logo       

Wasiat Imam ali: msg#00344

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Wasiat Imam ali

“WASIAT IMAM ALI KEPADA PUTRA PUTRANYA”
Setelah memanjatkan pujian kepada Allah SWTdan
shalawat kepada Rasul-Nya yang suci, hendaklah
diketahui olehmu bahwa berkurangnya kesehatan,
berlalunya waktu dan dekatnya kematian telah membuatku
menyadari bahwa aku sepatutnya memberi lebih banyak
perhatian untuk hari esokku (akhirat) dan untuk
keluargaku (rakyatku), menasehati mereka lebih banyak
dan meluangkan waktu lebih banyak untuk memperlengkapi
mental mereka menghadapi dunia ini. Saya rasa bahwa
anak dan keluarga terdekatkulah yang paling berhak
untuk memanfaatkan pengalaman dan pengetahuanku
seluruh pasang surut kehidupan, semua kenyataan hidup
ini dan hidup akan datang. Oleh karena itu, aku
memutuskan untuk meluangkan waktu lebih banyak dalam
mempersiapkan engkau untuk hari depanmu. ini bukan
egoisme maupun harapan pribadi ataupun suatu
kesombongan mental dengan memberi nasehat, tapi adalah
keinginan tulus untuk membuatmu melihat dunia ini
sebagaimana kutemui dia,menghadapi kenyataan
sebagaimana dia kuhadapi, dan mengerti yang benar
(baik) pada saat yang tepat dan di tempat sesuai
menurut kemampuanmu.Inilah yang membuatku menuliskan
nasehat-nasehat ini untukmu.Engkau takkan menemukan
sesuatupun kecuali kebenaran dan kenyataan di
dalamnya.
Putraku sayang, engkau adalah bagian dari tubuh dan
jiwaku.Bilamana kumemandangmu aku merasa seakan - akan
aku memandang pada diriku sendiri. Jika suatu bencana
menimpamu, aku merasa seakan-akan itu terjadi padaku.
Kematianmu akan membuatku merasa seakan-akan itu
adalah kematianku. Problemamu adalah seperti
problemaku sendiri.OIeh karena itu,kunasehati engkau
dengan nasehat-nasehat ini. Kuharap engkau memberi
perhatian kepadanya dan menjaganya supaya dapat
menetap dalam kehidupanmu ( agar ia dapat
membimbingmu).
Nasehatku yang pertama dan terutama untukmu, anakku,
ialah bertaqwalah kepada Allah.Jadilah hamba-Nya yang
taat. Jagalah pikiranmu kepada-Nya fikrullah)
agarselalu segar dalam ingatanmu. Hubungkanlah dan
jagalah dengan hati-hati tali (Islam) yang
menghubungkan engkau dengan Dia.Adakah hubungan yang
lebih kuat, lebih kekal dan lebih abadi dari ini untuk
membangkitkan rasa hormat dan perhatian yang lebih
besar, atau adakah sesuatu yang dapat menggantikannya?

Hidupkanlah hati dan pikiranmu dengan menerima dan
memperhatikan nasehat. Jadikanlah kesalehan sebagai
penolong untuk menghilangkan keinginan-keinginan
nafsumu yang tidak terkendali.Binalah budi pekertimu
dengan pertolongan keyakinan yang tulus pada agama dan
Tuhan.Taklukkanlah keinginan-keinginan
pribadimu,kekesatan hatimu dan kebandelanmu dengan
senantiasa mengingat maut.Sadarilah akan kefanaan
hidup dan segala kenikmatannya.Insyalah kenyataan dan
kemalangan dan kesengsaraan (yang senantiasa
menimpamu) dan perubahan keadaan dan waktu (yang tak
menanti).Ambilah pelajaran dari sejarah kehidupan
orang-orang terdahulu.
Paksakan dirimu untuk pergi melihat kota yang telah
musnah,istana-istana yang tinggal puing-puingnya dan
bekas-bekas kehancuran dan peninggalan-peninggalan
kerajaan dan negeri yang telah hancur.Kemudian
renungkanlah aktivitas-aktivas yang mereka
lakukan,kapan mereka memulai karir mereka;dimana,kapan
dan bagaimana mereka mengakhirinya; dimana mereka saat
ini? Apa sumbangan mereka untuk kesejahteraan manusia?
Jika engkau dengan seksama merenungkan engkau akan
dapatkan bahwa masing-masing mereka itu terpisah dan
apa yang mereka sayangi dan cintai, dan kini mereka
terpencil di kesunyian kediaman mereka, sendirian dan
terlantar tanpa perawatan, dan engkau juga akan
seperti mereka.
Jangan lalai mempersiapkan dengan baik tempat
tinggalmu yang akan datang (akhirat). Jangan hilangkan
karunia yang kekal dengan kenikmatan dunia yang fana.
Jangan membicarakan apa yang tidak engkau ketahui.
Jangan berspekulasi dan membeni pendapat atas apa yang
kau tidak berada dalam kedudukan untuk memberi
pendapat tentangnya. Berhentilah jika kuatir akan
tersesat. Adalah lebih baik berhenti disaat
kebingungan daripada maju merambah bahaya-bahaya yang
tak tentu dan risiko-risiko yang tak terduga.
Berjuanglah, berjihadlah demi mempertahankan dan demi
tegaknya kalimatullah. Jangan takut dan khawatir bahwa
orang-orang akan mengejekmu, mengecam tindakanmu dan
menfitnahmu. Janganlah gentar dan ragu membela
kebenaran dan keadilan. Hadapilah dengan sabar
penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa dan
hadapilah dengen berani rintangan yang menghalangi
ketika engkau berupaya mempertahankannya. Dukunglah
kebenaran dan keadilah setiap kali engkau
menjumpainya.
Berupayalah untuk menguasai fikih dan teologi Islam.
Milikilah pengetahuan yang menyeluruh mengenai
hukum-hukum dan agama ini.
Binalah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan,
bencana dan kesengsaraan. Kesabaran merupakan salah
satu di antara moral yang tertinggi dan akhlak yang
mulia, dan merupakan suatu kebiasaan yang terbaik yang
dapat dibina. Bersandar dirilah kepada Tuhan dan
mintalah senantiasa perlindungan-Nya dari segala
bencana dan penderitaan. Karena sesungguhnya dengan
demikian engkau telah menyandarkan dirimu kepada
sebaik-baik Pelindung dan kepada Penjaga Yang Maha
Kuat. Jangan mengharap pertolongan dan perlindungan
dari siapa pun kecuali Tuhan. Peliharalah ibadahmu,
permohonanmu, harapanmu, kecemasanmu dan hasratmu
kepada-Nya dan hanya kepada Nya, karena sesungguhnya
baik pemberian maupun penolakan terletak pada-Nya dan
hanya pada Kuasa-Nya. Mintalah petunjuk dan karunia -
Nya sesering mungkin perbanyaklah istikharah.
Berusahalah untuk memahami nasehat-nasehatku,
renungkanlah dalam-dalam; jangan mengabaikannya.
Sebaik baiknya pengetahuan adalah yang berguna. Adalah
sia-sia untuk mempelajari atau mengingat ilmu yang tak
bermanfaat.
Putraku sayang ketika aku menyadari bahwa aku telah
semakin tua dan merasa kelemahan perlahan–lahan
menggerogoti diriku, aku lalu bersegera menasehatimu
tentang cara yang terbaik untuk mejalani hidup yang
mulia, saleh dan bermanfaat. Aku tak ingin kematian
menjemputku atau kemampuan mentalku, sebagaimana
kekuatan tubuhku, melayu sedang aku belum memberitahu
segala yang ingin kusampaikan padamu. Aku sampaikan
semua pengetahuan ini padamu sebelum kehendak-kehendak
(nafsu) yang tak terkendali, godaan-godaan dan
rangsangan-rangsangan mempengaruhimu, atau perubahan
masa dan situasi menyeretmu ke dalam lumpurnya,
sehingga aku meninggalkanmu dalam keadaan bagaikan
kuda liar yang tak terkendali. Jiwa seorang pemuda
bagaikan tanah kosong yang menerima dan menumbuhkan
apa saja yang ditanarn padanya. Oleh karena itu, aku
gunakan kesempatan awal untuk mendidik dan melatihmu,
sebelum pikiranmu kehilangan kesegarannya, sebelum
keras dan beku hatimu, sebelum kau dihadapkan pada
kehidupan dan permasalahannya tanpa persiapan, dan
sebelum kau dituntut menggunakan keputusan-keputusan
dan kebijaksanaanmu tanpa bekal tradisi, pengetahuan
dan pengalaman orang-orang terdahulu.
Nasehat dan saranku ini akan menolongmu menjalani
hidup tanpa melakukan percobaan dan pencarian yang tak
perlu, tanpa mengulangi kegagalan dan kekeliruan
orang-orang terdahulu. Sekarang engkau dapat
memanfaatkan semua pengetahuan yang diperoleh manusia
dengan penuh kehati-hatian, kesulitan dan kesabaran.
Hal-hal yang sebelumnya kabur dan yang hanya dengan
pengalaman dan penderitaanlah yang dapat membuatnya
menjadi jelas sekarang tersedia dengan mudah di
tanganmu melalui nasehat-nasehat ini.
Putraku sayang, walaupun rentang usiaku tidaklah
sepanjang mereka yang telah mendahuluiku, namun aku
berusaha keras untuk mempelajari sejarah kehidupan
mereka. Dengan tekun kutelusuri kegiatan-kegiatan
mereka, kurenungkan pikiran dan amal perbuatan mereka,
kupelajari bekas-bekas peninggalan dan reruntuhan
mereka; dan kurenungkan perjalanan mereka sedemikian
rupa sehingga aku merasa seakan-akan aku pernah hidup
dan bekerja bersama mereka dan abad-abad permulaan
sejarah sampai ke masa kita ini. Aku tahu apa yang
baik dan yang membawa kerusakan bagi mereka. Dengan
memisahkan yang baik dan yang buruk kuperhatikan
dengan seksama halaman-halaman pengetahuan yang telah
kuhimpun. Melalui nasehat ini aku berusaha menunjukkan
kepadamu nilai kehidupan yang bersih dan pemikiran
yang tinggi, dan bahaya kehidupan yang penuh dosa dan
kekejian. Sebagai ayah yang kasih, penuh perhatian dan
mencintaimu, aku berusaha menjaga dan melindungi
setiap segi kehidupanmu.
Sejak awal aku bermaksud menolong mengembangkan akhlak
yang mulia dan mempersiapkanmu menjalani kehidupan
ini. Aku ingin mendidikmu menjadi seorang pemuda
dengan akhlak karimah , berjiwa terbuka dan jujur,
serta memiliki pengetahuan yang jernih dan tepat
tentang segala sesuatu di sekelilingmu.
Pada mulanya aku hanya ingin mengajarimu Kitab Suci
secara mendalam, mengerti seluk-beluk (tafsir dan
takwil)nya membekalimu dengan pengetahuan yang lengkap
tentang perintah dan larangan-Nya (hukum-hukum
syariat-Nya) serta halal dan haramnya. Kemudian aku
kuatir engkau dibingungkan oleh hal-hal yang
diperselisihkan di antara manusia akibat perbedaan
pandangan di antara mereka dan diperburuk oleh cara
berpikir yang kacau, cara hidup yang penuh dosa,
egoisme dan kecenderungan hawa nafsu mereka
sebagaimana membingungkan mereka yang berselisih itu
sendiri. Oleh karena itu, kutuliskan, dalam nasehatku
ni, prinsip-prinsip dasar dan keutamaan, kemuliaan,
kesalehan, kebenaran dan keadilan. Mungkin berat
terasa olehmu, tetapi lebih baik membekali engkau
dengan pengetahuan ini daripada membiarkanmu tanpa
pertahanan berhadapan dengan dunia yang penuh dengan
bahaya kehancuran dan kebinasaan. Karena engkau adalah
pemuda yang saleh dan bertaqwa, aku yakin engkau akan
mendapatkan bimbingan dan pertolongan ilahi (taufiq
dan hidayah-Nya) dalam mencapai tujuanmu. Aku ingin
engkau berjanji pada dirimu untuk bersungguh-sungguh
mengikuti nasehatku ini.
Ketahuilah wahai putraku, bahwa sebaik-baiknya wasiat
adalah taqwa kepada Allah, bersungguh.sungguh
menjalankan tugas yang diwajibkan-Nya atasmu, dan
mengikuti jejak langkah ayah-ayahmu yang terdahulu
(Rasulullah) dan orang-orang yang saleh dan
keluargamu. Bahwasanya mereka senantiasa memperhatikan
dengan teliti pikiran dan perbuatan mereka,
sebagaimana engkaupun harus berbuat. Apabila jiwamu
menolak untuk menerima hal-hal tersebut dan bertahan
untuk mengetahui sendiri sebagaimana mereka mengetahui
(mengalami apa yang mereka alami), maka engkaupun
bebas untuk mencapai kesimpulan-kesimpulanmu,tetapi
hendaknya usahamu itu disertai dengan pengkajian dan
pemahaman yang teliti.
Jangan sekali-kali membiarkan ketidak pastian dan
keraguan meracuni pikiranmu. Jangan biarkan rasa ingin
menang ataupun rasa suka dan tidak suka mempengaruhi
pandangan dan pendapatmu. Ingatlah untuk senantiasa
mengawali usahamu dengan memohon petunjuk dari Tuhanmu
dan membimbingmu ke jalan yang benar. Jangan biarkan
perasaan ragu dan bimbang (terhadap kebenaran ajaran
agama) menguasai pikiranmu, karena itu akan
menjerumuskanmu ke dalam agnostisisme (sikap tidak
peduli terhadap Tuhan) atau syubhat atau ke dalam dosa
dan kesesatan. Ketika engkau akan menyelesaikan suatu
masalah sedang engkau yakin bahwa hatimu bersih dan
khusyuk, pikiranmu telah terpusat dan semangatmu telah
penuh, perhatikanlah apa yang telah kuterangkan
padamu; tetapi jika pikiranmu belum jernih dan
terbebas dari keraguan sebagaimana engkau harapkan,
maka engkau akan membabi buta dan menerjang bagaikan
unta buta dan jatuh ke dalam kegelapan. Dalam keadaan
seperti itu yang terbaik adalah berhenti, karena dalam
keterbatasan-keterbatasan seperti itu seseorang takkan
pernah mencapai kebenaran.
Putraku sayang, penhatikan dan ingatlah baik-baik
nasehatku. Dan ketahuilah,bahwa Allah, Penguasa Maut,
Diapula Penguasa Hidup. Dialah Pencipta sekaligus
Penghancur, bahwa Dia yang memusnahkan dan akan
menghidupkan kembali. Dia yang mengirim bencana dan
hanya Dia yang menyelamatkan.
Ingatlah bahwa alam semesta berjalan dibawah
hukum–hukum-Nya. Allah ciptakan di dalamnya
aksi-reaksi, sebab-akibat, bencana dan karunia,
penderitaan dan kenikmatan, pahala dan hukuman; tetapi
ini belumlah semuanya; masih banyak hal yang di luar
pemahaman kita, hal-hal yang tidak dan tidak akan
dapat diketahui dan hal-hal yang tidak dapat diduga
dan diramalkan. Jika ada yang tidak kaupahami,
janganlah langsung menolaknya.Ingatlah bahwa ketidak
mengertianmu disebabkan oleh kurangnya pengetahuanmu
(atau kejahilanmu). Ingatlah bahwa penampilan
pertamamu di muka bumi ini diawali dengan kebodohan
dan ketidaktahuan, kemudian secara bertahap engkau
memperoleh pengetahuan. Ada banyak hal (di dunia) ini
yang berada di luar pengetahuanmu, yang membingungkan
dan mengejutkanmu, dan yang tentangnya engkau tak
mengerti mengapa” dan “bagaimana; perlahan-lahan
engkau memperoleh pengetahuan tentang beberapa hal di
antaranya, dan di masa dean pengetahuan dan
pandanganmu akan lebih luas. Karena itu, bersandarlah
kepada Tuhan yang telah menciptakanmu, yang menjamin
rizqimu, yang menyempurnakan rupa dan bentukmu.
Hendaknya kepada-Nya saja engkau mengabdi dan
beribadah, berharap dan bermohon, dan hanya kepadanya
engkau merasa takut dan gentar.
Ketahuilah, wahai putraku, bahwa tak seorangpun yang
pernah menyampaikan berita yang demikian terperinci
tentang Allah kepada umat manusia sebagaimana yang
disampaikan oleh Rasulullah SAW. Kunasehatkan engkau
untuk rela dengan ajaran-ajarannya, menjadikannya
sebagai pemimpinmu dan menerima bimbingannya untuk
mendapatkan keselamatan (dunia akhirat). Sungguh aku
telah berusaha melakukan yang terbaik dalam
menasehatimu sebagai seorang ayah yang kasih dan
tulus. Dan percayalah bahwa engkau takkan mencapai
wawasan yang demikian tentang kebaikan dirimu lebih
dari yang kunasehatkan padamu.
Ingatlah, putraku, sekiranya ada Tuhan selain-Nya,
Yang Esa, pasti telah dikirimkannya pula
utusan-utusannya, engkau akan lihat tanda-tanda
kekuasaan dan kebesarannya, dan engkau akan ketahui
pula sifat-sifat dan perbuatannya. Tetapi telah nyata
bahwa Dia-lah Tuhan yang Tunggal sebagaimana Dia
menyebut Diri-Nya. Tiada sesuatu pun yang sebanding
kekuasaan-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Dia Kekal Abadi,
tidak pernah dan tidak akan pernah berubah. Dia-lah
yang Pertama (awal) sebelum sgala sesuatunya tanpa
permulaan (awwaliyah). Dia pula yang Akhir sesudah
segala sesuatunya tanpa akhir penghabisan (nihayah).
Sungguh agung, tinggi dan tak terbandingkan ketuhanan
(rububiyah)-Nya sehingga di luar jangkauan pikiran.
Tak seorang pun yang dapat mengerti atau mencerap-Nya.
Jika engkau telah mengetahui kedudukanmu di
hadapan-Nya, maka berlakulah yang layak bagi orang
sepertimu; yang sangat lemah, tak berdaya, banyak
kekurangan, dan sangat berhajat kepada Rabbnya dalam
melaksanakan taat, serta takut akan siksa dan
murka-Nya.
Sesungguhnya Allah tidak menyuruhmu melakukan sesuatu
kecuali yang baik dan membawa kebaikan, dan tidak
melarangmu kecuali dari yang buruk dan menimbulkan
keburukan.
Putraku sayang, melalui nasehatku ini, telah
kujelaskan segala sesuatunya tentang dunia ini, betapa
cepat perubahan yang terjadi padanya, betapa singkat
segala sesuatu yang ditahan dan ditawarkannya, betapa
cepat ia merubah kecenderungan dan karunianya. Juga
telah kujelaskan tentang kehidupan yang akan datang
dan semua perlengkapan yang tersedia bagi ahlinya.
Aku telah berikan contoh-contoh tentang aspek-aspek
kedua kedua kehidupan tersebut sebelum dan sesudah
kematian supaya engkau dapatmengambil pelalaran
darinya dan menjalani kehidupan berdasarkan
pengetahuan tersebut. Sesungguhnya perumpamaan
orang-orang yang mermahami hakekat dunia ini adalah
bagaikan orang yang melakukan perjalanan dari tempat
yang kering tandus dan gersang menuju tempat yang
subur menghijau, penuh karunia dan nikmat.
Mereka menjalaninya dengan penuh gairah dan harapan
akan masa depan yang penuh karunia dan kedamaian.
Mereka dengan rela menerima segala penderitaan,
kesukaran dan resiko perjalanan. Tabah menghadapi
perpisahan dengan kawan, kurangnya makanan dan
kenyamanan selama perjalanan demi tercapainya tujuan
perjalanan. Mereka tidak menolak untuk menanggung
segala ketidak nyamanan dan tidak segan menanggung
setiap pengeluaran dalam perjalanan (berderma,
bersedekah dan menolong fakir miskin dan yang
berkekurangan). Setiap langkah yang diambil dalam
menjalani tujuannya, betapa pun melelahkan, merupakan
saat-saat yang membahagiakan dalam kehidupannya. Tiada
sesuatu yang lebih dicintainya daripada mendekatkan
diri dan sampai ke tujuan.
Sebaliknya perumpamaan orang yang tertipu oleh dunia
ini bagaikan orang yang merasa tinggal di tempat yang
subur dan menyenangkan, dan harus berjalan menuju
tempat yang kering tandus. Adakah sesuatu yang lebih
menjemukan daripada perjalanan yang seperti itu?
Betapa akan bencinya mereka untuk meninggalkan tempat
mereka berada berpindah ke tempat yang mereka sangat
benci, tempat yang dahsyat, mengerikan dan menakutkan.
Putraku sayang, sejauh prilakumu menyangkut orang
lain, jadikanlah dirimu sebagal neraca timbangan untuk
menilai baik buruknya. Berlakulah kepada sesamamu
sebagaimana yang kau harapkan dia berlaku padamu. Apa
yang kau sukai bagi dirimu sukai pula buat orang lain,
dan apa saja yang tidak kau sukai terjadi atas dirimu
hindarkanlah orang lain darinya.
Jangan menganiaya dan menzalimi siapapun karena kaupun
tidak suka dianiaya dan dizalimi. Bersikap baik dan
simpatilah kepada yang lain sebagaimana engkau ingin
orang lain berlaku baik dan simpati kepadamu,
anggaplah buruk bagi dirimu apa yang kau pandang buruk
sekiranya terbit dari orang lain.
Jika engkau merasa puas dan senang dalam menerima
perbuatan tertentu dari orang lain, maka engkau pun
dapat berlaku seperti itu kepada yang lain. Jangan
membicarakan sesamamu dengan cara yang kau sendiri
tidak suka apabila orang lain membicarakanmu seperti
itu. Janganlah berbicara tentang hal- hal yang kurang
atau tidak kau ketahui, dan jika engkau berbicara
tentang sesuatu atau seseorang yang betul-betul kau
ketahui dengan baik, maka hindarilah skandal dan
fitnah sebagaimana engkau sendiri tidak suka difitnah
dan diumpat seperti itu.
Ketahuilah bahwa sombong dan bangga diri adalah
bentuk-bentuk kebodohan dan berbahaya bagi jiwa dan
pikiranmu. Oleh karena itu, jalanilah kehidupan yang
seimbang (tidak sombong dan juga tidak menderita
kompleks rendah diri), berusahalah untuk berlaku jujur
dan tulus. Janganlah berlaku sebagai penyimpan barang
bagi orang lain. Apabila engkau mendapat bimbingan dan
Tuhanmu untuk mencapai apa-apa yang kau inginkan, maka
janganlah bangga dengan perolehanmu itu. Tunduk dan
merendahlah di hadapan-Nya dan sadarilah bahwa
keberhasilanmu itu semata-mata karena kasih dan
karunia-Nya.
Ingatlah anakku, bahwa di depanmu itu perjalanan yang
panjang dan jauh. Perjalanan yang tidak hanya sangat
panjang, melelahkan, berat dan sukar, bahkan rutenya
pun sebagian besar melalui daerah yang curam, tandus
dan gersang. Engkau akan sangat membutuhkan israhat,
penyegaran dan pertolongan, Waspadalah dan perbaikilah
perbekalanmu agar engkau dapat melanjutkan
perjalananmu ke tujuanmu, yaitu hari pengadilan.
Tetapi ingatlah anakku, jangan bebani dirimu secara
berlebih-lebihan (jangan memikul terlalu banyak tugas
dan kewajiban sehingga engkau tak sanggup memenuhinya
secara terhormat atau jangan bebani dirimu dengan
hidup mewah yang membawa cela dan aib). Karena jika
bebanmu lebih dari yang dapat kau pikul dengan nyaman,
maka perjalanmu itu akan sangat menyakitkan dan
melelahkan. Jika kau mendapati di sekelilingmu
orang-orang yang miskin, papa dan berhajat yang
sanggup membawakanmu bekalmu untuk diserahkan kelak di
hari kiamat di mana engkau akan sangat berhajat
padanya, maka gunakanlah kesempatan itu dan serahkan
bebanmu kepadanya (distribusikanlah kekayaanmu di
antara orang-orang yang miskin, papa dan berhajat.
Tolonglah sesamamu semampumu. Berbuat baik dan
kasihilah sesamamu). Jadi bebaskanlah dirimu dari
pertanggungan yang berat dimana kau akan ditanyai
tentang penggunaan karunia yang telah dilimpahkan-Nya
atasmu (kesehatan, harta, kekuasaan dan kedudukan).
Sehingga engkau dapat mencapai tujuan perjalananmu
dalam keadaan ringan dan segar,dan engkau telah
memiliki bekal yang cukup bagimu di sana (pahala atas
pelaksanaan kewajibanmu kepada manusia dan Tuhan di
alam dunia ini). Bagikanlah bebanmu kepada sebanyak
mungkin orang yang dapat membawanya (Tolonglah
sebanyak mungkin orang yang terjangkau olehmu)
sehingga engkau tidak akan kehilangan mereka ketika
engkau sangat membutuhkan mereka (atau mungkin saja
suatu ketika engkau akan membutuhkan mereka dan tidak
kaudapatkan). Manfaatkanlah harta dan kekuasaanmu
sedemikian rupa sehingga engkau akan memperolehnya
kembali ketika engkau dalam keadaan miskin dan tak
berdaya (pada hari pengadilan).
Ketahuilah olehmu anakku, bahwa di depanmu ada
rintangan bukit yang sukar didaki dimana orang yang
lebih ringan bawaannya lebih baik daripada orang yang
berat bawaannya. Orang yang lambat lebih buruk
keadaannya daripada orang yang cepat. Sedang kau mau
tak mau harus melalui bukit yang terjal itu, dan
tidaklah tempat turunmu sesudah itu kecuali ke surga
atau neraka (tiada jalan keluar selainnya dan tiada
jalan mundur). OIeh karena itu, adalah bijaksana untuk
mengirimkan barang-barangmu sebelumnya, supaya mereka
(amal-amal kebajikanmu) tiba di sana sebelum engkau;
ratakan jalan dan sediakanlah tempat tinggalmu sebelum
sampai; sebab sesudah mati tak ada taubat dan tiada
kemungkinan untuk kembali ke dunia (untuk mempenbaiki
perbuatan-penbuatan salah yang kau lakukan).
Ketahuilah, wahai anakku, bahwa Tuhan yang di
tanganNya perbendaharaan langit dan bumi telah
mengizinkanmu untuk bendoa dan meminta kepada-Nya, dan
menjamin untuk mengabulkannya.
Dia menyuruhmu memohon karunia-Nya agar dianugerahkan
dan mengharap belas kasih-Nya agar ditumpahkan atasmu.
Dia dak menjadikan suatu penghalang pun yang mencegah
seruanmu mencapai-Nya; tidak perlu seorang perantara
pun bagimu di hadapan-Nya. Jika engkau melanggar janji
dan sumpahmu dan mulai lagi melakukan hal-hal yang
telah kau mohonkan ampun atasnya, Dia tidak bersegera
menghukummu tidak pula Dia menolakmu dari karunia dan
anugerah-Nya dengan seketika; jika engkau sekali lagi
memohonkan ampunan-Nya Dia tidak mempermalukanmu dan
tidak pula mengkhianatimu, walaupun engkau sepenuhnya
patut menerimanya tetapi Dia tetap menerima taubatmu
dan mengampunimu. Dia tidak rnengungkit-ungkit
kesalahanmu, dan tidak pula diputuskan harapanmu dan
rahmat-Nya. Bahkan Dia menjadikan taubatmu (berhenti
dari perbuatan dosa) sebagai amal kebajikan (hasanat).
Tuhanmu Yang Maha Pengasih telah menetapkan satu
ganjaran bagi setiap amal keburukan dan membalas amal
kebajikan dengan sepuluh kali lipat. Dia membiarkan
pintu taubat dan ampunan-Nya senantiasa terbuka
bagimu. Dia mendengar ketika engkau menyeru-Nya atau
pun berbisik kepada-Nya. Dia mengabulkan doamu ketika
engkau memohon kepada-Nya.
Mohonkanlah kepada-Nya agar dianugerahkan bagimu semua
hajatmu; ungkapkanlah di hadapan-Nya rahasia-rahasia
hatirnu; keluhkanlah kepada-Nya segala bencana yang
menimpamu dan kemalangan yang kau hadapi dan
mohonkanlah pertolongan-Nya untuk mengatasinya,
pintalah dukungan dan pertolongan-Nya dalam menghadapi
kesulitan dan kesukaran. Mintalah dari karunia dan
anugerah-Nya sesuatu yang tidak dapat memberimu selain
Dia (seperti: panjang umur, sehat badan dan luas
rizqi).
Pikirkanlah bahwa dengan menganugerahkan kepadamu
keistimewaan untuk meminta karunia dan rahmat-Nya, Dia
telah menyerahkan kunci-kunci perbendaharaan-Nya ke
tanganmu. Maka kapan saja engkau butuh berdoalah dan
Dia akan limpahkan karunia dan rahmat-Nya atasmu. Tapi
ada kalanya engkau dapati bahwa permohonanmu tidaklah
serta merta diberikan kepadamu maka janganlah merasa
kecewa. Karena, terkabulnya doa seringkali tergantung
dan kadar niat dan ikhlasnya. Ada kalanya penerimaan
doa ditunda karena Allah Yang Pengasih menghendaki
engkau menerima ganjaran yang lebih besar karena
kesabaran menanggung penderitaan dan bencana serta
tetap percaya secara tulus akan pertolongan-Nya. Jadi
mungkin saja engkau diberi karunia yang Lebih baik
dari yang engkau pinta. Ada kalanya doamu tidak
dikabulkan, dan ini pun demi kepentinganmu, karena
seringkali engkau, tanpa pengetahuan, meminta sesuatu
yang sungguh berbahaya bagimu, dan jika permohonanmu
dikabulkan maka itu akan membawa lebih banyak bencana
daripada kebaikan. Banyak dan permohonanmu yang
apabila dikabulkan akan menimbulkan bencana yang abadi
atasmu. Jadi, penolakan untuk meluluskan permintaanmu
merupakan rahmat yang disamarkan bagimu. Tetapi, lebih
sering lagi permohonanmu, kalau memang sama sekali dak
berbahaya bagimu dunia-akhirat, mungkin ditunda tetapi
akan diberikan dalam jumlah yang lebih besar dari yang
kau pinta dan membawa berkah lebih daripada yang dapat
kau bayangkan. Oeh karena itu, berhati-hatilah dalam
memohon kepada Allah akan karunia-Nya.
Berdoalah untuk hal-hal yang sungguh-sungguh berguna
dan bermanfaat bagimu, yang kekal manfaatnya dan tidak
berakhir dengan bencana. Ingatlah, putraku sayang,
bahwa harta dan kekuasaan, jika kau berdoa untuknya,
adalah termasuk hal-hal yang tidaklah senantiasa
bersamamu dan mungkin saja akan membawa bahaya bagimu
di akhirat maupun di dunia.
Ketahuilah, anakku, bahwa engkau diciptakan untuk
akhirat bukan untuk dunia ini. Engkau dilahirkan untuk
mati dan tidak untuk hidup selama-lamanya.
Keberadaanmu di dunia hanyalah untuk sementara, Engkau
hidup di tempat yang takluk kepada kehancuran. Tempat
dimana engkau sibuk bersiap dan berbekal untuk
akhirat. Engkau berada di atas jalan (menuju akhirat).
Kematian mengikutimu. Engkau tak dapat melarikan diri
darinya. Betapa pun engkau berusaha menghindarinya
cepat atau lambat ia akan menangkapmu. Karena itu
hati-hatilah, jangan sampai ia menangkapmu sedang
engkau dalam keadaan lalai dan tanpa persiapan dan
tiada lagi kesempatan bagimu untuk bertaubat atas dosa
dan kejahatan yang kau lakukan, serta keburukan yang
tetah kau perbuat. Jika engkau tertangkap oleh
kematian dalam keadaan lengah maka bencana abadilah
bagimu. OIeh karena itu, anakku, ingatlah senantiasa
tiga hal: kematian, amal perbuatanmu dan kehidupan
sesudah mati. Dengan demikian engkau akan senantiasa
siap menghadapi kematian dan dia tidak akan
menangkapmu dalam keadaanlengah.

Putraku sayang, janganlah terpesona dan tertipu oleh
orang-orang yang tergila-gila oleh dunia dalam
kehidupan yang penuh tipuan ini dengan segala
kenikmatannya. Janganlah terpengaruh oleh mereka yang
dengan kalap memperebutkan dunia ini untuk memiliki
dan memiliki. Allah dengan penuh kasih telah
menjelaskan kepadamu segala sesuatunya mengenai dunia
ini, bahkan dunia ini pun telah menjelaskan
sifat-sifat aslinya kepadamu. Dunia telah
mengungkapkan kefanaannya kepadamu; dunia dengan jelas
telah menunjukkan kepadamu kelemahan kelemahan,
kekurangan-kekurangan dan keburukan keburukannya.
Ingatlah sesungguhnya ahli (pencinta) dunia ini
bagaikan anjing-anjing yang menggonggong, dan
binatang-binatang buas yang ganas dan lapar yang
saling memusuhi satu sama lain. Di antara mereka ada
yang senantiasa menyalak kepada yang lainnya. Yang
kuat membantai yang lemah. Yang besar memaksa yang
kecil. Sebagian mereka bagaikan binatang ternak yang
terikat, sedang yang lainnya bagaikan binatang ternak
yang terlepas, kehilangan kendali (akal) dan berlari
ke arah yang tak ketahuan rimbanya.
Bagaikan kawanan yang tertimpa bencana, yang
kebingungan di lembah yang legok (takdatar). Tiada
penggembala yang menahan dan menggembalakan mereka ke
padang rumput. Dunia tetah membawa mereka ke jalan
kegelapan dan memalingkan mereka dari cahaya petunjuk.
Maka tersesatlah mereka dalam kebingungannya dan
tenggelam dalam kenikmatan dan kesenangannya. Mereka
mengambil dunia sebagai tuhan mereka. Dunia bermain
dengan mereka dan mereka pun bermain dengannya. Mereka
lupa dan lalai dengan apa yang akan terjadi setelah
dunia ini.
Namun malam-malam yang bergelimang kenikmatan dan
kesenangan tiadalah abadi. Cepat atau lambat fajar
kenyataan akan menyingsing, Musafir kehidupan pasti
akan mencapai tujuan kelak di suatu hari. Ketahuiah,
anakku bahwa barang siapa berkendaraan siang dan malam
akan terbawa olehnya meskipun dia (merasa) tinggal
tetap di tempat, dan akan menempuh jarak meskipun diam
dan tidak bergerak. Setiap hari membawa dia selangkah
ke depan dalam penjalanan menuju kematian. Ketahuilah
wahai anakku, engkau takkan dapat meloloskan dirimu
dari ajal kematianmu. Engkau mengikuti jejak
orang-orang sebelummu. Oleh karena itu, kendalikanlah
harapan-harapan dan keinginan-keinginanmu.
Sederhanalah datam tuntutanmu. Jalanilah kehidupan
dengan cara yang Sejujurnya. Relalah dengan apa yang
kauperoleh secara jujur dan terhormat. Penlahanlah dan
jangan biarkan hawa nafsu mengendalikanmu. Karena
kebanyakan dari keinginan itu membawa kepada
kekecewaan dan kebinasaan.
Ingatlah bahwa setiap orang yang bendoa akan sesuatu
tidak akan selalu memperoleh apa yang diminta. Begitu
pula, setiap orang yang mengendalikan keinginannya
yang memiliki harga diri, yang tidak meminta sesuatu
tidak akan senantiasa tidak mujur atau kecewa. Oleh
karena itu, jangan jatuhkan harga dirimu. Jagalah
dirimu dan hal-hal yang rendah meskipun hal itu
memungkinkanmu mencapai keinginan hatimu, karena tiada
sesuatu pun di dunia ni yang dapat menggantikan
kehormatan dan kemuliaan yang telah engkau korbankan
itu. Hati-hatilah anakku, jangan biarkan dirimu
menjadi budak orang lain karena Allah telah
menjadikanmu manusia merdeka. Jangan jual
kemerdekaanmu demi mendapatkan sesuatu (dari dunia
ini). Tiada nilai dan kebaikan dan suatu perolehan
yang dicapai dengan menjual kehormatan dan harga
dirimu atau dengan menundukkan dirimu kepada
kerendahan, kehinaan dan kenistaan. Tiada kebaikan
pada harta dan kekuasaan yang diperoleh dengan curang.
Hati-hatilah anakku, jangan sampai keserakahan dan
ketamakan menjerumuskanmu ke dalam lembah kebinasaan
dan kutukan. Jika dapat, berusahalah untuk tidak
berutang budi kepada siapapun kecuali Allah. Karena
sesungguhnya bagaimanapun engkau pasti akan memperoleh
bagianmu.
Ingatlah bahwa pemberian yang kecil tapi langsung dan
Allah lebih baik daripada pemberian yang besar namun
dari makhluknya, walaupun pada hakikatnya semuanya
berasal dari Allah. Apa yang dapat diberikan manusia
hanyalah sebagian dari apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadanya.
Adalah lebih mudah untuk memperbaiki kelalaian karena
diam daripada mengejar apa yang terlepas dari
perkataan. Untuk menjaga apa yang ada di dalam wadah
adalah dengan memperkuat ikat tutupnya. Menjaga apa
yang telah ada di tanganmu lebih baik daripada
mengharap apa yang di tangan orang lain.
Getirnya kekecewaan lebih baik daripada meminta kepada
manusia. Kerja keras dan kasar dengan terhormat lebih
baik daripada kekayaan dengan lancung (curang).
Seseorang itu sebaik-baiknya penjaga bagi rahasianya
sendiri. Seringkali manusia itu berusaha untuk apa
yang membahayakan dirinya sendiri. Siapa yang
memperbanyak, menjemukan (siapa memperbanyak bicara,
paling banyak membuat kesalahan atau among kosong).
Siapa yang berpikir pasti melihat (seseorang yang
sering berpikir dan merenung, mengembangkan wawasan
dan visinya). Bergaulah dengan orang baik; engkau
menjadi seorang di antaca mereka. Jauhilah orang
jahat, engkau akan selamat dan mereka (atau dan
sifat-sifat mereka). Seburuk-buruk makanan adalah yang
haram. Sekeji-keji penindasan adalah menindas yang
lemah (tak berdaya). Jika kebaikan dan sikap lunak itu
membawa hasil yang buruk (karena dianggap kelemahan)
maka kekerasan dan ketegasan itulah kebaikan yang
sesungguhnya. Ada kalanya obat itu menjadi penyakit
dan penyakit menjadi obat. Ada kalanya engkau mendapat
nasehat dan peringatan dan orang yang tidak pantas
menasehatimu, dan ada kalanya engkau menemui penasehat
yang tidak tulus (ada kalanya yang memberi nasehat itu
bukan penasehat, dan ada kalanya yang dimintai nasehat
menipu). Janganlah bersandar pada harapan kosong
(lamunan atau khayalan) sebab itu hanyalah bekalnya
orang yang mati (akal). Yang disebut bijaksana adalah
yang mengingati pengalaman (dan mengambil manfaatnya).
Sebik-baik pengalaman adalah yang senantiasa menjadi
peringatan bagimu. Pergunakanlah kesempatan sebelum
menjadi rintangan. Tidak semua yang menuntut pasti kan
dapat. Tidak semua yang pergi itu kan kembali.
Setengah dari kerusakan adalah menyia-nyiakan bekal
dan merusak hari kemudiannya. Bagi setiap hal ada
akibat (bagi setiap aksi ada reaksi). segera akan
sampai padamu apa yang ditakdirkan bagimu. Setiap
perdagangan itu menanggung spekulasi(dan resiko). Ada
kalanya yang sedikit lebih berkah (bermanfaat)
daripada yang banyak. Tiada berguna pembantu yang
bodoh (lagi hina) dan sahabat yang suka menuduh.
Permudahlah keadaan selama masih dalam kendalimu
(berbuat baiklah kepada orang orang yang berada
dibawah otoritas atau kekuasaanmu). Janganlah
menanggung resiko yang membahayakan demi harapan yang
berlebih-lebihan dan tidak rasional (jangan
berspekulasi karena mengharap lebih banyak dari yang
ada). Hati-hatilah jangan sampai tertipu dan
dikendalikan oleh perasaan. Biasakanlah untuk
menanggung keburukan-keburukan saudaramu (tolaklah
perbuatan buruk dengan perbuatan yang lebih baik).
Jika dia memutuskan hubungan denganmu berusahalah
untuk menyambungnya kembali. Jika dia berpaling darimu
berbuat baiklah kepadanya dan dekatilah dia. Jika dia
menahan miliknya (kikir) belanjailah dia. Ketika dia
menjauh hampirilah dia. Ketika dia bersikap kasar
bersikap lembuttah kepadanya. Jika dia keliru dan
berbuat salah maafkanlah dia. Berbuatlah sedemikian
rupa sehingga seolah-olah engkau adalah budaknya, dan
seakan akan engkau berhutang budi kepadanya. Tetapi
hati-hatilah jangan sampai engkau berbuat tidak pada
tempatnya, hendaknya engkau tidak berlaku demikian
kepada orang yang bukan ahlinya (yang tidak pantas
mendapatkannya).
Jangan menjalin persahabatan dengan musuh sahabatmu,
karena itu akan membuat sahabatmu menjadi musuh.
Nasehatilah sahabatmu dengan tulus baik dalam
menyerunya kepada kebaikan maupun dalam mencegahnya
dari kejahatan. Kuasai dan kendalikanlah amarahmu,
kanena pengendalian amarah itu akan membawa kebaikan.
Bersikap lunak dan lembutlah kepada terhadap orang
yang bersikap kasar dan kaku kepadamu, maka Ia akan
bersikap lunak pulakepadamu.
Layanilah musuhmu dengan budi kebaikan,engkau akan
mendapatkan dua kemenangan.
Jangan bersikap semena-mena kepada sahabatmu, karena
berpikir bahwa ia tidak akan marah. Karena bukanlah
dinamakan sahabat siapa yang kau abaikan haknya.
Jangan berlaku buruk kepada anggota keluargamu
(isteri, anak-anak dan orang-orang yang bergantung
kepadamu) atau jangan menuntut pelayanan yang
berlebih-lebihan.
Jangan mengejar orang yang berusaha menghindarimu.
Engkau telah mencapai semulia-mulia akhlaq apabila
kebencian dan permusuhan seseorang kepadamu tidak
merubah penghormatan dan persahabatanmu kepadanya
(janganlah menjadikan orang lain sebagai gurumu dengan
membalas prilaku buruknya kepadamu dengan perbuatan
yang sama). Jangan sampai usahanya untuk berbuat jahat
lebih kuat dari usahamu untuk berbuat baik.
Janganlah merasa terlalu khawatir dan tertekan karena
kezaliman dan kebrutalan, karena barangsiapa bensikap
zalim dan aniaya sesungguhnya, pada hakikatnya,
merugikan dirinya sendiri.
Jangan berbuat buruk kepada orang yang telah berbuat
baik kepadamu.
Ketahuilah, wahai anakku, bahwa rizqi itu adadua
macam: rizqi yang kau cari dan rizqi yang mencarimu
(yang telah ditakdirkan bagimu); dia akan mencapaimu
sekalipun engkau tidak mencarinya.
Seburuk-buruknya akhlaq: merendah-rendah atau
menjilat-jilat ketika berhajat (atau butuh), dan
sombong dan angkuh ketika berkuasa (atau kaya).
Tiada sesuatu pun yang sungguh-sungguh bermanfaat dan
berguna bagimu di dunia kecuali yang bermanfaat dan
berguna bagi akhiratmu.
Jika kau menyesali sesuatu yang tertepas dari
tanganmu, maka sesali pula apa yang tidak sampai
kepadamu.(sesalilah hal-hal yang sungguh patut kau
sesali, yaitu hal-hal yang berguna bagimu
dunia-akhirat).
Ambillah petunjuk dari hal-hal yang sudah terjadi
untuk mengetahui apa yang akan terjadi (karena setiap
kejadian memiliki persamaan).
Janganlah berlaku seperti orang yang nasehat tidak
mampu merubahnya; sehingga diperlukan hukuman untuk
mengoreksinya.Sesungguhnya orang yang berakal itu
belajar dan berbudaya melalui nasehat, sedangkan
binatanglah yang diajar melalui hukuman dan kekerasan.

Atasilah kerisauan, duka cita dan kemalanganmu dengan
kerja keras, kesabaran dan keyakinan yang baik (kepada
Allah Yang Maha Pengasih). Barang siapa meninggalkan
jalan yang lurus, ketulusan, dan cara berpikir dan
bekerja yang rasiorial akan merugi. Seorang sahabat
itu bagaikan keluarga. Sahabat sejati adalah yang
berbicara baik di belakangmu (dalam ke tidak
hadiranmu).
Hawa nafsu adalah sekutu dekat dari kebinasaan dan
kehancuran. Ada kalanya (keluarga) yang dekat
(berperilaku) lebih jauh dari yang jauh dan ada
kalanya yang asing lebih dekat dari (keluarga) yang
dekat (kerabat). Orang asing adalah mereka yang tak
mempunyai sahabat (yang dikasihi).Barangsiapa
melanggar yang hak (kebenaran) akan sempit jalannya.
Barangsiapa berbuat menurut kesanggupannya cukuplah
baginya (pertanggung jawaban dan keberkahan).
Sekuat-kuatnya hubungan yang hendaknya engkau
berpegang padanya adalah hubunga antara engkau dan
Allah.
Siapa yang tidak memperhatikan atau memperdulikanmu,
maka ia musuhmu. Ada kalanya patah harapan itu berarti
berhasil, jika yang diinginkan itu berbahaya. Tidak
semua kekurangan dan kelemahan itu perlu diungkap.
Tidak semua kesempatan dapat dicapai. Ada kalanya
orang yang melihat (melek matanya) keliru tujuannya,
sedang yang buta tepat petunjuknya. Tundalah perbuatan
jahatmmu selama mungkin karena engkau dapat
melalukannya kapan saja engkau kehendaki (jadi mengapa
harus terburu-buru). Memutuskan hubungan dengan orang
bodoh dan jahil sama dengan menjalin hubungan dengan
orang yang berakal.
Barang siapa merasa aman dari(keiadian-kejadian)masa
(atau dunia) akan dikhianati, dan barang siapa
mengagungkannya akan dihina. Tidak semua yang melempar
akan tepat sasaran. Jika kerajaan (sistem atau
pemerintahan) berubah, berubah pula keadaan.
Hindarilah untuk mengucapkan perkataan yang mengundang
tawa orang (lelucon), meskipun sekedar mengulang
perkataan yang lain. Carilah teman sebelum berjalan,
dan tetangga sebelum rumah tempat tinggal.
Bagikanlah pekerjaan di antara pembantumu sedemikian
rupa sehingga merasa dapat dimintai pertanggung
jawaban atas, tugas yang diamanahkan kepada mereka dan
tidak saling melemparkan tanggung jawab (bekerja
sembrono dan asal jadi) serta tidak iri hati satu sama
lain. Muliakanlah keluargamu dengan cinta dan hormat,
karena mereka bagailan sayapmu untuk terbang, asal
tempatmu kembali dan sebagai tanganmu yang dengannya
engkau berusaha dan berjuang. Putraku sayang, setelah
menyampaikan nasehat-nasehat ini kepadamu, aku
titipkan kau kepada Allah, semoga Allah memelihara
keselamatan agama dan duniamu.Aku berdoa dan memohon
kepada-Nya sebaik-baik putusan-Nya bagimu di saat kini
maupun yang akan datang didunia dan di akhirat.
Wassalam.




________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:
<*> Kryon: This website is presented for Lightworkers everywhere
http://www.kryon.com/

<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/

<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/


<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise