logo       

Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Univers: msg#00029

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia.

--- In mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Rudy Prabowo
<rudyprabowo2000@...> wrote:
>hahahahahahahahahha
memang rudy prabowo pandai menipu sendiri dan selalu gagal menipu orang
lain.wahai
teman2 mari kita saksikan atraksi rudy prabowo menebar khayalan2 hasil jerih
payahnya
berpikir di lobang pantat.
> Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas
> Jeddah,
Saudi Arabia.
> Dengan ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang
> saya
bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus
Kristus
Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar. Lokasinya tepat di
depan
Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji, istrinya orang Kristen. Menurut
orang-orang
yang tinggal di situ, tadinya Pak Haji ini sudah masuk Kristen, tetapi
berselang waktu
kemudian dia pindah ke Moslem lagi. Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan
posisi
menghadap tembok yang dicat putih, tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang
mau
bicara kepadanya yang muncul dari tembok tersebut.
>
>
> Awalnya dia takut dan gelisah sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka
> pikir itu
hanya ilusi atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 4 kali,
tetapi yang
herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini tidak terus ada, tetapi
sering
muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini kalo tidak salah mulai dari
tanggal 26
Desember 2000.
>
> Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya polisi menjaga
rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk lagi, dan dikasih
pengumuman
bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada. Tetapi yang herannya, Penampakan itu
justru berpindah ke dinding luar dari kamar tempat Pak Haji pertama kali
melihatnya. Ini
terlihat pada malam Minggu (tanggal 13 Januari 2001) oleh pengunjung sekitar
jam 12
malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. Pengunjung spontanitas bernyanyi
memuji-
muji Tuhan dan berdoa menangis bersukacita. Banyak juga Hamba Tuhan yang hadir
di
sana. Menjelang jam 1 pagi dini hari, Penampakan itu semakin hilang, tetapi
terangkat ke
angkasa dengan cahaya / sinar yang sangat terang dan menghilang.
>
> Berita ini juga sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat,
> membuktikan
benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat saya. Akhirnya
kami pergi
ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 2001, sekitar jam 17.30
sore. Benar
juga, ternyata di sana masih banyak orang yang pengen lihat. Tapi Penampakan
itu pada
saat itu tidak ada.
>
> Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada malam Minggu tanggal 13-
nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya pun masih bau dan masih agak
lengket.
>
> Kami hanya dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk
membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya
sebahu,
itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya yang terangkat ke
atas. Saya
pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi harus dipesan dulu.
>
>
> Kira-kira jam 18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi
> kami
saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau
pulang, TIBA-
TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU ITU, DAN APA YANG
SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING ITU! YANG SANGAT JELAS
PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU, KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA.
POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA
TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG /
BAHU BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH,
DAN POSISINYA SEMUA AGAK MIRING (KURANG LEBIH 30 %).
>
> MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA...
> ITU
DIA... ITU TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA
SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR
KEPADANYA. TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT.
DIA JUGA HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN YESUS..."
>
> Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah
>
>
> Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat saudara saya perempuan Dan saya
termasuk anak laki-laki paling besar. Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim
yang taat
dan fanatik karena ayah saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota ABRI yang
oleh
komandannya ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota ABRI.
>
> Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya
> terutama
dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan pengajaran yang
sangat
keras, kami dilarang bergaul atau Berteman dengan orang-orang Kristen. Tahun
1992
saya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya
dianjurkan
ayah saya agar melanjutkan Pendidikan agama ke salah satu pesantren di Jombang,
Jawa
Timur, supaya saya lebih memahami tentang Al-quran, akan tetapi tinggal dan
belajar di
dalam pesantren menurut saya tidak efectif karena pengajarannya hanya
>
> membaca dan menulis huruf arab saja tidak dengan arti bahasa indonesianya,
> sehingga
saya hanya bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur.
>
>
> Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu Pengetahuan Islam Arab
LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat diterima dan ternyata saya
salah satu
yang mendapat beasiswa untuk belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah,
Saudi Arabia
selama tiga tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya saya yang gembira,
orang tua
saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya bisa menjadi penerus ayah
sebagai
seorang "Kiyai".
>
> Bulan November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya
> tinggal
di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km menuju
kota
Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia, saya rajin beribadah
Umroh dan
Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya sempat terkejut setelah mengetahui
bagaimana
orang Islam di Saudi Arabia memperingati hari-hari besar Islam karena ada
beberapa
peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia yang berbeda dengan di
Indonesia,
contohnya di Saudi Arabia tidak ada peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Isra
Mi+raj
Nabi Muhammad juga tidak ada adanya Idhul Fitri dan banyak lagi perbedaan agama
Islam
di negara Arab dengan Indonesia.
>
> "Isa Almasih dalam Al-quran"
>
> Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya mulai mengerti
> arti
terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu yaitu Al-quran. Didalam
Quran
sendiri banyak sekali kesaksian tentang Injil Isa Almasih, antara lain Surah 46
Al-Ahqaaf
ayat 30: QAALUU YAA QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA MIMBA+DI YADAIHI
YAHDI ILAL HAQQI WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum kami,
sesungguhnya
kami telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah Musa, yang
membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan
yang
lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI ILLA LA YU+MINAMNA
BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM SYAHIDAA. Artinyaan tidak
seorangpun dari ahli kitab akan beriman kepada Isa dan ada hari kiamat Dia
menjadi saksi
terhadap mereka".
>
>
> Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61: WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA
BIHA WA TABI+UNI HAZDAA SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia
adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu,
dan
ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa jalan
yang lurus
ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang hari kiamat dan tidak
boleh
diragukan.
>
> Oleh karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih
> sebab
inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan yang
lurus ada di
dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa Kitab Taurat dan Injil
memberikan petunjuk kepada kebenaran kepada jalan yang lurus. Surah Al-Maa-Idah
ayat
68 juga menyatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) adalah merupakan Kitab yang
benar
bagi orang yang beragama menurut kehendak Allah.
>
>
> Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA
TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW
WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai ahli
kitab,
engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti Taurat dan Injil
dan apa
yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka sungguh akan
menambah kedurhakaan dan kekafiran.
>
> "Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat" Pada suatu hari di
> bulan
Agustus 1996 ketika saya sedang membaca Alquran di kamar apartemen tiba-tiba
saya
melihat seorang laki-laki berjenggot dan berjubah putih mendekati saya. Saya
takut sekali
tapi bukan karena kehadiran orang tersebut yang begitu tiba-tiba tapi karena
wajahnya
yang sangat wibawa sekali. Apakah saya ini sedang bermimpi? Ah, tidak .. saya
tidak
bermimpi ataupun mabuk. Sepertinya orang tersebut tahu kalau saya sedang
ketakutan,
DIApun langsung berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu".
Setelah
DIA berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul
9 malam
waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang.
>
> Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia, darimana
> masuknya
sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan menyelamatkan?. Koq dia
lancar
sekali berbahasa Indonesia, sedangkan wajahnya wajah Arab-Palestina. Darimana
Dia tahu
kalu saya orang Indonesia, sedangkan saya saat itu saya tidak sedang berada di
Indonesia
tapi di Jeddah, ya paling tidak pakai bahasa Arablah, karena disana orang
Indonesia juga
kalau bertemu dengan bangsanya sendiri pakai bahasa Arab. Tiba-tiba saya
merasakan
ada sesuatu yang masuk kedalam diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang
masuk
tersebut adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat
mengambil kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus).
Sayapun langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas
semua dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah mengikuti
jalan
yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya harus menerima
> Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara saya saat itu memang perlahan
> saya
juga tidak mengerti kenapa saya bicara seperti itu, dan lagi saya tidak tahu
Juruselamat itu
apa?
>
> Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu juga saya berdoa dalam
> bahasa Indonesia
dengan lancar sekali, doa saya waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya Allah saya
percaya
melalui FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah kehilangan
kemuliaan
Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui FirmanMu Yesus
Kristus telah
mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya telah dicurahkan untuk
menghapus
dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima Engkau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadiku. Penuhi saya dengan Roh KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan
Yesus Kristus. Amin."
>
>
> Setelah berdoa seperti itu, doa tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah
> buku
harian. Setelah itu saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa
saya begitu
mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa tersebut seperti doa orang
Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir lagi, yang berdoa tadi,
saya atau siapa?
Aneh tiba-tiba saya penuh dengan sukacita.
>
> Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke Jakarta dengan sambutan meriah
dari
keluarga karena mereka tahu bahwa diri saya telah menjadi seorang haji yang
patut
dibanggakan. Keluarga saya belum tahu kalau saya sudah bertemu dengan Tuhan
Yesus
dan menjadi pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya rahasiakan, tidak
seperti yang
lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di depan nama saya, dan tindakan ini
membuat
orang tua saya bertanya-tanya akan apa yang saya perbuat.
>
> Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta, saya mendapat tawaran bekerja di
> salah satu
Bank swasta di Jakarta. Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan bulan, saya
terkena PHK
karena Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh pemerintah, tidak lama setelah
saya terkena
PHK ayah saya memasuki masa pensiun, sehingga harus pulang ke Jomabng, Jawa
Timur,
karena rumah yang ditempati di Jakarta adalah rumah dinas. Dan saya memilih
untuk
tinggal dan kost di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat.
Selama hidup
menjadi anak kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal
seperti ini
menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, seperti janji
hati ketika
baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Setelah membeli
sebuah
Alkitab dan saya belajar sama Tuhan, mulailah saya ikut kebaktian, yang pertama
sekali
saya ikut Kebaktian Minggu disalah satu gedung gereja di Jakarta Pusat.
Selanjutnya keluar
masuk gereja dari yang
> Karismatik, Pantekosta, Protestan sampai Katolik sehingga saya mengenal
> beberapa
Hamba Tuhan.
>
> Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari satu gereja di
> Jakarta
yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam renang yang berada di salah satu
Hotel
di Jakarta Timur.
>
>
> "Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit" Pada 28 April 1999 saya
> datang
berkunjung ke rumah paman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mengakui
bahwa
saya telah menjadi Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya ditanya oleh Paman,
"Bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" "Puji Tuhan", jawab
saya.
Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung berubah tidak ada senyum
lagi.
Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya menjadi pengikut Kristus".
Paman saya
tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? Dengan suara yang sangat kasar sekali.
Saya kembali
menegaskan "Sekarang saya sudah menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar
lagi,
melayanglah pukulan dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan
kecil.
Saya terjatuh, akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman
saya
untuk mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah
belakang Paman
mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher saya
> sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi kafir, orang kafir
> kalau
dipotong lehernya diminum darahnya halal". Mendengar itu saya merasa bahwa saya
tidak
akan hidup lagi. Tapi tiba-tiba dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan ,
tangan saya
cepat bergerak menangkap celurit yang sangat tajam itu untuk saya tarik ke
depan dengan
kedua tangan saya ini. Begitu terlepas dari celurit tajam itu, lalu saya lari
keluar dan
dikejar oleh Paman. Puji nama Tuhan! Tuhan Yesus menghalanginya sehingga Paman
saya
tidak mengejarnya lagi. Saya memanggil taksi, dan sopirnya bertanya kepada saya
"Mau
dibawa kemana?" saya bilang sama sopir taksi "Tolong bawa saya kerumah sakit
mana
saja."
>
> Sementara darah terus mengalir membasahi pakaian saya, sambil memegangi leher
yang terluka dengan keadaan tangan saya yang juga hampir putus karena menahan
celurit
yang tajam tadi. Selama ditaksi saya berseru "Tuhan, kalau memang Engkau mau
mengambil saya ambillah Tuhan, jangan lama-lama".
>
> Taksi diarahkan kerumah sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo. Saya dibawa masuk
dengan alat dorongan, tapi dokter masih menanyai saya dengan beberapa
pertanyaan
sebab dikiranya saya seorang penjahat yang jadi korban pengadilan massa. Tapi
Puji
Tuhan, seorang perawat digerakkan oleh Tuhan untuk melayani saya, dia
membersihkan
luka di leher dan di tangan saya. Dan tak lama kemudian datang juga dokter
tersebut
dengan menjahit luka-luka saya.
>
> Setelah dijahit dan saya mampu untuk duduk, mulailah dokter itu kembali
> mengajak
saya berbincang-bincang, kenapa dan apa yang terjadi dengan saya. Saya
menjelaskan
bahwa Paman saya telah menggorok leher saya ini karena saya telah menjadi
seorang
Kristen. Tak saya sangka-sangka dokter itu juga marah dan mengatakan saya sudah
menjadi Kafir. Lalu saya jawab semua perkataan dokter tersebut dengan
mempersilahkan
membaca beberapa ayat yang ada di dalam
>
> Alquran seperti surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30, Surat Az-Zukruf ayat 61 dan Surah
> Al-
Maa-Idah ayat 68, juga saya mengatakan bahwa saya pernah belajar di Saudi
Arabia
selama tiga tahun bahkan saya bertemu dengan Tuhan Yesus di Saudi Arabia bukan
di
Indonesia. Akhirnya dokter tersebut terdiam merenung. Untuk mengalihkan
pembicaraan,
sayapun bertanya "Dokter berapa biaya yang harus saya bayar?" Tetapi apa yang
terjadi?
Ternyata Tuhan bekerja luar biasa sekali, sebab dokter tersebut mengatakan
tidak usah
dibayar bahkan saya dibolehkan ke rumah.
>
> Saya mengucap syukur pada Tuhan... Keesokkan harinya saya menelepon orang tua
> di
Jombang dan menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya, orang tua saya
merasa
kaget sekali dan marah besar, saya dikatakan orang kafir, orang murtat bahkan
lebih dari
itu mereka melarang saya mengakui sebagai orangtuanya lagi dan juga termasuk
semua
saudara-saudara saya. Saya juga dilarang menginjak rumah orang tua saya. Belum
sempat
saya bicara lagi, telepon ditutup. Sejak saat itu hubungan saya dengan orang
tua serta
saudara-saudara putus. Akibatnya, saya tidak mendapat bantuan keuangan dan
akhirnya
saya tidak sanggup meneruskan pembayaran uang kost.
>
>
> "Gelandangan awal pelayanan saya"
>
> Dengan bermodalkan sebuah Alkitab dan beberapa lembar pakaian mulailah saya
> tidur
di Mesjid-mesjid, di stasiun-stasiun kereta api dan tempat-tempat lainnya.
Pertama sekali
saya tidur di Masjid Baitul Falah jalan kramat raya nomor 121 dan Masjid
Istiqlal lalu
pindah ke Stasiun Kereta Api Senen, Juanda dan Taman Lapangan Banteng.
Kehidupan
saya benar-benar menjadi gembel dan gelandangan seringkali saya tidak makan
berhari-
hari dan ternyata Tuhan tidak membiarkan saya. Suatu hari saya mendapat kabar
dari
seorang teman gelandangan juga bahwa ada satu tempat dimana disana disediakan
makanan gratis dari Tuhan untuk orang-orang jalanan yaitu dirumah salah seorang
dokter
juga sebagai Hamba Tuhan yaitu dokter Suradi Ben Abraham di alan proklamasi
nomor 47
Jakarta Pusat. ampir setiap hari saya datang untuk makan dengan sepuasnya di
sana.
Disamping itu iman saya juga terus bertumbuh, diantara para gembel dan
gelandangan
saya membentuk satu kelompok doa bersama mengambil lokasi di aman
> Lapangan Banteng, Jakarta Pusat setiap hari sabtu pukul 11.00 sampai 13.00
> WIB.
Waktu itu pertama kali dilayani oleh Team dari Doulos, tetapi lama-kelamaan
kamipun
dapat melakukan pelayan sendiri terhadap kelompok doa kami sendiri.
>
>
> Pada suatu hari seorang Hamba Tuhan melihat kelompok doa yang saya pimpin dan
menawarkan kepada saya untuk melayani penginjilan ke suatu desa di Sukabumi
Jawa
Barat. Sejak saat itulah hingga sekarang Tuhan pakai saya untuk memberitakan
Injil di
beberapa tempat. Demikianlah kesaksian saya, Tuhan memberkati. "Percayalah
kepada
Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah
Para
Rasul 16:31)
> __________________
>
>
>
> ---------------------------------
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
>



Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/


<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise