logo       

Re: Kompas: msg#00375

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Kompas

Kebetulan saya juga baca Kompas tiap hari, disamping harian nasional dan lokal lainnya, seperti Koran Tempo, Media Indonesia, Warta Kota & Pos Kota. Seingat saya Kompas belum pernah mengulas mobil baru sampai berlembar-lembar. Jika ada ulasan mobil/apartemen/gadget baru nan mewah dengan harga selangit, semata-mata karena memang ada segmennya, ada pembaca dalam jumlah relatif banyak yang menginginkan ulasan tsb, tidak jauh berbeda dengan media-2 lainnya; memberikan informasi yang dibutuhkan oleh sebagian hingga seluruh pembacanya.
   Perbedaan utama antara ulasan-ulasan tersebut dengan iklan pada umumnya adalah adanya unsur kritisi yg obyektif. Tidak hanya kelebihan-2nya yang diungkapkan, namun juga kelemahan-2nya. Mungkin mengesankan iklan terselubung, tapi sebenarnya ulasan-ulasan tersebut tidak menghasilkan uang bagi media yang bersangkutan sebagaimana pemuatan iklan, semacam resensi buku gitu lhoh... Maksimal memancing vendor untuk memasang iklan. Pengalaman saya saat masih bekerja di media cetak, kita memang menawarkan untuk me'review' dan memuat secara gratis ulasan sebuah produk baru berikut kelebihan & kekurangganya. Namun kemudian, berbekal review tsb, media dapat menjadi semacam konsultan bagi vendor yg bersangkutan untuk memasang iklan dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan produk tsb yang kita jumpai saat mereview.
   Secara khusus memang ada iklan dalam bentuk ulasan-2 atau artikel, namun sudah pasti pada bagian atas ulasan-2 atau artikel tersebut dicantumkan kata "Advertorial". Silahkan dicek.. Iklan model ulasan, artikel seperti ini sudah dikenal sejak dulu kala.  Buat saya sih,yang penting selama sebuah media masih memberikan porsi memadai untuk ketajaman & keobyektifan berita, tidak masalah-lah dia mau diisi iklan sebanyak apapun juga.
   Thoh, ada juga orang yang beli koran hanya untuk lihat iklannya. Konon demikianlah yang terjadi pada Pos Kota, dengan iklan yang berlembar-2, hampir sama atau bahkan melebihi lembar beritanya, tapi orang masih juga membelinya. Kitapun hingga saat ini masih dengan mudah menjumpai orang-orang di Jakarta membaca Pos Kota. Paling penting, kita sebagai pembaca punya kebebasan penuh kok, untuk membaca atau tidak membaca suatu harian, entah karena beritanya yang tidak bermutu, kebanyakan iklan, dsb, dsb. 
Btw, habis orgasme, muncullah kompas, ada apa gerangan..?
 
Salam,
skw

 
On 2/25/07, radityo djadjoeri <radityo_dj-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

Pa k Goen,
 
Saya tidak baca dari korannya. Tetapi ambil dari milis FPK postingan Agus Hamonangan.
 
Soal iklan begini lho pak. Memang sah-sah saja media cari iklan. Tapi kalau iklan terselubung sudah keterlaluan. Misal ulasan soal mobil baru yang sampai berlembar-lembar, tapi dalam bentuk artikel sebagaimana berita pada umumnya. Anehnya, yang seperti ini tidak dihitung sebagai iklan. Padahal ada aturan bahwa untuk iklan (apapun bentuknya) musti disebutkan semacam tulisan pariwara. Kalau gini kan menipu para pembaca?
 
Sebelumnya saya pernah baca di majalah Business Week soal Toyota. Ia meminta biro iklan/PR agency nya untuk mendekati media massa di AS agar pasang artikel berbayar seperti itu tapi tak ternampak sebagai iklan. Rupanya mereka sudah jenuh dengan iklan dalam bentuk display. Nah, saya agak curiga bahwa KOMPAS "digunakan" oleh beberapa produsen untuk melakukan itu.
 
Re: Kompas: "Amanat Hati Nurani Biro Iklan", bukan lagi "Amanat Hati
Posted by: "goenardjoadi" goenardjoadi-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx   goenardjoadi
Sat Feb 24, 2007 1:17 am (PST)
 
Lho mas Radityo,
Sekecil apapun sebuah berita yang dimuat Kompas itu sudah bagus,
buktinya Mas baca juga, bukan?
Soal biro iklan, seremonia memang iklan kok, no problem, kadang
iklan segede satu halaman - dua halaman, no problem.
Seremonia memang kaplingnya bagian iklan. Sama dengan Klasika yang
berlembar-lembar. Kalau tanpa iklan, apa kita iuran mbayari gaji
wartawan Kompas? termasuk yang di Hong Kong, dengan tunjangan
kemahalan tersebut?
salam,
Goen


Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains.




__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:
<*> Kryon: This website is presented for Lightworkers everywhere
http://www.kryon.com/

<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/

<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise