logo       

Fwd: [dakwatuna.com] Aku Bahagia dalam Islam: msg#00354

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Fwd: [dakwatuna.com] Aku Bahagia dalam Islam



Note: forwarded message attached.

"Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
~ Rumi


Eduard de Grave is a member of : The Mayapada Prana mailing list
Forum nge-Junkz dan OoT-nya si brewok!


Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:
<*> Kryon: This website is presented for Lightworkers everywhere
http://www.kryon.com/

<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/

<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
--- Begin Message ---
Subject: [dakwatuna.com] Aku Bahagia dalam Islam
Assalamu'alaikum Red_conjurer
red_conjurer-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx

Ba'da tahmid wa shalawat. Semoga Red_conjurer senantiasa dalam keadaan sehat
jiwa dan raga. Berikut ini kami kirimkan sebuah artikel dari dakwatuna.com,
yang mudah-mudah bermanfaat dan dapat menumbuhkan serta menambah keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT, amin.
f

Artikel bersumber dari:

www.dakwatuna.com/index.php/kaifa-ihtadaitu/2007/aku-bahagia-dalam-islam/


Aku Bahagia dalam Islam

Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi


Keputusan paling besar yang pernah kulakukan dalam hidupku ternyata juga merupakan suatu
hal yang luar biasa sederhana. Mengucapkan dua kalimat syahadat ini, kulakukan setahun
lalu di depan dua orang saksi. "Aku bersaksi tidak ada Ilah selain Allah dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya."Ucapku, dan mulai saat itu, aku menjadi
seorang Muslim.

Antara yakin dan sedikit tidak percaya dengan apa yang telah dilakukannya,
Hilary Saunders berusaha untuk menjajaki kembali keputusannya. Mualaf asal
Inggris dan wartawati Al Jazeera itu berada dalam kegamangan. Negeri Yordanlah
yang akan menjadi saksi keteguhan iman yang telah menjadi pilihannya.

Hingga detik saat mengucapkan syahadat itu, ia masih belum sepenuhnya yakin bahwa itulah
yang ingin ia lakukan. "Bagaimana kalau suatu pagi aku terbangun dan berubah
pikiran? Mungkinkah aku akan merasa telah melakukan sebuah kesalahan besar?"

Tetapi nyatanya dia merasakan betapa telah berubah hidupnya. Dia tak tahu
bagaimana harus menggambarkannya, tetapi saat dia mengucapkan kata-kata itu,
dia merasakan kebahagiaan dan rasa cinta memenuhi seluruh relung hatinya dan
baru empat hari kemudian dia berhenti merasa seakan-akan tengah melayang-layang.

"Aku hampir saja menggambarkan pengalaman batinku itu sebagai coming out, keluar,
karena untuk pertama kali suatu bagian penting namun sangat rahasia dari diriku, kini
muncul dan diketahui orang lain."

Prosesi keislamannya barangkali tidak lebih dari sekadar beberapa menit, tetapi
itu adalah puncak dari sebuah pencarian yang telah dijalani sepanjang hidupnya.
Kedua orangtuanya agnostik-mereka tidak percaya akan adanya Tuhan, dan
membesarkannya dan kedua saudara perempuannya tanpa agama supaya mereka bisa
memutuskan sendiri bila dewasa nanti.

Sejak kecil dirinya sudah menyadari bahwa dia tengah mencari sesuatu, entah
apa. Pada saat-saat tertentu dia bahkan merasa seakan-akan seperti sebuah kapal
tanpa kemudi di laut yang bergolak, tak tahu ke mana harus berlabuh. Saat mulai
kuliah, Hilary muda mulai meneliti berbagai kepercayaan yang ada. Misalnya,
sebuah sistem falsafah yang dikenal sebagai The Work, yang ternyata banyak
menyontek Islam, meskipun dia belum tahu ketika itu. Hilary juga meneliti
berbagai filosofi new-age, mencoba meditasi Budha, dan membaca berbagai buku
pengembangan diri.

Di masa lalu pun hubungan dengan lawan jenis seringkali bermasalah. Suatu kali,
sesudah putus dari seorang pacar, dia baca buku karya Robin Norwood yang
berjudul Wobel Who Love Too Much. Sebenarnya Hilary sudah pernah membacanya dan
dia berpikir buku itu hanya cocok untuk perempuan-perempuan yang terlalu
tergantung kepada pacar atau suami yang justru senang memukuli mereka. Tapi
kali ini Hilary berpikir. Jangan-jangan, dia pun sama dengan semua perempuan
yang diceritakan oleh Robin Norwood itu, maka dia pun mengerjakan semua hal
yang disarankan penulisnya.

Buku itu mendorong perempuan untuk mengembangkan spiritualitasnya, mencoba lebih
menghargai diri sendiri, dan barangkali juga mengikuti konseling. "Ini sebuah titik
penting dalam perjalanan hidupku karena aku, saat itu, juga sedang mempelajari konsep
reliji yang mengajari orang tentang kasih sayang. Benakku penuh dengan pergulatan konsep
ketuhanan. Aku terus mencari ke mana seharusnya aku melangkah secara spiritual."

Seiring berjalannya waktu, kemudian Hilary mendapatkan pacar seorang pria Muslim.
"Sebenarnya sama sekali tidak ada niatku berpacaran dengan seorang Muslim."
Kenang Hilary. Ironisnya, kebetulan saja hal ini terjadi sesudah mereka mabuk-mabukan
(bisa dibilang, pria itu adalah seorang muslim yang saat itu tengah khilaf dan melakukan
kesalahan).

"Pada saat itu, pengetahuanku nol tentang Islam. Aku tidak pernah punya teman muslim di
masa kecil dan remaja, dan hampir semua citra yang kumiliki tentang agama ini negatif. Pada
pandanganku, Islam itu kuno, peninggalan jaman kegelapan, sangat menindas dan otoriter
terhadap perempuan. Persepsiku bahwa Islam itu sangat anti perempuan menjadi salah satu sumber
perdebatan kami. Aku menantang pacarku ketika itu untuk menjelaskan mengapa Islam demikian
anti feminis? Aku keluarkan semua argumentasi yang biasa dikemukakan orang di Barat tentang
Islam, seperti: "Islam itu mengajari laki-laki untuk merendahkan perempuan. Kalau tidak,
kenapa Islam mengizinkan pria memiliki empat orang istri?" Serentetan hujatan nyaris tak
bisa dipatahkan pacarnya.

"Jujur saja, semua perdebatan soal Islam inilah yang membuat kami bertahan pacaran
selama empat tahun. Dia selalu berusaha mencoba menjawab semua pertanyaanku, dan
memberiku rujukan dari Al-Quran dan hadits. Aku mulai membacanya sendiri, dan
perlahan-lahan semua pertanyaanku mulai terjawab, sampai aku tersadar bahwa banyak sekali
pandanganku yang keliru tentang Islam. Karena sedikitnya pengetahuanku-misalnya tentang
bahwa laki-laki boleh beristri empat-aku keliru menyimpulkan." Hilary mencoba
meyakinkan diri.
"Salah satu hal yang juga kalau kusadari adalah bahwa dalam Islam, poligami bukannya
didorong dan dipromosikan melainkan ditolerasi. Kadang-kadang memang poligami menjadi
kebutuhan. Tetapi selalu ada rambu-rambu penjaganya. Kalau seorang pria menikah namun
istrinya tak bisa memberinya anak, maka ia boleh mengambil istri kedua dengan kesepakatan
dari istri pertama. (di lain pihak, bila seorang pria tidak bisa memberi anak, maka si
istri dapat meminta cerai). Bagiku, ini cara yang lebih baik daripada yang terjadi di
barat, yang memungkinkan si suami menceraikan istri tanpa tunjangan apa pun." Terang
Hilary makin mantap.

"Doktrin tentang poligami ini sebenarnya adalah untuk melindungi wanita. Bukan untuk
mendorong kaum pria mengumpulkan sekian istri untuk berbangga-bangga. Inilah jenis
pertanyaan yang aku lontarkan sendiri, lalu aku perdebatkan sampai kehabisan jawaban
sendiri. Misalnya, mengapa perempuan membutuhkan perlindungan pria? Mengapa perempuan tak
boleh memiliki lebih dari satu suami? Aku tersadar bahwa seorang perempuan tidak mungkin
memiliki empat suami karena tentu akan sulit menentukan siapa ayah anak-anaknya, dan para
ayah itu bisa saja lalu berkelahi soal siapa yang harus menunjang kehidupan anak-anak
tersebut." Hilary lalu tersadar, betapa sangat masuk akalnya Islam.

Beberapa waktu kemudian, Hilary dan pacarnya pisahan. Hilary lalu pergi
berlibur ke Yordania. Di sanalah dia akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.
Entah bagaimana caranya dia sampai pada keyakinan itu, yang jelas tiba-tiba
saja dia yakin sepenuhnya. Di tempat yang sungguh indah itulah Hilary
menyaksikan bagaimana cara sesama muslim berinteraksi, seperti apa rasanya
mendengar adzan-sungguh -sungguh dia tersentuh karenanya.

Sekembalinya ke Inggris, dia mendaftar ke sebuah kursus mengenal Islam selama
tiga hari di Masjid Agung di Regent's Park, di utara London. Di penghujung hari
yang ketiga itulah Hilary memutuskan bahwa sudah tiba waktunya dia bersyahadat.

Pada saat mengikuti kursus itu Hilary mendapat sejumlah teman baik. Tentu saja,
sebagian besar sahabat muslimnya ada juga yang mualaf. Tentu, banyak sekali
orang masuk Islam di Inggris-sekitar 10.000 dari 1.8 juga Muslim di Inggris
adalah mualaf berkulit putih atau Afrika Karibia.

Salah satu masalah yang mereka hadapi adalah, karena mereka tidak tumbuh besar
di tengah-tengah masyarakat Muslim, sulit bagi mereka untuk membangun hubungan
antar manusia. Islam tidak mengizinkan pacaran. Islam memerintahkan masyarakat
untuk membantu menikahkan orang-orang yang belum menikah.

"Aku sendiri merasa akan ada kendala teknis dari pendekatan ini secara pribadi.
Tetapi aku sendiri sangat, sangat ingin menikah dan aku yakin pada akhirnya aku akan
mendapatkan seorang suami yang baik, insya Allah." Ungkap Hilary penuh harap.

Sejak memeluk Islam, Hilary memutuskan untuk berpakaian Islami dan mengenakan
Jilbab. Di balik jilbab ada konsep mengenai perlindungan diri dengan berpakaian
secara sopan, tidak untuk memamerkan diri atau menarik perhatian lawan jenis,
serta mencegah iri hati. Islam menasihati kedua pihak, bukan hanya perempuan,
untuk berpakaian sopan.

"Saat pertama kali hendak mengenakan jilbab, aku sempat merasa cemas, bertanya-tanya
dalam hati apa kiranya reaksi orang melihatku." Itulah bayangan yang selalu muncul
di hadapannya. Namun Keyakinan Hilary telah mengikis semua bayangan kelam itu.

"Kuingatkan diriku sendiri bahwa aku sudah mengambil sebuah komitmen, dan jilbab
adalah tanda lahiriah komitmen tersebut. Sesudah mengenakannya, aku merasa sangat aman
dan terlindungi. Aku merasa lebih menghargai diriku sendiri. Aku merasa telah menemukan
tempatku yang sesungguhnya di dunia." Allahu Akbar. []

----

Dapatkan artikel-artikel ke-Islaman lainnya di:

http://www.dakwatuna.com

Wassalamu'alaikum wr. wb.
dakwatuna.com
Menuju Cahaya Islam


--- End Message ---
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise