|
|
Fwd: [Anand Krishna] Satsang: msg#00153
culture.religion.healer.mayapada
|
Subject: |
Fwd: [Anand Krishna] Satsang |
Note: forwarded message attached.
Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
__._,_.___
Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba
Mayapada Prana Links:
<*> Kryon: This website is presented for Lightworkers everywhere
http://www.kryon.com/
<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/
<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/
__,_._,___
--- Begin Message ---
|
Subject: |
[Anand Krishna E Study Circle] Satsang |
S A T S A N G
Dalam tradisi Cina, kadang kita dinasehati orang tua untuk bergaul
dengan teman yang lebih pintar atau lebih kaya (secara materi) sehingga
kepintaran atau keberuntungan teman itu dapat “menular” kepada diri
kita. Masuk diakal, karena seorang teman biasanya akan lebih mudah
membantu teman-teman sepermainannya daripada orang lain yang tidak
dikenalnya sama sekali. Demikian juga dalam perjalanan spiritualitas.
Guruji Anand Krishna, pada beberapa kali kesempatan pertemuan menjelang
HUT Anand Ashram ke-17, 14 Januari 2007 lalu, mengingatkan pentingnya
Satsang bagi perkembangan spiritual setiap meditator. Dan, Guruji
menemukan bahwa ternyata pentingnya Satsang juga tercantum dalam salah
satu buku untuk anak-anak terbitan Taiwan berjudul: “Guide to Happy
Life” tentang nasihat-nasihat bijak dalam tradisi Cina kuno.
Dalam nasihat-nasihat itu terdapat (1) nasihat untuk bersikap di dalam
rumah (seperti menghormati orang tua), (2) peraturan-peraturan yang
harus ditaati dalam pergaulan di luar rumah, (3) bagaimana kita untuk
selalu waspada, (4) bagaimana kita harus dipercaya orang, (5) mencintai
sesama, (6) mempelajari literatur & seni untuk peningkatan
spiritualitas, dan (7) selalu bergaul dengan orang-orang yang bijak dan
penuh kasih (Satsang).
Guruji khususnya menyoroti masalah pergaulan kita, apakah sudah menjadi
Satsang atau malah menjadi Kusang? Kusang bukan berarti pergaulan yang
benar atau salah, tapi apakah pergaulan kita sudah menunjang
spiritualitas kita atau belum? Dalam buku ini tertulis bahwa bila kita
bergaul dan dekat dengan orang-orang yang bijak dan penuh kasih, maka
otomatis kita akan mendapatkan manfaat dalam hal peningkatan kesadaran
dari pergaulan kita. Kekurangan kita pun akan berkurang.
Tapi jika kita memilih untuk tidak bergaul atau dekat dengan orang-orang
bijak dan penuh kasih, maka “bad company” (teman-teman yang tidak
menunjang kesadaran kita) akan datang mendekati kita. Bila hal ini
terjadi maka tidak ada sesuatu apapun yang kita lakukan/kerjakan, dapat
terlaksana secara tepat dan lancar.
Dalam buku ini juga dibahas bahwa (1) jika kita marah ketika dikritik
tapi senang ketika disanjung, maka “bad company” (Kusang) akan datang
dan orang-orang baik dan bijak akan menjauh. (2) Bila kita memperbaiki
kesalahan yang kita perbuat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,
maka kesalahan itu tidak lagi menjadi milik kita. Sebaliknya bila kita
malah menutup-nutupi kesalahan kita, maka kita malah melakukan kesalahan
2 kali. (3) Bila kita memberitahu atau menegur sebuah kesalahan, maka
baik kita maupun orang lain yang berbuat kesalahan akan mendapatkan
manfaat yang lebih baik, tapi bila kita diam saja ketika orang lain
berbuat salah maka kita pun menjadi bagian dari kesalahan tersebut. (4)
Dan terakhir, bila kita tidak melakoni apa yang sudah kita pelajari,
maka hal itu hanyalah “superficial” dan tidak ada gunanya.
=======================================
RUU APP: Judul dan Isi tidak Terkait!
P0rn0grafi: NO! RUU APP: NO!! Indonesia BERSATU: YES!!!
=======================================
--- End Message ---
|
|