logo       

Laku-laku Spiritual Soeharto: msg#00398

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Laku-laku Spiritual Soeharto

Laku-laku Spiritual Soeharto

Judul Buku: Dunia Spiritual Soeharto, Menelusuri Laku Ritual, Tempat-tempat, dan Guru Spiritualnya

Penulis: Arwan Tuti Artha

Penerbit: Galang Press, Yogyakarta

Cetakan 1: Januari 2007

Tebal: 179 Halaman

Soeharto adalah tokoh yang selalu menarik untuk dicermati. Banyak kajian politik yang membahas mengenai kepemimpinannya. Ketika menjadi presiden, Soeharto sangat disegani dan dihormati banyak pihak, baik oleh kawan-kawan dekatnya maupun dari lawan-lawan politiknya. Beliau juga satu-satunya presiden yang paling lama pemimpin Indonesia selama 32 tahun.

Lantas, apa rahasia Soeharto bisa kerkuasa selama 32 tahun? Selain memegang kekuatan militer, dukungan partai politik besar (Golkar) dan birokrasi, Soeharto diyakini memiliki kekuatan lain, yakni kekuatan spiritual alias klenik. Tentang "kekuatan klenik" Soeharto ini direkam sangat apik dalam buku karya Arwan Tuti Artha berjudul Dunia Spiritual Soeharto terbitan Galang Press ini.

Dalam buku ini pembaca akan menemukan laku-laku ritual dan tempat-tempat yang digunakan Soeharto menjalani laku ritual serta guru-guru spiritual yang petuahnya menjadi penting bagi keberlangsungan kekuasaannya. Dilengkapi foto-foto eksklusif tempat-tempat saat Soeharto menjalani laku spiritual dan memperoleh wangsit menambah daya tarik buku ini.

Selama ini buku tentang Soeharto hanya menceritakan dari sisi politik dan pertahanan keamanan. Padahal, Soeharto sering melakukan laku spiritual yang mungkin tidak pernah diketahui banyak orang. Sebagai orang Jawa sangatlah wajar jika Soeharto menempuh laku-laku spiritual, terutama untuk memimpin Indonesia. Sebab, menurut Arwan Tuti Artha, tidak mungkin dia hanya mengandalkan kekuatan militer saja, mengingat wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari berbagai macam suku.

Dunia Klenik

Buku ini tentu tidak bermaksud untuk menelanjangi Soeharto, melainkan untuk mengungkap sebuah fenomena menarik dalam hal spiritual. Sejak kecil, Soeharto sudah akrab dengan dunia klenik. Salah satu ritual yang dilakukan merendam di pertemuan dua sungai atau dalam kepercayaan Jawa disebut tapa kungkum. Bertapa jenis ini dipercaya tidak hanya berefek secara mistis, tetapi berpengaruh bagi ketahanan tubuh pelakunya.

Tempat-tempat yang sering digunakan kungkum Soeharto adalah Petilasan, Panembahan Senopati di Dlepih, Tirtomulyo, Wonogiri. Tempat tersebut sering dikunjungi Soeharto hingga menjelang menjabat presiden. Sedangkan di saat menjabat sebagai Pangdam Dipenogoro, tempat kungkum-nya di Kaligarang, Semarang. Setelah menjadi presiden pun, Soeharto sering melakukan ritual itu, lokasi yang dipilih adalah sebuah tempat di Bogor.

Selain itu, menurut Arwan, Soeharto punya banyak dukun atau guru spiritual yang dipercaya bisa melanggengkan kekuasaannya. Bahkan, selama Soeharto menjadi presiden RI, beliau tidak hanya memiliki guru spiritual, tetapi juga gemar mengunjungi tempat-tempat keramat dan angker. Di antaranya Padepokan Gunung Jampi Pitu, Padepokan Langlang Buana di Gunung Srandil Cilacap, dan makam Pangeran Purbaya di Desa Maguwaharjo, Berbah, Sleman.

Lalu adakah hubungan antara dunia klenik dengan kekuasan? Bagi masyarakat Jawa yang kental dengan tradisi kejawen tentu saja ada. Orang yang melakukan laku-laku spiritual akan menemukan kedamaian dan kesejukan hati. Bahkan, juga dipercaya untuk melanggengkan kekuasaan yang sedang dipimpin. Dengan cara inilah, menurut Arwan Tuti Artha, Soeharto mampu mempertahankan kekuasaanya selama 32 tahun.

Tentang relasi dunia klenik dan kekuasaan ini juga pernah diuraikan dengan cukup menarik oleh Ben Anderson. Menurut Anderson, masyarakat Jawa suka menggunakan laku-laku spiritual untuk mempertahankan kekuasaannya. Misalnya, mengunjungi tempat-tempat keramat, bersemedi, bertapa, puasa, bahkan kadang rela untuk tidak makan dan minum.

Meskipun belum melakukan penelitian terhadap mantan-mantan presiden Indonesia, Arwan yakin bahwa laku-laku spiritual juga pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelum dan sesudah Soeharto. Apalagi pada 20 Agustus 2001 media asing terkemuka The New York Time pernah menurunkan artikel berjudul Jakarta's Rulers Ever in Need of Ghostly Guidence. Artikel itu memberitakan tentang "klenikisme" para presiden Indonesia.

Buku ini patut diapresiasi sebagai tambahan referensi untuk mengenal lebih dekat dan komplet tentang sosok mantan presiden RI-yang meskipun telah lengser-pengaruhnya masih sangat dirasakan hingga sekarang. Soeharto telah menggariskan sejarahnya sendiri dengan tinta perjuangan, rekayasa, strategi dan laku prihatin. [Mazwin Azwarini, Pengelolah Rumah Baca TINTA Yogyakarta]

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/02/25/index.html

__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Lesbian Forum
http://www.voy.com/6346/

<*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
http://groups.yahoo.com/group/gibf

<*> Bike To Work Indonesia
http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

<*> Food Combining Indonesia
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise