|
Apa itu Tuhan?: msg#00010culture.religion.healer.mayapada
Sebuah artikel yang menarik, yang pernah saya baca. Just share oleh Shrii Shrii Anandamurti Para yogi sering mengatakan bahwa hanya sedikit sekali perbedaan antara pengertian "Tuhan" dan "kebahagian abadi". Seperti dua nama, "air" dan "aqua", digunakan untuk satu hal yang sama. Para yogi mengatakan pula, "Apa itu Tuhan? Dia adalah kebahagiaan abadi. Dia adalah Ónanda." Sisi tugas dari Bapa Maha Tinggi ini adalah, semua berasal dari Dia dan kembali kepada Keberadaan Maha Tinggi itu. Dan apa itu Keberadaan Maha Tinggi? Itu adalah Ónanda. God, Tuhan, adalah Generator, Dia juga Operator, dan Dia juga Destructor yang bermaksud baik: G-O-D. Apa itu God? Sebagai Operator Dia juga menjadi pengendali. Operator sebuah mesin harus dapat mengendalikan mesinnya. Dia harus menjadi pengendali. Dan pengendali ini bukan saja seorang ahli mesin biasa, Dia adalah Pesulap agung, karena Dia menciptakan segalanya dalam pikiranNya. Pesulap menciptakan banyak hal dalam pikirannya, dan para penonton mengatakan, "Oh, dia pesulap pintar sekali." Namun sebenarnya, para penonton itu tertipu. Keterikatan mental mereka tertuju pada objek yang diciptakan dan bukannya tertuju pada pesulap. Namun mereka harus tahu bahwa objek-objek yang diciptakan itu bersifat sementara. Pesulapnyalah yang menjadi kebenaran. Maka pengendali ini adalah seorang Pesulap Agung. Dia menciptakan segalanya dalam pikiranNya. Dan bagi para makhluk tercipta, dunia mental Pesulap ini tampak seperti sesuatu yang fisik. Misalnya anda menciptakan sebuah lilin dan seseeorang dalam pikiran anda. Anda tahu bahwa lilin dan orang itu adalah ciptaan mental, sungguh mental belaka dan bukan fisik. Mereka berada dalam pikiran anda. Namun bagi si orang mental yang ada dalam pikiran anda, lilin mental itu adalah sebuah realitas. Sama halnya bagi anda dunia ini adalah realitas fisik. Namun bagi Pesulap Agung, segala hal adalah sementara. Jadi Dia adalah pesulap dan memiliki kendali atas seluruh alam raya. Sekali lagi, apa itu Tuhan? Para Yogi mengatakan, "Dia yang memiliki kemampuan-kemampuan tak tampak, semua kemampuan yang tak tampak, semua sarana, adalah Tuhan." Kecuali dan sampai sesuatu itu memiliki semua kekuatan tak tampak, bagaimana dia bisa mengendalikan alam raya? Kekuatan tak tampak itu berjumlah delapan. Dia yang memiliki kekuatan-kekuatan tak tampak ini dalam bahasa Sansekerta dikenal sebagai Iishvara. Lalu mengapa Tuhan disebut Iishvara? Dia dapat melihat [dan melakukan] segalanya. Dia dapat bepergian kemana-mana tanpa bantuan organ apapun. Sebuah penjelasan lain dari para yogi mengenai Tuhan adalah: "Dia yang tetap tak tergapai, tak terpengaruh, oleh segala aksi dan reaksi. Dia yang tak membutuhkan peneduh, Dia yang meneduhi segalanya, meneduhi setiap hal, adalah Tuhan." Penjelasan lain dari para yogi adalah bahwa alam raya ini adalah kumpulan demikian banyak elektron, proton, dan positron, dan Pengendali Agungnya adalah Tuhan. Anda hanya memiliki dua mata, dan mata itu hanya dapat berfungsi bila ada gelombang sinar di dunia luar anda. Kalau tak ada sinar di situ anda tak dapat melihat. Namun dia memiliki mata tak terhingga, dan semua mata itu berfungsi di dalam dirinya, karena tak ada suatupun berada di luar diriNya. Segala sesuatu berada di dalam diriNya. Untuk melihat gambaran mental, apakah anda mengandalkan mata eksternal? Tidak. Bagi anda ada dua dunia, internal dan eksternal. Namun bagiNya semua adalah internal. Anda berada di dalam pikiranNya, dan apapun yang anda lihat, apapun yang anda kerjakan, apapun yang akan anda lakukan, segalanya, semua berlangsung di dalam pikiranNya yang agung. Tak ada satupun yang eksternal. "Oh, anakku, oh, anakku mungil, mengapa kamu melakukan dosa seperti itu?" Anda tak dapat mengatakan, "Tidak, Bapa, aku tidak melakukan dosa itu," karena anda berada di dalam pikiranNya. Dia melihat secara internal tanpa bantuan mata apapun, karena anda adalah kreasi mentalNya, dan anda berada di dalam pikiranNya. Dia adalah omnipresent; Dia ada di mana-mana. Gerakan sebutir pasir sama penting bagiNya seperti gerakan sebuah bom atom, juga gerakan sebuah bom megaton. BagiNya tak ada yang tidak penting. Anda tidak mungkin menjadi tidak penting bagiNya. Sang Bapa selalu beserta anda. Dan karena Dia berada di manapun, ada satu keuntungan dan satu kerugian. Apa keuntungnnya? Keuntungannya adalah, Sang Bapa Agung selalu beserta anda, anda tak pernah sendirian. Dan kerugiannya adalah bahwa Dia selalu bersama anda, sehingga tentu sulit bagi anda untuk melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, sesuatu yang tidak diinginkan. Inilah kesulitannya. Alam raya ini berada dalam rengkuhannya. Apapun yang anda lakukan, tindakan anda disaksikanNya. Anda tak dapat berpikir secara rahasia. Máyá adalah kekuatan yang membangkit ilusi dalam realitas fisik ini. Ini adalah Asas Laksana dari Tuhan. Maka Máyá ini, tak dapat dikalahkan oleh orang biasa, oleh orang yang bukan sádhaka. Seorang yang bukan peminat rohani akan melayani Máyá bagaikan budak. Ini terjadi pada binatang, dengan segala kekasarannya, dan juga pada orang yang memiliki temperamen binatang. Lalu, apa itu latihan intuisi? Apa itu latihan yoga? Tujuannya adalah untuk mengalahkan pengaruh Máyá. Asas Laksana ini, pengaruh Máyá, adalah bagaikan sebuah rantai setan, mirip belitan ular, dari sengsara dan kesulitan. Setiap orang harus melepaskan dirinya dari belitan ular ini. Dan ini dilakukan melalui sádhaná yoga. Saat pelaku yoga melakukan kontak dengan Bapa Agung, Tuhan akan menjawab, "Oh anakku, akan sulit memang bagi seseorang untuk mengalahkan pengaruh Máyá ini. Máyá memang tak terkalahkan. Namun dia yang berlindung padaKu, dan dia yang bersandar padaKu, yang berlindung dalam pangkuanKu, maka dia pasti akan melangkaui Máyá ini. Kecuali dan sampai anda mengembangkan iman yang implisit dan cinta teguh pada Bapa Agung, anda tak akan menjadi satu denganNya, anda akan terikat oleh Máyá. Lalu, kapan orang mulai merasakan bahwa mereka harus mencintai dunia? Saat mereka membebaskan diri mereka dari kejahatan, dari sentimen-sentimen egois. Namun mereka akan berkata, "Mereka mengatakan Tuhan itu pemurah, namun aku orang yang malang, aku tak merasakan rahmatNya". Banyak orang yang berkata seperti ini, tapi anda tahu, anak-anakku, anda tahu bahwa Dia tidak pilih kasih. Kucuran rahmat surgawiNya adalah bagi semua. Dia adalah bagi segala makhluk. Namun ada orang yang merasakan rahmatnya ada yang tidak. Apa sebabnya? Kucuran rahmat surgawi memang itu ada. Namun misalnya bila anda memegang sebuah payung di atas kepala anda. Apakah anda akan kuyup oleh hujan? Oh, tidak. Mereka yang ingin menikmati kucuran rahmat ini harus melepaskan payung egonya dari kepala mereka, dan mereka akan basah kuyup oleh kucuran ilahi. Maka para peminat rohani, para yogi, harus melepaskan sentimen- sentimen egois mereka. Dan pada saat berikutnya mereka akan berada dekat sekali dengan Bapa Agung. Seseorang harus menggapaiNya, harus melakukan kontak dengan Bapa Ilahi, melalui jinána, karma, dan bhakti. Apa itu jinána? Jinána adalah pengetahuan rohani, bukan pengetahuan duniawi. Pengetahuan duniawi adalah pengetahuan yang terpelintir. Itu bukan merupaka pengetahuan sama sekali. Pengetahuan rohani adalah pengetahuan yang sebenarnya. Namun apa itu pengetahuan rohani? Seseorang harus mengenali dirinya, apa tujuannya. Ini adalah pengetahuan rohani. Lalu muncul karma. Karma berarti "tindakan". Bila seseorang mengenali dirinya, tahu tujuan akhirnya, maka dia akan harus bergerak menuju tujuan itu. Gerakan ini, pendekatan praktis ini, pendekatan bertindak ini, disebut karma. Dan kemudian, setelah karma, orang itu berada dekat denganNya, dia akan bersatu atau dipersatukan denganNya. Proses pernyatuan ini adalah devosi, bhakti. Bhakti yoga dapat dibagi dalam dua kelompok besar: yang satu adalah devosi dengan embel-embel, dan satunya devosi tanpa embel-embel. Devosi dengan embel-embel mencakup tiga tahap. Tahap pertama adalah devosi statis. Dalam devosi statis, pelaku mengatakan, "O Tuhanku, aku adalah bhaktaMu. Si Y adalah musuhku. Tolong hancurkan dia." Pada kasus devosi statis, pelaku tidak berkepentingan berada bersama Tuhan. Pelaku menginginkan sesuatu yang buruk atau keras bagi musuhnya. Ini adalah bhakti yang paling buruk. Karena bukan menjadi kerinduannya untuk bersama Bapa, maka orang ini tak akan pernah dipersatukan dengan Bapa. Dan juga, Bapa Agung adalah Bapa Agung dari si musuh juga. Maka Dia bisa atau tidak membunuh musuh itu. Devosi statis bukanlah devosi sama sekali. Kemudian muncullah devosi mutatif. Dalam hal ini pelaku mengatakan kepada Tuhan, "Aku adalah bhaktaMu. Mohon beri aku uang. Mohon beri aku nama dan ketenaran." Seorang anak menginginkan mainan dari ibunya. Bila anak itu mulai menangis pada ibunya, ibunya akan meninggalkan pekerjaannya dan memberi anak itu perhatian. Namun bila anak itu hanya menginginkan mainan, dia tidak akan pernah memperoleh ibunya. Juga dalam hal ini, pelaku dalam contoh ini tidak mengungkapkan keinginannya untuk menjadi satu dengan Bapa, maka dia tak akan mencapai penyelematan. Dia tak akan pernah menjadi bhakta. (Yogi berarti "dia yang akhirnya mencapai persatuan dengan Pribadi Maha Tinggi".) Juga, orang ini menginginkan harta duniawi. Anda tahu bahwa harta duniawi sangatlah terbatas. Jumlah dolar di dunia memang sangat besar, tapi bukanlah tak terbatas. Maka Tuhan bisa atau tidak mengabulkan keinginan seperti itu. Dia harus memperhatikan kepentingan demikian banyak anaknya. Dia tidak dapat memenuhi permintaan anda yang tak layak. Maka devosi mutatif bukanlah devosi sama sekali. Lalu ada devosi ketiga ? dari devosi dengan embel-embel ? disebut devosi halus. Dalam hal ini orang itu berkata, "Aku adalah bhaktaMu. Namun, oh Tuhan, aku sudah tua. Berikan padaku sesuatu yang jelas. Aku ingin penyelamatan. Dan Kau tahu aku sudah bosan dengan dunia. Organ pencernaanku sudah kacau. Aku sudah tak bisa makan apapun. Berikan aku ketenangan. Berikan aku kedamaian." Ini adalah devosi halus karena pelakunya tak menginginkan sesuatu yang bersifat fisik. Tentu lebih baik daripada devosi yang statis dan mutatif. Namun ini juga merupakan devosi yang buruk. Ini buka merupakan devosi, karena orang itu menginginkan penyelamatan dari Bapa Agung, tetapi dia tidak menginginkan Bapa Agung. Jadi dia bukanlah seorang yogi. Seorang yogi harus menyatukan dirinya dengan Bapa. Seorang yogi tidak akan minta mainan dari Bapa. Kemudian ada devosi tanpa embel-embel. Ada dua tahapan. Yang satu disebut rágánagá bhakti, yang lain disebut rágátmiká bhakti. Pada rágánagá bhakti, pelaku mengatakan, "Oh, Tuhan, aku mencintaiMu karena dengan mencintaiMu aku memperoleh kesenangan. Aku tidak menginginkan sesuatu lain daripadaMu. Aku ingin mencintaimu karena aku mendapatkan kepuasan." Ini adalah devosi tanpa embel-embel, namun masih juga bukan devosi yang paling tinggi. Bentuk devosi paling tinggi adalah rágátmiká. Dalam rágátmiká, pelaku mengatakan, "Oh Tuhan, aku mencintaimu. Aku ingin mencintaiMu. Dan mengapa aku mau mencintaiMu? Karena aku ingin cintaku menyenangkanMu. Aku mencintaiMu bukan untuk memperoleh kesenangan, namun untuk memberikan kesenangan padaMu." Inilah devosi paling tinggi. Dan melalui kekuatan devosi jenis ini, devosi rágátmiká, seorang yogi akan berada dekat sekali dengan Pribadi Agung dan menjadi satu denganNya. Ketika cinta dari bhakta adalah untuk menyenangkan Tuhan dan bukannya untuk menikmati kesenangans sendiri, maka pikiran orang itu menjadi tersubjektifkan. Maksudnya, pikiran bermetamorfosa menuju pikiran Tuhan. Dan itu sebabnya devosi rágátmiká adalah satu-satunya devosi. Melalui devosi ini, seorang yogi memperoleh kedudukan dalam keindahan yang mahatinggi. Pribadinya dan Pribadi Tuhan menjadi satu. Ini adalah satu-satunya tujuan dalam kehidupan manusia ? menjadi satu denganNya. Bila seseorang berada dekat dengan Bapa Agung, dia akan menyapa Bapa, "Oh Bapa, berikan padaku perlindangan dan pangkuan penuh kebahagiaan, dalam pangkuan penuh rahmatMu." Untuk mengatakan demikian, seseorang harus membangun hubungan dengan iman yang implisit dan cinta sepenuhnya pada Bapa. Iman implisit dipadukan dengan semangat rohani disebut devosi. Jadi, pengetahuan dan tindakan akan membantu anda mengembangkan devosi, namun persatuan anda dengan Pribadi Agung akan terbentuk hanya dengan bantuan devosi. Jadi ketika ada tindakan dan ada pengetahuan namun tak ada devosi, maka tak ada satupun dapat dilakukan. Maka dalam kehidupan seorang pelaku rohani, dalam hidup seorang yogi, tak ada satupun dapat dilakukan bila tak ada devosi, devosi implisit terpadu semangat rohani. Dan devosi itu akan membantu anda. Devosi adalah sarana untuk membantu anda, untuk mengangkat anda ke dalam keindahan maha tinggi. Maka Puru?a maha tinggi, adalah bagi para terberkati, bagi para pemegang kebenaran, Dia adalah Bapa mereka. Dia adalah pelindung yang paling tinggi bagi mereka. Namun bagi mereka yang tidak memegang kebenaran, bagi para pendosa, apakah dia bukan juga Bapa bagi mereka? Sudah pasti Dia adalah Bapa. Dia adalah Bapa para pendosa juga. Kalau tidak, kemana para pendosa pergi? Dia pasti menjadi pelindung para pendosa juga. Dia mengenali masa lalu semua anakNya. Meskipun demikian, dia mencintai mereka, bukankah demikian? Misalnya Bapa Agung mengatakan bahwa Dia hanyalah Bapa bagi para pemegang kebenaran saja, bukan Bapa bagi para pendosa ? apakah dia dibenarkan dalam hal ini? Apakah dia berhak mengatakan demikian? Kalau demikian maka para pendosa akan menantang kesewenangannya. Mereka akan berkata, "Tidak, hai Bapa Agung, Kau tak berhak mengatakan bahwa Kau bukanlah Bapa para pendosa ? karena kalau Dia adalah Bapa alam raya, lalu apakah para pendosa hidup di luar alam raya? Tidak." Kemudian para pendosa akan melanjutkan, "Oh, Bapa, kalau Kau bukanlah yang Maha Tinggi, kalau Kau bukanlah Bapa kami, maka kalau demikian usirlah kami ke suatu tempat di luar alam raya." Bapa Maha Tinggi, Tuhan seluruh jagad semesta adalah Saksi dari semua saksi. Dia adalah Raja dari semua raja. "Kalau bahkan orang berdosa berideasi padaKu, dan menerima Aku sebagai satu-satunya ideasi mereka," kata Tuhan, "mereka akan dibebaskan dari semua borgol duniawi, dari semua keterikatan duniawi." Para pendosa harus juga mencapai penyelamatan, harus dibebaskan dari semua dosa, dari semua keterikatan dosa, oleh Bapa Maha Tinggi. Maka bagi para pemegang kebenaran dan juga bagi para pendosa, Bapa Agung adalah pelindung satu-satunya. Bapa Agung adalah satu-satunya objek ideasi. Apa yang harus dilakukan para pendosa? Mereka harus melupakan masa lalu mereka, dan mereka harus bergerak maju dalam jalan rohani menuju kedudukan maha tinggi itu. Untuk melakukan kontak langsung dengan Bapa Agung, anda harus melayani alam raya sebagai anak-anak ideal dari Bapa Agung. Jangan khawatir. Janganlah anda khawatir atau bingung akan persoalan-persoalan pribadi anda. Semua persoalan anda akan dipecahkan oleh Bapa Agung. Anda layani anak-anak Bapa Agung sebagai anak yang ideal dari Bapa. Kutipan dari Subhasita Samgraha, Bagian 21 (Ananda Marga Publications, Kalkuta, 1994). Ceramah itu disampaikan di Manila, Filipina pada tanggal 23June, 1968 Mayapada Prana Quotes: "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God" - Sathya Sai Baba Mayapada Prana Links: <*> Indonesian Lesbian Forum http://www.voy.com/6346/ <*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship http://groups.yahoo.com/group/gibf <*> Bike To Work Indonesia http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia <*> Food Combining Indonesia http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Orang Ketiga: 00010, agussyafii |
|---|---|
| Next by Date: | Re: To Gugo lodupoy : Benarkah nubuat Yesus ditujukan kepada Muhammad....? Bacalah supaya Kebenaran itu dinyatakan.: 00010, H. M. Nur Abdurrahman |
| Previous by Thread: | Orang Ketigai: 00010, agussyafii |
| Next by Thread: | Iesu goes to hollywood (wish he could win an oscar) .. LoL: 00010, Emanuel Sungging |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |