembala lainnya sering melakukan hal itu, kami bahkan sering dibilang kolot & kampungan oleh teman-teman Pendeta lainnya, akibat tidak ikut tripping & nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan beberapa rekan Gembala yang sekarang terkenal seperti Gilbert Lumoindang konon, menggunakan Shabu-Shabu & menenggak 1 butir pil Ectassy sebelum memimpin kebaktian di GL Ministry!. Menurut beliau Shabu-Shabu & pil Ectassy adalah sarana jiwa untuk dapat bertemu dengan Roh Kudus & agar Roh Kudus itu selalu mengilhami kita (katanya)!!!! . Itulah sebabnya kenapa para Pendeta & Pengkhotbah Kristen selalu energik & tampil penuh percaya diri disetiap Kebaktian ataupun KKR, karena mereka menggunakan dopping berupa pil Ectassy atau Nyabu terlebih dahulu, bahkan terkadang keduanya sekaligus!!
 
PENYEBAB KESADARAN & PERTOBATAN KAMI
Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico (Nicolas), perihal tetangga barunya yang mengadakan kursus TPA bagi umat Islam, Bung Nico awalnya gusar sekali, karena anak-anak kecil Islam itu selalu membaca surat Al-Kafiruun, yang dia tahu persis artinya, dia piker nih tetangga gue nyindir gue kali..awas aku murtadkan semiuanya!! & Bung Nico bersumpah untuk mewartakan kabar gembira Cinta Kasih Yesus itu kepada mereka.
 
Bung Nico suatu waktu memberanikan diri bertemu para pengajar TPA itu, lalu berkata: mari kita buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para pengajar itu Cuma tersenyum: "maaf kami tak melayani ajakan anda", Bung Nico bilang: "Kalian pengecut!!!" Mereka jawab: "Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai dengan anak-anak itu saja" Bung Nico Menjawab: "Tapi saya nggak nanggung akibatnya ya..?"
 
Lalu Bung Nico mengumpulkan anak-anak kecil itu, dia bercerita tentang kisah pengorbanan Tuhan Yesus..anak-anak itu mendengarkan dengan seksama..tapi kemudian apa yang terjadi..? Anak-anak itu tertawa terbahak-bahak semua & seorang anak kecil berusia 10 tahun lalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit & balik menjelaskan apa itu Alkitab & sejarahnya serta siapa Yesus sesungguhnya..
 
Bung Nico terpana!, lalu pulang dengan perasaan malu..semenjak itu penjelasan anak kecil itu selalu membayang dipikirannya..lalu dia coba baca Alkitab secara urut, suatu hal yang sangat dilarang oleh Gereja karena bisa menyesatkan iman!. Diketemukanlah ayat-ayat yang sangat membingungkan..Bung Nico juga lalu ingat ayah-ibunya & teman-teman lamanya, kalau dipikir-pikir sangat beda sekali dengan rekan-rekan gembalanya di Gereja.
 
Kami berempat lalu berdiskusi dari hati ke hati, eh ternyata semua juga mempunyai pikiran & perasaan yang sama, sepertinya kita semua hidup dalam keimanan yang semu, kami adalah gembala-gembala umat, tetapi yang kami jalankan hanyalah dusta & kepalsuan yang ditawarkan kepada orang-orang yang haus akan kesegaran rohani..!!
 
Sejak saat itu, kalau memimpin KKR & Kebaktian, kami rasanya ingin muntah & berteriak kalau ada yang membacakan kisah kesaksian palsunya, bagaimana tidak palsu?, Kalau ada seorang bekas pencopet beragama Islam yang seumur hidupnya tak tahu ajaran Islam & tak pernah bersekolah agama, dengan lantang menyatakan dirinya mantan calon Ustad?, padahal kisah karangan itu kamilah yang menyusunnya.?!. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan sudah banyak yang dibukukan, beberapa kami lihat sepertinya pernah dikutip lalu diposting disini.
 
Lalu secara sembunyi-sembunyi kami berkunjung ke rumah ustad M. Hanafi tetangganya Bung Nico (Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami utarakan kegundahan hati kami.. Sungguh ajaib & mengejutkan pertanyaan Ustad Muda ini, dia tidak langsung menyodorkan 2 kalimat Syahadat untuk kami baca, tetapi menyuruh kami untuk mulai merenungkan & mohon petunjuk Tuhan..! Dia juga Tanya apa agama asal kami & menyarankan untuk menjalin tali persaudaraan kami dengan bekas keluarga kami yang sekarang mengucilkan kami.
 
Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko, mantan Gembala Kristen Pantekosta
Ev. Nicolas Albert Gerungan mantan Gembala Kristen Protestan
Ev. Gede Astra Suartiasa, mantan Gembala Kristen Protestan
Ev. Andi Widjaja (Gembala Gereja Nehemia
 
 
***************************************************************************************************************
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, March 03, 2007 20:14
Subject: [Mayapada Prana] Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia.

> --- In mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Rudy Prabowo <rudyprabowo2000@...> wrote:
> >hahahahahahahahahha
> memang rudy prabowo pandai menipu sendiri dan selalu gagal menipu orang lain.wahai
> teman2 mari kita saksikan atraksi rudy prabowo menebar khayalan2 hasil jerih payahnya
> berpikir di lobang pantat.
> > Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah,
> Saudi Arabia.
> >   Dengan ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang saya
> bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus Kristus
> Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar. Lokasinya tepat di depan
> Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji, istrinya orang Kristen. Menurut orang-orang
> yang tinggal di situ, tadinya Pak Haji ini sudah masuk Kristen, tetapi berselang waktu
> kemudian dia pindah ke Moslem lagi. Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan posisi
> menghadap tembok yang dicat putih, tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang mau
> bicara kepadanya yang muncul dari tembok tersebut.
> >
> >
> > Awalnya dia takut dan gelisah sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka pikir itu
> hanya ilusi atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 4 kali, tetapi yang
> herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini tidak terus ada, tetapi sering
> muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini kalo tidak salah mulai dari tanggal 26
> Desember 2000.
> >
> > Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya polisi menjaga
> rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk lagi, dan dikasih pengumuman
> bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada. Tetapi yang herannya, Penampakan itu
> justru berpindah ke dinding luar dari kamar tempat Pak Haji pertama kali melihatnya. Ini
> terlihat pada malam Minggu (tanggal 13 Januari 2001) oleh pengunjung sekitar jam 12
> malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. Pengunjung spontanitas bernyanyi memuji-
> muji Tuhan dan berdoa menangis bersukacita. Banyak juga Hamba Tuhan yang hadir di
> sana. Menjelang jam 1 pagi dini hari, Penampakan itu semakin hilang, tetapi terangkat ke
> angkasa dengan cahaya / sinar yang sangat terang dan menghilang.
> >
> > Berita ini juga sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat, membuktikan
> benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat saya. Akhirnya kami pergi
> ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 2001, sekitar jam 17.30 sore. Benar
> juga, ternyata di sana masih banyak orang yang pengen lihat. Tapi Penampakan itu pada
> saat itu tidak ada.
> >
> > Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada malam Minggu tanggal 13-
> nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya pun masih bau dan masih agak lengket.
> >
> > Kami hanya dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk
> membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya sebahu,
> itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya yang terangkat ke atas. Saya
> pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi harus dipesan dulu.
> >
> >
> > Kira-kira jam 18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi kami
> saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau pulang, TIBA-
> TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU ITU, DAN APA YANG
> SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING ITU! YANG SANGAT JELAS
> PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU, KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA.
> POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA
> TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG /
> BAHU BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH,
> DAN POSISINYA SEMUA AGAK MIRING (KURANG LEBIH 30 %).
> >
> > MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA... ITU
> DIA... ITU TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA
> SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR
> KEPADANYA. TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT.
> DIA JUGA HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN YESUS..."
> >
> > Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah
> >
> >
> > Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat saudara saya perempuan Dan saya
> termasuk anak laki-laki paling besar. Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim yang taat
> dan fanatik karena ayah saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota ABRI yang oleh
> komandannya ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota ABRI.
> >
> > Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya terutama
> dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan pengajaran yang sangat
> keras, kami dilarang bergaul atau Berteman dengan orang-orang Kristen. Tahun 1992
> saya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya dianjurkan
> ayah saya agar melanjutkan Pendidikan agama ke salah satu pesantren di Jombang, Jawa
> Timur, supaya saya lebih memahami tentang Al-quran, akan tetapi tinggal dan belajar di
> dalam pesantren menurut saya tidak efectif karena pengajarannya hanya
> >
> > membaca dan menulis huruf arab saja tidak dengan arti bahasa indonesianya, sehingga
> saya hanya bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur.
> >
> >
> > Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu Pengetahuan Islam Arab
> LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat diterima dan ternyata saya salah satu
> yang mendapat beasiswa untuk belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia
> selama tiga tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya saya yang gembira, orang tua
> saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya bisa menjadi penerus ayah sebagai
> seorang "Kiyai".
> >
> > Bulan November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya tinggal
> di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km menuju kota
> Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia, saya rajin beribadah Umroh dan
> Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya sempat terkejut setelah mengetahui bagaimana
> orang Islam di Saudi Arabia memperingati hari-hari besar Islam karena ada beberapa
> peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia yang berbeda dengan di Indonesia,
> contohnya di Saudi Arabia tidak ada peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi+raj
> Nabi Muhammad juga tidak ada adanya Idhul Fitri dan banyak lagi perbedaan agama Islam
> di negara Arab dengan Indonesia.
> >
> > "Isa Almasih dalam Al-quran"
> >
> > Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya mulai mengerti arti
> terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu yaitu Al-quran. Didalam Quran
> sendiri banyak sekali kesaksian tentang Injil Isa Almasih, antara lain Surah 46 Al-Ahqaaf
> ayat 30: QAALUU YAA QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA MIMBA+DI YADAIHI
> YAHDI ILAL HAQQI WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum kami, sesungguhnya
> kami telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah Musa, yang
> membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang
> lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI ILLA LA YU+MINAMNA
> BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM SYAHIDAA. Artinyaan tidak
> seorangpun dari ahli kitab akan beriman kepada Isa dan ada hari kiamat Dia menjadi saksi
> terhadap mereka".
> >
> >
> > Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61: WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA
> BIHA WA TABI+UNI HAZDAA SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia
> adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu, dan
> ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa jalan yang lurus
> ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang hari kiamat dan tidak boleh
> diragukan.
> >
> > Oleh karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih sebab
> inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan yang lurus ada di
> dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa Kitab Taurat dan Injil
> memberikan petunjuk kepada kebenaran kepada jalan yang lurus. Surah Al-Maa-Idah ayat
> 68 juga menyatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) adalah merupakan Kitab yang benar
> bagi orang yang beragama menurut kehendak Allah.
> >
> >
> > Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA
> TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW
> WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai ahli kitab,
> engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti Taurat dan Injil dan apa
> yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka sungguh akan
> menambah kedurhakaan dan kekafiran.
> >
> > "Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat" Pada suatu hari di bulan
> Agustus 1996 ketika saya sedang membaca Alquran di kamar apartemen tiba-tiba saya
> melihat seorang laki-laki berjenggot dan berjubah putih mendekati saya. Saya takut sekali
> tapi bukan karena kehadiran orang tersebut yang begitu tiba-tiba tapi karena wajahnya
> yang sangat wibawa sekali. Apakah saya ini sedang bermimpi? Ah, tidak .. saya tidak
> bermimpi ataupun mabuk. Sepertinya orang tersebut tahu kalau saya sedang ketakutan,
> DIApun langsung berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu". Setelah
> DIA berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul 9 malam
> waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang.
> >
> > Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia, darimana masuknya
> sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan menyelamatkan?. Koq dia lancar
> sekali berbahasa Indonesia, sedangkan wajahnya wajah Arab-Palestina. Darimana Dia tahu
> kalu saya orang Indonesia, sedangkan saya saat itu saya tidak sedang berada di Indonesia
> tapi di Jeddah, ya paling tidak pakai bahasa Arablah, karena disana orang Indonesia juga
> kalau bertemu dengan bangsanya sendiri pakai bahasa Arab. Tiba-tiba saya merasakan
> ada sesuatu yang masuk kedalam diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang masuk
> tersebut adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat
> mengambil kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus).
> Sayapun langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas
> semua dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah mengikuti jalan
> yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya harus menerima
> >  Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara saya saat itu memang perlahan saya
> juga tidak mengerti kenapa saya bicara seperti itu, dan lagi saya tidak tahu Juruselamat itu
> apa?
> >
> > Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu juga saya berdoa dalam bahasa Indonesia
> dengan lancar sekali, doa saya waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya Allah saya percaya
> melalui FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan
> Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui FirmanMu Yesus Kristus telah
> mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya telah dicurahkan untuk menghapus
> dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima Engkau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
> Juruselamat pribadiku. Penuhi saya dengan Roh KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan
> Yesus Kristus. Amin."
> >
> >
> > Setelah berdoa seperti itu, doa tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah buku
> harian. Setelah itu saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa saya begitu
> mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa tersebut seperti doa orang
> Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir lagi, yang berdoa tadi, saya atau siapa?
> Aneh tiba-tiba saya penuh dengan sukacita.
> >
> > Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
> Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke Jakarta dengan sambutan meriah dari
> keluarga karena mereka tahu bahwa diri saya telah menjadi seorang haji yang patut
> dibanggakan. Keluarga saya belum tahu kalau saya sudah bertemu dengan Tuhan Yesus
> dan menjadi pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya rahasiakan, tidak seperti yang
> lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di depan nama saya, dan tindakan ini membuat
> orang tua saya bertanya-tanya akan apa yang saya perbuat.
> >
> > Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta, saya mendapat tawaran bekerja di salah satu
> Bank swasta di Jakarta. Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan bulan, saya terkena PHK
> karena Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh pemerintah, tidak lama setelah saya terkena
> PHK ayah saya memasuki masa pensiun, sehingga harus pulang ke Jomabng, Jawa Timur,
> karena rumah yang ditempati di Jakarta adalah rumah dinas. Dan saya memilih untuk
> tinggal dan kost di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat. Selama hidup
> menjadi anak kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal seperti ini
> menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, seperti janji hati ketika
> baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Setelah membeli sebuah
> Alkitab dan saya belajar sama Tuhan, mulailah saya ikut kebaktian, yang pertama sekali
> saya ikut Kebaktian Minggu disalah satu gedung gereja di Jakarta Pusat. Selanjutnya keluar
> masuk gereja dari yang
> >  Karismatik, Pantekosta, Protestan sampai Katolik sehingga saya mengenal beberapa
> Hamba Tuhan.
> >
> > Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari satu gereja di Jakarta
> yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam renang yang berada di salah satu Hotel
> di Jakarta Timur.
> >
> >
> > "Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit" Pada 28 April 1999 saya datang
> berkunjung ke rumah paman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mengakui bahwa
> saya telah menjadi Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya ditanya oleh Paman,
> "Bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" "Puji Tuhan", jawab saya.
> Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung berubah tidak ada senyum lagi.
> Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya menjadi pengikut Kristus". Paman saya
> tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? Dengan suara yang sangat kasar sekali. Saya kembali
> menegaskan "Sekarang saya sudah menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar lagi,
> melayanglah pukulan dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan kecil.
> Saya terjatuh, akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman saya
> untuk mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah belakang Paman
> mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher saya
> >  sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi kafir, orang kafir kalau
> dipotong lehernya diminum darahnya halal". Mendengar itu saya merasa bahwa saya tidak
> akan hidup lagi. Tapi tiba-tiba dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan , tangan saya
> cepat bergerak menangkap celurit yang sangat tajam itu untuk saya tarik ke depan dengan
> kedua tangan saya ini. Begitu terlepas dari celurit tajam itu, lalu saya lari keluar dan
> dikejar oleh Paman. Puji nama Tuhan! Tuhan Yesus menghalanginya sehingga Paman saya
> tidak mengejarnya lagi. Saya memanggil taksi, dan sopirnya bertanya kepada saya "Mau
> dibawa kemana?" saya bilang sama sopir taksi "Tolong bawa saya kerumah sakit mana
> saja."
> >
> > Sementara darah terus mengalir membasahi pakaian saya, sambil memegangi leher
> yang terluka dengan keadaan tangan saya yang juga hampir putus karena menahan celurit
> yang tajam tadi. Selama ditaksi saya berseru "Tuhan, kalau memang Engkau mau
> mengambil saya ambillah Tuhan, jangan lama-lama".
> >
> > Taksi diarahkan kerumah sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo. Saya dibawa masuk
> dengan alat dorongan, tapi dokter masih menanyai saya dengan beberapa pertanyaan
> sebab dikiranya saya seorang penjahat yang jadi korban pengadilan massa. Tapi Puji
> Tuhan, seorang perawat digerakkan oleh Tuhan untuk melayani saya, dia membersihkan
> luka di leher dan di tangan saya. Dan tak lama kemudian datang juga dokter tersebut
> dengan menjahit luka-luka saya.
> >
> > Setelah dijahit dan saya mampu untuk duduk, mulailah dokter itu kembali mengajak
> saya berbincang-bincang, kenapa dan apa yang terjadi dengan saya. Saya menjelaskan
> bahwa Paman saya telah menggorok leher saya ini karena saya telah menjadi seorang
> Kristen. Tak saya sangka-sangka dokter itu juga marah dan mengatakan saya sudah
> menjadi Kafir. Lalu saya jawab semua perkataan dokter tersebut dengan mempersilahkan
> membaca beberapa ayat yang ada di dalam
> >
> > Alquran seperti surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30, Surat Az-Zukruf ayat 61 dan Surah Al-
> Maa-Idah ayat 68, juga saya mengatakan bahwa saya pernah belajar di Saudi Arabia
> selama tiga tahun bahkan saya bertemu dengan Tuhan Yesus di Saudi Arabia bukan di
> Indonesia. Akhirnya dokter tersebut terdiam merenung. Untuk mengalihkan pembicaraan,
> sayapun bertanya "Dokter berapa biaya yang harus saya bayar?" Tetapi apa yang terjadi?
> Ternyata Tuhan bekerja luar biasa sekali, sebab dokter tersebut mengatakan tidak usah
> dibayar bahkan saya dibolehkan ke rumah.
> >
> > Saya mengucap syukur pada Tuhan... Keesokkan harinya saya menelepon orang tua di
> Jombang dan menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya, orang tua saya merasa
> kaget sekali dan marah besar, saya dikatakan orang kafir, orang murtat bahkan lebih dari
> itu mereka melarang saya mengakui sebagai orangtuanya lagi dan juga termasuk semua
> saudara-saudara saya. Saya juga dilarang menginjak rumah orang tua saya. Belum sempat
> saya bicara lagi, telepon ditutup. Sejak saat itu hubungan saya dengan orang tua serta
> saudara-saudara putus. Akibatnya, saya tidak mendapat bantuan keuangan dan akhirnya
> saya tidak sanggup meneruskan pembayaran uang kost.
> >
> >
> > "Gelandangan awal pelayanan saya"
> >
> > Dengan bermodalkan sebuah Alkitab dan beberapa lembar pakaian mulailah saya tidur
> di Mesjid-mesjid, di stasiun-stasiun kereta api dan tempat-tempat lainnya. Pertama sekali
> saya tidur di Masjid Baitul Falah jalan kramat raya nomor 121 dan Masjid Istiqlal lalu
> pindah ke Stasiun Kereta Api Senen, Juanda dan Taman Lapangan Banteng. Kehidupan
> saya benar-benar menjadi gembel dan gelandangan seringkali saya tidak makan berhari-
> hari dan ternyata Tuhan tidak membiarkan saya. Suatu hari saya mendapat kabar dari
> seorang teman gelandangan juga bahwa ada satu tempat dimana disana disediakan
> makanan gratis dari Tuhan untuk orang-orang jalanan yaitu dirumah salah seorang dokter
> juga sebagai Hamba Tuhan yaitu dokter Suradi Ben Abraham di alan proklamasi nomor 47
> Jakarta Pusat. ampir setiap hari saya datang untuk makan dengan sepuasnya di sana.
> Disamping itu iman saya juga terus bertumbuh, diantara para gembel dan gelandangan
> saya membentuk satu kelompok doa bersama mengambil lokasi di aman
> >  Lapangan Banteng, Jakarta Pusat setiap hari sabtu pukul 11.00 sampai 13.00 WIB.
> Waktu itu pertama kali dilayani oleh Team dari Doulos, tetapi lama-kelamaan kamipun
> dapat melakukan pelayan sendiri terhadap kelompok doa kami sendiri.
> >
> >
> > Pada suatu hari seorang Hamba Tuhan melihat kelompok doa yang saya pimpin dan
> menawarkan kepada saya untuk melayani penginjilan ke suatu desa di Sukabumi Jawa
> Barat. Sejak saat itulah hingga sekarang Tuhan pakai saya untuk memberitakan Injil di
> beberapa tempat. Demikianlah kesaksian saya, Tuhan memberkati. "Percayalah kepada
> Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para
> Rasul 16:31)
__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise