logo       

AW: AW: Nasib Loe di tahun Babi !->Dablex Scali: msg#00355

culture.religion.healer.mayapada

Subject: AW: AW: Nasib Loe di tahun Babi !->Dablex Scali

 

Saya kira bung Dablesx Scali sebenarnya anda ini tidaklah Dablex maupun O’on

Oleh sebab itulah dalam kesempatan ini mang Ucup hendak mengucapkan

Banyak terima kasih atas pencerahannya dgn lampu pijar dari Philips made in Holland

Salam persahabatan dengan tabik jabat tangan erat

Mang Ucup

 

-----Ursprüngliche Nachricht-----
Von: mayapadaprana@xxxxxxxxxxxxxxx [mailto:mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx] Im Auftrag von Dablex Scali
Gesendet: vrijdag 23 februari 2007 10:36
An: mayapadaprana@xxxxxxxxxxxxxxx
Betreff: Re: [Mayapada Prana] AW: Nasib Loe di tahun Babi !

 

Mang, kalo boleh saya yg oon ini ngasih dikit petromaksnya, mohon rekan yg lain koreksi bila saya salah.

Di Islam, ketika mau berjanji atau menyanggupi sesuatu di anjurkan mengatakan Insya Allah sebagai pengganti "Ya" karena kita tidak tahu masa depan secara 100%. Contohnya saya waktu banjir besar ada janji sama orang, untung saya bilang Insya Allah jadi tidak ada beban moral karena ini sudah diluar kekuasaan saya. Tapi jangan dibalik bahwa Insya Allah adalah sebagai alasan untuk lari dari tanggungjawab atau kata halusnya "Tidak".

Bila tidak menyanggupi sesuatu katakan "Tidak", tapi bila sanggup katakan Insya Allah.

Sebaliknya ketika saya menyanggupi sesuatu dengan mengatakan Insya Allah, lalu tidak ada hal2x lain yg menghalangi saya untuk menunaikan janji itu tapi saya tidak tepati/jalankan maka saya berdosa.

Jadi sebenarnya Insya Allah itu bukan jawaban burem, tapi jawaban tegas dari "Ya", hanya saja kita tidak bisa yakin 100% apa yg akan terjadi kemudian dan sebagai orang beragama yg kehidupannya tidak bisa lepas dari sang pencipta maka wajar semua kegiatan melibatkan-Nya.
Jadi anda benar sekali, Insya Allah itu tidak bisa dipakai sebagai pemanis bibir atau sebenarnya mau menolak tapi mengatakan Insya Allah, karena Insya Allah itu sendiri artinya "Ya" dan menyanggupi dengan seizin Tuhan.

Permasalahannya adalah banyak orang yg menyalahgunakan janji dengan mengatakan Insya Allah tapi dia ingkar / tidak menepati janji padahal dia sanggup atau mampu menepati janjinya, maka jelas itu salah.

Anda benar sekali,  Masya Allah digunakan bila mengagumi sesuatu kebesaran Tuhan. Selain itu juga digunakan Subhanallah.

Untuk musibah mengucapkan “Innalillah” = Kepada Allah kita kembali sedangkan untuk setelah melakukan kekhilafan maka  mengucapkan “Astagfirrulahhalazim” = Aku memohon ampun kepadamu Ya Allah.



 



MANGUCUP <mangucup@orange.nl> wrote:

Mang Ucup mohon petromaksnya masalahnya ada hal-hal yang kurang jelas bagi
saya, bahkan terasakan ganjil, tetapi mungkin juga ini terjadi karena
kebodohan saya sendiri yang kurang memahami duduk permasalahannya.

Apabila saya mengundang seseorang untuk datang ataupun untuk melakukan
sesuatu sering kali kita mendapatkan jawaban “insyaAllah”, jadi bukannya
jawaban “Tidak”ataupun “Ya”.

Bagi saya jawaban tersebut sifatnya burem, karena tidak hitam maupun tidak
putih. Yang lebih membingunkan lagi, konon banyak saudara kita yang berusaha
untuk menjawab TIDAK, tetapi demi basa basi agar tidak menyinggung perasaan;
ia memberikan jawaban yang burem untuk mengelak dengan ucapan “insyaAllah”.

Bukankah dosa apabila kita menggunakan nama Allah hanya sekedar untuk
dijadikan dalih untuk basa-basi atau pemanis bibir saja ??? Bukankah lebih
baik dijawab dengan jelas “NO” begitu !

Dan yang lebih membingungkan lagi, apabila seseorang menjawab dengan jawaban
“insyaAllah” berapa persen artinya YA dan berapa persen artinya NO ?

Begitu juga dengan perkataan “MasyaAllah” rasanya kurang pantes pada saat
saya terkena musibah atau hal-hal yang kurang elok saya menjawab
“MasyaAllah” = Allah yang Maha Agung (God the Almighty). Bukankan sebaiknya
ucapan “MasyaAllah” kita ucapkan pada saat kita melihat kebesaran berkat
maupun ciptaan dari Allah. Umpamanya pada saat kita melihat pemandangan yang
indah atau bayi cantik yang baru dilahirkan, ataupun pada saat kita mendapat
berita kenaikkan pangkat ataupun gaji kita; sebagai tanda ucapan puji syukur
melihat kebesaran dan keagungan dari Allah !

Kebalikannya pada saat kita kena musibah ataupun melihat hal-hal yang kurang
elok seperti becana alam; bukankah sebaiknya kita mengucapkan
“Astagfirrulahhalazim” = Aku memohon ampun kepadamu Ya Allah ataupun
“Innalillah” = Kepada Allah kita kembali

Ini menurut segi pandangan mang Ucup yang pandir dan yang kurang memahami
ajaran tersebut diatas, oleh sebab itulah dalam kesempatan ini saya mohon
bimbingannya rekan-rekan maupun para pembaca disini untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan mang Ucup.

Untuk bantuan dan peromaksnya saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

 

 


Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.

__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:
<*> Kryon: This website is presented for Lightworkers everywhere
http://www.kryon.com/

<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/

<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006 13:45


--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006 13:45

<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise