|
Achmad Sadik ! Yang
betul Ahmad (Alif-Ha-Mim-Dal}, bukan Achmad
[Alif-Kha-Dal]. Bentuk huruf H dengan Kha itu
sama, hanya saja Kha pakai titik di atasnya. Bisa membaca huruf Al-Quran, tidak
? Ini penting sebab Achmad tidak punya arti sama sekali.
Tentang ayat di bawah
yang engkau kemukakan:
[43:61]. Dan
Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. inilah
jalan yang lurus.
Koreksi: aku pakai a huruf kecil, bukan Aku pakai A
huruf besar
ayat ini tidak
berdiri sendiri, karena di situ belum dijelaskan apakah itu jalan
lurus, baru dijelaskan dalam ayat-ayat berikutnya.
Jadi harus
dilanjutkan pada ayat-ayat berkutnya: [43:62]. Dan janganlah kamu
sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
bagimu. [43:63]. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata:
"Sesungguhnya Aku datang kepadamu dengan membawa hikmat(#) dan untuk menjelaskan
kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, Maka bertakwalah
kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".
(#) yang
dimaksud dengan hikmat di sini ialah kenabian, Injil dan
hukum. [43:64]. Sesungguhnya Allah dialah Tuhanku dan Tuhan kamu Maka
sembahlah Dia, Ini adalah jalan yang lurus.
Selanjutnya engkau
kemukakan ayat (19:34) tidak lengkap, hanya sepotong sehingga kau dapat
memanipulai makna ayat.
Demikian engkau
tulis:
Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang
sempurna "… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran
sawiyya." …Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya
menjadi Manusia yang sempurna…
Mari kita lihat ayat itu seluruhnya
baik-baik:
Aslinya ayat itu,
translasi huruf demi huruf:
FAKhDzT MN DWNHM
hJABA FARSLNA ALYHA RWhNA FTMTsL LHA BSyRA SWYA [19:17], dibaca: fattakhadzat
min duwnihim hijaaban fa arsalnaa ilayhaa ruwhanaa fatamatstsala lahaa basyaran
sawiyyan, artinya: Maka ia mengadakan tabir dari mereka;
lalu kami mengutus roh Kami(#) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam
bentuk) manusia yang sempurna. (#) Maksudnya: Jibril
AS.
Akhmad, dosa besar
memplintir maksud ayat, yang berdiri di depan Maryam adalah Jibril dalam bentuk
atau wujud manusia sempurna. Berani betul engkau memplintir makna ayat, lalu
engkau bilang Isa Roh Allah yang menjelma menjadi manusia sempurna. Sangat
kentara engkau mengkorupsi makna ayat, pada waktu itu Isa belum lahir, bahkan
Maryampun belum hamil. Dalam Al-Quran yang dimaksud dengan Ruh adalah malaikat
Jibril AS.
Ini saya kemukakan
contoh S. Al-Qadr dengan lengkap, terjemahannya saja:
1. Sesungguhnya
kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan 2. Dan tahukah
kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari
seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh
(#)malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (#)
malaikat Jibril AS 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit
fajar.
Perhatikan:
Semua kata Ruh dalam terjemahan ayat yang engkau
kemukakan di bawah maksudnya malaikat Jibril AS, bukan Ruh-Suci oknum ketiga
Trinitas.
Ada bau-bau kristianisasi terselubung,
boleh jadi nama aslimu bukan Achmad (menulisnya salah lagi), kemudian engkau
pake topeng Sufi segala.
WaLlahu a'lamu
bisshawab
[H.Muh.Nur
Abdurrahman]
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, February 28, 2007
19:42
Subject: [Mayapada Prana] Pro Raksa +
Vonny : Sepucuk Surat buat Umat Manusia, umat muslim wajib membacanya
Kenapa sih kalian ribut2 melulu yang tak ada hentinya soal agama, mari
kita baca renungan dibawah ini supaya kita tercerahkan mana yang Benar dan
mana yang Palsu soal agama itu !!!
Apakah maknanya kehidupan ini? Kehidupan ini
sama seperti asap yang sebentar sahaja kelihatan lalu lenyap. Sesungguhnya
manusia seperti nafas sahaja, dan semuanya sia-sia. Ramai yang
berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini. Setiap hari mereka hanyalah
sibuk dengan urusan-urusan dunia ini; sibuk mencari duit, sibuk bekerja,
sibuk dengan kesukaan. Mereka melupakan diri bahawa saat akan tiba apabila
segalanya berakhir dan kita kembali kepada KHALIQ kita. Kehidupan juga penuh
dengan penderitaan dan air mata. Kita mengalami jauh lebih banyak penderitaan
di dunia ini dipertimbangkan dengan kesenangan dan keseronokan yang kita
memperolehi. Syaitan mengajukan supaya menikmatilah
kesenangan-kesenangan dunia dengan puas-puas dan buatlah dosa kemudian jadilah
penghuni neraka untuk selama-lamanya. Walau bagaimanapun Allah memberi
petunjuk, ajaran dan jalan untuk mengendalikan diri kerana kehidupan yang
sebenarnya bukanlah di dunia yang sementara ini tetapi di SYURGA yang kekal.
Jadi berwaspadalah supaya jangan menghanyutkan diri dalam dosa dan
kesenangan-kesenangan dunia yang sementara sahaja tetapi ikutilah ajaran dan
Jalan Allah agar anda hidup selamanya dalam rahmatNya. Di akhirat
ada dua tempat tujuan bagi roh manusia iaitu Syurga dan Neraka. Seketika
roh manusia ditentu masuk ke salah satu tempat itu, maka orang itu akan
kekal di situ. Keputusan seseorang bisa masuk syurga atau
bisa masuk Neraka adalah keputusan Pengadilan Agung pada Akhir Zaman, siapakah
Hakim Agung itu ?
Mari kita analisa berdasarkan Al Quran dan Hadits Sahih sbb. :
SYURGA
Inilah tempat bersara yang paing indah dimana
taman-taman yang teduh dapat dinikmati dan ada kesabaran, kehormatan dan
salam. Disini mereka yang disucikan dari dosa akan hidup bersenangan sambil
memuji Allah yang menghapuskan dukacita mereka untuk
selama-lamanya.
Fikiran kita tidak mampu membayangkan bagaimana
indahnya syurga itu. Orang yang menuruti ajaran Allah dan mengikuti jalan yang
ditunjukkanNya akan berada di tempat ini.
Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk
Syurga kerana Dia suci.
(Maryam, 19:19)
Bahkan Dia terkemuka di dunia dan di akhirat
…
(Al Imran, 3:45)
NERAKA
Inilah tempat seksaan yang mengerikan dan tempat
kesedihan serta kesengsaraan, dimana pakaian, selimut dan tempat tidur dibuat
api. Di atas kepala dan di bawah kaki, api berlapis-lapisan. Dimana-manapun
penuh api, asap hitam, dan kegelapan. Mata menjadi buta, telinga menjadi tuli
dan mulut menjadi bisu. Mereka yang berada disini mengalami penderitaan yang
tidah berhenti. Mereka tidak mati dan tidaklah hidup juga, tetapi mengalami
seksaan tanpa kesudahan.
Sejak manusia pertama, Nabi Adam dan Hawa,
menuruti kata-kata godaan Syaitan, mereka telah disentuh Syaitan dan memiliki
dosa, maka semua manusia sudah berdosa dan jauh daripada Allah yang
menyelamatkan mereka. Oleh itu, mereka akan dihukum dengan hukuman
neraka.
"Dan tidak seorang diantara kamu, melainkan
mendatanginya (masuk neraka) dan ini bagi Tuhanmu adalah ketetapan yang sudah
dipastikan…"
(Maryam,
19:7
JALAN KE
SYURGA
Agama dengan syariat-syariatnya harus ditaati
dan dilaksanakan sepanjang umur hidup manusia. Manusia juga diharuskan untuk
selalunya bermurah hati. Hanya apabila manusia dapat menjalankan segala
hal-hal tersebut dengan penuh maka manusia dapat mencapai Syurga. Mungkinkah
kita hidup kehidupan kita dengan sempurna?
Berapa tekunkah kita sepatutnya menjalankan
syariat-syariat agama ataupun berapa banyakkah kita berkemurahan hati agar
dapat masuk ke Syurga? Kami semua telha berdosa; bahkan perbuatan kami yang
terbaik pun kotor dan najis. Kerana dosa kami, kami akan lenyap seperti daun
layu diterbangkan angin.
Adakah tolok ukur yang pasti apabila
menjalankan hal-hal tersebut agar kita dapat masuk Syurga? Tidak
ada!
Oleh kerana manusia tidak akan past agar dapat
masuk ke Syurga maka banyak orang tinggal keragu-raguan, dengan kebimbangan
dan kegelisahan. Sepanjang zaman orang selalu berdoa kepada Allah agar
ditunjukkan jalan yang harus diikuti manusia agar dapat mencapai
Syurga.
Kita semua seperti domba yang sesat,
masing-masing mengikut jalan sendiri. Tetapi Allah menjatuhkan hukuman
kepadanya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.
"Indinash shiraathal mustaqiim"
Tunjukilah kami jalan yang lurus
…
(Al Fatihah, 1:6)
"Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha
wabtaghuu ilaihi wasiilata …"
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah
kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri
kepadaNya…
(Al Maidah, 5:35)
Sudahkah anda menemui jalan
itu?
Allah Maha Pengasih, Maha
Penyayang
Oleh kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang maka Allah di dalam Al Quran telah menunjukkan jalan dan
petunjuk-petunjuk yang diberi jelas patut diikuti agar manusia dapat mencapai
Syurga. Marilah kita renungkan Al Quran dan Hadis seperti yang tersebut
dibawah ini.
Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar
manusia dapat mencapai Syurga
- Isa AS ialah jalan yang lurus yang patut
diikuti
"Wa innahu la'ilmu lis saa'ati fa laa tamtarunna
bihaa wa tabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim…"
Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan
pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari
kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …
(Az Zukhruf, 43:61)
- Isa AS pembawa keterangan dan patut
ditaati
"Wa lammaa jaa-a 'Isa bil bayyinaati qaala qad
ji'tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna fiihi
fat taqullaaha wa athii'u…"
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan.
Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan
kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah
kepada Allah dan taatlah kepadaKu…
(Az Zukhruf, 43:63)
- Isa AS mengatakan perkataan yang
benar
"Dzaalika 'isabnu Maryama qaulal haqqil ladzil
fiihi yamtaruum…"
Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan
perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang
kebenaranNya…
(Maryam, 19:34)
- Isa AS itu utusan Allah dan
FirmanNya
"Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasullahi wa
kalimatuhu …"
Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu
utusan Allah dan FirmanNya…
(An Nisa, 4:171)
- Isa AS adalah Roh Allah dan
KalimatNya
"Isa faa innahu Rohullah wa
kalimatuhu…"
Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan
FirmanNya
(Hadis Anas bin Malik
hal.72)
- Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma
menjadi Manusia yang sempurna
"… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala
lahaa basyaran sawiyya."
…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia
menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…
(Maryam, 19:17)
- Isa AS adalah satu-satunya Imam
MAHDI
"Laa mahdia illa isabnu Maryama…"
Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra
Maryam…
(Hadis Ibnu Majah)
- Isa AS dilahirkan bukan dari bapa Insani,
tetapi dari Roh Allah
"Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa
fiihaa mir ruuhinaa Wa ja'alnaahaa wabnahaa ayatal lil
'aalamiin"
Ingatlah kisah seorang perempuan yang
memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh
Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta
alam.
(Al Anbiyaa, 21:91)
- Isa AS lahir, mati dan dihidupkan
kembali
"Wa salaamu 'alayya yauma wulittu, wa yauma
amuutu, wa yauma ub'atsu hayaa."
Dan sejahtera atasNya pada hari Dia
dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup
kembali."
(Maryam, 19:33)
- Isa AS mati, diangkat dan pengikutNya
dipilih atas orang kafir
"Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa
raafi'uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa'ilul
ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati."
Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa,
sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu depadaKu, dan akan
menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang
mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat."
(Al Imran, 3:55)
- Isa AS menyembuhkan orang buta sejak
lahir
"Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil
mautaa bi idznillah."
Dan Aku menyembuhkan orang bita sejak dari
lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan
orang mati dengan seizin Allah.
(Al Imran, 3:49)
- Isa As menghidupkan orang mati
"… wa idz tuhuriijul mautaa
biidzni…"
… dan diwaktu Kamu mengeluarkan orang mati
dari kubur (menjadi hidup) dengan izin Ku…
(Al-Maidah, 5:110)
- Isa AS diberi mujizat dan Roh
Kudus
"Wa aatainaa 'isabna Maryam bayyinaati wa
ayyadnaahu bi ruuhil qudusi."
Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam,
beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
(Al Baqarah, 2:253)
- Kafirlah orang yang menolak Isa
AS
"Wa bi kufrihim wa qaulihim 'alaa Maryama
buhtaanan 'azhiimaa."
Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa)
dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar
(zinah).
(An Nisa, 4:156)
- Isa AS akan diimani oleh semua ahli
kitab
"Wa im min ahlil kitaabi illa la yu'minanna
bihi qabla mauthihiiwa yaumal qiyaamati yakunnu 'alaihim
syahiidaa."
Dan tidak seorangpun dari ahli kitab
melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNya, dan pada hari kiamat. Dia
menjadi Saksi terhadap mereka.
(An Nisa, 4:159)
- Tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak
dipandang beragama
"Qui yaa ahlal kitaabi lastum 'alaa syai-in
hattaa tukimut tauraata wal injiila wa maa unzila ilaikum mir
rabbkum"
Katakanlah: "Hai ahli kitab, kamu tidak
dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat,
Injil dan apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
(Al Maidah, 5:68)
- Al Quran induk dari Taurat dan
Injil
"Wa innahu fii ummil kitaabi ladainaa ia
'aliyyuna hakiim."
Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk
Alkitab, di sisi Kami adalah tinggi dan penuh hikmat.
(Az Zukhruf, 43:4)
- Isa AS berkuasa/terkemuka di dunia dan di
akhirat
"Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha
yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu 'isabnu Maryama wajihan
fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin."
Ketika malaikat berkata, hai Maryam
sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya
Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang
paling dekat pada Allah.
(Al Imran,
3:45)
__._,_.___
Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba
Mayapada Prana Links:
<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/
<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf
<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia
<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/
__,_._,___
|